
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Boss ada beberapa perusahaan yang membatalkan kerjasamanya dengan kita. " Seru Indra terburu - buru masuk keruangan Satria tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Satria yang sedang menerima telepon pun langsung mematikan sambungan teleponnya, dan menanyakan kebenarannya langsung kepada Indra. Indra menjelaskan dengan detail sehingga Satria percaya jika ada beberapa perusahaan yang membatalkan kerjasama dengan perusahaannya. Dengan adanya pembatalan kerjasama itu sudah pasti akan mempengaruhi keuangan perusahaan.
" Kenapa bisa seperti ini Ndra? Apa kita melakukan kesalahan?" Tanya Satria yang memang tidak tahu alasan kenapa para perusahaan itu menarik dan membatalkan kerjasama dengan perusahaannya.
" Aku juga tidak tahu Satria, ada tiga perusahaan yang menarik kerjasama dengan perusahaan kita. Bahkan mereka tidak mau menganti rugi uang yang sudah kita keluarkan. Perusahaan kita saat ini keuangan nya sedang di ujung tanduk Satria, jika begini terus kamu terancam bangkrut. Karena uang yang sudah kita curahkan ke proyek itu hampir 50% dari dana yang ada di perusahaan." Ucap Indra juga ikut khawatir dengan perusahaan yang sudah membesarkan namanya.
" Ini pasti ada yang tidak beres , pasti ada orang yang sudah menyabotase. Kita harus cari dalang dari semua masalah ini aku yakin pasti ada orang dalam yang sengaja ingin menghancurkanku. Perusahaan mana saja yang sudah membatalkan kerja sama dengan kita." Tanya Satria ingin tahu perusahaan mana saja yang sudah membatalkan kerja sama.
" Perusahan GG group, Garment company dan PT Harapan Group. " Seru Indra.
Apa ? Ketiga perusahaan besar itu yang sudah membatalkan kerja sama.
Satria dibuat kelimpungan , bagaimana bisa ketiga perusahaan itu membatalkan kerjasama sedangkan perusahaan Satria merasa tidak pernah melakukan kesalahan. Bahkan ini bukan pertama kali Perusahaan Satria menjalin kerjasama dengan ketiga perusahaan ini. Kerjasama ini sudah yang kedua kalinya dan yang pertama berjalan dengan lancar.
" Apa alasan mereka memutuskan kerjasama secara sepihak begini?" Tanya Satria dengan wajah yang namak frustasi.
" Mereka tidak memberitahu alasan pastinya, mereka hanya bilang tidak mau bekerja sama dengan orang yang tidak punya rasa kemanusiaan. " Ucap Indra memberitahu Satria.
" Sialan ! Ini paati ada orang yang sengaja mencoba menghancurkanku. Tetapi selama ini aku tidak punya musuh dalam dunia bisnis. Selama ini orang - orang yang sudah membenciku adalah keluarga ku sendiri dan para saudara iparku. Apa iya mereka yang melakukannya ? Tapi 3 perusahaan itu, perusahaan besar pasti mereka juga tidak sembarangan ." Ucap Satria terlihat benar - benar frustasi.
Disaat Satria dan Indra sedang bingung memikirkan solusi agar perusahaan tidak bangkrut. Tiba - tiba ponsel Satria berdering, Satria mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya.
" Tuan Abraham ?" Lirih Satria dan masih terdengar oleh Indra.
Indra dan Satria saling pandang , mereka berdua sama-sama takut jika Tuan Abraham akan menyampaikan berita buruk. Bagaimanapun saat ini kerjasama terbesar masih dipegang perusahaan Tuan Abraham. Jika sampai perusahaan Tuan Abraham membatalkan kerjasamanya sudah pasti Perusahaan Satria akan bangkrut.
Satria menghela nafas dengan panjang terlebih dahulu sebelum menerima panggilan telepon dari tuan Abraham. Dia sudah menyakinkan dirinya, apapun yang akan terjadi dan apapun yang akan disampaikan Tuan Abraham akan dia terima. Namun dia ingin tahu apa masalahnya terlebih dahulu sehingga para perusahaan menarik kerjasama dengan perusahaannya.
[ Hallo, Tuan Abraham. Ada hal apa yang membuat Anda menghubungi saya ?.] Tanya Satria dengan jantung yang sudah tidak menentu.
Takut sekali jika Tuan Abraham akan mengikuti jejak beberapa perusahaan yang sudah membatalkan kerjasamanya.
[ Hallo juga Tuan Satria. Maaf saya sudah mengganggu waktu anda. Saya hanya ingin bertanya, apakah berita yang sedang beredar itu benar.?] Tanya Tuan Abraham.
[ Haahhh... Maaf, yang tuan maksud berita apa ?]
Satria mengaktifkan tombol loudspeker nya sehingga Indra bisa mendengarnya juga. Indra dan Satria tidak tahu ada berita apa diluaran sana sehingga Tuan Abraham bertanya seperti itu.
[ Apa anda tidak tahu jika ada berita buruk tentang anda. Jika berita itu benar dengan berat hati aku akan menarik kerjasama kita seperti perusahaan - perusahaan yang lainnya. Namun sebelum aku menarik kerjasama kita, aku ingin memastikan terlebih dahulu kebenarannya.]
Haaah....
Satria dan Indra sama - sama bingung dengan berita yang dimaksud Tuan Abraham. Pasalnya mereka memang tidak pernah tahu ada berita apapun diluaran sana.
[ Memangnya berita apa Tuan Abraham.? Saya benar - benar tidak tahu.]
__ADS_1
[ Semalam ada berita yang mengatakan jika Anda tidak bertanggung jawab kepada keluarga anda. Anda sudah menelantarkan kedua orang tua kandung anda dan adik anda. Bahkan mereka juga mengatakan jika selama ini anda telah melupakan mereka dan menelantarkan mereka ]
Deg
Satri kini sudah tahu siapa pelakunya yang sudah membuat para pemilik perusahaan menarik kerjasama dengannya. Ternyata 3 benalu yang sudah merencanakan semua ini. Mereka belum tahu siapa Satria ? Jika Satria sudah bertindak pasti mereka yang akan hancur.
Satria terlihat mengepalkan kedua tangannya, bagaimana bisa orang yang dalam beberapa bulan ini dia nafkahi tega menusuknya dari belakang. Indra terlihat membuka ponselnya dan mencari berita yang sedang tranding topik dalam dunia bisnis. Ternyata pelakunya memang 3 benalu yang tidak tahu malu itu.
[ Maaf Tuan Abraham, saya pastikan berita itu tidak benar. Dan saya akan segera menyelesaikan masalah ini dan saya mohon Tuan jangan membatalkan kerjasama kita. Apa yang diberitakan diluaran sana itu hanya kebohongan, mereka memang keluarga saya tetapi apa yang mereka sampaikan benar - benar kebohongan. Ada masalah keluarga yang memang tidak mungkin saya publikasikan sekarang .]
[ Baiklah Tuan Satria, saya percaya dengan anda. Dan saya tetap akan melanjutkan kerjasama ini. Segera anda selesaikan masalah keluarga anda. Agar tidak berimbas kepada perusahaan. Kalau begitu saya tutup teleponnya.]
[ Terimakasih Tuan Abraham. ]
Tut Tut Tut
Sambungan telepon diputus oleh Tuan Abraham. Satria sudah tahu semuanya, kini Satria meminta Indra untuk segera menyiapkan bukti - bukti tentang kedua orang tuanya. Bukti dimana dulu mereka merencanakan kecelakaan dan menghilang selama hampir 29 tahun, bahkan bukti kehidupan mereka saat jauh dari satria. Semua bukti itu akan menyeret mereka kepenjara.
Jika mereka tidak mau membersihkan nama Satria , dengan terpaksa Satria akan membuka kembali kasus kecelakaan berencana yang sudah direncanakan kedua orang tuanya 29 tahun yang lalu, yang sampai menewaskan 1 orang pedagang asongan.
" Kamu yakin ingin membuka kasus puluhan tahun ini.?" Tanya Indra ingin tahu jawaban Satria yang lebih menyakinkan.
" Aku sangat yakin. Jangan karena mereka keluargaku, aku akan memberi dia ampun." Seru Satria dengan geram.
" Baiklah kalau begitu sekarang kita langsung temui mereka. Mereka pasti saat ini ada dirumah, sedang menunggu kedatanganmu. " Ucap Indra.
Satria mengangguk lalu dia bangkit dan keluar ruangannya. Kali ini satria tidak akan melepaskan 3 benalu itu, dia akan memberikan perhitungan. Pasti saat ini ke tiga benalu itu sedang merencanakan sesuatu untuk bisa mendapatkan uang dari Satria.
Mobil yang dikendarai Satria melaju dengan kencang sehingga membuat Indra merasa mual dan jantungnya berdetak lebih cepat. Indra ketakutan sekali melihat cara Satria mengendarai mobilnya.
" Kurangi kecepatannya Satria, kalau seperti ini yang ada kita akan celaka." Ucap Indra mengingatkan.
Indra mengusap wajah takutnya dengan pelan. Bagaimanapun disini Satria itu bossnya sehingga suka - suka dia saja.
Waktu yang seharusnya ditempuh 1 jam, kini hanya 25 menit saja mobil Satria sudah sampai didepan rumah kedua orang tuanya. Dengan kasar Satria turun dari mobil dan menuju pintu, langsung menggedor pintu dengak kasar.
Dddoorrr Ddoorrr
Suara gedoran pintu semakin memekakkan gendang telinga, namun pintu belum juga dibuka oleh sang pemilik rumah. Satria tidak menyerah begitu saja dia semakin menggedor pintu dengan keras dan kasar.
Ceklekk.
" Ohh... Akhirnya kamu datang juga . Hehh... Pasti kamu sudah melihat kabar yang pagi ini beredarkan?." Seru Hakim dengan sinis.
Bugghh... Bughh.. Bugh..
Satria secara membabibuta memukuli Hakim, dia sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi. Bahkan ingin rasanya dia menghabisi Hakim sekarang juga. Mendengar ada keributan di dalam rumahnya membuat Rahma dan kadar keluar dari kamarnya. Mereka tadi yang sedang tidur tidak tahu jika Satria dan Indra datang ke rumahnya. Padahal gedoran pintu sangat kencang namun seakan mereka menulikan telinganya.
" Satria ! " Teriak Rahma dengan kencang sehingga Satria secara spontan menghentikan pukulannya.
" Akhirnya kalian keluar juga. " Seru Satria menampilkan senyum sinisnya.
Kini ketiga manusia benalu sudah ada dihadapannya. Indra berfikir lebih jernih, dia mengajak Satria untuk duduk terlebih dahulu. Tidak menyelesaikan masalah dengab baku hantam, sebab itu semua tidak akan menyelesaikan masalah.
" Apa yang sudah kalian perbuat ? Apa kalian tidak pernah berfikir jika semua itu akan berimbas terhadap perusahaanku. Sejak kapan juga aku menelantarkan kalian semua ? Yang ada anda berdua yang sudah menelantarkanku selama 29 tahun. Jangan memutar balikkan fakta ! Jika kalian tidak segera klarifikasi aku pastikan kalian bertiga akan mendekam dipenjara.!" Tegas Satria.
__ADS_1
Perkataan Satria sama sekali tidak dianggap mereka justru tertawa seolah mereka yakin akan bisa menang melawan Satria. Mereka belum tahu kunci As mereka ada ditangan Satria. Rahma yang tertawa dengan riang dan lebar sendiri, jiwa keibuannya sama sekali sudah musnah sehingga menganggap Satria itu musuhnya sendiri.
" Punya apa kamu sehingga begitu yakinnya kamu bisa menyeret kami kepenjara. Bahkan kamu itu saja sekarang sudah hampir bangkrut kan? Aku yakin saat ini ada beberapa perusahaan yang sudah memutuskan kerjasama dengan perusahaa mu ! Kamu akan menjadi miskin satria ! Aku memang sengaja melakukan itu karena ini juga ulah mu. Kamu sudah memotong jatah bulanan kami.!" Bentak Rahma dengan lantang tidak ada rasa kasih sayang nya sama sekali kepada Satria.
Jadi jangan salahkan jika Satria juga tidak menaruh hormat kepada orangtua kandungnya. Karena ibunya saja tidak mengajarkan sopan santun. Satria dan Indra sengaja membiarkan Rahma mengoceh lebih dulu, sampai dia mengakui kesalahannya sendiri.
" Aku memang dari dulu tidak menginginkan kelahiranmu, karena aku belum siap punya anak apalagi dalam keadaan miskin. Sehingga aku dan suamiku merencanakan kecelakaan itu meskipun harus mengorbankan 1 nyawa yang tidak bersalah. Dan saat kami tahu kamu sudah kaya raya , kami sengaja datang untuk ikut menikmatinya. Tetapi ternyata kamu pelit dan hanya memberi kami rumah kecil ini dan uang 10 juta.! Itu tidak adil sehingga kami harus mrnyebarkan berita diluaran sana seolah - olah kamu itu tidak perduli dengan kami. Rencanaku berhasil kan Hahahahahaa...." Seru Rahma tertawa seperti orang yang kesetanan.
* Kena kamu ! Ini yang sebenarnya selama ini aku tunggu - tunggu. Beruntung aku ini cerdas sehingga aku sudah memikirkan ini semua dari sebumnya. * Gumam Indra dalam batinnya.
Satria terlihat menghafalkan kedua tangannya Jika saja orang yang ada di depannya ini bukan Ibunya sudah pasti Satria akan memukulnya saat ini juga namun betapa bodohnya Rahma tanpa Satria memaksanya untuk mengakui semua kesalahannya dia sudah mengakuinya terlebih dahulu
" Apa kamu tidak berpikir secara jernih, jika aku bangkrut kamu orang mau tinggal di mana dan siapa yang akan memberikan kalian nafkah? Kalian mau tinggal di kolong jembatan? Baiklah saat ini juga aku bisa mengusir kalian dari rumah ini dan tinggallah di kolong jembatan. Bila perlu aku seret kalian bertiga ke penjara , biar kalian membusuk di dalam penjara." Ucap Satria bicara dengan tegas dan penuh penekanan.
" Atas dasar apa kamu mau memenjarakan kami?." Tanya Kandar yang akhirnya buka suara setelah sedari tadi dia hanya berdiam dan menyimak semua perdebatan yang ada.
" Aku akan membuka kasus lama tentang kecelakaan yang sudah kalian rencanakan, sehingga mengorbankan satu nyawa manusia yang tidak bersalah. Dan satu lagi masalah kalian yang sudah menceritakan kebohongan di luar sana sehingga banyak perusahaan yang menarik kerjasamanya dengan perusahaanku, itu semua cerita bohong dan itu sebuah fitnah sehingga aku akan memperkarakan masalah ini ke jalur hukum. Jadi tunggu saja hukuman 2 kali lipat untuk kalian berdua. Bila perlu anak kesayangan kalian itu juga akan mendekan di penjara bersama kalian." Satria bicara dengan ancaman yang tidak main - main.
Rahma dan Kandar sama sekali tidak takut dengan ancaman Satria. Namun berbeda dengan Hakim, nyali Hakim langsung menciut bahkan dia hanya bisa menundukan kepalanya. Dia melihat sebuah amarah yang tergambar di wajah Satria, dan ancaman yang dilontarkan Satria tidak main - main.
" Memang kalian punya bukti?" Tanya Rahma meremehkan kemampuan Satria.
Braakkk
Satria melempar map merah yang sedari tadi ada ditangan Indra ke atas meja. Rahma dan Kandar mengambil map itu dan membacanya.
Degghh
Mereka berdua kaget dan saling beradu pandang karena map yang saat ini ada di tangan mereka berisi kejahatannya di masa lalu. Tentang kecelakaan berencana yang sudah menghilangkan satu nyawa manusia yang tidak bersalah. Dan juga tentang kehidupannya saat mereka tinggal di luar kota dimana mereka ternyata juga salah satu Gembong perjudian. Usaha toko bangunan yang mereka jalani hanya sebagai pengalihan isu saja, padahal usaha utama mereka adalah perjudian. Semua aset yang mereka miliki saat di luar kota habis tak tersisa, sebab mereka bertiga ternyata juga doyan bermain judi. Sehingga usaha mereka ditarik oleh salah satu anggota perjudian karena mereka juga kalah judi.
" Ini tidak mungkin kamu tidak mungkin tahu masalah ini karena saat kecelakaan itu kamu masih berusia 1 tahun. Dan kamu tidak mungkin bisa mendapatkan ini semuanya. Tidak , kamu pasti hanya menerka ini semua. " Ucap Rahma dengan nada ketakutan.
" Apa yang tidak bisa Satria lakukan, jangan kalian kira aku tidak bisa melakukan semua nya sendiri. Semua yang tertulis di dalam kertas itu ada salinannya. Jadi saat kamu menyobeknya pun itu tidak akan membuat kamu selamat dari jeratan hukum. Lihat saja hukuman sudah menanti kalian." Satria sama sekali tidak ada rasa ibu untuk ibu yang sudah melahirkan dia. Rasa sayang dan cintanya untuk kedua orang tuanya ikut mati sejak 29 tahun yang lalu.
" Jangan salahkan aku jika aku juga melakukan ini semua. Kalian sendiri yang memulainya." Seru Satria.
Rahma dan Kandar kini sudah mati kutu, tidak ada cara lagi untuk menghindar. Semua bukti yang dimiliki Satria memang benar adanya.
Tanpa mereka ketahui Indra sudah menghubungi polisi dan sedang menuju kerumah mereka. Semua itu Indra lakukan atas perintah Satria. Satria serius memenjarakan kedua orang tuanya, biarpun itu orangtuanya sendiri yang namanya bersalah tidak ada toleransi lagi dan harus siap dengan hukuman yang ada.
Tok Tok Tok
Ketukan pintu diluar sana membuat mereka bertiga kaget, terlihat 4 polisi sudah berdiri dengan gagahnya di depan pintu yang mana pintu memang tidak tertutup.
" Silahkam bawa mereka Pak. " Ucap Satria dengan tegas tanpa ada keraguan sedikitpun.
" Satria ! Apa - apaan ini ? Kenapa kamu tega berbuat begini kepada kedua orang tuamu dan adikmu. Lagipula tidak semudah ini asal main tangkap saja." Ucap Rahma memarahi Satria dan polisi yang ada dihadapannya.
" Kami membawa surat penangkapan untuk kalian bertiga atas kasus pencemaran nama baik Tuan Satria. Lebih baik kalian ikut kami kekantor polisi dan jelaskan semuanya disana." Ucap salah satu polisi.
Rahma tetap berontak tetapi tenaganya tidak sebanding dengan polisi itu. Sehingga mau tidak mau dia dan suaminya serta anak manjanya di gelandang kepenjara menggunakan mobil polisi. Satria dan Indra mengikuti mobil polisi itu dengan mobilnya sendiri. Satria sangat berharap setelah ini masalah yang ada diperusahaannya akan segera normal kembali.
" Setelah ini kita adakan konfrensi Pers Satria, suruh mereka bertiga mengakui semua kebohongan yang sudah mereka perbuat. " Ucap Indra menyampaikan idenya.
" Iya,kamu atur semuanya. Bila perlu sore ini juga agar perusahaan tidak semakin kacau." Jawab Satria dengan tenang.
__ADS_1
* Maafkan aku . Aku tidak bermaksud menjadi anak yang durhaka,tetapi semua ini kalian yang memulai. Sehingga aku hanya mengikuti alur permainan kalian saja .* Gumam Satria dalam batinnya.
***********