
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sinta yang saat ini baru saja hendak masuk ke toko, tidak sengaja berpapasan dengan Reno. Sinta tidak menyapa Reno, begitupun dengan Reno. Namun Reno hanya tersenyum, dia buru-buru untuk mengantarkan barang sehingga tidak mau berbasa-basi dengan Sinta.
Sinta juga tidak memperdulikan Reno, kedatangannya ketoko itu untuk belanja bulanan. Biasanya dia akan berbelanja si supermarket, tetapi kali ini mencoba ditoko RJ Market singkatan dari Reno Joni.
"Totalnya 980 ribu bu. Mau pakai kas atau debit?."Tanya Cika dengan ramah dan sopan.
" Bisa pakai debit ya?."Seru Sinta seolah tidak percaya jika Toko itu bisa memakai debit.
"Bisa bu.".Jawab Cika dengan ramah.
"Ya sudah pakai debit saja mbak. Soalnya uang kes saya tinggal 1 juta, kalau saya bayarin nanti saya tidak ada pegangan. Mana ATM jauh juga, ini mbak cepat soalnya saya buru-buru sudah semakin sore."Seru Sinta sedikit sombong.
Cika menerima kartu dari Sinta lalu segera memproses pembayarannya. Selesai dengan pembayarannya, Sinta memasukan kartunya ke dompetnya kembali.
"Oh iya mbak, ini RJ Market itu milik pribadi apa bekerjasama dengan perusahaan sih?."Tanya Sinta yang juga tertarik ingin membuka toko seperti RJ Market.
"Ini milik pribadi bu. Kami tidak bekerjasama dengan perusahaan seperti simerah dan sibiru. Owner nya seorang laki-laki, kalau ibu mau tanya-tanya lebih lanjut bisa menunggu pak Reno datang. Beliau masih mengantarkan barang ke pelanggan."Seru Cika dengan ramah dan sopan.
Apa ? Reno?
__ADS_1
Sinta tidak percaya jika pemilik RJ Market adalah Reno, mantan adik iparnya yang miskin dan pengangguran itu. Pantas saja tadi dia melihat dan berpapasan dengan Reno saat berada di pintu masuk.
"Omset sehari sampai puluhan juta tidak mbak?. Rencana saya juga ingin buka usaha seperti ini di kota B tempat kelahiran saya?."Tanya Sinta yang sebenarnya hanya menyelidiki penghasilan yang dimiliki Reno.
"Tergantung bu. Kebetulan kami mempunyai pelanggan-pelanggan dari beberapa warung jadi kami juga menjual dengan harga ecer dan grosir. Kalau omset sehari biasanya sampai 40-60juta. Bisa juga lebih, Bu."Jawab Cika menjelaskan.
Sinta menjadi takjub dengan omset dari toko yang dimiliki Reno. Toko milik Reno memang barang yang dijual lengkap, dan stoknya juga banyak. Hanya pakaian saja yang tidak ada. Buah dan sayur sekarang sudah ada,jadi orang-orang banyak yang lebih memilih belanja di toko Reno daripada ke supermarket.
"Ohh begitu. Baiklah kalau begitu terimakasih."Seru Sinta lalu pergi dari toko.
Sinta akan memberitahu Sarah jika sekarang Reno sudah tajir, meskipun tidak setajir Satria setidaknya penghasilannya sehari bisa sampai puluhan juta. Jika Sarah tahu pasti dia akan memanfaatkan Reno, itu memang yang diinginkan oleh Sinta. Dengan begitu, siapa tahu Sarah dan Reno bisa rujuk dan memanfaatkan uang Reno dan Sinta akan meminta bagiannya dari Sarah.
*Gara-gara rencanaku, Sarah bercerai dan sekarang karena rencanaku juga Sarah dan Reno harus rujuk.*Gumam Sinta dalam batinnya.
Sinta mengendarai mobilnya dengan cepat agar bisa sampai di rumah yang dia jadikan tempat usaha panti pijat plusnya. Sebab saat ini Sarah ada disana, dia tadi siang mendapat pelanggan yang ingin main disiang bolong. Sarah tidak menolaknya, terlebih orang itu berani membayarnya 10 juta, lumayan 10 juta bagi dua dengan Sinta.
"Sarah, haii Sarah bangun. Aku ada kabar baik untuk kamu. Cepat bangun, Sarah."Seru Sinta sembari menarik selimut yang menutupi tubuh Sarah.
"Huuhh menjijikan !! Ternyata kamu dalam keadaan polos, cepat bangun Sarah."Seru Sarah sembari menutup tubuh Sarah kembali dengan selimut.
Merasa tidur nya terganggu, Sarahpun ingin sekali marah. Padahal dia sangat mengantuk dan sangat lelah, terlebih tadi dia bermain selama 3 jam tanpa ada jeda untuk istirahat.
"Kenapa sih, Sinta? Kamu ini ganggu orang tidur saja, aku sangat lelah. Kalau mau kasih bayaran yang tadi transfer saja, ingat 5 juta tidak boleh kurang."Seru Sarah dengan malas dan matapun masih terpejam.
"Haii dasar bodoh ! Aku datang ada kabar baik untuk kamu. Kamu tahu, mantan suami kamu si Reno itu dia sekarang sudah kaya raya,,bahkan dia punya toko yang besar."Seru Sinta antusius.
Mendengar Reno yang yang saat ini sudah kaya, membuat Sarah langsung duduk di tengah ranjang. Dia melupakan rasa kantuk dan rasa lelahnya, dia antisius mendengarkan cerita dari Sinta.
__ADS_1
"Jadi toko itu milik dia? Kemarin lusa atau kapan itu aku sudah pernah belanja disana. Pantas saja disana juga ada Dinda dan Reno. Jadi Reno pemilik toko itu? Hemmm Reno itu cinta mati dengan ku, pasti dia akan mau jika aku ajak rujuk. Tapi kalau aku kembali dengan Reno, pekerjaan disini bagaimana?." Seru Sarah.
"Tenang saja. Kalau soal itu bisa diatur, suami kamukan sibuk di toko sampai malam. Jadi kamu gunakan waktu itu untuk melayani para pelanggan mu. Dengan begitu uang mu akan semakin banyak. Tapi jangan lupa aku juga harus dapat bagian uang yang dari Reno, kan aku yang kasih informasi dan pekerjaanmu akan tetap aman di dari Reno.
*Dasar mata duitan ! Baru juga kasih informasi seperti itu sudah minta uang. Tapi kalau aku tidak kasih pasti dia akan bongkar semuanya. Licik dan picik sekali sih Sinta ini.*Gumam Sarah dalam batinnya.
Sinta memandang Sarah dengan lekat, menantikan jawaban dari Sarah. Jika Sarah menolaknya jika akan membuka aib Sarah langsung kepada Reno.
"Memangnya Reno sudah yakin mau diajak rujuk?."Tanya Sarah.
"Kamu harus yakin lah, masa iya cuma menaklukkan Reno saja tidak bisa. Bukannya kamu tadi bilang jika Reno tergila-gila dengan kamu, seharusnya hal yang mudah dong bagi kamu untuk menaklukkan Reno lagi."Seru Sinta dengan kesal.
Huuuffffff
Dulu sih memang Reno sangat tergila-gila dan bucin dengan Sarah. Sampai Sarah melakukan perselingkuhan saja masih saja di maafkan. Tapi pertemuaanya beberaapa hari yang lalu sangat tidak baik, terlebih dia mengenalkan Hakim sebagai pacarnya.
"Nanti aku coba temui mas Reno, dengan alasan ingin bertemu dengan Joni. Sudah 3 bulan aku tidak melihat anak itu, apa anak itu tidak ingin bertemu dengan mamanya. Bahkan balas pesan ku pun dia tidak mau, jadi bisa aku jadikan alasan jika aku merindukan anak ku itu."Ucap Sarah dengan penuh rasa percaya diri.
"Baik aku tunggu semua nya."Jawab Sinta.
Sinta pun keluar dari kamar yang dipakai oleh Sarah, dia membiarkan Sarah untuk beristirahat. Permainannya tadi memang cukup lama, pelanggan sudah meminta 10 juta untuk 3 jam bermain dengan Sarah, dan Sinta mengiyakan sebab dia yakin Sarah pasti akan mampu.
" Mas Reno pasti mau jika aku ajak rujuk, hemm aku harus pura-pura menyesal karena sudah menuntut cerai. Aku tidak akan membiarkan mas Reno jatuh dalam pelukan wanita lain. Enak saja dulu saat bersamaku saja dia miskin, sekarang berpisah denfanku justru kaya raya."Ucap Sarah bermonolog sendiri.
Suami yang dianggap miskin kini sudah berubah menjasi mantan suami yang beruang.
**********
__ADS_1