
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
"Kamu kenapa, Mas?."Tanya Sinta saat melihat hakim seperti sedang menahan rasa sakit.
Hakim memang sedang merasakan sakit pada senjatanya. Bahkan bukan hanya sakit yang dia rasakan, senjatanyanya juga terdapat luka kecil yang berair dan bernanah. Hakim tidak tahu apa yang saat ini terjadi dengan alatnya itu, dia sama sekali tidak berfikir jika dia terkena penyakit kelamin.
"Tidak tahu ini kenapa sayang. Mungkin efek obat-obatan itu yang membuat milikku terasa tegang dan nyeri."Jawab Hakim tidak bicara jujur dengan Sinta tentang keadaanya.
"Minum obat pereda nyeri saja mas, mungkin itu juga karena kamu banyak mengkonsumsinya. Ditambah selama 2 hari ini kamu seperti kuda jantan yang tidak mengenal rasa lelah sedikitpun. Nanti aku belikan obat pereda nyeri saja."Ucap Sinta terlihat perhatian dengan Hakim.
Sinta pada dasarnya dia itu kalau sudah setia dengan 1 pria dia akan menjaga kesetiaannya. Meskipun dia punya usaha yang menyediakan para wanita, namun Sinta sendiri tidak mau tidur dengan pria lain yang statusnya bukan suaminya. Hanya dengan Badar saja dia yang mau tidur, itupun terpaksa karena menggantikan Hana sampai batas usia Hana yang mereka janjikan. Beruntung Badar sudah mendekam dipenjara sehingga dia bisa terbebas dari Badar.
"Iya sayang. Ya sudah aku kekamar dulu ya, aku mau istirahat. Jangan lupa nanti obat pereda nyerinya bawa kekamar."Ucap Hakim beranjak dari meja makan lalu menuju kamarnya.
Sinta menyelesaikan makan siangnya agar bisa segera pergi keapotik membelikan Hakim obat. Sedangkan Hakim yang saat ini ada dikamarnya sedang berkirim pesan kepada Sarah.
[Sarah aku sudah mentrasfer uang 200 juta untuk kamu, kamu boleh belanja apa saja yang penting kamu senang. Kalau tidak itu untuk tambahan beli mobil, kamu kan mau ganti mobil. Yang aku transfer 2 hari yang lalu sudah kamu bayarkan hutang kepada Sinta kan?]
[Sepertinya malam ini kita tidak bisa bertemu.]
Hakim mengirimkan dua pesan beruntun untuk Sarah, tidak sampai 5 menit pesan itu langsung dibalas oleh Sarah.
[Terimakasih sayang. Kalau cuma 200 juta kurang dong sayang,mobil ku ini kalau dijual laku berapa sih? Tambahin dong, ingat kamu itu harus adil sama aku. Masa Sinta banyak duit nya kamu cuma ngasih aku 200 juta, yang 100 juta kemarinkan sudah dibayarkan ke Sinta. Aku tidak mau tahu pokoknya kamu harus tambahin.] Balasan Sarah membuat Hakim justru semakin merasa nyeri di dua kepalanya.
__ADS_1
Namun Hakim tidak mau membuat Sarah kecewa, akhirnya Hakim mentransfer uang 50 juta lagi untuk Sarah. Hakim memang lebih mencintai Sarah daripada Sinta, Sinta hanya dia butuhkan uangnya saja.
[Sudah aku transfer 50 juta lagi. Maaf ya sayang, aku tidak bisa membantu kamu mencari mobil seperti janji ku kemarin lusa. Ini senjataku semakin sakit dan nyeri, bahkan kepalanya berair.]
[Ok tidak masalah, terimakasih ya sayang. Aku nanti akan mencari mobil sendiri. Kamu cepat sembuh ya, sembuhkan dulu baru nanti kita bertemu lagi.]
[Iya sayang, ya sudah aku istirahat dulu ya. Kamu jangan nakal-nakal dan jangan main lagi sama pria lain.]
[Ok Sayang ku, cintaku.]
Hakim menghapus semua pesan yang baru saja masuk dan laporan bankingnya agar Sinta tidak tahu apa yang sudah dia lakukan bersama Sarah. Hakim mempunyai rencana akan meninggalkan Sinta disaat dia sudah mendapatkan aset-aset yang dimiliki Sinta. Dan saat ini Hakim sedang berusaha mencari surat-surat kepemilikan rumah, mobil, tanah dan bangunan yang lainnya. Hakim akan merubah semua surat kepemilikan aset-aset itu. Lagi pula mereka hanya menikah secara siri sehingga Hakim merasa mudah untuk meninggalkan Sinta.
Ceklekkk
Pintu kamar terbuka dan Sinta masuk menghampiri Hakim.
"Ini obat nya mas, cepat kamu minum dan segera istirahat agar kamu cepat sembuh. Oh iya setelah ini aku mau kesamping, ada urusan sama anak-anak. Semenjak Sarah tidak masuk anak-anak lumayan dapat pelanggannya. Tetapi tetap saja Sarah yang bisa menghasilkan uang yang lebih besar mas. Sudah 4 hari Sarah tidak masuk, semoga saja haidnya segera selesai."Ucap Sinta penuh harap.
Sinta keluar dari kamar Hakim lalu dia berjalan keluar rumah dan menuju bangunan yang ada disampingnya. Bangunan itu adalah tempat usaha Sinta yang sudah bertahun-tahun.
Hakim dikamar langsung meminum obat anti nyeri itu agar rasa nyeri, sakit dan gatal di bagian senjatanya segera hilang. Hakim benar-benar tersiksa dengan apa yang saat ini dia alami.
Hakim mengambil ponselnya dan mencoba mencari tahu lewat internet ciri-ciri sakit yang saat ini dia alami. Tangan Hakim begitu lincah berselanjar di duni maya, namun seketika tubuh Hakim menegah saat membaca salah satu artikel.
"Tidak mungkin ! Ini tidak mungkin, aku bersih dan aku tidak kotor. Aku hanya bermain dengan Sarah dan Sinta saja. Bahkan mereka berdua baik-baik saja, atau jangan-jangan semua ini aku dapat saat aku pernah bermain dengan salah satu pekerjaku. Tapi itu sudah 2 bulan yang lalu dan itu juga hanya sekali."Ucap Hakim mencoba menyakinkan dirinya sendiri.
Hakim melanjutkan membaca artikel itu, namun justru hatinya semakin was-was dan ketakutan sehingga Hakim mematikan ponselnya. Hakim ingin sekali periksa kedokter, namun dia takut jika sakit yang saat ini dia alami adalah sakit yang sama seperti yang dia baca di artikel tadi.
"Disana dijelaskan karens bergonta-ganti pasangan. Aku hanya sering melakukannya dengan Sarah dan Sinta. Sinta tidak pernah bercinta dengan pria selain aku, tapi Sarah? Sepertinya penyakit ini tertular dari Sarah, iya dia yang sering bergonta-ganti pasangan bahkan semalam bisa 2 sampai 3 orang. Ini tidak bisa dibuarkan, aku harus segera memeriksakan diriku agar aku tahu pasti apa yang terjadi dengan diriku."Ucap Hakim serius.
__ADS_1
Hakim turun dari ranjang dan segera mengganti pakaiannya, yang semula hanya memakai celana pendek kini sudah berganti memakai celana panjang dan kemeja. Setelah selesai bersiap, Hakim langsung keluar rumah dan menghampiri mobil yang terparkir di depan rumah.
"Jika memang aku terkena Herpes, pasti ini dari Sarah. Dan sepertinya Sarah memang sudah tahu jika dia sakit dan sengaja menyembunyikannya. Awas kamu Sarah !!".Gerutu Hakim dengan kesal.
Mobil yang dikendarai Hakim kini sudah sampai di salah satu rumah sakit besar yang ada dikota itu. Tanpa fikir panjang, Hakim langsung mendaftarkan dirinya. Beruntung pasien memang sudah kosong dan dokter juga masih ada di tempat prakteknya.
Hakim masuk keruang praktek dokter dan menyampaikan kekuhan-keluhanannya. Setelah mendengar keluhan-keluhan yang diceritakan oleh Hakim, Dokter itu meminta Hakim berbaring di atas brankar.
Cukup lama dokter memeriksa senjata Hakim. Dokter itu terlihat menggelengkan kepalanya. Hakim semakin takut saja melihat ekpresi wajah dokter itu yang terlihat tegang. Pemeriksaan selesai dan Hakim diminta untuk duduk.
"Sebenarnya saya sakit apa ya, Dok? Sudah benerapa hari ini gatal, sakit dan nyeri. Saat buang air semakin nyeri tak tertahan, dan ini juga tumbuh bintik-bintik yang mengeluarkan air seperti nanah."Ucap Hakim.
"Ini sejak kapan bapak mengalami sakit?."Tanya Dokter terlihat serius.
"Rasa gatal dan nyeri sudah semingguan pak, tapi parah nya ya dalam 2 hari ini. Sebenarnya saya sakit apa Dokter?."Tanya Hakim lagi.
"Dari hasil pemeriksaan bapak terkena herpes yang sudag cukup serius, tetlihat dengan munculnya bintik-bintik seperti luka dan berair. Mungkin bapak sering jajan diluar ya pak?"Tanya dokter membuat Hakim semakin kaget dan bingung mau menjaemwab apa.
Hakim syok dengan kenyataan yang dia alami, ternyata apa yang dia takutkan terjadi juga pada dirinya. Dia sangat yakin jika Sarah lah yang sudah menularkan penyakit itu kepada dirinya. Hakim berniat setelah pulang dari rumah sakit, dia akan menemui Sarah untuk menanyakan kebenarannya.
" Saya tidak pernah jajan di luar, Dokter. Selama ini saya hanya melakukannya dengan kedua istri saya. Kebetulan saya memang mempunyai dua istri."Jawab Hakim sedikit berbohong, dia tidak mungkin mengatakan jika dia juga bermain dengan wanita penghibur seperti Sarah.
" Mungkin salah satu istri bapak yang sudah menularkan sakit ini kepada pak Hakim. Saya harap mulai hari ini pak Hakim jangan melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu untuk mencegah penularan yang semakin banyak. Bila perlu kedua istri pak Hakim diharapkan untuk melakukan tes dan pemeriksaan juga. Untuk memastikan mereka terinfeksi atau tidak. Jadi nanti bisa diketahui darimana bapak tertular, ini saya hanya bisa merespkan obat anti Virus. Jaga pola makan dan usahakan makan-makanan sehat agar imun tetap terjaga."Ucap dokter bicara panjang lebar kepada Hakim.
Hakim terlihat lemas dan menerima resep obat yang dituliskan oleh Dokter. Hakim sangat-sangat yakin jika ini semua dia dapat dari Sarah.
"Baik dokter, terimakasih."Ucap Hakim dengan lemah.
Selesai urusan dengan dokter, Hakim pun langsung keluar dari ruangan dokter. Saat ini tujuan utamanya adalah rumah Sarah. Dia ingin membuat perhitungan dengan Sarah, apalagi uang Hakim sudah banyak yang dia pakai. Hakim semakin yakin jika uang itu untuk pengobatan oleh Sarah.
__ADS_1
********