Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Semua karena satria dan dinda


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Acara makan malam Satria dengan Tuan Abraham akhirnya tiba juga. malam ini Dinda mengenakan gaun berwarna hitam senada dengan pakaian yang dikenakan oleh Satria. Awalnya Dinda menolak ikut karena dia merasa tidak terbiasa berkumpul dengan orang-orang kaya apalagi relasi bisnis suaminya.


Namun Satria menyakitkan Dinda jika ini hanya acara makan malam antara Tuan Abraham dan dirinya saja. Dan masing-masing harus membawa pasangan. Akhirnya Dindapun mau karena merasa kasihan dengan suaminya jika sampai tidak bisa ikut acara makan malam itu.


" Mas aku malu karena ini pertama kali aku menemani kamu makan malam. Apalagi kata kamu ini makan malam dengan klien kamu dari luar negeri. " Ucap dinda merasa malu dan tidak percaya diri menemani suaminya.


" Dinda Sayang jangan takut dan jangan malu karena ada aku yang akan selalu menemanimu di sampingmu. Kamu ini istriku jadi kemanapun aku ada undangan, makan malam pesta atau acara apapun kamu harus ikut dan setia di sampingku . Apa kamu mau jika aku di gandeng perempuan lain." Ucap satria menggoda istrinya.


" Ih apaan sih Mas maunya digandeng-gandeng perempua, udah sana kalau mau digandeng sama perempuan yang lain" Ucap dinda sambil mengerucutkan bibirnya.


Hahaaaaa haaaaaa


Satria menertawakan istrinya yang cemburu ingin sekali dia memakannya saat ini juga, tapi sayang saat ini mereka sedang ada diperjalanan menuju tempat makan malam yang sudah dijanjikan oleh Tuan Abraham.


Dinda semakin kesal karena Satria menertawakannya. Dinda teringat jika Ibu mertuanya akan mencarikan jodoh baru untuk Satria. Akhirnya dia pun tersenyum karena takut jika satu yang benar-benar mencari perempuan lain.


" Kenapa senyum-senyum sayang takut jika mas menggandeng perempuan lain .? Percayalah mas tidak akan tergoda dengan perempuan lain , hanya kamu seorang yang ada di hatiku. Bukan ngegombal loh tapi serius ini jujur dari hati ku yang paling dalam " Ucap satria sambil tersenyum manis.


" Iya deh percaya nanti kalau tidak percaya mas marah. Sudah fokus aja sama setir mobilnya jangan meliri -lirik." Ucap dinda dengan malas.


Mobil yang dikendarai Satria akhirnya sampai di salah satu hotel bintang lima. Satria membuka pintu mobil lalu mempersilahkan dinda untuk turun. Satria menggandeng tangan dinda menuju restoran tempat mereka makan malam. Tuan Abraham sudah menunggu Satria dan Dinda. Tuhan Abraham juga membawa istrinya yang bernama Lili.


Satria dan Dinda memasuki area restoran yang ada di lantai bawah hotel bintang 5 itu. Restoran ini sangat mewah dan luas . Satria langsung menuju ruangan VIP yang sudah dipesan oleh Tuhan Abraham , ada karyawan restoran yang membantu Satria menuju ruangan VIP.


" selamat datang tuan Satria dan nyonya mari silakan duduk. " Seru tuan Abraham menyambut kedatangan Satria dan Dinda.


" Terima kasih Tuhan Abraham maaf kami tidak terlalu terlambat tadi ada sedikit kemacetan di jalan ." Ucap Satria meminta maaf karena mereka telat 10 menit dari jam yang dijanjikan.


" Oh tidak masalah Tuan Satrua , yang namanya perjalanan itu tidak bisa dipastikan kadang cepat dan kadang juga lambat. " Ucap Tuan Abraham dengan ramah.


Satria dan Dinda menyalami Tuan Abraham dan istrinya secara bergantian , baru Satria dan Dinda duduk bersebelahan.


" Tuan Abraham dan Nyoya , kenalkan ini Dinda istri saya" Ucap satria mengenalkan dinda.


" Senang bisa berkenalan dengan Nyonya Dinda. " Seru Lili dengan ramah.


" Panggil dinda saja biar lebih akrab. Sepertinya terlalu formal kalau harus pakai kata Nyonya. " Ucap dinda dengan ramah.


Semuanya sama-sama mengangguk dan setuju dengan apa yang dikatakan Dinda . Begitupun sebaliknya tidak ada panggilan tuan dan nyonya mereka hanya memanggil nama agar lebih santai karena acara makan malam ini bukan acara formal.


Acara makan malampun dimulai , Dinda sesekali mengobrol dengan Lili. Ternyata Lili orang yang humoris dan enaknya diajak bercanda.

__ADS_1


" Bagaimana kalau besok malam Tuan Abraham dan lili makan malam di rumah kami, kami akan mengenalkan makanan khas Indonesia . Bagaimana maukah Lili?" Tanya dinda dengan senyum mengembang.


" Wah boleh tuh kebetulan kami di sini masih ada waktu dua hari lagi dan rencananya memang kami akan hunting makanan khas Indonesia. Bagaimana p? a apa Papa setuju dengan tawaran Dinda?" Tanya lili pada tuan abraham.


" Papa pasti setuju saja Ma" Jawab tuan abraham .


" Baiklah besok datang ke rumah kami ya ,nanti kami akan memasak makanan yang banyak. Makanan khas Indonesia. Bukan begitu mas satria ?" Ucap dinda meminta persetujuan suaminya.


Satria mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Dinda, dengan begitu hubungan kerjasama antara Tuan Abraham akan berjalan lebih baik.


* Tidak sia-sia aku mau ngajakin Istriku ikut makan malam bersama Tuan Abraham . Ternyata dia pandai juga mengambil hati Tuan Abraham dan istrinya. Dasar wanita memang pandai soal mengambil hati. Istriku memang luar biasa Dinda is best, Love You Dinda sayang. * Gumam satria dalam hatinya.


Satria tidak pernah menyangka jika dinda akan cepat semudah itu akrab dengan istri Tuhan Abraham.


Acara makan malam pun selesai , setelah berbincang-bincang ringan Satria dan Dinda izin pamit pulang. Mereka berjanji besok malam akan bertemu lagi di rumah Satria untuk acara jamuan makan malam.


" Aku kira tadi istri Tuan Abraham ini jutek , cuek dan galak. Ternyata wajah itu memang menipu ya mas. Nona Lili baik enak diajak bercanda murah senyum, dan yang utama dia orangnya ramah. " Ucap dinda memuji kebaikan Lili.


" Makanya Sayang menilai menilai seseorang itu jangan dilihat dari luar, contohnya iya Nona Lili dari luar dia wajah kelihatan galak tapi ternyata hatinya lembut seperti Hello Kitty. " Seru satria sambil tersenyum .


" Iya Mas kamu betul Oh ya Mas besok jangan lupa antar aku ke supermarket ya, kita belanja bahan makanan yang dibutuhkan untuk menjamu Tuan Abraham dan Istrinya. Ehh tapi jangan ke supermarket , ke pasar tradisional saja yang sayuran serta daging lebih segar dan fresh. " Ucap dinda antusius.


Dinda ingin belanja sendiri karena ingin memastikan kualitas bahan-bahan yang dia beli. Bukan berarti tidak percaya dengan pelayan di rumah. Tetapi dia ingin semuanya dia yang menanganinya. Untuk urusan masak pun dia akan memasak sendiri pelayan akan dia minta untuk bantu - bantu saja. Rencananya besok dia akan memasak rendang daging dan lainnya .


***********


" Aku tidak mau tahu pokoknya ibu harus mengganti perhiasanku yang dipakai untuk membayar hutang ke rentenir itu . Aku malu kumpul sama teman - temanku tidak memakai perhiasan. " Seru sinta dengan kesal.


" Itu hutang kan untuk kalian kenapa ibu yang harus mengembalikan perhiasan kamu ? Toh perhiasan itu dibeli dengan uang hasil hutang itu kan. Kalau kamu tidak mau bayar hutang seharusnya uang itu dari dulu kamu kembalikan sama ibu. Seharusnya kamu mikir kamu di sini numpang . Jadi menantu itu bergunalah sedikit. Coba kamu cari pekerjaan di luar sana, kasihan Hana apa-apa kami yang menanggung." Ucap ibu rahayu dengan ketus .


" Kenapa Ibu menyalakan Sinta? salahkan saja itu anak ibu yang bodoh ! lagi pula Hana itu kan cucu kalian , wajar dong kalian membiayai Hana. Apalagi mas Rudi memang dipenjara. Coba kalau kalian mau keluar duit buat mengeluarkan mas Rudi hidup kami tidak akan t seperti ini. Ini juga gara-gara anak kamu sialan ,Dinda dan menantu kamu yang kurang ajar sombong itu. Satria ada Dinda sudah hidup enak tetapi sombong" Ucap sinta dengan berani.


Pak karim mengepalkan kedua tangannya, ingin sekali dia menampar mulut sinta . Namun dia urungkan karena tidak mau menyakiti seorang wanita terlebih dia seorang menantunya sendiri.


Namun berbeda dengan ibu Rahayu , dia langsung mendekati sinta dan menampar sinta , sampai pipi Sinta memerah.


Plaakkkk


" Jaga bicara kamu Sinta kalau bukan karena rudi kamu sudah saya usir dari rumah ini. Menantu tidak berguna yang ada semakin menyusah hidup saya. Selama ini apa pernah saya menyusahkan kalian ? kalian foya-foya di luar sana dan mana pernah kalian memikirkan kami. Saya mati-matian mencari hutangan buat suami kamu tapi ini balasan kamu. " Sentak ibu rahayu dengan marah.


" Dasar ibu mertua kurang ajar berani sekali kamu menamparku !! mertua miskin saja belagu , kalau bukan karena aku istri mas rudi aku tidak sedih tinggal di rumah ini. Jangan pernah memarahiku dan jangan pernah menampar ku bu. Jika aku mau , aku bisa juga menamparmu. " Seru sinta sambil mengusap pipinya yang terasa panas.


Hana yang ada di kamar hanya bisa diam mendengar perdebatan kakek nenek dan mamanya. Hana tidak pernah menyangka mamanya akan sekasar itu memperlakukan kakek dan neneknya . Sebagai anak Hana merasa malu dengan sifat dan kelakuan ibunya.


* Mamang kenapa sih Mama dari dulu tidak pernah berubah, Hana malu ma . Mama sombong, kasar dan arogan bahkan. Sekarang apa yang mau mama sombongkan kita rumah saja tidak punya uang tidak punya Hana malu ma, malu * gumam Hana dalam batinnya.


" Ibu, Sinta sudah hentikan ! Jangan ribut malu didengar tetangga. Setiap hari ribut dan terus ribut ! jangan pernah berurusan dengan hutang jika memang kalian tidak sanggup membayarnya . Dan untuk ibu , ini menjadi pelajaran untukmu bu, jangan seenaknya sendiri mengambil hutang. Dan jangan pernah lagi memperlakukan Rudi seperti raja. Anak kamu itu bukan hanya Rudi , tapi ada Reno, Rena dan Dinda . Biarkan mereka menyelesaikan urusannya masing-masing kita sebagai orang tua hanya bisa mengayomi . Mana yang salah kita luruskan jangan yang lurus kita salahkan. " Seru pak karim dengan kesal.


" Selama ini ibu selalu menomor satukan Rudi . Apa ibu tidak melihat bagaimana sikap Rudi dan istrinya selama ini kepada kita ? apa ada selama ini mereka membantu kita saat kita kesusahan? "Ucap pak karim dengan tegas .

__ADS_1


Ibu Rahayu hanya bisa diam sambil melirik tajam ke arah Sinta yang menyeringai sinis ke arahnya. Sinta meninggalkan Pak Karim dan Ibu Rahayu , dia memilih masuk kekamar yang ditempati hana, di dalam kamar dia melihat anaknya yang sedang menangis. Lalu Sinta mendekati Hana dan menanyakan kenapa hana kenpa dia menangis.


" Hana kamu kenapa menangis ? Siapa yang menyakiti mu ? bilang sama ibu biar Ibu datangi dan ibu hajar dia. Seenaknya membuat anakku menangis." Ucap sinta dengan geram.


" Mama ! Mama yang sudah membuat aku menangis! Hana malu , malu dengan sikap mama yang arogan seperti tadi. Apa mama tidak sadar diri kita di sini itu hanya numpang ma, kita tuh numpang.! seharusnya mama bisa lebih menghargai kakek dan nenek karena selama tinggal di sini mereka yang sudah bertanggung jawab kepada Hana dan mama. Tolong ma ajarkan sedikit saja kebaikan untuk hana ma. Agar suatu saat nanti hana bisa memperlakukan mama dengan baik. Apa mama mau Hana perlakukan seperti mama memperlakukan Kakak dan nenek? " Tanya hana dengan air mata yang semakin deras.


Deg...


Jantung Sinta tidak aman ,dia kaget mendengar pernyataan dari anaknya. Kenapa anaknya bisa bicara seperti itu. Sinta sama sekali tidak pernah mengajarkan kebaikan kepada Hana. Meskipun begitu hana tumbuh menjadi anak yang baik ramah dan tidak membangkang. Di sekolah pun Hana selalu mendapatkan prestasi.


" Siapa yang mengajari kamu bicara seperti itu Hana ? aku ini mama kamu kenapa kamu bicara kasar seperti itu sama mama? " Tanya sinta dengan geram.


" Tidak ada yang mengajari Hana , tapi Hana bisa melihat sendiri dengan mata kepala hana bagaimana perlakuan mama kepada nenek kakek dan tante Dinda dan Om Satria. Seorang anak pasti akan mencontoh kelakuan orang tuanya ma. Apa mama mau kalau hana memperlakukan Mama seperti tadi , hana bicara kasar. " Ucap hana dengan tegas.


Sinta semakin marah atas perkataan Hana . Bagaimana bisa anaknya sendiri membangkang seperti itu. Tadinya Sinta masuk kamar anaknya karena ingin tidur berdua dengan hana. Namun setelah mendengar pernyataan Hana , sinta pun keluar dan masuk ke kamarnya sendiri.


Di dalam kamarnya Sinta merutukki sifat Hana yang makin hari makin membangkang, bahkan tidak pernah mendengarkan apa kata-katanya lagi.


" Kenapa si Hana berubah nya drastis begitu ? dulu saat di rumah setiap aku dan mas rudi berantem , hana hanya diam dan mengurung diri di kamar . Padahal jika aku berantem dengan mas Rudi semua perkataan kasar sering aku lontarkan. Dulu Hana tidak protes bahkan tidak masalah. kenapa sekarang dia mempermasalahkan sikapku ini ? Hemm pasti ada yang tidak beres, pasti ada yang sudah mempengaruhi Hana? Tapi siapa ya ? Atau jangan - jangan dinda dan satria ? Bukannya kemarin hana itu keluar rumah apa mungkin diam - diam dinda dan satria mencuci pikiran anakku ?" Ucap sinta bicara pada dirinya sendiri.


Sinta menuduh Dinda dan Satria yang sudah mencuci pikiran Hana. Padahal Hana seperti itu karena dia sudah muak dengan perlakuan dan sikap ibunya yang arogan. Sinta tidak pernah sadar diri jika sifat buruknya itulah yang akan dicontoh oleh anaknya. namun beruntung Hana tidak mencontoh sifat buruk kedua orang tuanya karena hana bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan mana yang wajib dicontoh dan mana yang tidak boleh dicontoh.


" Sepertinya besok aku harus ketemu mas Rudi aku akan menemuinya, dan akan membicarakan soal Hans. Aku tidak mau pikiran Hana di gosok dan dicuci oleh Dinda dan Satria. Lihat saja sampai terbukti mereka yang sudah mempengaruhi pemikiran hana, aku akan bikin perhitungan dengan mereka" Seru sinta dengan kesal.


Sementara itu masih di ruang keluarga Pak Karim dan Ibu Rahayu masih membicarakan bahkan mereka juga berdebat soal Sinta dan Rudi. Pak Karin menyayangkan sikap Ibu Rahayu tadi yang menampar sinta , bukan tanpa alasan Pak Karim hanya tidak mau Hana merasa tidak nyaman tinggal di sini. Pak Karim tahu di dalam kamar Hana pasti mendengarkan perdebatan yang terjadi.


" Bapak membela menantu kurangajar itu ?" Tanya ibu Rahayu marah.


" Bapak tidak membela sinta ataupun siapapun . Bukannya sinta itu menantu terbaik ibu ,menantu yang selalu ibu banggakan , menantu yang selalu ibu elu-elukan? Jadi kenapa sekarang kalian bersi tegang? " Ranya Pak karim dengan lirikan tajam ke arah istrinya.


" Itu dulu saat dia masih berduit . Meskipun tidak pernah memberi ibu tapi kan bisa dibanggakan. Bapak saja membanggakan Dinda dan Satria , kenapa saya tidak bisa membanggakan Rudi dan Sinta ,kan kita harus adil ? " Ucap Ibu Rayo tidak kalah sinis.


" Bapak tidak pernah membanggakan siapapun bu ? anak-anak bapak itu semua sama , bapak perlakukan dengan sama. Tapi nyatanya memang Dinda dan Satria yang lebih baik, mereka yang lebih pengertian. Jika ada apa-apa dengan kita, mereka nomor satu yang akan datang. Ada acara di rumah, perkumpulan keluarga selalu Dinda yang datang lebih dulu. Dinda yang membantu ibu di dapur Apa pernah anak-anak ibu yang lain datang membantu ibu memasak? Apa pernah kedua menantu perempuan ibu datang ke sini membantu memasak? " Tanya pak karim panjang lebar.


Sepertinya kali ini Pak Karim harus tegas dengan istrinya. Karena bagaimanapun dia ingin istrinya jauh lebih baik tidak melulu mendahulukan Rudi, Rudi dan Rudi terus menerus. Apalagi saat Rudi di penjara seperti ini , kebencian ibu Rahayu kepada Dinda dan Satria semakin mendarah daging. Karena Rudi dipenjara atas kesalahannya sendiri yang mencoba mencelakai Satria.


" Bella saja terus Dinda dan Satria , itu anak dan menantu yang tidak berguna. Sudah kaya sombong, pelit . Kakaknya sendiri dipenjarakan, masalah cuma seperti itu dibesar-besarkan . Lagian juga sampai sekarang Satria masih hidup tidak kekurangan suatu apapun dia tidak cacat. Jadi kenapa harus memenjarakan Rudi ? Apa mungkin dia punya dendam ke kepada Rudi?" Ucap ibu rahayu semakin membenci satria.


" Bu cobalah berpikir secara realistis Rudi itu bersalah jangan selalu menyalahkan Satria. Jika hal itu terjadi kepada Rudi sendiri , dan Satria yang mencoba mencelakai Rudi apa Ibu rela Satria lolos begitu saja? bebas dari jeratan hukum , bagaimana Bu ? " tanya Pak Karim memutar balikan kenyataan.


" Jelas aku tidak terima !! Satria sudah mencoba mencelakai Rudi berarti dia harus dipenjara!" Jawab tegas ibu rahayu.


Pak karim tersenyum sinis mendengar jawaban dari istrinya.


" Dengar ya Pak semua ini gara-gara Satria dan Dinda. Dan aku sampai berhutang juga karena Satria dan Dinda . Mereka pelit tidak mau memberikan pinjaman modal untuk Rudi . Dan Rudi di penjara juga karena Satria aku semakin benci dengan menantuku yang bernama Satria itu. " Ucap ibu rahayu terlihat sekali kebenciaannya saat menyebut nama satria.


" Menantu yang kalian anggap miskin ternyata orang kaya kan ? Disaat dia miskin ibu dan yang lainnya menghinanya . Dan disaat tahu dia kaya kalian mencoba memanfaatkannya, tapi sayangnya satria itu orang yang cerdas bu. Dia tidak terperdaya dengsn bujuk rayu kalian. Setelah permintaan kalian ditolak oleh Satria, kalian semakin membenci Satria ? " Ucap pak karim dengan kesal.


Malas berlama-lama berdebat dengan suaminya. Ibu Rahayu memilih masuk kamar dan mengunci pintu kamar. Dan membiarkan pak karim tidur di luar kamar, banyak kamar kosong yang bisa untuk Pak Karim tidur.

__ADS_1


Di dalam kamarnya , Ibu Rahayu memikirkan cara bagaimana cara agar Rudi bisa segera keluar dari penjara tanpa memohon kepada Satria. Di saat Rudi bisa bebas ibu rahayu akan meminta Rudi untuk membalaskan semua perbuatan Satria.


* Bagaimana caraku membebaskan Rudi , aku kasihan dengan Rudi . Makanya tidak bergizi dan tidurnya di tempat yang dingin. Mana punya istri pembangkang, dipikir sinta mungkin aku tidak tahu jika dari dulu dia itu istri pembangkang. * Gumam ibu rahayu dalam batinnya.


__ADS_2