Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Joni ikut Sarah


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sepulang sekolah, seperti biasa Joni menunggu jemputan. Reno sudah berlangganan ojek pangkalan dekat rumahnya untuk mengantar jemput sekolah Joni. Joni sudah selesai ujian, dan kini hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan saja. Pagi tadi dia berangkat sekolah karena teman-teman satu kelasnya juga pada berangkat, katanya bosan dirumah sehingga mereka memilih kesekolahan dan membuat kegiatan disana.


Saat Joni sedang menunggu jemputannya dan duduk di dekat pintu gerbang sekolahan bersam temannya, Bayu. Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti dan Joni hafal betul siapa pemilik mobil itu. Mobil itu adalah milik Sarah, tadi Sarah memang sudah menghubungi Joni akan menjemputnya namun Joni sudah menolaknya.


Akan tetapi Sarah tetap bersikeras menjemput Joni dan akan mengajak Joni makan siang.


"Mama kok jemput Joni sih? Padahal Joni tadikan sudah bilang tidak usah, sebab ada tukang ojek yang akan menjemput Joni."Seru Joni tidak suka dengan kedatangan Sarah disekolahannya.


"Huusstt kok bicaranya seperti itu sih nak? Mama ini cuma ingin menjemput kamu dan makan siang saja sama kamu. Mama ini kangen loh sama kamu, apa mama sudah tidak pantas lagi dekat-dekat dengan anak mama? Padahal meskipun mama dan papa sudah tidak bersama lagi, kamu itu tetap anak mama."Ucap Sarah mendramatisis keadaan sehingga Joni merasa kasihan dengan Sarah.


"Baiklah, Joni ikut pulang sama mama tapi setelah makan siang langsung pulang ya. Joni tidak mau papa marah sama Joni kalau pulang terlalu sore."Seru Joni akhirnya mau ikut dengan Sarah.


"Iya sayang , sebelum jam 3 mama akan mengantar kamu pulang. Lagi pula mama tadi sudah izin sama papa kamu kok, dan papa kamu mengizinkan."Ucap Sarah bicara dengan sangat lembut. Sarah sengaja berbohong dengan mengatakan sudah izin dengan Reno, padahal dia tidak memberitahu Reno.


Joni masuk kemobil Sarah, Bayu teman Joni juga sudah dijemput oleh kakaknya. Sarah terlihat sangat senang akhirnya bisa membawa Joni dengannya. Tidak sia-sia dia merayu dan bersikap baik kepada Joni.


Sepanjang perjalanan menuju restoran, Joni hanya diam saja sembari memainkan ponselnya. Sarah sendiri juga fokus dengan setir mobilnya dan fikiran serta rencana yang sudah dia rencanakan.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit mobil yang dikendarai Sarah sudah sampai di restoran yang cukup mewah dan mahal. Joni tidak banyak bertanya, dia langsung turun dan mengikuti langkah Sarah.


"Kamu mau pesan apa sayang?." Tanya Sarah dengan lembut.

__ADS_1


"Apa saja terserah mama, yang penting bukan racun saja yang mama pesankan untuk Joni."Seru Joni dengan ketus.


Sarah kesal dengan sikap ketus dari Joni, menurutnya Joni sama sekali tidak menghargainya dan menghormatinya sebagai mamanya. Bahkan bicara saja tidak mau melihat wajah Sarah.


"Joni apa kamu tidak bisa bersikap baik sama mama? Mama ini sudah meminta maaf loh sama kamu, jadi kamu jangan seperti ini sama mama. Hargai mama seperti kamu menghargai papa kamu, jika tidak ada mama mungkin kamu tidak akan pernah terlahir didunia ini. Kamu ini masih terlalu kecil untuk menyikapi dan ikut campur masalah orang tua kamu. Jadi Stop kamu bicara ketus sama mama."Seru Sarah bicara dengan tegas agar Joni bisa bersikap lebih sopan kepada dirinya.


Joni terdiam, sama sekali tidak menjawab ucapan Sarah. Pelayan pun datang dan Sarah memesan makanan yang cukup banyak. Selesai mencatat pesanan Sarah, pelayan itupun berlalu.


"Aku mau ketoilet dulu, Ma."Seru Joni pamit ingin ke toilet.


"Iya, jangan lama-lama."Seru Sarah sembari mengulas senyum semanis madu.


*Yess akhirnya Joni bisa pergi juga, dengan begitu aku akan lebih mudah untuk menjalankan rencanaku. Nah itu pelayan datang membawakan minuman kami terlebih dahulu.*Gumam Sarah dalam hati.


Pelayan itu meletakkan dua gelas minuman dimeja Sarah, jus mangga untuk Joni dan jus Alpukat untuk Sarah. Setelah pelayan pergi, Sarah mengeluarkan serbuk putih dari dalam tasnya dan sambil melihat kearah toilet untuk memastikan Joni masih ada disana.


*Maafkan mama Joni ! Mama terpaksa melakukan ini semua agar papa kamu mau rujuk dengan mama dan hidup bersama lagi dengan mama. Setelah ini kamu akan tertidur dan akan mama bawa pergi, maaf mama menggunakan kamu untuk senjata mama. Dengan kamu ada ditangan mama pasti papa kamu akan menuruti semua kata mama dan permintaan mama.*Gumam Sarah tanpa ada rasa bersalah sedikitpun sudah memperalat anaknya sendiri demi ambisinya.


*********


"Mbak Cahaya ada apa? Tumben kok sampai sini?." Tanya mang Hasan tukang ojek yang mengantar jemput Joni.


"Mang Hasan kok ada disini? Terus mana Joni, kenapa sampai sekarang dia belum juga pulang?." Tanya Cahaya langsung pada intinya saja.


Mang Hasan terlihat bingung, sebab tadi dia tidak jadi menjemput Joni. Joni mengirim pesan singkat jika dia akan pulang dengan mamanya dan mamanya sudah ada di sekolahan menjemputnya.


"Loh hari ini saya tidak menjemput Joni, Mbak Cahaya. Tadi Joni bilang jika dia akan pulang dengan mamanya dan mamanya sudah ada disekolahan. Saya kira mbak Cahaya sudah jemput Joni. Ini bukti Chatt yang dikirimkan oleh Joni tadi siang."Seru mang Hasan sembari menunjukan pesan yang dikirim oleh Joni Kepada Cahaya.


Cahaya langsung membaca pesan itu dan dia yakin yang dimaksud mama adalah Sarah bukanlah dirinya. Sebab saat ini Joni memanggilnya dengan panggilan Bunda. Setelah membaca pesan di ponsel mang Hasan, Cahaya langsung pamit pulang. Dia sangat berharap sesampainya dia dirumah, Joni sudah pulang.

__ADS_1


"Semoga saja mbak Sarah tidak melakukan hal yang macam-macam kepada Joni. Tidak tahu kenapa hatiku tidak tenang begini, aku takut mbak Sarah menyakiti Joni."Ucap Cahaya bermonolog pada dirinya sendiri.


Sesampainya dirumah Cahaya langsung menyetandarkan motornya dan buru-baru masuk kerumah. Dia langsung menuju kamar Joni tapi kanar Joni masih tetap tidak ada siapa-siapa.


"Buk, apa Joni sudah pulang?."Tanya Cahaya saat ibu Rahayu menghampirinya.


"Ini ibu baru saja mau tanya sama kamu, Cahaya? Ibu sedari tadi belum lihat Joni, sepertinya dia memang belum pulang."Jawab ibu Rahayu semakin membuat Cahaya khawatir.


"Aduhh bu kira-kira Joni kemana ya bu? Kata mang Hasan tadi, dia tidak menjemput Joni karena Joni bilang akan pulang sama mamanya. Berarti mbak Sarah dong bu yang jemput Joni, tapi sudah lewat Asar kok belum juga pulang. Apa dia mampir di toko ya bu?."Seru Cahaya terlihat sekali mengkhawatirkan Joni.


Ibu Rahayu meminta Cahaya untuk segera menghubungi Reno, untuk menanyakan apa Joni ada di toko.


[Hallo mas, Assalamualaikum.]Seru Cahaya dengan suara yang terlihat khawatir.


[Waalaikumsalam Dek, ada apa? Kok sepertinya suara kamu khawatir begitu?] Tanya Reno.


[Mas apa Joni sekarang ada di toko?.]


[ Joni tidak ada di toko Dek, memangnya ada apa? Apa dia tadi bilang mau ke toko?]


[Tidak mas, Joni dari pulang sekolah tadi belum sampai rumah. Kata mang Hasan tadi Joni tidak mau di jemput karena dia mau dijemput sama mamanya, pasti itu mbak Sarah mas. Tapi sampai sekarang Joni juga belum sampai rumah mas. Coba mas Reno hubungi mbak Sarah dan tanyakan keberadaan Joni.]


[Apa? Joni dijemput Sarah? Joni maupu Sarah tidak ada yang bilang sama saya dek. Sudah kamu jangan khawatir ya, Sarah itu mamanya Joni. Mas yakin Sarah tidak akan menyakiti Joni, sekarang mas mau telepon Sarah dulu .]


Reno langsung mematikan sambungan telepon dari Cahaya dan segera membuka bokiran nomor ponsel Sarah. Setelah blokirannya sudah terbuka, Reno segera menghubungi Sarah namun sampai panggilan ke tiga Sarah belum juga mengangkat nya.


Reno mencoba menghubungi ponsel Joni namun ponsel Joni justru tidak dapat dihubungi.


*Sebenarnya Sarah membawa Joni kemana? Jangan sampai Sarah memperalat Joni untuk dia bisa rujuk dengan ku , kalau sampai itu terjadi aku tidak akan pernah memaafkan Sarah.*Gumam Reno dalam hatinya.

__ADS_1


************


__ADS_2