Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Dua boss tampan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Perusahaan semenjak satria kembali memegang kepemimpinan kini semakin berkembang dan maju. Banyak kerja sama yang terjalin , bahkan antar beberapa negara. Indra sebagai sang assisten sekaligus wakil direktur, mengakui kecerdasan satria. Meskipun dulu saat sekolah satria itu tipe anak yang badung tetapi kecerdasannya tidak bisa diragukan lagi.


" Meeting hari ini selesai kalian boleh keluar dari ruang meeting " Seru satria mengakhiri meetingnya hari ini dengan beberapa menejer di perusahaannya.


Para menejer itupun menganggukkan kepalanya lalu bangkit dan keluar dari ruangan meeting, begitupun sekertaris Satria. Kini diruangan itu hanya ada Satria dan Indra, sengaja satria belum keluar dari ruangan meeting karena ada hal yang ingin dia bahas dengan indra.


" Apa ada yang ingin kamu bicarakan Boss ?" Tanya indra yang sudah paham dengan sikap Indra.


" Hemmm... Soal rudi. Sudah 2 minggu dia mendekam dalam penjara. Bagaimana kelanjutan kasusnya ?" Tanya Satria.


Heeehhhh.... Indra merasa seperti orang bodoh, dia memandang satria sambil memicingkan matanya. Indra hanya heran kenapa satria menananyakan perkembangan kasus Rudi. Padahal dia sendiri yang tidak mau kelanjutkan ke meja persidangan.


" Kenapa kamu tanya seperti itu? Kasus dia ya begitu - gitu saja, kamukan tidak mau melanjutkan masalah itu kemeja persidangan ? Jadi sekarang dia dipenjara ya seperti tahanan yang lainnya, makan tidur dan keluar sel saat ada acara bakti sosial setelah itu masuk sel lagi. Cuma hanya dia itu tidak tahu sampai kapan dipenjara " Seru indra menjelaskan.


" Aku memang sengaja meminta polisi untuk tidak melimpahkan kasus ini kemeja persidangan Ndra. Aku tahu jika kasus ini dilimpahkan kepersidangan mas rudi akan dihukum lebih lama. Bisa jadi sampai 10 tahun lebih, bukan saya mau membeli hukum dengan uang ku. Setidaknya dengan tidak lanjutnya di meja persidangan, aku tidak berurusan dengan hukum. Biar saja mas rudi mendekam disana sebagai pelajaran buat dia dulu, dengan tidak melibatkan persidangan. Mungkin beberapa bulan sudah cukup, aku hanya tidak enak dengan bapak dan istriku. " Ucap satria sambil membuang nafas dengan berat.


Indra tahu bagaimana perasaan satria, apalagi masalahnya berhubungan langsung dengan keluarga istrinya. Mungkin dengan memberi pelajaran rudi beberapa bulan dalam penjara sudah lebih dari cukup.


" Kamu mau memenjarakan kakak iparmu itu berapa lama ?" Tanya indra.


" Tidak tahu. Lihat nanti , jika dia berkelakuan baik mungkin 2 atau 3 bulan sudah cukup membuat dia jera. Tapi jika dia masih saja berkelakuan buruk bisa saja sampai 6 bulan lebih. Sebenarnya bapak sudah memintaku untuk menghukum rudi sesuai dengan prosedur, tetapi aku tahu ada kesedihan dari wajah bapa" Ucap satria .


" Baiklah. Ya sudah yuk kita makan siang dulu, sudah waktu makan siang ini bahkan sudah lewat 30 menit. " Seru indra sambil melirik jam tangan mahalnya yang melingkar di tangan kirinya.


Satria mengangguk diapun bangkit dan berjalan keluar dari ruangan meeting diikuti oleh indra dibelakangnya. Setelah meletakkan berkas - berkas nya diruangan masing-masing, Indra dan Satria memutuskan untuk makan siang di kantin perusahaan. Makanan yang dijual dikantin perusahaan tidak kalah enak dengan makanan yang dijual di cafe - cafe mahal.

__ADS_1


Saat satria dan indra memasuki gedung kantin hampir semua pasang mata melihat kearah mereka yang sedang berjalan. Apalagi para kaum hawa, mereka terlihat begitu senang melihat kehadiran dua pria tampan itu ikut makan siang dikantin perusahaan.


" Wah pak direktur sama pak wakil ikut makan dikantin. Mereka tampan sekali, kira - kira merek sudah punya pacar belum ya ?" Seru karyawan yang bermek up tebal dan berbaju mini.


" Husssttt... Jangan kepo sama urusan boss. Kalaupun mereka sudah punya pacar , mereka tidak akan melirik kita yang hanya remahan rempeyek ini. Kita harus sadar diri. " Seru karyawan lain.


" Helehhh... Itukan kamu Jun, kalau aku ini sudah pasti akan dapat pacar yang ganteng dan kaya. Siapa tahu dua boss tampan itu salah satu akan menjadi jodohku. " Jawab wanita yang bernama nurul.


" Ngarep banget sih kami Rul. Tapi denger - denger pak direktur itu sudah menikah loh. " Ucap karyawan yang lain.


" Masak sih ? Tapi tidak ada kabar pernikahannya tuh ? Mungkin hanya gosip miring saja " Ucap nurul.


Mereka semua mengangguk dan segera menghabiskan makanannya karena jam makan siang tinggal 15 menit lagi.


Satria dan Indra sebenarnya tahu jika kedatanngan mereka dikantin menjadi bahan perbincangan antara sesama karyawan wanita. Mereka berdua tidak masalah selagi para karyawan tidak menganggu kenyamanan mereka berdua. Lagipula mereka bergosip disaat jam istirahat bukan jam kerja.


" Orang tua kamu sekarang anteng Sat ? Apa mereka malu mau terus datang dan meminta uang dan jabatan tinggi di perusahaan ?" Tanya indra sambil menikmati nasi goreng nya.


" Aku tidak tahu. Bisa jadi karena mereka masih pegang uang. Kata nenek mereka pernah datang kerumah dan marah - marah meminta jabatan di perusahaan. Tidak tahu bagaimana tiba - tiba mereka bilang sama nenek kalau mereka akan bisa sukses tanpa bantuan dari ku dab nenek. Heemmm... Lihat saja nanti bagaimana alur hidup mereka. Pasti sebentar lagi akan cari masalah, cukup tebalkan telinga dan banyak rasa sabar saja. Tapi kalau sudah keterlaluan aku juga bisa menghajar mereka" Ucap satria panjang lebar dia bicara.


Selama hampir 29 tahun orang tuanya tidak ada kabar bahkan sudah dianggap mati. Tidak menyangka mereka akan datang lagi dan mengganggu kehidupan satria. Dan selama itu 5 tahun pihak keluarga istrinya selalu menghina kemiskinannya dan saat tahu satria orang kaya mereka mendekat dan banyak lagi kepalsuan demi kepalsuan yang dialami oleh satria.


* Huuhh... Kamu memang kaya dan mempunyai segalanya. Tetapi hidupmu banyak masala, pengganggu dan benalu. * Gumam indra dalam hatinya.


" Kamu kenapa ? Apa ada yang salah atau kamu mau menikah ?" Tanya satria mengagetkan indra.


" Siapa yang mau menikah ?. Aku lagi mikirin masalah hidup mu yang ruwet " Jawab indra sambil terkekeh.


" Tidak perlu kamu fikirkan. Aku saja cukup santai menjalaninya, nanti kalau aku sudah tidak kuat aku pilih kehidupan seperti dulu lagi. Dan kamu yang akan menghandel semua usahaku termasuk perusahaan juga " Ucap satria tersenyum jahil.


" Enak saja ! Kalau aku mengurus semua itu sendiri kapan aku bisa punya istrinya ? Sekarang saja cari calon istri belum juga dapat karena tidak ada waktu untuk bersantai dan jalan - jalan. Hari libur saja masih disibukkan sama pekerjaan. Jangan jadi boss kejam kamu " Ucap indra sambil memanyunkan bibirnya.


Satria hanya menanggapi dengan senyuman saja, dia tidak mungkin membenankan semua tanggung jawab pekerjaan kepada indra. Satria juga ingin indra segera mendapatkan pasangan hidup agar ada yang mengurusnya. Apalagi indra itu korban perceraian kedua orang tuanya dari saat indra umur 8 tahun, yang mana kedua orang tuanya juga sudah mempunyai keluarga sendiri - sendiri. Saat umur 12 tahun indra memilih keluar dari rumah ayahnya, karena ibu tirinya selalu memarahinya saat dirumah mamanyapun begitu.

__ADS_1


Sejak umur 12 tahun indra tinggal dipanti asuhan yang didirikan oleh nenek murni. Dan saat menginjak umur 15 tahun nenek membawa indra untuk tinggal dirumahnya menjadi teman satria. Mereka sekolah dan kuliah ditempat yang sama. Persahabatan mereka sudah seperti saudara kandung sendiri.


Sementara itu saat ini sinta dan ibu rahayu menemui rudi di penjara. Dua minggu mendekam dipenjara membuat tubuh rudi terlihat kurus dan tidak terawat. Rahayu sangat kasihan dengan anak pertamanya itu, dia tidak tega melihat keadaan rudi.


" Ibu harus melakukan sesuatu agar aku bisa keluar dari sini. Aku sudah tidak tahan bu, disini aku tidur susah makan pun apa adanya. Jarang sekali aku bisa makan ayam atau daging. Sinta kamu bagaimana sih jadi istri ? Kenapa sampai sekarang kamu belum bisa mencari pengacara untuk membebaskanku !" Sentak rudi dengan marah.


Dia menganggap jika sinta tidak ada gunanya nya menjadi istri. Bisanya hanya menghamburkan uang dan kumpul dengan teman - temannya . Mendengar bentakan rudi membuat sinta marah, dan sintapun memarahi rudi balik.


" Kamu pikir sewa pengacara itu hanya bisa dibayar dengan daun ? Kalau punya otak itu buat mikir jangan dianggurin saja, buat makan saja minta bapak sama ibu mu mau sok - sokan sewa pengacara. Ini juga balasan atas kebodohan kamu, makanya kalau mau bertindak itu dipikir dulu. Dasar bodoh , suami tidak berguna !" Sentak sinta dengan kesal.


Plaaakkkk


Ibu rahayu tidak terima anaknya dicaci maki dan dihina oleh istrinya. Dengan cepat dia menampar sinta sampai tangannya terasa panas. Nafas sinta memburu karena ibu mertuanya sudah berani menamparnya. Akhirnya adu mulutpun tidak bisa dihindarkan lagi.


" Dasar menantu kurangajar. Kamu berani sekali menghina anakku. " Ucap ibu rahayu.


" Kamu itu bu yang kurangajar, main tampar orang seenaknya" Ucap sinta tidak mau kalah.


" Haii jangan menyalahkan aku. Aku begini karena kamu kurangajar sama anakku. Jadi istri kok tidak ada sopan santunnya sama sekali sama suami. Suami lagi kesusahan bukannya didukung malah dihina begini. Kamu itu macam apa, yang tidak berguna itu kamu !" Bentak ibu rahayu, sepertinya dia lupa jika saat ini ada dikantor polisi.


" Aku ini istrinya mas rudi jadi wajar dong kalau aku memarahi suamiku. Ibu tidak perlu ikut campur urusan rumah tangga kami. Anak salah kok dibela, mas rudi itu memang salah dan bodoh bu. Coba kalau mau apa - apa itu difikir dulu pasti kejadiaannya tidak akan seperti ini " Jawab sinta tidak kalah berani bicara dengan lantang.


Perdebatan mereka berdua membuat rudi semakin pusing, polisipun datang menghampiri mereka dan meminta ibu rahayu dan sinta pergi dari kantor polisi. Waktu besuk belum habis tetapi rudi sudah digiring masuk sel lagi. Keributan tadi yang membuat polisi membawa rudi masuk sel.


" Ini semua gara - gara ibu. " Ucap sinta menyalahkan ibu mertuanya.


" Enak saja menyalahkan aku. Kamu itu yang mulutnya tidak bisa di atur. Seenaknya saja menghina anakku, kalau bukan dikantor polisi tadi sudah lebih dari itu yang aku lakukan. " Seru ibu rahayu tidak mau kalah juga ikut menyalahkan sinta.


" Haii... Jangan ribut disini ! Atau kalian mau aku masukkan sel juga !" Ucap salah satu polisi memarahi ibu rahayu dan sintia.


Bagaimana tidak marah jika mereka berdebat didepan pintu masuk kantor polisi dan suara perdebatan mereka mengganggu aktifitas polisi. Ibu rahayu dan sinta ketakutan akhirnya merekapun lari ngibrit takut denga ancaman pak polisi.


" Yang dipenjara juga brisik yang menjenguk juga tidak kalah brisik " Seru pak polisi yang tadi mengusir ibu rahayu dan sinta.

__ADS_1


*********


__ADS_2