Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Hidup Sarah


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Hakim merasa mengantuk yang tidak tertahankan, dia sama sekali tidak curiga jika minuman tehnya tadi di beri obat tidur oleh Sinta. Hakim hanya mengira jika dia mengantuk efek dari obat yang dia minum satu jam yang lalu.


"Loh mas kamu mau tidur siang? Apa kamu butuh sesuatu?." Tanya Sinta pura-pura bersikap ramah dan peduli dengan Hakim.


"Aku mengantuk, Sayang. Jadi aku mau tidur saja, mata sudah berat banget ini."Ucap Hakim sambil meletakkan ponsel di atas nakas samping ranjang.


"Ya sudah. Kamu tidur saja, aku mau makan dulu."Seru Sinta lalu bangkit dan meninggalkan Hakim sendirian di kamar.


Sinta tersenyum sinis namun Hakim tidak menyadarinya. Setelah sampai dapur Sinta makan siang, sebab dia juga harus minum obat.


"Semoga saja saat aku selesai makan nanti, Hakim sudah tidur dengan nyenyak. Jadi aku bisa melancarkan aksiku, aku harus memastikan jika Hakim tidak berpenyakitan."Ucap Sinta.


Selesai makan, Sinta kembali menuju kamarnya. Dilihatnya Hakim sudah tertidur dengan nyenyak, Sinta mencoba membangunkannya namun tidak ada tanggapan dari Hakim. Berarti saat ini Hakim benar-benar tidur dengan nyenyak. Sinta mulai menjalankan aksinya, dia membuka celana pendek yang dikenakan oleh Hakim.


Setelah membuka celana pendek Halim, Sinta kembali membuka celana bagian dalam Hakim. Setelah terbuka semua, Sinta memeriksa benda yang ada didalamnya. Sebelum nya Sinta sudah mencari tahu ciri-ciri penyakit kelamin pada pria.


"Hahhh ini sih bukan luka karena terjepit resleting? Kenapa lukanya ada beberapa benjolan dan keluar cairan dari sini. Mana seperti cairan nanah begini, hemm ini tidak bisa dibiarkan."Ucap Sinta dengan serius.


Sinta mengambil ponselnya lalu memfotonya untuk dia tunjukan kepada dokter. Dia ingin memastikan semuanya dan bertanya kepada Dokter. Selesai dengan senjata, Sinta beralih mengambil ponsel Hakim yang ada di atas nakas.


Ponsel Hakim ternyata terkunci, namun itu mudah bagi Sinta. Sinta menempelkan jari telunjuk Hakim dan ponsel itupun terbuka dengan sempurna. Sinta dengan mudah berselancar di ponsel Hakim, dia langsung memeriksa aplikasi hijau dan memeriksa chatt di aplikasi hijau itu.

__ADS_1


*Sarah Love.*Gumam Sinta saat mendapati nama Sarah di riwayat chatt ponsel Hakim.


"Benarkan dugaan ku, ternyata selama ini mereka masih berhubgungan. Mana ada love-lovenya segala begini, terlalu lebay."Seru Sinta dengan kesal.


Sinta membuka chatt Hakim dan Sarah dan membacanya dengan teliti. Sinta hanya bisa menggelengkan kepalanya membaca chatt mesra antara Hakim dan Sarah.


Deghhhh


Mata Sinta langsung terbelalak saat mendapati sejumlah bukti tranafer di ponsel Hakim.


"100 juta? Darimans mas Hakim mendapat uang sebanyao ini?." Tanya Sinta pada dirinya sendiri.


Sinta tidak tahu jika Hakim mempunyai uang banyak, sebab selama ini Sinta yang sudah memberikan jatah uang bulanan untuk Hakim. Jadi mustahil jika Hakim mempunyai uang sebanyak itu. Sinta terus memeriksa isi chatt Hakim, dan dia semakin terkejut setelah melihat bukti transfer 200 juta dan 50 juta di hari yang sama dan semua itu ke rekening Sarah.


"Kurangajar !! Jadi selama ini kamu sudah membohongi, Hakim sialan. Lihat saja setelah ini kamu akan hidup susah, aku tidak akan membiarkan mu terus menikmati uang ku. Dan ini apa ? Ternyata mereka berencana menguras uang ku, dan akan menikah. Hemm dasar wanita murahan, lihat saja hidup kamu akan sengsara Sarah."Seru Sinta dengan geram.


"Hakim bodoh !!."Seru Sinta dengan kesal.


Sinta meletakkan ponsel Hakim di atas nakas lagi. Sinta pun segera bersiap untuk bertemu dengan dokter tempat dia memeriksakan dirinya tadi. Dia ingin menunjukan foto yang tadi sempat dia ambil, tidak ada rasa malu ataupun sungkan untuk menunjukan foto itu kepada dokter. Lagi pula bukannya dokter memang sudah terbiasa melihat barang seperti itu secara nyata.


"Dari foto sepertinya memang ini penyakit kelamin, tapi alangkah baiknya saya memeriksanya secara langsung Bu. Kalau boleh tahu nama suami ibu siapa? Siapa tahu beliau sudah pernah berobat, dan bahkan saya yang menanganinya."Ucap dokter ingin tahu siapa nama suami Sinta.


"Namanya Hakim permana, Dokter. Sekarang usianya kurang lebih 25 tahun,dan ini fotonya."Seru Sarah menunjukan foto yang ada di ponselnya.


Dokter mengernyitkan keningnya, seperti mengenali foto dalam ponsel itu. Dokterpun mencari tahu dibuku catatan pasiennya atas nama Hakim permana.


"Hakim permana, usia 25 tahun. Dia memang pernah datang kesini tepatnya 5 hari yang lalu bu, dia memang posotif terkena penyakit kelamin."Seru dokter dengab serius.


Hahhhhhhh

__ADS_1


Sinta tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh dokter. Apa yang dia fikirkan ternyata benar jika Hakim sudah tahu tentang sakit yang dia derita. Dan dengan sengaja merahasikannya.


*Jadi Mas Hakim positif terkena penyakit kelamin? Beruntung dalam seminggu ini aku tidak berhubungan dengannya. Dan untungnya aku sudah memeriksakan kesehatannku. Ini pasti dia dapat dari Sarah, sebab dia yang sering bergonta-ganti pasangan.*Gumam Sinta dalam batinnya.


***********


Kehidupan Sarah selama tinggal diluar kota tidaklah seindah dan sebaik yang dia bayangkan. Dia kesepian dan tidak ada sanak saudara ataupun teman yang menemaninya. Uang memang banyak tapi kebahagiaan dia tidak sempurna.


"Aku tidak boleh mengeluh seperti ini, uangku banyak dan aku pasti bisa bahagia. Aku juga pasti bisa sembuh, aku banyak uang bisa melakukan pengobatan yang mahal. Ada uang dari Hakim, dari penjualan rumah dan uang tabunganku selama kerja dengan sinta juga ada kalau sekitar 100 juta. Dengan uang aku bisa melakukan apa saja. Tapi... Bagaimana aku memenuhi kebutuhan biologisku? Apa aku harus menyewa berondong?." Seru Sarah bermonolog pada dirinya sendiri.


Tidak dapat di pungkiri, jika Sarah pasti menginginkan permainan. Apalagi dia adalah pemain handal, tentunya tidak mudah baginya untuk meninggalkan hal itu secepat kilat.


"Empat hari rasanya sudah hampa, mungkin aku harus mencari teman kencan. Bayar 2 juta pasti banyak yang mau,tidak peduli mereka tertular yang penting aku tetap minum obat sehingga aku pasti akan aman-aman saja."Seru Sarah lagi.


Sarah bersiap-siap untuk keluar dari rumah kontrakannya. Dia ingin pergi ke salah satu cafe, dimana disana banyak para anak muda yang sedang nongkrong. Sarah berniat mencari berondong untuk teman kencannya. Sarah bersolek dengan sangat cantik, diusianya yang sudah lebih dari kepala 3 Sarah masih tetap cantik dan tubuhnya pun terawat dengab baik. Pria mana yang tidak akan tergoda dengan bentuk tubuh Sarah.


"Sudah cantik, sekarang tinggal berangkat. Ayo Sarah semangat, pasti kamu bisa mendapatkan pria muda. Sama anak muda saja Sarah, yang tidak ribet. Kalau sama yang sudah bersuami urusannya ribet kalau sampai ketahuan sama istrinya."Ucap Sarah bicara pada dirinya sendiri.


Sarah segera menyambar kunci mobil yang berada di atas nakas samping ranjangnya. Setelah sampai di mobilnya, Sarah melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah kontrakan menuju cafe yang memang ramai oleh pengunjung muda dan mudi.


Hanya butuh waktu 30 menit mobil yang dikendarai Sarah sudah sampai di parkiran Cafe Sahabat. Cafe terlihat ramai, apalagi di jam sore seperti ini. Terlebih Cafe itu memang dekat dengan universitas.


"Hemm banyak juga para anak muda yang nongkrong disini. Aku harus bisa menarik perhatian mereka, jangan buang-buang waktu lagi."Ucap Sarah lagi.


Sarah mencari tempat duduk yang pas untuk dia tebar pesona. Benar saja, baru saja berjalan menuju tempat duduk yang menjadi pilihannya, banyak pasang mata yang melihat kearahnya.


*Dasar mata para pria buaya darat, tapi aku tidak masalah dia memandang seperti itu. Karena itu memang yang aku mau, dengan begitu aku dengan mudah untuk mendapatkan pria-pria muda ini.*Gumam Sarah dalam batinnya.


***********

__ADS_1


__ADS_2