Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Sinta dan Hakim berpisah


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Satu bulan berlalu


Dua minggu yang lalu Hana sudah kembali lagi ke Jerman. Dan hubungannya dengan Sinta juga sudah semakin membaik. Namun hubungan Sinta dan Hakim semakin buruk, Sinta sudah tidak mau lagi memperdulikan Hakim. Usaha panti pijat plus sudah ditutup secara permanen, sebab Sinta tidak mau semakin banyak para wanita yang akan terinfeksi penyakit kelamin.


Hanya ada usaha perjudian yang sampai saat ini masih beroperasi. Tanpa sepengetahuan Hakim, Sinta sudah menjual rumah dan tempat usahanya kepada orang lain. Sinta sudah membeli rumah di tempat lain, tempat yang lebih nyaman dan sehat.


Siang ini Sinta berkemas,dia mengemas barang-barang pribadinya kedalam koper besar miliknya. Melihat semua itu, Hakim bertanya-tanya hendak kemana Sinta sampai mengemas semua barang pribadinya.


"Sinta kamu mau kemana?."Tanya Hakim menghampiri Sinta yang sibuk berkemas.


"Aku mau pindah. Oh iya kamu juga harus mengemas barang-barang pribadimu, sebab pemilik rumah yang baru mau datang dalam 2 hari kedepan. Jadi mau tidak mau kita harus pindah secepatnya, lagi pula tempat ini juga sudah tidak aman lagi. Beberapa kali polisi datang dan siapa yang tahu suatu saat kita yang masuk penjara. Aku yakin jika polisi sering datang kesini karena Sarah. Sarah yang sudah melaporkan usahaku. Kalau bukan dia siapa lagi, beruntung tempat panti pijat itu sekarang sudah steril tidak ada para karyawan dari 1 bulan yang lalu."Jawab Sinta panjang lebar.


"Terus kita pindah kemana?."Tanya Hakim dengan wajah polosnya.


Sinta menggelengkan kepala sambil tersenyum sinis memandang Hakim. Dia pindah tanpa mengajak Hakim, sebab dia sudah tidak mau lagi melanjutkan pernikahan dengan pria pembohong seperti Hakim.


"Aku masih bicara baik-baik sama kamu, jadi tolong dengarkan ini baik-baik. Mulai detik ini di antara kita tidak ada hubungan apa-apa lagi, kamu urus hidup kamu sendiri dan aku urus hidup aku sendiri. Mulai detik ini kita cerai !!."Ucap Sinta dengan penuh penekanan.


Jdeeerrrrr


Hakim tersentak kaget mendengar kata-kata Sinta barusan. Mana bisa Sinta menceraikan Hakim, yang bisa menceraikan adalah pihak laki-laki bukan pihak perempuan. Hakim sendiri tidak mau bercerai, sebab jika dia bercerai hidupnya akan susah dan tidak tahu akan tinggal dimana.


"Kamu tidak bisa seenaknya begitu dong, Sinta. Kamu itu wanita , jadi mana bisa menceraikan suami. Meskipun kita hanya menikah siri, aku tetap yang bisa mengucapkan kata cerai. Lagi pula kenapa kamu meminta cerai? Aku tidak akan menceraikanmu, bahkan aku berencana mendaftarkan pernikahan kita ke KUA."Ucap Hakim menolak permintaan cerai dari Sinta.


"Oh ya ? Kalau aku tidak mau kamu mau apa? Aku sudah muak hidup sama benalu dan pembohong seperti kamu. Jadi sebelum aku bongkar semua rahasia kamu di depan umum, cepat kamu talak aku !! Hemm aku bisa juga melaporkanmu ke polisi atas kasus penggelapan dan penipuan uang."Ucap Sinta penuh penekanan.


"Maksud kamu apa?."Tanya Hakim pura-pura tidak tahu apa yang dikatakan oleh Sinta.


"Jangan pura-pura lupa kamu Hakim, jangan kira aku tidak tahu jika kamu sudah menggelapkan uang ku sampai ratusan juta. Dan uang itu kamu berikan kepada Sarah, dasar pria licik !! Cepat talak aku, sebelum aku melaporkan kasus ini ke polisi dan kamu akan mendekam di penjara bersama kedua orang tua kamu !!."Ucap Sinta dengan penuh amarah.


Deggghhhh


Akhirnya apa yang di takutkan oleh Hakim terjadi juga. Sinta mengetahui semuanya tanpa Hakim memberitahu. Jika sudah seperti ini Hakim sudah tidak bisa berkutik lagi, dia paling takut kembali berurusan dengan polisi. Namun Hakim mencoba merayu Sinta agar tetap mau hidup bersamanya.


Hakim menyesal sudah mencurangi Sinta dan berselingkuh dari Sinta. Ternyata wanita yang menjadi selingkuhannya tidak lebih baik dari Sinta. Sarah hanya memanfaatkan Hakim saja dan menularkan penyakit kepada Hakim.

__ADS_1


"Sinta apa tidak ada kesempatan kedua untukku?."Tanya Hakim dengan wajah memelas.


"Tidak ada !! Aku juga tidak sudi hidup dengan pria penyakitan seperti kamu !!."Ucap Sinta menunjuk ke arah Hakim.


"Apa? Jadi, jadi kamu sudah tahu?."Seru Hakim terbata-bata.


"Iya aku sudah tahu jika kamu punya penyakit kelamin. Kamu kira selama sebulan ini aku sedang haid? Kamu salah Hakim, aku tidak mau melayani nafsu mu bukan karena aku sedang haid. Akan tetapi karena aku sudah tahu jika kamu punya penyakit kelamin."Seru Sinta dengan senyum sinisnya.


Hakim langsung terdiam, pupus sudah harapannya untuk tetap bisa bertahan dengan Sinta. Sinta sudah tidak mau lagi hidup dengan nya, itu semua juga kesalahan dari dirinya sendri yang lebih dulu bermain api dibelakang Sinta.


"Aku memang bukan wanita baik-baik, namun jika aku sudah berkomitmen dengan satu pria aku pasti akan setia. Namun apa? Kesetiaanku disalah gunakan olehmu, jadi sekarang cepat ceraikan aku, Hakim." Seru Sinta lagi.


Tidak ada pilihan lain selain menceraikan Sinta sesuai dengan yang Sinta inginkan.


"Baiklah, Aku akan menceraikanmu. Sinta kumala sari hari ini aku talak kamu !!."Seru Hakim dengan terpaksa.


"Alhamdulillah. Terimakasih karena kamu sudah menceraikanku, mulai hari ini kita hidup masing-masing. Oh iya untuk mobil kamu, mobil itu tidak di bengkel akan tetapi mobil itu sudah aku jual. Lumayan laku 196 juta bisa untuk modal ku buka usaha baru."Ucap Sinta dengan santainya.


"Itu mobil ku ! Kenapa kamu jual? Dasar wanita licik kamu Sinta."Seru Hakim tidak terima Sinta sudah menjual mobilnya.


"Enak saja mobil kamu ! Mobil itu dibeli dengan uang tabunganku, memangnya kamu saat datang bawa apa? Kamu hanya modal rudal mu yang tidak seberapa itu. Jadi jangan seenaknya kamu, masih bagus aku tidak memenjarakan kamu. Oh iya untuk usaha perjudian sudah tidak ada lagi, tadi malam itu yang terakhir sebab tempat nya sudah ku jual. Jika kamu mau buka usaha lagi itu terserah kamu."Ucap Sinta yang kini sudah selesai mengemas barang pribadinya.


Sinta menyeret dua koper besar nya menuju mobil pribadinya. Dua koper itu kini Sinta masukkan ke mobil secara bergantian. Hakim tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain melihat kepergian Sinta dengan tatapan kosong.


*Aku harus tinggal dimana? Uang di Atm ku juga tinggal sedikit,belum untuk biaya aku berobat dan untuk beli obatnya. Semua ini gara-gara Sarah, lihat saja jika aku bertemu dengan Sarah, aku pasti akan buat perhitungan dengannya.*Gumam Hakim dalam batinnya.


*********


Sejak tadi pagi Sarah terus mual dan muntah-muntah sampai wajahnya terlihat sangat pucat. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, bahkan Bayu juga tidak tahu Sarah kenapa.


"Bayu, tolong belikan obat masuk angin di apotik dong. Sepertinya aku masuk angin ini."Seru Sarah yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Baiklah aku beli obat dulu ya sayang, kamu tunggu sambil berbaring saja."Seru Bayu dengan cepat.


Bayu sendiri juga kasihan melihat Sarah yang sudah pucat. Sedari tadi Sarah memang keluar masuk kamar mandi karena muntah terus menerus.


"Jangan lama-lama."Jawab Sarah singkat.


Bayu langsung bangkit dari duduknya dan menyambar kunci motor nya yang ada di atas meja. Sarah pun berbaring di atas kasur sembari mengoles perutnya dengan minyak angin untuk mengurangi rasa mualnya.


"Ada apa ya dengan ku? Apa mungkin sakit ku sudah parah? Sampai aku terus mual-mual begini?."Tanya Sarah pada dirinya sendiri.


Sembari menunggu Bayu pulang, Sarah memainkan ponselnya dan berselancar di dunia maya. Saat dia membuka aplikasi biru, tanpa sengaja dia melihat postingan Reno. Dimana Reno memposting sebuah foto tepatnya seminggu yang lalu. Foto Cahaya yang sudah wisuda, terlihat sekali rona bahagia di wajah Reno dan Joni serta Cahaya.

__ADS_1


"Cihhhhh jadi Sarjana saja bangga. Ujung-ujungnga juga tetap turun di dapur, sok bergaya jadi sarjana segala."Ucap Sarah mencibir Cahaya.


Namun hati Sarah terasa sakit saat melihat foto keluarga kecil itu yang terlihat bahagia. Apalagi Joni terlihat dekat sekali dengan Cahaya. Sarah mencoba menepis rasa sedihnya, dia menutup aplikasi biru itu dan lebih memilih membuka aplikasi Game online nya.


Setelah 10 menit Sarah memainkan Game onlinenya, tiba-tiba Bayu datang dengan wajah nya yang kusut dan berhasil membuat Sarah heran.


"Loh Bay, kamu kenapa? Wajahmu kusut amat sih?."Tanya Sarah dengan keheranan.


"Aku lagi kesal dengan pegawai apotik."Jawab Bayu dengan kesal.


"Memangnya kenapa dengan pegawai apotik nya? Kamu di godain? Atau kamu yang menggoda mereka dan kamu dimarah?."Tanya Sarah secara beruntun.


"Salah semua. Aku kesal karena aku mau beli obat masuk angin untuk mu tidak dikasih."Jawab Bayu dengan polosnya.


Sarah semakin heran, kenapa beli obat untuk masuk angin saja tidak dikasih. Dan sampai Bayu terlihat kesal begitu, apa karena bayu masih seperti anak kecil sehingga tidak dikasih obatnya? Sarah benar-benar bingung, padahal dia butuh sekali obat itu.


"Terus kamu beli obat apa?."Tanya Sarah.


"Tidak beli. Aku coba pindah apotik lain juga sama tidak boleh. Aku memberitahu jika kamu sedari pagi mual dan muntah, dan aku tanya kira-kira obat masuk angin atau obat magh yang harus aku beli. Dan karyawan apotik bilang jangan minum obat sembarangan. Coba di tes saja dulu, dan mereka menyuruhku membeli ini."Seru Bayu mengeluarkan benda yang dia beli dan menunjukkannya kepada Sarah.


Namun betapa terkejutnya Sarah, saat mengetahui benda apa yang ada di tangan Bayu. Mata Sarah seketika langsung membulat sempurna.


Deggghhhh....


*Tespack?.*Gumam Sarah dalam hatinya.


Sarah baru ingat jika apa yang dia alami saat ini sama persis saat dia hamil muda Joni dulu. Dulu saat hamil Joni setiap bangun tidur pagi sampai siang pasti akan mual dan muntah.


*Apa jangan-jangan aku hamil? Aku memang sudah tidak memakai alat kontrasepsi lagi. Tidak ! Aku tidak mungkin hamil, ini pasti karena semalam aku kebanyakan makan cumi-cumi pedas jadi asam lambungku naik.*Gumam Sarah lagi.


"Sayang kamu tahu kan ini itu alat tes kehamilan? Apa kamu hamil? Sehingga karyawan apotik itu memberikan alat ini kepadaku, tadinya aku tidak mau beli tapi karena dia memberinya secara gratis ya terpaksa aku ambil. Kalau kamu hamil, berarti anak itu anakku dong? Huuuhhh Kuliah ku saja belum selesai masa iya aku harus punya anak?."Seru Bayu tidak suka jika Sarah beneran hamil.


"Diam kamu !! Lagi pula aku ini belum tentu hamil, mungkin hanya asam lambungku saja yang naik. Tapi tidak ada salahnya aku cek saja agar tidak penasaran lagi. Kalaupun aku hamil sudah pasti ini anak kamu, kamu saja yang bandel selalu keluar didalam."Seru Sarah kesal dan mengambil tespack dan membawanya kekamar mandi.


*Bagaimana tidak didalam, habis enak sih. Tapi jika Sarah beneran hamil bagaimana? Sedangkan kuliahku 3 tahun lagi baru selesai, masa iya aku harus punya anak sekarang.*Gumam Bayu sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sementara itu didalam kamar mandi, Sarah sedang menampung urine nya untuk di cek. Setelah tertampung, Sarah langsung mencelupkan alat tes kehamilan itu dan menunggu beberapa menit untuk mengetahui hasilnya.


"Hemm ini hasilnya pasti sudah bisa terlihat, semoga saja aku tidak hamil." Ucap Sarah dengan mata tepejam. Dia tidak berani melihat alat tes kehamilan itu, namun mau tidak mau dia harus melihatnya.


Secara perlahan-lahan, Sarah membuka matanya dan melihat alat tes yang ada di tangannya.


Haaahhhhhh.....

__ADS_1


Sarah membuang nafas dengan kasar setelah mengetahui hasil dari alat tes kehamilan yang dia pegang di tangannya.


*************


__ADS_2