
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sesampainya dirumah Sinta masih saja marah dan menarik tangan Hana dengan kasar untuk segera masuk ke dalam rumah. Hana memberontak karena tangannya terasa sakit, Sinta terlalu kuat mencengkram tangan Hana sehingga Hana berani untuk memberontaknya.
" Sakit ma lepaskan tangan Hana !" Sentak hana dengan berani.
Hana merasa jika mamanya sangat keterlaluan, sejak di cafe tadi hana sebenarnya malu dan mencoba untuk menahan amarahnya. Karena dia tidak mau mempermalukan mamanya. Namun semakin dibiarkan mamanya semakin bersikap semaunya. Sebagai seorang anak tentunya hana tidak mau memarahi mamanya atau melawan mamanya. Tetapi mamanya saja tidak memperdulikan perasaan hana.
" Kamu sudah berani membentak mama mu Hana ?" Seru sinta tidak percaya jika hana berani bicara kasar dengannya.
" Maaf ma, Hana tidak bermaksud untuk membentak mama. Tapi mama itu sudah keterlaluan sedari di cafe tadi mama menarik - narik tangan hana dan ini juga sambil mencengkram tangan hana. Sakit ma, sampai lengan hana ngilu seperti ini " Jawab hana dengan nada bicara yang sopan karena dia tadi tidak bermaksud untuk membentak mamanya.
" Sekarang kamu pintar membantah mama mu Hana ? Ini ajaran dari Dinda ? Dinda benar-benar sudah membawa pengaruh buruk untuk diri kamu Hana. Pokoknya mulai besok kamu tidak boleh keluar rumah terkecuali hanya untuk sekolah. " Seru Sinta masih dengan emosinya yang menggebu - gebu.
" Jangan bawa-bawa tante Dinda ma, Hana seperti ini tidak ada hubungannya dengan tante Dinda Mama salah besar jika menyalahkan tante Dinda dan menghubungkan semuanya sama tante Dinda. " Ucap Hana menyanggah semua tiduhan buruk mama nya terhadap Dinda.
Sinta justru semakin terlihat emosi saat Hana membela Dinda. Hampir saja sinta melayangkan tamparannya di pipi Hana, beruntung pak Karim segera datang dan menangkap tangan Sinta dan menghempaskan begitu saja.
" Jangan pernah main kasar sama anak Sinta . Hana itu masih kecil di anak kamu, Jangan pernah menyalahkan seseorang untuk menutupi kekurangan dan kesalahan kamu sendiri. Seharusnya sebagai seorang ibu kamu bisa berkaca pada dirimu sendiri dan berikan contoh yang baik untuk anak kamu. Sekali lagi kamu menyakiti Hana kamu akan berhadapan langsung sama bapak. " Ucap pak Karim dengan tegas.
" Bapak jangan ikut campur dengan urusan sinta, Hana itu ana Sinta. Jadi mau Sinta lakukan apapun terserah sinta pak. Hana ini sudah kurang ajar Pak dia berani mau lawan Sinta " Seru Sinta dengan lantang.
" Dia tidak akan seperti itu jika kamu bisa bersikap yang baik dan memberikan contoh yang baik untuk Hana. Jangan selalu menyalahkan Dinda dan membawa nama Dinda dalam urusan rumah tangga kalian. Dinda tidak pernah mempengaruhi anak kamu , semua itu Hana dapat karena sikap kamu sendiri " Ucap pak karim semakin tegas.
__ADS_1
Mendengar ada keributan antara Pak Karim dengan Sinta , membuat Ibu Rahayu yang ada di belakang rumah langsung dapat menghampiri. Dan ingin tahu ada masalah apa sehingga suaminya bisa semarah itu dengan Sinta.
" Ada apa ini Pak Sinta ? Kenapa kalian ribut-ribut suaranya terdengar sampai belakang sana. Hana Kenapa kamu sudah pulang kata kakek tadi kamu pergi jalan-jalan sama teman kamu. " Tanya Ibu Rahayu secara beruntun.
" dmDia itu tidak pergi sama temennya tapi dia datang ke cafe Dinda dan menemui Dinda. Gara-gara Dinda anak itu Jadi kurang ajar. Pasti Dinda sudah mengajarkan yang tidak benar kepada Hana. " Ucap sinta sambil melirik tajam kearah Sinta.
Ibu Rahayu langsung memandang ke arah Hana untuk mencari tahu kebenarannya. Dan ternyata Hana hanya bisa menganggukkan kepalanya . Ibu Rahayu sendiri juga merasa heran kenapa Hana sampai berani datang ke cafe Dinda .Sebenarnya apa yang dibicarakan Hana dengan Dinda ?
Setahu ibu Rahayu , Hana ini tidak pernah mau keluar rumah. Dia lebih senang berdiam diri di rumah terkecuali ke sekolah atau mengerjakan tugas kelompok dengan teman-temannya. Jarang sekali dia keluar untuk jalan ataupun sekedar makan bersama teman-temannya.
" Kenapa kamu menemui Dinda?" Tanya Ibu Rahayu dengan singkat.
" Hana hanya membicarakan soal Papa Nek, tidak ada hal lain yang anda bicarakan. Tapi mama justru menuduh yang tidak-tidak dan menuduh tante Dinda meracuni pikiran Hana. Padahal Hana datang ke sana atas kemauan Hana sendiri dan yang kami bicarakan juga soal papa." Ucap Hana berkata jujur.
" Bicara apa kamu soal Papa ? Jangan mengada-ngada kamu Hana. " Sentak sinta dengan tegas.
" Aoa kamu minta sama Dinda untuk meringankan hukuman papa kamu Hana ? Apa tanggapan Dinda?" Tanya Ibu Rahayu sangat antusias.
" Hana belum sempat bicara , karena tadi tante Dinda menawari hana makan terlebih dahulu . Tapi mama sudah keburu datang dan menghancurkan semuanya. Sehingga Hana lupa dengan tujuan utama Hana menemui tante Dinda. " Ucap Hana sedikit berbohong , tidak mungkin dia akan jujur kepada nenek dan mamanya yang ada mereka akan memerahi Hana.
" Hana sudah sekarang kamu masuk kamar dan segera istirahat urusan mamamu biar menjadi urusan kakek. " Ucap Pak Karim dengan tegas meminta anak untuk masuk ke kamarnya".
Hana mengangguk patuh dengan perintah kakeknya. Hana pun segera masuk kamar dan mendengarkan percakapan antara nenek kakek dan mamanya dari dalam kamar. Hana tidak bermaksud untuk menguping tetapi Hana hanya ingin tahu bagaimana tanggapan mamanya.
" Pasti kamu tadi datang ke cafe Dinda dan buat keributan di sana? Apa kamu tidak malu menjadi tontonan para pengunjung cafe? Kamu tidak memikirkan perasaan anak kamu Sinta . Pasti tadi Hana malu atas kelakuan kamu. " Ucap Pak Karin dengan suara yang terdengar masih tegas.
" Sinta datang ke sana karena menjemput Hana, Pak ! Bukan mau mencari keribukatan dengan Dinda , lagi pula Dinda itu sudah mengajarkan hal buruk kepada Hana. Sehingga Hana sekarang menjadi anak yang kurang ajar. Alasan Hana saja membicarakan soal mas Rudi, pasti tadi memang Dinda yang menyuruh Hana datang ke tempatnya . Sehingga dia lebih leluasa untuk meracuni pikiran Hana. " Ucap Sinta tetap menyalahkan Dinda.
" Tapi memang siapa tahu Hana datang ke sana karena ingin meminta Dinda membebaskan Rudi. Ya siapa tahu setelah Hana bicara hati Dinda jadi luluh, dan merasa kasihan sama Hana. Kalau seperti itu sih Ibu setuju saja jika Hana datang ke sana untuk meminta Dinda dan Satria membebaskan Rudi. Kamu ini kalau ada apa-apa dipikirkan dulu Sinta .Siapa tahu tujuan Hana ke sana memang baik. " Ucap Ibu Rahayu berpikir secara positif. Siapa tahu Hana datang kesana karena meminta Satria membebaskan Rudi.
__ADS_1
Pak karim tahu jika hana tidak akan meminta kepada dinda maupun satria untuk membebaskan Rudi. Karena Hana sudah masuk kamar dan sinta tidak memarahinya, pak Karim pun meninggalkan sinta dan istrinya .
Ibu rahayu sendiri meretuki kebodohan sinta karena sudah memarahi hana. Karena dia yakin Hana menemui Dinda karena mau minta Dinda untuk segera membebaskan Rudi.
" Kamu itu bodoh sinta ! kalau sudah begini pasti Hana tidak mau lagi bicara sama Dinda. Kamu tahu kan anak kamu itu susah-susah gampang. Sekarang kalau kita suruh Hana bicara lagi sama Dinda sudah pasti Hana tidak akan mau karena dia sudah malu." Ucap Ibu Rahayu dengan kesal.
" Sdahlah Bu , Jangan terus mengomel pusing kepala Sinta mendengar ibu terus mengomel seperti itu. Lebih baik sekarang sana Ibu ke dapur dan segera masak karena sinta sudah lapar." Ucap sinta seenaknya menyruh mertuanya.
Buuggghhh ...
Ibu rahayu mengambil sendal yang dia pakai dan memukulkannya di lengan Sinta, dia marah saat sinta menyuruhnya masak. Seenak jidatnya saja Sinta menyuruh mertuanya untuk memasak , sedangkan dia sebagai menantu yang hidupnya numpang dengan mertua hanya berleha-leha di dalam kamar dan makan tinggal makan.
Tentu saja Ibu Rahayu memarahi sinta. Karena menurutnya Sinta sudah terlalu dan sangat kurang ajar.
" Dasar menantu tidak tahu diri ! sudah menumpang tapi tidak mau kerja makan mau tinggal makan saja. Boro-boro ngasih uang buat belanja yang ada cuman jadi benalu saja. Kalau bukan karena Rudi pasti sudah saya usir kamu dari rumah saya. " seru Ibu Rahayu dengan kesal.
" Kalau bukan ibu yang memasak , terus siapa ? Sinta ? Ogah banget !" Seru sinta semakin membuat ibu rahayu marah dan kesal.
" Kalau kamu mau makan masak sendiri, belanja sendiri. Aku di sini cuman mengurusi dan menanggung cucuku saja ,Hana . Urusan kamu itu terserah kamu, mau makan di luar mau makan di kolong jembatan mau makan pakai apa terserah kamu. Aku tidak perduli dasar menantu tidak tahu diri , menyesal aku dulu selalu menomor satukan kamu. " Seru ibu rahayu.
Huuuuffffttt...
Mendengar omelan ibu mertuanya , membuat Sinta semakin kesal . Sehingga sinta memutuskan masuk kamar dan berdiam diri di kamar. Urusan makan itu belakangan, yang pasti sekarang dia mau cari aman agar tidak diomelin terus menerus. Fikir sinta nanti juga Ibu Rahayu akan memasak dan dia tinggal makan saja.
" Dasar menantu kurang ajar! mertuanya masih belum selesai berbicara sudah main tinggal begitu saja. Kalau bukan karena rudi pasti sudah aku bejek - bejek kamu sinta. Ini juga ke mana anak-anak sekarang tidak pernah datang ke rumah lagi, sudah seminggu lebih mereka tidak berkunjung ke sini. " Ucap ibu rahayu baru teringat jika anak dan menantunya sudah lama tidak berkunjung.
Sampai detik ini Satria dan Dinda masih memberikan uang bulanan untuk Ibu Rahayu dan Pak Karim. Apalagi mereka tahu sekarang ada Sinta dan Hana yang ditanggung oleh Pak Karim. Namun saat Dinda akan memberikan uang lebih , Pak Karim menolaknya karena uang yang diberikan Dinda dan Satria sudah lebih dari cukup.
***********
__ADS_1