Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Menjenguk satria


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Tiga hari dirumah sakit keadaan satria sudah mulai membaik, hanya salah satu kakinya saja yang masih harus menggunakan gif sehingga satria harus menggunakan kursi roda terlebih dahulu. Selama satria sakit, urusan kantor seperti biasa di handel oleh Indra. Indra assistenya yang sangat handal dan dapat dipercaya.


Ternyata apa yang dicurigai oleh satria ada benar nya, jika rudi lah yang sudah menyabotase mobilnya. Dalam rekaman CCTV terlihat jelas Rudi yang baru keluar dari cafe langsung masuk kemobil reno yang terparkir tepat disamping mobil satria.


Tidak sampai dua menit rudi keluar lagi dan celingak - celinguk melihat suasana,dirasa aman terlihat dia mengotak - atik mobil satria dari bagian bawah.


" Simpan rekaman CCTV ini , tunggu sampai aku benar - benar sembuh aku akan membuat perhitungan dengannya. Dan jangan sampai dinda atau yang lainnya tahu masalah ini sebelum aku yang memberitahunya " Ucap satria kepada Indra.


Satria dan Indra kini ada diruang kerja satria, sedangkan dinda tadi harus ke cafe karena ada orang yang ingin mengadakan acara si cafe dan dinda harus menghandelnya. Jika butik dan salon ada amara yang menghandel, tetapi untuk cafe dinda sendiri yang menghandel dibantu dengan menejer cafe.


" Baik , aku akan menjaga rahasia ini. Oh iya kemarin itu bu Rahma da hakim datang keperusahaan dan dia memintaku untuk memberikan hakim pekerjaan dengan kedudukan bagus. Apalagi saat ini kamu sedang sakit dan tidak bisa mengurus perusahaan, bu rahma meminta ku juga untuk mengangkat suaminya atau hakim menggantikanmu untuk sementara waktu. " Ucap indra memberitahu kejadian dikantor.


" Satria , mereka semakin tidak tahu malu dan tidak bisa berfikir memakai logika. Mereka kira mengurus perusahaan itu semudah membalikkan telapak tangan. Aku yang sudah bertahun - tahun saja masih sering ada kekeliruan apalagi mereka yang tidak tahu apa - apa. Oh iya,apa kamu bersedia memberikan tanggung jawab sama mereka untuk sementara waktu ?" Tanya indra, siapa tahu satria berubah fikiran.


" Gila kamu ! Apa kamu mau perusahaanku bangkrut !" Jawab satria dengan ketus.


Indra hanya terkekeh melihat satria yang marah, tidak marah juga sih. Lebih ke sikap tegas dan khawatir dengan perusahaanya jika sampai dipimpin sama para manusia tidak tahu malu itu.


Tok Tok Tok


Suara pintu ruang kerja satria diketuk dari luar , satria meminta indra untuk membukanya.


" Iya bik ada apa ?" Tanya indra yang sudah membuka pintu.

__ADS_1


" Maaf mas, di depan ada tamu. Mereka bilang keluarganya mbak dinda. " Ucap bibik.


" Oh.. Iya bik terimakasih, suruh mereka menunggu dan tolong buatkan mereka minuman. " Ucap indra dengan ramah.


Bik Karti mengangguk dan segera melaksanakan tugas yang sudah diperintahkan oleh Indra. Bik karti baru bekerja beberapa hari di rumah satria , tadinya bik karti bekerja dirumah utama jadi dia belum paham dengan keluarga dinda.


" Kamu mau menemui mereka ?" Tanya indra.


" Iya, mereka datang untuk menjengukku. Tidak ada salahnya aku menemuinya. Tolong kamu hubungi dinda, jika dirumah saat ini ada keluarganya " Ucap satria dengan tenang.


Sebelum keluar ruang kerja satria , terlebih dahulu indra menghubungi dinda mengabarkan jika saat ini ada keluarganya. Setelah selesai menghubungi dinda satria keluar dengan kursi rodanya dengan indra yang mendorong kursi roda satria.


Indra setengah jam yang lalu datang untuk meminga tanda tangan satria dan memberikan bukti - bukti kejahatan rudi kepada satria.


" Assalamualaikum pak, buk " Ucap satria tersenyum ramah menyambut mertuanya. Dia sengaja hanya menyapa kedua mertuanya, tidak untuk rudi reno dan istrinya serta rena.


Satria bisa menangkap senyum rudi yang mengisaratkan sebuah kebencian. Sedangkan reno terlihat biasa saja, satria menyakini jika reno tidak tahu apa yang sudah diperbuat oleh Rudi pada saat di parkiran cafe.


" Iya pak, buk tidak apa - apa. Kemarin memang saya yang minta dinda bicara seperti itu sama bapak . Soalnya satria tidak mau bapak capek, apalagi rumah sakit tidak bagus untuk kesehatan bapak. " Jawab satria lagi semakin membuat pak karim merasa terharu memiliki menantu seperti satria.


Bik kartipun datang dengan membawa berberapa cangkur teh dan menghidangkannya di atas meja lalu balik lagi kebelakang dan kembali datang dengan membawa 3 piring kue dan meletakkannya diatas meja.


* Widih kue mahal nih * Gumam rena dalam hatinya.


Pak karimpun menanyakan bagaimana satria bisa kecelakaan. Dengan senang hati satriapun menjawab, dia ingin melihat reaksi rudi saat satria menceritakan soal kecelakaan yang dialami.


" Sepertinya ada yang sengaja ingin mencelakai satria pak , dengan cara merusak kabel rem mobil satria. Tapi sepertinya orang itu kurang profesional karena satria tidak sampai mendapatkan luka yang serius. " Jawab satria menceritakan sambil melirik kearah rudi.


Rudi yang dilirik oleh satria terlihat gugup dan salah tingkah. Saat ini pasti jantungnya sedang tidak aman, bagaimana mau aman jika dia ketakutan jika satria tahu apa yang sudah dia lakukan.


* Sial ! Kenaps satria melihatku seperti itu ? Apa dia sudah tahu jika aku yang sudah merusak rem mobilnha ?* Tanya rudi pada dirinya sendiri.

__ADS_1


" Kenapa kamu tidak melapor polisi saja satria, agar orang itu bisa ditangkap polisi dan dihukum berat. Bila perlu hukum seumur hidup, bagaimanapun dia sudah jahat dan berusaha menghabisi nyawa orang lain " Ucap pak karim berpendapat.


Uhhuukk....Uhhukkk


Rudi yang baru menyeruput tehnya tiba - tiba tersedak dan batuk- batuk . Ucapan pak karim tadi membuat dia kaget dan syok , bisa sekali pak karim menyarankan satria untuk melapor kepada polisi padahal pelakunya adalah anaknya sendiri.


" Pelan - pelan dong mas " Ucap sinta sambil menyodorkan air mineral yang memang sedari tadi ada diatas meja.


" Emm...mas sudah pelan sih , tapi ternyata tehnya yang memang masih sangat panas jadi deh tersedak lalu batuk. " Jawab rudi dengan gugup.


* Rasain kamu mas, memangnya enak jadi orang jahat. Kalau mau jahat itu lihat - lihat dulu siapa lawan mainnya. * Gumam satria lagi.


" Assalamualaikum " Seru dinda yang baru datang dengan membawa dua plastik besar ditangannya.


Dinda meletakan plastik yang dia bawa di samping kursi roda suaminya, lalu memanggil bik karti untuk menyiapkan semua barang bawaanya. Dinda sengaja membawa masakan matang dari cafe karena dia tahu bik karti pasti kecapekan dan tidak bisa masak banyak dalam waktu yang singkat.


" Wa'alaikumsallam. Kamu darimana Din, suami sakit kok ditinggal - tinggal " Ucap pak karim menasehati dinda.


" Dinda dari cafe pak, tadi cuma sebentar kok. Ada hal yang tadi harus dinda urus, dan mas satria juga sudah mengizinkan pak. Oh iya, ini datang kok tidak kasih kabar dinda terlebih dahulu. Tiara sama gibran mana mbak rena? Kok tidak di ajak ?" Tanya dinda mencari keberadaan dua keponakannya itu.


" Mereka ada dirumah tetangga, tadi sedang asik main jadi aku titip saja sama tetangga. " Ucap rena sambil menikmati suguhan dari bik karti.


Dinda hanya bisa menggelengkan kepala mendengar jawaban dari kakaknya. Dia sangat tega meninggalkan anak - anaknya dirumah tetangga. Bahkan biasanya memang sengaja ditinggal tanpa ada omongan dititipkan terlebih dahulu dengan tetangga.


" Din , terus acara makan malam dengan nenek satria bagaimana ?" Tanya ibu rahayu akhirnya suaranya keluar suara juga.


" Nanti kita atur jadwal lagi ya buk. Saat itukan mas satria kecelakaan jadi acaranya dibatalkan. " Ucap dinda memberi pengertian.


Sarah, sinta dan rena sibuk dengan suguhan dari bik karti, sedangkan rudi dan reno mencoba mencari kesibukan dengan memainkan ponselnya.


*********

__ADS_1


__ADS_2