Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Dua ipar yang sombong


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Pov. Satria


Semenjak aku memecat kedua kakak iparku, rudi dan reno hubunganku dengan keduanya semakin tidak membaik. Bahkan beberapa kali aku bertemu mereka, mereka terus sinis bahkan mereka buang muka seolah tidak mengenal ku. Seperti hari ini aku bertemu dengan mereka di salah satu restoran , aku yang baru saja selesai meetingpun hendak kembali keperusahaan dan kebetulan hari ini aku meeting sendiri tanpa indra maupun sekertarisku.


Saat keluar private room aku berjalan hendak menuju parkiran mobil ku, ternyata aku bertemu dengan kedua kakak iparku. Mereka sedang berkumpul dengan temannya,mungkin saja makan siang karena disana banyak piring dan gelas kosong. Ada sekitar 5 orang teman mereka, mas rudipun memanggilku.


Sebagai adek ipar yang baik aku menyempatkan diri untuk menyapanya dan menghampiri kemeja mereka. Mas rudi dan mas reno terlihat senyum - senyum sendiri, seperti sedang merencanakan sesuatu.


" Eh.. Mas rudi dan mas reno ada disini juga ?" Ucapku menyapa kedua kakak iparku.


" Iya dong, kami ini sedang membicarakan bisnis baru kita. Biarpun kami sudah tidak bekerja kantoran bisnis lain tetap jalan dong, iya kan ?" Ucap mas rudi dengan sombongnya meminta persetujuan teman - temannya.


Semua teman mas rudi tampak mengiyakan sambil tertawa lepas. Aku jadi ingin tahu bisnis apa yang saat ini mereka geluti. Jika bisnis itu nyata dan tidak bermasalah dengan hukum aku pasti akan mendukungnya, tetapi jika bisnis itu tidak benar aku harus meluruskannya.


" Eh.. Rud, ren.. Ini itu adik ipar kamu yang jualan cendol itu bukan sih ? Tapi kok penampilannya keren begini, bahkan juga memakai jas seperti orang kerja kantoran yang memiliki posisi tinggi. " Tanya salah satu teman kakak iparku.


Mas rudi dan mas reno terlihat gugup dan bingung mau menjawab apa , seban satria yang sekarang bukanlah satria tukanv cendol lagi. Tapi aku tahu mas rudi maupun mas reno tidak akan mengakui jika aku ini adalah pemilik STR Group , aku tahu sikap sombongnya kakak iparku. Bisa jadi kalau teman - temannya tahu aku pemilik perusahaan kedua kakak iparku jelas malu.


Tapi aku memilih untuk diam , aku ingin tahu jawaban dari kakak iparku ini terlebih dahulu.


" Iya betul, dia memang dulu seorang pedagang cendol kekiling. Tapi sekarang pekerjaannya lumayan bagus, setidaknya dengan menjadi sopir direktur dia bisa sedikit bergaya dan memperbaiki penampilannya. " Ucap mas rudi masih saja merendahkanku.


Waaoowww... Jawaban mas rudi sungguh luar biasa, luar biasa bisa menutupi kesombongan dan kegengsiannya. Baiklah mas, kalian memang sengaja ingin bermain - main denganku.

__ADS_1


" Yakin cuma sopir?" Tanyaku membuat mas rudi dan mas reno gugup dan salah tingkah. Pasti mereka takut jika aku mengatakan siapa diriku yang sebenarnya.


" Memangnya pekerjaan kamu apa ? Kalau cuma sopir ya ngaku sopir saja, atau sopir merangkap tukang cendol juga ?" Tanya salah satu teman kakak iparku lagi.


" Kalau aku hanya seorang sopir tidak mungkin aku bisa berpenampilan seperti ini dan ikut duduk santai dengan kalian. Oh iya kalau boleh tahu kalian ini bekerja dimana? Oh iya mas rudi dan mas reno setelah dipecat dari STR group mas bekerja dimana ?" Aku bertanya dengan sangat sengaja memojokkan kedua kakak iparku itu.


Memangnya hanya dia sendiri yang bisa memojokan orang, aku juga bisa. Bahkan aku juga bisa lebih kejam dari kalian berdua, aku selama ini diam karena aku masih menghargai mereka kakak iparku.


" Loh kalian ini sudah dipecat dari STR Group ? Yang benar itu yang mana sih, dipecat atau tidak. Dan yang aku dengar kalian mau keluar darisana karena gaji kalian bertahun - tahun tidak ada kenaikan. Bahkan kalian bilang bayaran lembur tidak pernah diberikan ? Jadi sekarang kalian itu dipecat? Bukan mau untuk mengundurkan diri?" Tanya Doni teman kakak iparku.


" Terus kalian semua percaya dengan mereka ? Bukankah STR Group itu perusahaan besar dan berani memberi gaji karyawannya besar ? " Ucapku mencoba untuk mencari tahu seberapa paham teman - teman kakak iparku tentang perusahaanku.


Mereka tetlihat saling pandang, sedangkan kedua kakak iparku hanya diam menunduk. Kemana sifat sombong dan angkuhnya tadi.


" Satria ! Diam kamu ! Jangan banyak bicara kamu, kamu itu hanya mantan pedagang cendol. Tahu apa kanu tentang kami dan perusahaan. Teman - teman jangan kalian hiraukan ucapan dia!" Ucap mas rudi sambil menatap sinis kearah ku.


Aku heran dengan kakak iparku ini, kenapa masih saja sombong dan angkuh. Padahal dia juga sudah tahu siapa diriku yang sebenarnya.


" Kami ini ada yang bekerja kantoran ada juga yang bisnis secara mandiri. Kalau aku dan Tio ini bekerja di perusahaan Salim jaya group. Jadi saya sedikit banyak tahu soal STR Group, soalnya perusahaan tempat saya bekerja pernah menjalin kerjasama dengan STR Group. Jadi aku juga agak ragu dengan yang dikatakan rudi dan reno. " Ucap doni memberitahu apa yang dia tahu.


Mas reno dan mas rudi semakin menatap aku dengan dingin dan sinis. Tidak ada rasa takutnya sama sekali jika aku akan membuka jati diriku.


" Jangan heran kenapa aku tahu siapa nama pemilik Salim jaya group. Karena baru saja aku meeting dengan Tuan pramudia " Ucapku sambil melirik mas reno dan mas rudi.


" Satria, lebih baik sekarang kamu pergi darisini. Kehadiranmu disini cuma membuat suasana jadi kacau saja. Cepat pergi sana ! Kalian juga jangan percaya dengan pembohong ini, mana mungkin dia kenal dan meeting dengan Tuan pram, pasti dia menghayal saja. Ceat kamu segera tinggalkan meja kami !" Bentak mas reno mengusrirku.


" Jangan takut begitu dong mas, apa mas takut jika teman - teman mas tahu siapa aku yang sebenarnya ? Hemm...baiklah aku akan memperkenalkan diriku yang sebenarnya sehingga teman - teman mas bisa tahu mana yang bohong dan mana yang tidak. " Aku semakin senang melihat wajah ketakutan para kakak iparku itu. Jika saat ini ada kedua istrinya sudah pasti saat ini mereka juga akan memarahiku habis - habisan.


Aku mengambil kartu nama dalam dompetku dan menyerahkannya kepada doni.


" Ini kartu nama ku, dan kalian bisa menilai sendiri disini siapa yang bohong " Ucapku dengan santai.

__ADS_1


Pria yang bernama doni itu menerima kartu namaku dan wajahnya tiba - tiba berubah menjadi pias setelah membaca nama yang tertera disana.


" Satria perkasa wardoyo ? Direktur utama Perusahaan STR GROUP ?" Ucap doni dengan lantang sehingga ketiga temannya juga ikut kaget dan langsung memandang kearah ku .


" Jadi kamu ini pemilik perusahaan ini ? Tapi kenapa reno dan rudi sedari tadi mengatakan kamu ini hanya menghayal ? Reno , rudi.. jadi kalian selama ini berbohong. Kalian bilang pemilik perusahaan itu wanita tua yang tidak tahu terimakasih dan hanya menjadikan karyawan pekerja yang diperas tenaganya " Ucap doni.


Ucapan doni berhasil membuatku emosi dan marah, bisa - bisanya kakak iparku ini menjelekkan perusahaanku. Padahal selama ini gaji yang diterima karyawan sudah lebih dari cukup dan bahkan perusahaan selalu memberikan bonus .


Brakkk...


Dengan kesal aku menggebrak meja membuat mereka semua kaget.


" Bisa - bisanya kalian menjelekkan perusahaan ku ? Asal kalian tahu jika mereka berdua ini aku yang memecatnya karena mereka susah korupsi uang perusahaan, beruntung aku tidak memenjarakan kalian berdua. Dasar tidak tahu diuntung kalian !" Bentakku dengan lantang.


Mereka semua yang ada dimeja hanya terdiam, namun saat aku marah tiba - tiba mas rudi pergi begitu saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


" Maaf kami semua tidak tahu jika anda adalah Tuan perkasa . Maaf sekali lagi " Ucap pria yang bernama doni tadi.


Aku tidak menghiraukan mereka, lebih baik aku segera meninggalkan mereka daripada aku hilang kendali. Aku tahu betul bagaimana diriku disaat aku marah. Saat aku keluar dari cafe , aku melihat mas rudi ada dekat mobilku.


" Mau apa dekat - dekat mobil ku ? Ada yang ingin mas hancurkan ?" Tanyaku penuh selidik.


" Aku tidak sudi dekat - dekat dengan mobil mu " Ucap mas rudi lalu pergi dan masuk kemobil yang terparkir tepat disamping mobil ku. Mobil itu aku yakini mobil mas reno.


Benar saja, mas reno juga keluar dari restoran itu dan masuk mobil tanpa menyapaku. Sepertinya dua kakak iparku ini saat ini sangat marah, karena kebohongan mereka sudah diketahui temannya. Dengan begini keduanya merasa tersaingi dan tidak bisa sombong lagi didepan temannya, bahkan aibnya diperusahaan ku sudah diketahui oleh temannya.


Akupun meninggalkan parkiran restoran dan segera pulang keperusahaan lagi, namun saat aku melaju cukup kencang tiba - tiba ada yang aneh, aku mencoba menginjak rem mobil ku tetapi sama sekali tidak berfungsi.


" Ada apa ini ? Kenapa rem mobil tiba - tiba blong, aku harus cari cara agar tidak terjadi kecelakaan yang fatal " Ucap ku sembari terus mengendarai mobil menuju jalanan yang sepi, agar jika terjadi kecelakaan tidak beruntun.


Aku melajukan mobil kejalan yang memang sepi, namun naas saat aku melaju ada motor dari arah berlawanan yang melaju dengan kenjang sehingga aku hilang keseimbangan dan aku banting setir kekanan dan terjadilah sesuatu yang tidak aku inginkan.

__ADS_1


Bruaaakkkk...


*********


__ADS_2