Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Datang kerumah Bayu


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sarah terus menghubungi Bayu yang sudah dua hari ini tidak sudah susah dihubungi. Sarah takut jika Bayu kabur dan tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya. Dan sampai hari ini Bayu, juga belum tahu jika Sarah itu mengidap penyakit kelamin. Dan bisa jadi saat ini Bayu juga mengidap penyakit yang sama dengan Sarah.


Kehamilan Sarah beresiko buruk, janin dalam kandungannya biarpun dilahirkan kemungkinan akan cacat.


"Kemana juga si Bayu ini. Sudah 2 hari ini tidak ada kabar, di hubungi juga susah."Seru Sarah pada dirinya sendiri.


"Apa mungkin dia sibuk dengan kuliahnya? Padahal aku hanya memberikan dia waktu 3 hari saja, dan seharusnya besok lusa itu kami menikah. Jika dia kabur, aku akan beri dia pelajaran. Hemm beruntung aku sudah mengambil KTP dia saat dia mandi. Aku akan mencari dia di kampus lebih dulu, jika tidak ada aku akan ke rumahnya."Gumam Sarah pada dirinya sendiri.


Sarah bersiap-siap untuk datang ke kampus tempat Bayu berkuliah. Kampus tempat Bayu berkuliah tidaklah jauh, hanya butuh 15 menit saja dari tempat tinggalnya. Setelah siap Sarah berangkat dengan mengendarai kuda besinya.


Akhirnya setelah 15 menit mobil Sarah sudah sampai di kampus. Dia turun dari mobil dan mencari Bayu, saat dia berdiri di samping mobilnya dia melihat Romi teman Bayu. Sarah langsung memanggil Romi dan ingin menanyakan keberadaan Bayu.


"Romi !! Emm kamu Romi temannya Bayu yang pernah bertemu dengan ku di Cafe XX itu kan?." Tanya Sarah.


"Iya. Kamu Sarah, gebetan Bayu? Ada apa?."Tanya Romi terlihat acuh dan cuek.


"Mana Bayu? Kok kamu tidak sama Bayu?." Tanya Sarah.


"Bayu ? Loh bukannya Bayu sudah tidak kuliah lagi disini? Sudah dari kemari Bayu itu pindah kuliah, tapi aku juga tidak tahu dia itu pindah kenapa? Mungkin saja dia mau kuliah dekat dengan kampungnya sana."Ucap Romi membuat Sarah geram dan syok.


Ternyata Bayu, benar-benar kabur dan tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya. Sarah mengepalkan kedua tangannya, hari ini juga dia akan datang ke kampung Bayu. Dia akan membuat perhitungan dengan Bayu, biar orang tuanya tahu bagaimana Bayu saat di kota.


"Sialan itu bocah !! Bisa-bisanya dia kabur dan tidak mau bertanggung jawab. Aku akan menyusulnya ke kampung tempat dia tinggal."Ucap Sarah dengan geram.


"Tanggung jawab? Memangnya apa yang dilakukan Bayu?." Tanya Romi ingin tahu.


"Bayu sudah menghamili ku dan dia tidak mau bertanggung jawab."Seru Sarah tanpa malu mengakui dirinya hamil didepan Romi.


Hahaaa haaaaa haaaaa


Romi bukannya terkejut, namun justru dia menertawakan Sarah. Tidak seharusnya Sarah menuntut Bayu, lagipula Sarah sendiri yang menyerahkan tubuhnya kepada Bayu. Justru dia juga yang membayar Bayu.


"Apa kamu tidak malu? Seorang p3l@cur hamil dan meminta tanggung jawab? Haiii kamu itu wanita murahan, kamu sudah longgar dari sana nya. Pasti sudah banyak pria yang tidur denganmu, duhh tidak tahu malu. Aku sudah tahu semua siapa kamu, Sarah. Jadi lebih baik kamu jangan ganggu temanku. Gara-gara kamu temanku jadi rusak."Bentak Romi penuh penekanan.

__ADS_1


Deeggghhh


Sarah kaget mendengar penuturan Romi. Ternyata Romi tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Sarah gugup dan dia meninggalkan Romi begitu saja tanpa berucap sedikitpun.


Sarah segera menuju alamat Bayu sesuai dengan KTP Bayu. Dia tidak akan membiarkan Bayu bebas begitu saja, jika Bayu tidak mau menikahinya setidaknya Bayu malu di kampung tempat tinggalnya. Urusan malu Sarah sudah tidak peduli lagi, dia sudah kebal dengan rasa malu.


"Aku tidak boleh kalah dengan bocah ingusan itu. Gara-gara dia aku hamil dan tidak tahu harus bagaimana jika orang bertanya tentang ayah dari anakku ini. Sialan kamu Bayu, kamu masih ingusan tapi sudah berani bohong dan bermain-main denganku."Seru Sarah pada dirinya sendiri.


Sarah terus melajukan mobilnya dengan menggerutu memaki Bayu. Sudah tidak menghiraukan lagi rasa badannya yang terasa lemas dan perut yang terus mual-mual. Padahal penyakit kelaminnya sudah mulai mengerogoti tubuhnya. Sarah sekarang lebih kurus dari biasanya namun dia tidak sadar diri jika dia kurus bukan dietnya yang berhasil namun karena sakitnya yang makin parah.


"Sepertinya ini rumah Bayu? Hemm rumahnya memang bagus sih, sepertinya orang tua Bayu lumayan berada."Ucap Sarah pada dirinya sendiri.


Sarah membelokkan mobilnya ke salah satu rumah yang lebih besar dari rumah para tetangga yang lainnya. Orang didalam rumah sana keluar dan melihat siapa orang yang datang kerumahnya.


"Permisi. Apa ini benar rumah nya Bayu?." Tanya Sarah kepada wanita paruh baya yang saat ini ada di teras rumah.


Sarah menyakini jika wanita paruh baya itu adalah ibu dari Bayu.


"Iya betul. Mbak siapa ya?."Tanya Ibu Sinah ibu kandung dari Bayu.


"Bayu nya ada bu?." Tanya Sarah justru balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan ibu Sinah terlebih dahulu.


"Bayu nya tidak ada mbak. Dia sedang kuliah di kota. Mari masuk dulu mbak, sepertinya mbak ini datang dari jauh."Ucap Ibu Sinah dengan ramah mengajak Sarah masuk terlebih dahulu.


" Silahkan diminum mbak."Ucap ibu Sinah dengan ramah.


"Iya, terimakasih. Bu, memang Bayu tidak dirumah ya? Aku kira dia ada dirumah."Ucap Sarah mulai kembali membuka topik pembicaraan.


"Sudah 2 bulan Bayu tidak pulang mbak, biasanya setiap libur dia pulang. Mungkin karena banyak tugas kuliah dia tidak bisa pulang. Oh iya mbak ini siapa dan ada perlu apa dengan Bayu?." Tanya ibu Sinah.


"Nama saya Sarah. Saya datang kesini karena ada perlu dengan Bayu dan harus saya bicarakan langsung dengan Bayu. Apa ibu ada nomor teleponnya Bayu? Biar saya hubungi dia langsung."Ucap Sarah membuat ibu Sinah heran dan penasaran hal apa yang ingin dibicarakan Sarah dengan Bayu.


Ibu Sinah mengangguk lalu dia mengambil ponselnya yang ada di kantong dasternya. Ibu Sinah mencari kontak telepon dengan nama Bayu lalu menghubunginya. Tidak menunggu lama Bayu mengangkat sambungan teleponnya.


[Hallo Assalamualsikum bu.] Seru Bayu dari seberang telepon sana.


[Waalaikumsalam, Bayu. Kamu apa kabar nak?.] Tanya ibu Sinah dengan lembut.


[Kabar Bayu baik, Bu. Ada apa ibu menghubungi Bayu? Apa ada sesuatu yang terjadi?.]


[Tidak nak. Ini dirumah ada orang yang mencarimu, katanya ada perlu denganmu. Kamu bicara saja langsung sama orangnya ya.]

__ADS_1


[Siapa bu?.]


Ibu Sinah memberikan ponselnya kepada Sarah dan Sarah menerimanya dengan senyum licik. Kali ini dia tidak akan membiarkan Bayu lari darinya, saat ini yang Sarah butuhkan adalah Bayu bertanggung jawab agar dia tidak dihina oleh masyarakat.


[Hallo Bayu? Apa kamu masih ingat dengan suaraku?.] Tanya Sarah dengan suara mendayu-dayu.


[Sarah !!.]Seru Bayu dengan sangat terkejut.


[Benar sekali, aku adalah Sarah. Hemm ternyata mencari tahu tempat tinggal orang tuamu tidak lah susah. Oh iya Bayu, selama 2 hari ini kamu kemana? Apa kamu lupa dengan janjimu, ingat Bayu kamu jangan macam-macam dengan ku. Aku bisa saja membongkar semua kelakuanmu selama kamu di kota.]


[Sarah kamu memang kurangajar !! Silahkan saja kamu bongkar, sebab aku tidaklah takut. Lagipula kemarin aku sudah menceritakan semuanya kepada orang tuaku. Jadi mereka tidak akan kaget lagi dengan apa yang ingin kamu katakan.]


[Bohong !! Pasti orang tua kamu belum tahu, kalau dia sudah tahu kenapa dia tetap menyambutku dengan baik. Bayu, kamu itu bocah ingusan jadi jangan main-main dengan ku. Pria pengeretan, matre kamu !!.]


[Haahaaaa Sarah, Sarah. Aku tidak pernah meminta kamu untuk tidur dengan ku. Justru kamu yang datang dan memintaku untuk tidur dengan mu. Dan kamu pula yang membayar aku, dasar wanita murahan. Ternyata sebelumnya kamu itu memang seorang p3l@cur murahan.]


[Kurangajar kamu, Bayu.]


Belum juga Sarah selesai bicara dengan Bayu, telepon sudah direbut oleh Ibu Sinah dan teleponpun langsung dia matikan. Wajah ramah ibu Sinah yang tadi sempat di tunjukan, kini sudah berubah menjadi tatapan penuh kebencian.


"Lebih baik kamu pergi dari rumah ku dan jangan pernah lagi datang kerumah ku. Dan jangan ganggu lagi anakku !! Wanita murahan seperti mu tidak pantas berhubungan dengan anakku !! Sadar diri sedikit kamu itu, anak ku itu masih muda dan kamu sudah tua !! Jangan pernah ganggu anakku !".Seru Ibu Sinah dengan penuh penekanan.


"Tapi saat ini aku ini hamil anaknya Bayu. Aku datang kesini untuk memberitahu kalian, jadi kenapa ibu mengusirku?." Tanya Sarah dengan wajah heran.


"Aku tidak peduli !! Dan aku pun tidak yakin jika itu anaknya Bayu. Kamu kan wanita panggilan, sudah banyak pria yang menikmati tubuhmu. Termasuk kakak kandungku !! Dia pernah menyewa jasamu dengan membayar 5 juta selama 2 jam. Sekitar 4 bulan yang lalu, di salah satu hotel melati. Jika kamu pernah merasakan kesakitan karena barang terlalu besar, itulah punya kakak ku. Apa kamu masih ingat?." Tanya ibu Sinah dengan tatapan penuh selidik.


Sarah ingat betul jika memang ada satu pelanggan nya yang memiliki ukuran super jumbo. Bahkan saat bermain Sarah kesakitan karena milik pelanggan terlalu besar. Dan Sarah tidak menyangka jika Bayu adalah saudara pria itu pantas saja ukuran Bayu juga lumayan.


"Aku tidak peduli !! Pokonya aku mau Bayu tanggung jawab!."Seru Sarah tetap pada pendiriannya.


" Pergi !! Atau aku akan panggilkan warga untuk mengusirmu secara paksa? Aku tidak peduli kamu hamil atau tidak, cepat pergi !!."Bentak ibu Sinah dengan lantang.


Sarah tertipu dengan wajah ramah dan sejuk ibu Sinah saat menyambut kedatangannya tadi. Ternyata wajah ramahnya hanya sebuah topeng saja. Aslinya sangat menakutkan dan menyebalkan. Sarah pun tidak punya pilihan lain selain pergi dari rumah orang tua Bayu.


Niat datang ingin mempermalukan Bayu dan orang tuanya. Akan tetapi justru dia sendiri yang malu, dia tidak menyangka jika orang tua Bayu malah mengusirnya seperti itu.


"Sial !! Gara-gara Bayu, hidupku akan susah. Dasar bocah sialan !!." Teriak Sarah sembari memukul kemudi setirnya dengan kasar.


Mobil Sarah melaju dengan cepat meninggalkan kampung halaman Bayu. Untuk saat ini Sarah memilih untuk diam saja, mau berontakpun percuma sebab dia juga tidak tahu tempat tinggal Bayu yang baru.


"Kalau orang-orang tanya mana suami ku, aku bilang saja jika aku dicerai saat hamil. Lagipula aku juga baru 1 bulan tinggal disana, pasti mereka akan percaya."Ucap Sarah pada dirinya sendiri.

__ADS_1


***********


__ADS_2