Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Kekantor polisi


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


"Kamu kenapa kelihatan tidak suka begitu saat aku bicara soal, Sarah? Apa kamu menyukai wanita itu? Ingat Ndra, kamu itu sudah menikah. Bahkan belum genap sebulan loh kamu dan Amara menikah."Seru Satria yang dia memang tidak tahu kisah masa lalu yang pernah terjadi antara Sarah dan Indra.


Wajah Indra nampak sekali kesal saat Satria membahas soal Sarah. Selama ini dia sudah berusaha menutupi kisah masalalunya, namun sekarang justru dia dihadapkan dengan permasalahan antara Satria dan Sarah.


Satria mendekati Indra dan menepuk pundak Indra, Satria heran dengan sikap Indra yang sama sekali tidak merespon ucapannya. Indra justru diam saja seolah seperti orang yang melamun.


"Kamu sedang ada masalah? Maaf ya beberapa hari ini aku membebankan urusan kantor kepadamu."Seru Satria merasa tidak enak jika soal pekerjaan yang membuat Indra melamun.


Namun dengan cepat Indra menggelengkan kepalanya dengan pelan. Satria semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan Indra, tidak biasanya Indra seperti itu. Indra yang Satria kenal adalah sosok yang humoris dan cepat tanggap, namun berbeda dengan hari ini.


"Aku tidak ada masalah dengan pekerjaan, Satria. Heemm ini soal Sarah, kamu tahu kan jika aku pernah cerita jika aku pernah ditolak oleh wanita dan dipermalukan didepan temannya?." Seru Indra bertanya kepada Satria.


Satria ingat betul dulu saat mereka sama-sama berkuliah, Indra memang pernah bercerita jika dia pernah ditolak wanita saat masih di bangku SMA.


"Jangan bilang orang itu adalah, Sara !."Seru Satria sembari memandang penuh tanda tanya kearah Indra.


"Kamu benar. Orang itu adalah Sarah, aku selama ini sudah merahasiakan siapa wanita itu karena aku tidak mau mengingatnya lagi. Namun siapa sangka, ternyata Sarah itu istri dari kakak ipar kamu, Reno. Meskipun sekarang sudah menjadi mantan istrinya. Pertama kali aku tahu jika Sarah istri Reno itu saat dia ikut menghadiri acara family gathering yang diadakan kantor sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu. Saat itu kamu belum menikah dengan Dinda."Ucap Indra menjelaskan sedetail mungkin agar Satria tahu cerita masalalunya yang sesungguhnya.


Satria diam dan terpaku mendengar cerita Indra, dia tidak menyangka jika wanita yang pernah membuat Indra frustasi adalah Sarah, mantan istri dari kakak iparnya. Satria ingat betul, dulu Indra benar-benar frustasi dan sakit hati atas penolakan dari Sarah. Bukan penolakan yang membuat Indra frustasi, tetapi dipermalukan didepan teman-temannya itu. Sehingga Indra seperti tidak punya harga dirinya sama sekali.


"Terus apa sekarang kamu masih mencintainya? Ingat kamu sudah menikah dengan Amara, Indra. Jangan pernah menyakiti hati seorang wanita yang benar-benar tulus mencintai kamu. Kamu juga harus ingat perjuangan kamu meluluhkan hati Amara."Seru Satria menasehati Indra.


"Perasaan ku untuk Sarah sudah mati saat hari dimana dia menolak dan mempermalukanku. Sarah itu wanita yang ambisius, jika kamu melepaskan dia sudah pasti dia akan membalaskan rasa sakit hatinya. Saranku, lebih baik kamu serahkan saja dia kepada polisi. Biar dia dipenjara dan hidup kamu serta Dinda akan bebas."Ucap Indra memberikan saran.


"Akan aku pertimbangkan saranmu. Aku minta kamu panggil dua orang yang dulu pernah menjadi pengawal dirumah ku, pekerjakan dia kembali untuk berjaga-jaga seperti dulu. Oh iya aku akan menemui Sarah, apa kamu mau ikut?." Tanya Satria.

__ADS_1


"Baik nanti aku akan menghubungi mereka. Kamu temui saja Sarah sendiri tidak usah mengajakku, yang ada aku muak melihat wajahnya yang sok memelas dan bersedih itu."Seru Indra dengan ketus.


Selesai bicara seperti itu, Indra keluar dari ruangan Satria. Tidak lama dari Indra keluar, Satria juga ikut keluar dari ruangannya untuk menemui Sarah dan memberikan hukuman apa yang pantas untuk Sarah.


"Boss , kau datang?." Seru Bone sedikit kaget dengan kedatangan Satria secara tiba-tiba.


"Iya. Mana Wardi? Kok kamu sendirian?."Tanya Satria.


"Wardi sedang beli makan, bos. Oh iya, bos mau melihat wanita itu? Apa perlu saya temani?." Seru Bone.


"Bawa wanita itu keluar, aku mau menemui dia disini tidak didalam kamar."Perintah Satria dengan tegas.


Bone mengangguk dan segera membuka pintu kamar tempat Sarah di sekap. Sarah sedang berbaring diatas ranjang dengan posisi yang membuat Bone menelan salivanya sendiri. Bone tergoda dengan posisi tidur Sarah, namun sekuat tenaga Bone harus menepisnya sebab diluar ada Satria. Tidak mungkin dia akan melampiaskannya saat itu juga.


"Haaiii bangun."Seru Bone dengan kasar namun Sarah masih saja pura-pura tidak mendengarnya.


Sarah sebenarnya tidak benar-benar tidur, melainkan hanya pura-pura tidur saja. Saat melihat gagang pintu bergerak, Sarah langsung merubah posisi tidurnya dengan pose yang menantang agar Bone maupun Wardi terperdaya dan dia akan memanfaatkannya untuk bisa kabur dari rumah itu.


"Jangan kamu angkat-angkat terus itu rok kamu. Cepat bangun, kalau tidak bangun juga aku akan menghajarmu."Seru Bone dengan keras.


Bone sebenarnya tergoda dengan Sarah, namun dia ingat pesan Satria jika tidak boleh melakukan hal yang macam-macam. Jika Satria tahu sudah pasti Bone yang akan dihajar dan tidak akan lagi dipakai jasanya oleh Satria.


"Sudah jangan merayu ku, cepat keluar! Boss Satria menunggu kamu diluar. Mungkin kamu sudah mau dibebaskan."Ucap Beno memberikan harapan palsu Sarah.


Bone tahu tidak semudah itu Satria akan membebaskan Sarah, yang ada pasti Sarah akan diserahkan kepada polisi. Sarah tersenyum senang saat Bone mengatakan jika Satria datang untuk membebaskannya. Dengan segera Sarah turun dari ranjang dan langsung ditarik Beno keluar dari kamar.


Saat Sarah sudah keluar dari kamar, Satria melihat kondisi Sarah dari atas sampai bawah. Sarah terlihat kusut, kumal serta ada bekas luka lebam disudut bibir kanannya dan memar dipipinya. Sepertinya Bone dan Wardi menjalankan tugas mereka dengan baik. Sarah masih mengenakan pakaiannya 3 hari yang lalu, dengan begitu selama 3 hari ini dia tidak mandi.


"Satria kamu akhirnya datang lagi, pasti kamu datang karena untuk membebaskanku kan? Kamu pasti menyesal sudah menyekapku disini, terlebih Indra juga tidak akan tega melihatku disekap. Pasti dia yang sudah memintamu untuk memlepaskanku kan? Indra itu cinta mati dengan ku, bodohnya aku justru aku dulu menolaknya."Seru Sarah dengan percaya dirinya.


Satria tersenyum tipis menanggapi apa yang sudah dikatakan oleh Sarah. Dia terlalu percaya diri, sedikitpun Satria tidak ada niat untuk membebaskannya Justru akan menyerahkan dia kepolisi.


"Bone, apa dia belum makan siang?." Tanya Satria sedikitpun tidak menanggapi perkataan Sarah.

__ADS_1


"Belum bos, Wardi sudah ada 1 jam beli makanan belum juga pulang, mana sudah lewat jam makan siang ini boss."Jawab Bone sedikit kesal sebab Wardi tak kunjung datang juga.


"Baiklah, tunggu Wardi datang dan beri dia makan. Selesai makan kita bawa wanita itu kekantor polisi."Seru Satria dengan santainya.


"Apa polisi!!."Seru Sarah dengan bola mata yang hampir saja keluar dari kelopaknya.


Sarah tercekat saat Satria mengatakan akan membawanya ke polisi. Jika sudah berurusan dengan polisi Sarah memang paling takut, apalagi sampai menginap di hotel prodeo. Membayangkan saja, Sarah sudah bergerdik ngeri.


"Maksud kamu apa membawa ku kantor polisi? Istri cuma jatuh begitu saja main lapor polisi, mati juga kagak. Tahu begitu krmarin itu aku bikin mampus sekalian itu istri kamu."Seru Sarah dengan beraninya.


"Kurangajar !!!" Seru Satria lalu bangkit dan mendekati Sarah.


Plaakkk


Plaakkk


Satria sudah tidak mengontrol emosinya lagi. Apa yang dikatakan Sarah sudah sangat keterlaluan. Satria tidak bisa terima dengan apa yang Sarah katakan.


"Aku tidak akan salah mengambil tindakan untuk segera memenjarakan kamu. Bone, cepat ikut aku dan kamu bawa dia masuk ke mobil. Nanti tinggal kamu kasih tahu Wardi jika Sarah sudah kita bawa ke kantor polisi."Seru Satria dengan tatapan nyalang.


"Kamu kurangajar, Satria. Lihat saja aku akan membalas semua perbuatanmu ini. Aku sumpahin semoga anak kamu mati dan kamu akan menyesali semua perbuatan mu kepadaku ini."Seru Sarah sambil berontak sebab Bone sudah memegang kedua tangan Sarah.


Bugghhhhh


Sarah mendapatkan satu pukulan tepat di perutnya, dan pukulan itu berasal dari Wardi. Wardi yang baru saja masuk mendengar sumpah serapah Sarah sangat geram dan emosi. Dia tahu jika Satria pasti tidak akan tega untuk memukul Sarah, hanya tamparan saja tidak akan membuat Sarah jera.


Sarah membungkukkan badannya, dia menahan rasa sakit yang teramat di bagian perutnya. Melihat tindakan Wardi yang secara tiba-tiba itu, Satria hanya terdiam dan tidak mau berkomentar. Mungkin saja jika Sarah itu seorang pria sudah dari kemarin Satria menghajar dan bila perlu menghabisinya. Berhubung Sarah perempuan, jadi Satria akan menyerahkan saja kekantor polisi. Biarlah hukuman polisi yang akan menghukum Sarah, selama 3 hari ini sudah cukup Satria menyekap dan menyiksa Sarah lewat tangan Bone dan Wardi.


"Bos kita bawa ke kantor polisi sekarang?." Tanya Bone.


"Iya."Jawab Satria dengan singkat.


Bone dan Wardi ikut membawa Sarah masuk ke mobil Satria, sebelumnya Wardi mengambil lakban dan menutup mulu Sarah agar tidak mengeluarkan kata sumpah serapahnya lagi.

__ADS_1


**********


__ADS_2