Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Bahan makanan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Mas jangan cuma jadi pengangguran dong mas. Kerjaannya setiap hari cuma Game terus. Lihat tuh beras dirumah sudah habis dan isi kulkas juga sudah kosong. Mau sampai kapan kamu jadi pengangguran mas! " Teriak sarah dengan lantang sampai membuat Reno menutup telinganya.


Reno yang sedang ngegame di ponselnya secara tiba - tiba langsung menutup telinganya. Hampir setiap hari serah kerjaannya marah-marah dan selalu mengomel menyuruhnya untuk mencari pekerjaan. Reno sudah banyak memasukkan lamaran ke perusahaan-perusahaan namun sampai sekarang belum ada panggilan satupun.


" Bisa bicara pelan tidak sih Sar ? Telingaku sakit mendengar suaramu yang bikin sakit ditelinga itu. Aku ini masih belum tuli, kamu bicara pelan juga aku dengar. " Ucap Reno memprotes kelakuan sang istrinya.


" Aku ini kesal sama kamu mas ! Sekarang kamu itu pengannguran, kerjaannya cuma bersantai sambil main ponsel. Kamu tidak mikir untuk cari pekerjaa, mana semua pekerjaan rumah aku yang kerjakan lihat nih tanganku kasar , kukuku juga banyak yang patah. Kalau kamu menganggur kamu kan bisa bantuin pekerjaanku mas. Sekarang aku tidak mau tahu kamu segera cari uang agar bisa buat beli berasdan lauk makan hari ini. Cepat !!" Seru Sarah dengan penuh emosi.


Hhhuuuffff...


Reno meletakkan ponselnya lalu mengambil sebatang rokok dan menghidupkannya. Reno mengepulkan asap rokoknya tinggi - tinggi. Sarah yang melihat reno seperti itu menjadi tambah kesal.


" Kamu kan sudah tahu Sarah aku sudah banyak memasukkan lamaran pekerjaan ke perusahaan-perusahaan. Tapi sampai sekarang satupun belum ada yang memberi kabar , lantas aku harus bagaimana ?." Tanya Reno mencari jawaban yang tidak perlu dijawab oleh Sarah.


" Dasar suami tidak punya tanggung jawab. Kalau di perusahaan tidak ada kabar, kamu kan bisa mencari pekerjaan di tempat lain. Ada toko , ada cafe ada juga restoran atau di mana saja yang penting punya pekerjaan. Begitu kok pakai tanya, sekarang ini yang penting bekerja dan menghasilkan uang agar kita bisa membeli makan dan mencukupi kebutuhan kita tidak perlu harus kerja kantoran. " Seru Sarah dengan kesalnya.


Sudah hidup susah masih saja gengsi dan pilih - pilih soal pekerjaan. Dulu saat banyak uang boleh pilih - pilih tapi tidak untuk sekarang. Bisa makan pakai lauk saja sudah bersyukur.


" Kamu menyuruhku kerja jadi pelayan ? Ogah banget ! Aku ini seorang Sarjana, masa iya harus jadi pelayan. Ibuku juga pasti akan marah saat tahu aku menjadi pelayan dan kamu pasti yang akan kena marah." Ucap Reno tanpa perduli dengan kebutuhan hidup yang semakin mendesak , gengsi masih tetap diutamakan.


" Kita ini sudah tidak seperti dulu lagi mas, jadi jangan gengsi untuk bekerja apa adanya yang penting sekarang punya uang bisa untuk membeli makan , biar perut kita kenyang. Sudahla sekarang lebih baik kamu pergi ke tempat ibu kamu , terus minta beras sama bahan makanan. Di sana pasti banyak karena Dinda dan Satria setiap bulannya selalu memberi sembako dan uang untuk mereka. Ambil yang banyak sekalian cukup buat kita seminggu, sekalian cukup buat sebulan. " Ucap Sarah meminta Reno ke rumah orang tuanya untuk mengambil bahan makanan.


Disana juga ada Sinta, Sarah berfikir jika Sinta disana hidup berkecukupan. Tempat tinggal, serta makan minum ikut ditanggung oleh mertuanya. Sarah dan Sinta memang dua menantu yang tidak ada akhlak nya. Mereks suka bersikap seenak nya, bahkan saat dulu masih banyak uang saja jarang mau memberi ibu mertuanya. Jika datang sudah seperti nyonya besar, makan tinggal makan bahkan piringnya saja tidak mau dicuci sendiri.

__ADS_1


" Iya juga ya, di rumah Ibu pasti banyak bahan makanan. Apalagi di sana ada mbak Sinta sama Hana , enak banget hidup mereka makan , minum di tanggung tempat tinggal juga disediakan. Baiklah aku mau ke sana, Aku mau meminta bahan makanan sama ibu. Kamu tunggu saja dirumah, apa kamu mau ikut ? Mana kunci mobilnya ? Sini, masa saya jalan kaki ke sananya, lumayan jauh itu." Ucap Reno dengan penuh semangat.


Sarah mengambilkan kunci mobil untuk reno, sarah masuk kamar untuk mengambil kunci mobil. Tidak perlu lama kunci mobil kini sudah sarah berikan kepada Reno. Reno menerima kunci mobil itu dengan binar bahagia, sebab sudah lama sekali dia tidak mengendarai mobil. Karena sarah melarangnya dan kunci mobil juga selalu di simpan oleh Sarah.


" Mas sendiri saja yang kesana. Di sana ada mbak sinta, aku masih marah sama bak Sinta . Jadi lebih baik kamu ke sana sendiri saja daripada aku ikut nanti pasti ada keributan. Dan ingat, langsung ke rumah Ibu setelah mendapat apa yang kamu cari langsung pulang. Tidak perlu kelayapan, mobil itu bensin cuman sedikit kalau kamu mau kelayapan terserah . Tapi pulang dorong mobil itu . " Ucap Sarah dengan menyeringai sinis kearah Reno.


Senyum Reno yang tadinya mengembang lebar, kini berubah menjadi masam saat tahu bensin mobil tinggal sedikit. Padahal tadi dia sudah berangan-angan ingin jalan-jalan terlebih dahulu untuk menghilangkan kepenatan. Reno merasa bosan terus-menerus ada di rumah , dengan mendengarkan ocehan dan omelan Sarah setiap harinya.


Dengan malas Reno pun akhirnya pergi ke rumah ibunya untuk meminta bahan makanan.


* Setidaknya aku bisa keluar rumah , anggap saja ini jalan-jalan meskipun cumanl ke rumah ibu . Daripada di rumah pusing mendengar ocehan dan omelan Sarah. Setiap hari marah-marah , setiap hari mengomel . Uang, uang terus yang jadi masalah dia . Tapi memang aku tidak punya uang , jadi wajar kalau Sarah marah-marah. " Gumam Reno dalam hatinya.


Mobil yang dikendarai Reno kini sudah sampai di halaman rumah orang tuanya . Reno langsung turun dan masuk ke rumah tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu. Setelah berada di dalam rumah , Reno mencari keberadaan ibunya dengan memanggil-manggil ibunya dengan kuat.


" Ibu - ibu ! Ibu di mana? Ini Reno Bu!" Seru Reno dengan kuat.


Mendengar ada yang memanggil-manggilnya, Ibu Rahayu yang ada di dalam kamar pun langsung keluar dan menghampiri Reno. Dia sedikit kaget karena Reno juga datang ke rumahnya setelah lama tidak berkunjung. Dinda sendiri baru saja pulang sekitar 10 menit yang lalu.


" Bu minta beras si, di rumah tidak ada beras. Sarah mau memasak, tapi tidak beras dan aku juga tidak ada uang. Kasihan cucu ibu pulang sekolah nanti tidak ada makanan . Bagi beras dong Bu. " Ucap Reno langsung pada pokok tujuannya , tanpa malu-malu meminta beras pada ibunya.


Hhhhaaaahhhh


Ibu Rahayu mengira Reno datang berteriak - teriak karena dia mau memberi uang untuk ibunya. Jangankan uang, ternyata datang hanya untuk meminta beras. Musnah juga angan - angan ibu rahayu, namun begitu dia tidak tega melihat reno dan keluarganya kelaparan. Akhirnya Ibu Rahayu memberikan beras dan bahan makanan yang lain untuk Reno.


" Kirain mau ngasih ibu uang. Ternyata malah meminta beras. Ya sudah sana ambil sendiri bahan makanan ada dilemari dapur, kalau beras ada disampingnya. Jangan ambil banyak-banyak, ambil saja secukupnya. Sekarang disini personilnya bertambah jadi masak juga lebih banyak. " Ucap Ibu Rahayu memperingatkan Reno.


" Iya bu, tenang saja reno tidak akan mengambil banyak - banyak kok" Ucap Reno sambil mengulas senyum cerahnya.


Reno sangat senang akhirnya ibunya mengizinkan dia mengambil beras dan bahan makanan dan yang lainnya. Reno menuju dapur untuk mencari bahan makanan yang akan dia bawa pulang, sedangkan ibu Rahayu kembali masuk kamar dan membiarkan Reno mengambilnya sendiri. Dia percaya begitu saja jika Reno akan mengambil seperlunya saja.


" Wah banyak juga bahan makanan ibu. Aku ambil lumayan banyak sajalah, lagipula ibu masuk kamar lagi. Dia pasti tidak tahu apa saja yang aku ambil. " Seru Reno pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Reno mengambil kantong plastik besar dan memasukan beberapa bahan makanan kekantong plastik itu. Ada minyak makan,gula, tepung, bawang, kopi , teh, mie instan, sarden dan masih banyak lainya yang Reno ambil. Reno juga mengambil beras 1 karung sepuluk kiloan.


" Mau kamu bawa ke mana bahan-bahan makanan itu Reno ? " Tanya sinta yang secara tiba-tiba masuk ke dapur untuk mengambil air minum.


" Mau aku bawa pulang dong mbak, lagi pula Ibu juga sudah mengizinkan. Ini juga kan bahan makanan jatah bulanan dari Dinda. Mbak sinta sendiri juga tinggal disini, jadi ikut menikmatinya juga kan ,? Jadi tidak salah dong kalau aku juga ikut menikmatinya?." Jawab Reno tanpa malu.


" Terserah kamu Ren, lagipula itu juga dibeli bukan dengan uangku. Tapi bukannya kamu orang itu orang kaya , Kenapa meminta bahan makanan sama ibu ?" Seru Sinta dengan sinis.


" Bukan urusan kamu mbak " Jawab Reno ketus.


Setelah kantong plastik besar itu penuh ,Reno keluar dari dapur dan membawa beras dan bahan makanan yang lainnya ke depan dan memasukkannya ke dalam mobil. Setelah bahan-bahan sudah masuk dalam mobil , Reno langsung pulang begitu saja tanpa pamit kepada ibunya terlebih dahulu.


Reno mengendarai mobil dengan perasaan senang dan senyum yang mengembang ,karena dalam waktu seminggu kedepan serah tidak akan marah-marah dan mengomelinya . Dan bahan makanan yang diambil ini juga tidak untuk satu minggu saja bisa sampai 2 minggu kedepan.


* Ibu nanti pasti akan kaget saat melihat stok bahan makanannya berkurang sangat banyak. Bagaimana tidak berkurang banyak, jika aku ambil segini banyak. Terima kasih Ibuku . Oh iya terima kasih juga untuk Dinda semua ini kan dari Dinda dan Satria. Ternyata anak itu bisa diandalkan juga ,kalau begini bisa setiap bulan aku meminta bahan makanan sama ibu.* Gumam Reno dalam hatinya.


Sementara itu di rumah Ibu Rahayu, Ibu Rahayu yang baru saja keluar dari kamar menuju dapur untuk menghampiri Reno yang sedang mengambil bahan makanan. Namun saat dia sampai dapur, dia tidak menemukan keberadaan Reno. Lalu ibu Rahayu Mencoba membuka lemari stok bahan makanannya. Betapa terkejutnya dia melihat stok bahan makanan tinggal sedikit, bahkan untuk mereka pakai dalam seminggu pun tidak cukup.


" Rennoooo ! " Teriak ibu rahayu dengan kencang sampai penghuni rumahpun berkumpul. Hana yang baru saja pulang sekolah langsung berlari kedapur menghampiri neneknya.


" Ada apa Bu ? kenapa harus teriak seperti itu ? ini itu rumah bukan hutan bu.?" Tanya Sinta dengan kesel karena baru saja dia mau memejamkan matanya sudah terganggu dengan teriakan Ibu mertuanya.


Pak karim juga tidak kalah penasaran seperti Sinta. Dia juga ikut menanyakan apa yang terjadi sampai sang istru berteriak seperti itu.


" Ada apa si bu ?" Tanya pak karim.


" Reno sudah menghabiskan stok bahan makanan kita pak. Lihat saja stok bahan makanan tinggal segini dan ini tidak cukup untuk kita satu minggu . Apalagi sekarang kita sudah ketambahan Sinta dan Hana dasar Reno Kurang ajar ! Ibu kira dia akan mengambil secukupnya saja ini sih bukan meminta tapi merampok. Kurang ajar Reno itu. " Ucap Ibu Rahayu marah-marah.


" Tadi Sinta memang melihat Reno mengambil bahan-bahan makanan sama beras . Bahkan dia mengambil beras satu karung ukuran 10 kilo, Reno bilang sudah dapat izin dari Ibu. Jadi Sinta ya diam saja. " Ucap Sinta memberitahu.


Hhhuuuuuhhh... Tubuh Ibu Rahayu langsung lemas mendapati stok bahan makanan yang sudah habis. Bahkan hanya cukup untuk beberapa hari saja ,padahal Dinda memberi stok bahan makanan itu cukup banyak bahkan cukup untuk 2 bulan.

__ADS_1


*******


__ADS_2