Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Nasehat dari Satria


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


"Hana kamu di panggil om Satria, dia menunggu mu di teras belakang. Sebelum pulang kamu pulang, cepat temui dulu om kamu."Seru Dinda memberitahu Hana yang sudah bersiap-siap untuk pulang kerumah neneknya.


Ibu Rahayu mendengar semua itu hanya diam saja, sebab dia sudah tahu apa yang ingin disampaikan oleh Satria. Sebelumnya Satria dan Dinda sudah memberitahu hal apa yang ingin dibicarakan oleh Satria. Sebenarnya ibu Rahayu tidak mau dan tidak setuju dengan Satria dan Dinda, sebab yang ingin dia katakan adalah soal Sinta.


"Ada apa ya Om Satria memanggilku?." Tanya Hana dengan wajah bingungnya.


"Sudah kamu temui saja dulu, mumpung paman Reno belum datang."Seru Dinda lagi.


Hana mengangguk patuh, lalu pun dia berjalan menuju teras belakang dimana Satria saat ini sudah menunggunya sembari menikmati secangkir teh.


"Om Satria memanggil Hana?." Tanya Hana memastikan.


"Iya, duduk."Jawab Satria sembari menunjuk kursi yang ada di hadapannya.


Hana tetap mengangguk dengan patuh dan duduk di kursi yang ada si depan Satria. Hana merasa kali ini Om nya akan bicara serius, terlihat sekali wajahnya yang serius. Hana jadi takut serta penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan oleh Satria.


"Kamu berapa hari di Indonesia?."Tanya Satria memulai membuka percakapan dengan Hana.


"Kurang lebih dua minggu Om."Jawab Hana dengan jujur tanpa berani melihat wajah Satria yang terlihat serius.


"Dua minggu, hemm waktu yang lumayan lama. Apa dalam waktu dua minggu itu kamu tidak ada niatan untuk bertemu dengan mama kamu? Om sih tidak memaksa kamu mau bertemu dengan mama kamu, apalagi mama kamu memang sudah melakukan kesalahan yang fatal. Tapi sebagai anak,tidak ada salahnya kita memaafkan kesalahan orang tua kita. Siapa tahu mama kamu sudah menyadari semua kesalahan nya. Om tidak mau kamu menjadi anak yang durhaka dan tidak peduli dengan mama kamu."Ucap Satria menasehati Hana panjang lebar.


Hana hanya diam sambil menundukan kepalanya. Sama sekali tidak membantah dan sama sekali tidak berani memandang Satria. Sebagai seorang anak pasti dia merindukan mamanya, namun saat dia teringat kesalahan mama nya yang telah dia perbuat, semua itu membuat rasa rindu Hana sirna.

__ADS_1


"Orang tua kamu saat ini hanya tinggal mama kamu saja, Hana. Om harap kamu bisa memaafkan mama kamu, memang benar mama kamu salah dan om yang secara mati-matian membela dan melindungi kamu sampai om menjauhkan kamu ke negeri orang sana. Akan tetapi saat ini keadaannya sudah beda, Badar sudah dipenjara dan mama kamu tidak akan berani menekan kamu lagi. Semua keputusan ada sama kamu, om tidak memaksa kamu. Sekarang kamu pulanglah, pasti kakek dan Joni sudah menunggu mu."Ucap Satria tanpa ragu tersenyum dan mengusap pucuk kepala Hana dengan lembut.


"Iya Om, terimakasih. Mungkin nanti Hana akan menemui mama."Ucap Hana dengan mendongakkan kepalanya.


"Iya temuilah mama kamu. Bagaimanapun dia wanita yang sudah bertaruh nyawa untuk melahirkan kamu."Ucap Satria lagi.


Hana mengangguk dengan cepat, dia pun bangkit lalu menyalami Satria sekaligus berpamitan untuk pulang kerumah pak Karim. Hana pun menghampiri neneknya yang saat ini sudah berada di ruang tamu dan ternyata sudah ada Reno juga disana. Hana menyalami pamannya lalu memeluknya dengan erat. Jika melihat Reno, Hana seperti melihat sosok papanya, Rudi. Reno dan Rudi mempunyai postur tubuh yang sama dan bentuk wajah yang sama, mata mereka pun sangat mirip. Sehingga membuat Hana sangat senang bisa memeluk Reno, terlebih saat ini Reno sudah menjadi Paman yang baik.


************


Mobil yang dikendarai Reno kini sudah keluar dari pekarangan rumah Satria. Terlihat Hana yang termenung seperti sedang memikirkan sesuatu. Tentunya dia sedang memikirkan apa yang tadi dibicarakan oleh Satria.


Ibu Rahayu yang melihat cucunya hanya diam saja pun langsung menegurnya.


"Kamu kenapa, Hana? Apa ada yang sedang kamu fikirkan?." Tanya ibu Rahayu pura-pura tidak tahu apa yang saat ini difikirkan Hana.


"Tidak ada Nek. Mungkin Hana hanya kecapean saja, tadi istirahat belum terlalu lama."Jawab Hana sengaja berbohong.


Hana tidak bisa berbohong lagi dan dia hanya mengangguk saja sebagai tanda dia mengiyakan apa yang dikatakan oleh neneknya. Reno yang sedang fokus mengendarai mobil pun ingin tahu juga hal apa yang sudah dibicarakan oleh Satria.


"Memangnya Om Satria tadi bicara soal apa, Hana? Soal mama kamu bagaimana?." Tanya Reno ingin segera tahu.


"Satria meminta Hana untuk menemui Sinta."Ucap ibu Rahayu terlihat kurang suka dengan apa yang sudah dibicarakan Satria.


Menurut ibu Rahayu, Sinta tidak bisa dimaafkan lagi. Gara-gara Sinta juga Hana sampai disekolahkan ke luar negeri untuk menghindari kejahatan Sinta.


"Apa benar begitu, Hana?."Tanya Reno ingin tahu langsung jawaban Hana.


"Iya paman."Jawab Hana dengan singkat.


"Paman setuju dengan Om Satria. Sebab bagaimanapun mbak Sinta itu wanita yang sudah melahirkan kamu. Jadi kamu harus bisa memaafkannya, paman yakin mama kamu itu pasti akan berubah. Belum lama ini Paman juga bertemu dengan mama kamu. Paman sudah memintanya untuk berubah, paman yakin mama kamu itu sangat merindukan kamu dan menyayangi kamu. Mungkin dia hanya gengsi atau malu saja untuk mengakuinya."Ucap Reno dengan tangan dan pandangan tetap fokus dengan setir mobil.

__ADS_1


Hhuuuffff


Terdengar helaan nafas berat ibu Rahayu. Ternyata Reno juga sama seperti Satria dan Dinda. Namun ibu Rahayu memang tidak menyalahkan Satria maupu Reno. Apa yang mereka katakan memang benar, tidak ada seorang ibu yang tidak merindukan anaknya. Dan manusia juga tidak luput dari salah, seperti dirinya dulu sangat tidak adil memperlakukan Dinda dan Satria.


"Hemm begini saja, Hana. Kamu kan berlibur selama dua minggu, nanti setelah kamu sudah siap untuk ketemu mama kamu, kamu temui dia. Nenek tidak melarang mu untuk menemui mama kamu, jadilah anak yang berbakti kepada orang tuamu."Ucap ibu Rahayu akhirnya tidak melarang Hana untuk menemui Sinta.


"Iya nek. Nanti pasti Hana menemui mama, saat ini orang tua Hana hanya tinggal mama. Hana ingin hidup bahagia juga Nek bersama mama. Hana ingin berbakti kepada mama dan ingin membahagiakan mama. Hana yakin mama pasti bisa berubah lebih baik."Seru Hana penuh keyakinan.


"Iya sayang."Seru ibu Rahayu dengan lembut lalu memeluk cucunya dengan penuh kasih sayang.


Tanpa terasa mobil yang dikendarai oleh Reno sudah sampai di halaman rumah pak Karim. Di halaman terlihat Gibran dan Tiara yang sedang bermain kelereng dengan ditemani Joni. Sedangkan di teras ada seorang wanita cantik yang sedang memperhatikan anak-anak bermain. Hana yakin jika wanita itu adalah Cahaya, istri dari Reno.


"Kak Hana !!."Seru Joni dengan rasa terkejutnya.


Dia tidak menyangka jika Hana ikut pulang bersama dengan Satria dan Dinda. Joni tadi mengira jika papanya pulang hanya berdua dengan sang nenek, ternyata bersama kakak sepupunya juga.


Joni, Gibran dan Tiara berlari menghampiri Hana yang masih berdiri didekat mobil. Secara bergantian mereka memeluk Hana, Hana juga terlihat bahagia bisa bertemu dengan para sepupunya.


"Kalian apa kabar? Kak Hana kangen banget sama kalian."Ucap Hana memeluk sepupunya satu persatu.


"Kami semua baik kak."Jawab Joni mewakili Gibran dan Tiara.


"Sekarang kita masuk saja yuk. Lihat tuh istri paman sampai bengong begitu melihat kehebohan kalian semua. Hana ajak adik-adik kamu masuk, biar koper kamu paman yang bawa masuk kerumah."Ucap Reno.


"Iya paman."Jawab Hana patuh.


Hana dan yang lainnya berjalan menuju rumah, Hana berhenti saat sampai teras. Dia menyalami Cahaya dan memeluk istri sang pamannya itu.


"Ini Hana ya? Masya Allah, lebih cantik saat bertemu langsung. Selama ini bibi hanya melihat mu saat video Call saja, ternyata aslinya cantik banget."Ucap Cahaya.


"Iya bibi terimakasih."Seru Hana malu-malu mendapat pujian dari Cahaya.

__ADS_1


************


__ADS_2