
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
"Mama datang untuk meminta maaf nek, tolong jangan dimarahi ya nek. Apapun kesalahan mama, Hana sudah memaafkannya nek. Manusia memang tempatnya salah nek."Ucap Hana memohon kepada ibu Rahayu.
Ibu Rahayu langsung diam dan tidak banyak bicara lagi. Mungkin ada baiknya dia mengajak Hana dan Sinta masuk ke rumah dan bicara baik-baik di dalam rumah agar tidak terjadi kesalah pahaman.
"Ya sudah ajak mama kamu masuk, Hana. Awas saja kalau dia bikin keributan nanti akan langsung nenek usir."Ucap ibu Rahayu masih saja ketus dengan Sinta.
"Sinta tidak akan buat keributan bu. Sinta datang dengan maksud dan tujuan baik. Apa salah jika Sinta ingin minta maaf dan mencoba memperbaiki diri?." Tanya Sinta dengan serius.
"Terserah kamu saja lah."Ucap ibu Rahayu lalu berjalan masuk kerumah lebih dulu.
Hana mengajak dan menggandeng tangan mamanya untuk masuk kerumah. Hana yakin jika nenek dan kakeknya pasti akan memaafkan kesalahan mamanya. Kakek dan neneknya orang baik, yang tidak mungkin akan selamanya membenci Sinta.
"Duduk ma, Hana kekamar dulu ya meletakkan tas. Oh iya mama mau minum apa?."Tanya Hana dengan sopan.
"Emm apa saja, Han."Ucap Sinta dengan singkat.
Sedangkan ibu Rahayu saat ini sedang memanggil pak Karim yang ada di kebun belakang rumah. Dia tidak mau menemui Sinta sendirian, harus ada pak Karim juga. Sehingga saat Sinta berulah pak Karim bisa langsung mengusirnya.
"Ada apa bu?."Tanya pak Karim yang sedang mencuci tangan.
"Itu pak di rumah ada Sinta, tadi dia datang bareng dengan Hana."Ucap ibu Rahayu memberitahu suaminya jika ada Sinta yang datang bareng dengan Hana.
"Sinta? Kom bareng Hana? Bukannya tadi Hana pamit nya ke makam papa nya? Apa mungkin bertemu disana?."Tanya pak Karim secara beruntun.
"Mana ibu tahu. Tapi tidak mungkin Sinta itu ke makam Rudi, apalagi saat Rudi meninggal saja Sinta tidak datang saat pemakaman. Sudahlah pak, lebih baik bapak ikut masuk dan temui Sinta. Kalau dia berulah bapak bisa usir dia dengan cepat."Ucap ibu Rahayu.
"Baiklah kalau begitu sekarang kita temui Sinta. Kebetulan bapak juga sudah selesai,sekalian bapak mau istirahat. Ibu jangan lupa hubungi Reno, suruh dia pulang dulu. Jika Sinta datang untuk meminta maaf, paling tidak Reno juga bisa menyaksikannya."Ucap pak Karim panjang lebar.
Ibu Rahayu hanya mengangguk lalu mengambil ponsel dalam kantong dasternya dan menghubungi Reno dengan cepat. Saat pak Karim sampai di ruang tamu, disana sudah ada Sinta dan Hana yang duduk bersampingan.
"Sinta apa kabar kamu?."Tanya Pak Karim menyapa mantan menantunya dengan sangat ramah.
"Emm bapak. Alhamdulillah Sinta baik pak, bapak sendiri apa kabar?."Tanya Sinta balik dengan sopan.
__ADS_1
"Bapak alhamdulillah juga baik."Jawab pak Karim singkat.
Pak Karim dan ibu Rahayu duduk di sofa yang ada di depan Sinta. Terlihat Sinta yang agak gugup dan salah tingkah saat pandangannya beradu dengan ibu Rahayu. Ibu Rahayu masih saja bersikap acuh dan cuek terhadap Sinta.
"Nenek sama nenek mau minum es jeruk juga?."Tawar Hana.
"Boleh, tolong buatkan ya nak."Seru pak Karim dengan lembut.
"Ok Hana buatkan dulu ya."Ucap Hana lalu bangkit dari duduknya dan menuju ke dapur untuk membuatkan minuman untuk kakek dan neneknya.
Saat Hana ke dapur, pak Karim langsung memulai obrolannya dengan Sinta. Sinta dan psk Karim terlibat obrolan serius, sedangkan ibu Rahayu hanya diam menyimak dengan sesekali melirik tajam kearah Sinta. Sinta bukan tidak tahu jika mantan ibu mertuanya melirik kearahnya, dia tahu tapi pura-pura tidak tahu.
"Jadi kamu datang untuk meminta maaf? Apa maaf kamu itu tulus atau hanya untuk main-main saja?."Tanya pak Karim memastikan.
"Iya pak, seperti yang saya jelaskan barusan. Jika kedatangan saya untuk meminta maaf dan untuk memperbaiki hubungan kekeluargaan kita yang sempat renggang. Bagaimanapun diantara kita masih ada hubungan keluarga melalui Hana. Sinta harap bapak dan ibu bisa memaafkan kesalahan Sinta, bukan hanya bapak dan ibu saja tetapi semua keluarga bisa memaafkan kesalahan Sinta."Ucap Sinta panjang lebar dan terdengar sangat serius.
Brumm Brummmm
Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah, sudah bisa dipastikan jika orang itu adalah Reno. Sinta dan yang lainnya melihat kearah luar rumah dan ternyata benar yang datang adalah Reno.
Reno masuk kerumah dengan langkah kaki yang cepat, sebab dia khawatir saat ibu nya memberitahu ada Sinta dirumah. Dan dia diminta untuk segera pulang, Reno khawatir terjadi sesuatu dengan Hana.
"Assalamualaikum."Ucap Reno dengan cepat.
Mendengar Reno yang juga datang membuat Hana langsung membuatkan es jeruk tanpa menawarkan terlebih dahulu.
"Dari mana mbak? Tumben datang kerumah ini? Apa karena tahu Hana pulang mbak datang kesini? Terus ingin membuat Hana bersedih lagi? Reno harap mbak datang dengan niat baik dan ingin memperbaiki hubungan baik dengan Hana, bagaimanapun Hana itu anak kandung mbak Sinta."Seru Reno secara beruntun.
" Maaf Ren, aku datang untuk meminta maaf kepada kalian semua. Aku mengaku salah dan aku ingin mamperbaiki semuanya."Ucap Sinta serius.
Belum juga Reno menjawab pernyataan Sinta, Hana sudah datang dengan membawa 3 gelas es jeruk yang terlihat sangat menggoda apalagi diminum saat cuaca panas-panas seperti sekarang.
"Minum semuanya."Ucap Hana meletakkan es jeruk di atas meja.
"Terimskasih, Hana."Jawab pak Karim dan Reno bersamaan.
"Sama-sama."Jawab Hana dengan wajah ceria yang tidak bisa disembunyikan lagi.
Reno bisa melihat wajah ceria Hana yang terpancar di wajahnya. Terlihat sekali Hana senang, bahagia.
"Hana tadi kamu ketemu sama mama kamu dimana?."Tanya Ibu Rahayu yang sedari tadi diam akhirnya mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
" Hana bertemu saat di makam papa, Nek."Jawab Hana dengan jujur apa adanya.
Ibu Rahayu dan semuanya hanya mengangguk saja mendengar jawaban Hana. Reno melirik Sinta dan Hana secara bergantian.
"Hana, mama kamu datang untuk meminta maaf. Paman, pribadi sudah memaafkan mama kamu. Sebab manusia memang tempatnya salah, Allah saja maha pemaaf kenapa kita tidak? Paman yakin kamu juga sudah memaafkan mama kamu, paman harap kamu bisa bersikap dewasa dan tegas saat mengambil keputusan."Seru Reno mencoba menasehati Hana.
"Iya paman. Hana sudah memaafkan mama, namun Hana dan mama juga sudah sepakat dengan Hana yang tetap menempuh pendidikan di Jerman. Mama mendukung penuh keinginan Hana."Seru Hana menjelaskan.
"Baguslah kalau begitu, lagipula kamu sekolah juga memakai uang dari om kamu, Satria. Sudah pasti itu uang halal, bukan uang haram seperti yang didapat mama kamu. Oh iya bagaimana kabar Sarah? Apa dia masih hidup?."Tanya ibu Rahayu.
"Ibu !!."Seru Pak Karim tidak suka dengan pertanyaan istrinya yang menurutnya tidak sopan, sama saja dia mendoakan Sarah yang jelek-jelek.
Sinta masih diam, dia cukup tahu diri jika kesalahannya memang banyak jadi wajar jika mantan ibu mertuanya masih saja ketus saat berbicara dengannya. Apalagi jika ditambah masalah Sarah, semuanya pasti tidak ada yang benar.
"Sinta, terus terang bapak senang melihat keberanian kamu dan jiwa besar kamu meminta maaf kepada kami. Bapak sudah memaafkan kamu, begitupun dengan ibu. Insya Allah kami semua sudah memaafkan kamu. Namun bapak minta, jika kamu masih menjalankan bisnis haram mu itu, bapak minta berhentilah. Ini semua demi anak kamu, Hana."Ucap pak Karim.
"Iya pak. Sinta akan menghentikan usaha itu, Sinta juga ingin menghasilkan uang secara halal pak agar Hana mau menerima uang nafkah dari saya."Ucap Sinta dengan melirik Hana yang memasang senyum lembut dibibirnya.
"Banyak usaha yang bisa mbak Sinta jalankan, aku akan membantu mbak Sinta untuk mencari tempat baru yang bisa mbak jadikan usaha. Tapi bagaimana dengan suami mbak, Sinta?."Tanya Reno tidak mau jika Hakim akan salah paham.
"Kamu jangan pedulikan dia, aku hanya menikah siri dengan laki-laki itu. Dalam waktu dekat ini aku akan meminta cerai, mudah bagiku mengurus pria pengkhianat itu. Apalagi saat ini dia memang sedang sakit, mana tukang selingkuh."Ucap Sinta dengan kesal.
Semua orang yang ada diruang tamu itu hanya mendengarkan apa yang dikatakan Sinta tanpa ada yang mencoba protes dengan apa yang dikatakan oleh Sinta. Sinta hanya mengatakan jika Hakim sakit, namun dia tidak memberitahu Hakim sakit apa.
"Apa boleh saya mengajak Hana menginap dirumah saya?."Tanya Sinta takut-takut.
"Maaf Sarah, selagi kamu masih tinggal di daerah XX itu apalagi masih 1 lokasi dengan tempat usahamu. Bapak tidak mengizinkan Hana menginap dirumah kamu, lebih baik kamu saja yang menginap disini."Tolak pak Karim dengan tegas.
Pak Karim tahu jika Sinta memang sudah punya rumah sendiri, namun rumahnya masih bersebelahan dengan tempat usaha Sinta. Sudah pasti pak Karim melarangnya dengan tegas.
"Sinta tidak akan memaksa pak. Terimakasih jika Sinta diizinkan menginap disini. Sinta tidak akan lama kok, mungkin hanya semalam saja. Kalau begitu saya permisi, besok saya akan datang untuk menginap disini."Ucap Sinta.
"Bapak yakin memperbolehkan Sinta menginap disini? Apa nanti tidak akan menjadi bahan omongan orang pak?."Tanya ibu Rahayu khawatir jika ada tetangga yang akan berfikir negatif.
Apalagi status Sinta yang bukan lagi menantunya. Ibu Rahayu berjaga-jaga jika mulut tetangga tidak bisa dikondosikan.
"Kalau cuma untuk satu atau dua malam tidak apa-apa, Bu. Lagipula dirumah kita ini ramai loh, Reno juga ada istrinya. Daripada Hana menginap dirumah Sinta, lebih baik ya menginap disini saja. Bapak hanya tidak mau Hana berada di lingkungan yang tidak sehat. Ibu tahu sendiri bagaimana tempat tinggal Sinta?." Tanya pak Karim serta menjelaskan panjang lebar.
Ibu Rahayu dan Reno mengangguk paham dan bisa menerima alasan yang diberikan oleh Pak Karim. Sedangkan Sinta menundukkan kepalanya karena malu dengan penjelasan yang diberikan oleh mantan bapak mertuanya.
"Mau apa wanita ini datang kesini?."Seru seorang wanita yang baru saja datang dan berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
************