Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Berkunjung kepanti


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Dipagi hari yang cerah ini Dinda dan satria datang kerumah nenek murni. Mereka sengaja datang tanpa memberitahu nenek, dan hari ini juga mereka datang untuk tinggal dengan nenek. Nenek murni tidak mau tinggal dirumah mereka karena sudah merasa nyaman dengan rumahnya sendiri. Akhirnya satria dan dinda yang tinggal dirumah neneknya.


" Kalian datang kok tidak ngabarin nenek ? Nenek tadi berencana kepanti asuhan. Beruntung nenek belum pergi " Seru nenek memeluk dinda dan satria bergantian.


" Kejutan nek. Kalau nenek mau kepanti asuhan yuk sekalian sama satria dinda juga. Sudah lama satria tidak kepanti, pasti anak - anak disana sudah besar - besar ya nek. Sudah 3 tahun aku tidak kesana, terakhir sebelum aku menikah. " Ucap sambil mengingat - ingat panti asuhan tempatnya pertama kali mengenal Indra.


" Wahh.. Nenek setuju. Baiklah nenek siap - siap dulu, kebetulankan dinda ikut juga. Nenek memang tadinya mau menghubungi dinda untuk nenek ajak ke panti tapi karena ini hari libur takut mengganggu waktu kalian yang sedang berduaan " Seru nenek sambil terkekeh pelan.


" Iya nek. Kenapa tidak menghubungi dinda dari tadi nek, dinda sama sekali tidak terganggu kok nek " Ucap dinda sambil tersenyum ramah.


Nenek mengusap pucuk kepala dinda lalu memeluknya. Meskipun dinda hanya cucu menantu, tetapi dia sudah dianggap anak nenek sendiri tidak ada yang dibedakan antara satria dan dinda. Kasih sayang dinda kepada nenek sangat tulus, dia menyayangi nenek dengan penuh kasih sayang.


" Nenek kekamar dulu ya " Ucap nenek murni.


" Iya nek " Jawab dinda tetap senyumnya mengembang ramah.


Nenek murni masuk kamar untuk bersiap, tidak menunggu lama nenek keluar lagi dan sudah menenteng tas nya dan memakai topi khas nona belanda warna biru muda. Meskipun sudah tua , fashion nenek tidak perlu diragukan lagi.


Kini mereka sudah ada diperjalanan menuju panti asuhan milik nenek pribadi. Satria melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hanya perlu waktu sekitar 60 menit mobil yang dikendarai satria sudah sampai dihalaman paanti asuhan Kasih Bunda. Panti asuhan milik pribadi Nenek murni dan dibiayai secara pribadi oleh nenek selaku pemilik STR Group. Namun nenek juga menera siapapun yang bersedia menjadi donatur panti asuhannya.


" Ini panti asuhan nenek ?" Tanya dinda kagum.


Dinda tidak percaya dengan bangunan yang berdiri dihadapannya. Panti asuhan yang sangat luas. Bahkan bangunan seluas lapangan bola. Nenek sengaja tidak membuat bangunan bertingkat agar lebih safety untuk anak - anak.


" Alhamdulillah Din. Yuk masuk nanti kamu nenek kenalkan sama ibu Nursi. Ibu nursi itu orang yang mengelola panti ini Din" Ucap nenek murni.

__ADS_1


" Iya nek" Ucap dinda sambil tersenyum ramah.


Dinda dan nenek masuk lebih dulu, satria berkeliling seputar luar panti terlebih dahulu untuk melihat bangunan mana yang perlu diperbaiki. Sudah menjadi kebiasaan satria setiap kali mengantar neneknya pasti akan berkeliling terlebih dahulu.


" Assalamualaikum " Seru nenek murni dan dinda bersamaan.


" Wa'alaikumsalam. Nenek murni !!" Seru anak - anak berteriak senang saat melihat kedatangan nenek murni.


Anak - anak yang sedang bermain di teras panti itupun langsung berlarian menghampiri nenek dan secara bergantian menyalami nenek dan dinda. Mereka memang sangat dekat dengan nenek murni. Ibu nursi datang dari arah dalam dan menyalami nenek dan dinda bergantian.


Ibu nursi melirik kearah dinda, dia merasa asing dengan perempuan yang ada disamping nenek murni. Karena biasanya yang menemani nenek jika bukan satria pasti amara.


" Anak - anak sudah pada salimkan sama nenek dan kakak cantik ini ?" Tanya ibu nursi.


" Sudah bunda " Jawab mereka serempak.


Mereka semua memanggil ibu nursi dengan panggilan bunda. Ibu nursi memikik 1 anak perempuan yang saat ini sudah berusia 24 tahun dan sedang berkuliah. Seharusnya sudah selesai dari dua tahun yang lalu tetapi karena anak ibu nursi sakit dan mengharuskan dia beristirahat dari dunia pendidikannya terlebih dahulu.


Ibu nursi mengajak nenek dan dinda masuk dan duduk di ruang tamu dimana tempat biasa ibu nursi dan nenek mengobrol. Sedangkan anak - anak sedang makan kue yang tadi diberi oleh dinda.


" Menantu ? Istrinya satria nek ?" Seru ibu nursi.


" Iya benar. Cucuku kan cuma satu, Satria. Oh iya kemana Cahaya ? " Tanya nenek sambil mengedarkan pandangannya.


" Cahaya pergi ke toko buku nek, ada buku yang dia butuhkan dan tidak ada di perpustakaan kampus. Jadi dia harus beli diluar, mungkin sebentar lagi pulang nek. Dia pergi sudah dari sejam yang lalu kok " Ucap ibu nursi dengan ramah.


Nenek mengangguk paham dengan yang disampaikan ibu nursi. Merekapun berbincang - bincang , dinda bisa menilai jika ibu nursi ini seorang wanita yang kuat, tangguh dan mandiri. Dari cerita ibu nursi, suaminya sudah meninggal saat Cahaya berusia 5 tahun dan sampai saat ini ibu nursi tidak menikah lagi dan memilih merawat dan membesarkan cahaya sendiri.


Ibu nursi sendiri adalah generasi kedua yang mengurus panti asuhan Kasih Bunda. Dulu sebelum dikelola ibu nursi , panti asuhan dikelola oleh almarhum ibu Dian . Ibu nursi sendiri baru 10 tahun ini mengelola panti asuhan milik nenek murni.


Sementara itu diluar satria yang baru saja berkeliling melihat bangunan saat hendak masul kedalam panti tiba - tiba ada seseorang yang memanggilnya.


" Kak satria " Seru seorang gadis memanggil satria dengan panggilan kak.

__ADS_1


" Cahaya. Kamu darimana ? Kakak kira kamu ada didalam. " Seru satria .


" Aku dari toko buku kak. Kakak datang sama siapa ? Sama nenek ?" Tanya cahaya antusius.


" Iya kakak sama nenek dan sama istri kakak. Nanti kakak kenanalkan " Ucap satria lagi.


Haahhh Istri ?


Cahaya kaget saat satria mengatakan soal istri , sebab setahu cahaya , satria belum menikah. Sejak kapan satria menikah ? Bahkan tidak mengundang dia dan ibunya.


" Istri ? Jangan bohong kak.?"Ucap cahaya tidak percaya dengan apa yang dikatakan satria.


" Aku tidak bohong cahaya. Nanti kamu bisa berkenalan sendiri, dia ada didalam sama nenek. Dia cantik, sederhana dan yang tentunya dia bisa menerima kakak apa adanya. Dia tidak suka dengan kemewahan, akhirnya kakak bisa menikah dengan wanita yang kritetianya dari dulu kakal impikan. " Ucap satria dengan bangga.


" Baiklah nanti kenalin aku sama kakak ipar ya kak. Oh iya kak, apa mas Indra tidak ikut kesini ? Sudah lama banget dia tidak datang kepanti " Seru cahaya menanyakan keberadaan Indra.


* Aku tahu cahaya ini menaruh hati kepada Indra, tapi selama ini indra hanya menganggapnya adik saja. Sebab mereka dulu pernah tinggal dipanti ini bersama - sama sebelum akhirnya nenek membawa indra tinggal dirumah utama untuk menjadi temanku. * Gumam satria dalam hatinya.


Satria hanya menggelengkan kepala, terlihat sekali wajah kecewanya Cahaya. Satria mengajak cahaya masuk dan akan memperkenalkan kepada dinda. Mereka berjalan secara beriringan.


Dinda melihat suaminya masuk dengan seorang gadis cantik hatinya sedikit cemburu , namun sebisa mungkin dia menutupinya.


" Nenek " Seru cahaya mencium tangan nenek lalu memeluk nenek.


" Kamu sudah pulang , dapat buku yang kamu cari ?" Tanya nenek dengan ramah.


" Dapat nek, oh iya ini pasti istrinya kak satria. Kenalkan kak aku cahaya anaknya ibu nursi. Kakak cantik dan benar - benat cantik. Pantas saja kak satria jatuh cinta dam klepek-klepek sama kakak " Ucap cahaya dengan cerianya.


Cahaya memang tipe gadis yang ramai, ceria dan mudah bergaul dengan siapapun. Sehingga dia mempunyai banyak teman,dia juga dekat dengan anak - anak panti yang lainnya.


" Iya cahaya, aku dinda istri mas satria. Terimakasih atas pujiannya " Ucap dinda menyambut uluran tangan cahaya dengan baik.


* Ini yang namanya cahaya, maaf aku tadi sudah sempat menaruh cemburu. * Gumam dinda dalam hatinya .

__ADS_1


Setelah berkenalan dengan cahaya, dund diajak cahaya untuk berkeliling seputar bagian dalam panti. Setelah itu cahaya akan mengajak dinda untuk bermain dengan anak - anak. Saat ini dipanti dihuni oleh 43 anak. Ada yang bersekolah SMA , SMP , SD dan yang paling kecil mereka berusia 5 tahun.


*******


__ADS_2