
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Satria dan Dinda saat ini sudah bertolak ke Jerman, pesawat sudah mengudara dari 2 jam yang lalu. Ini perama kalinya Dinda naik pesawat dan ternyata dia mabuk pesawat. Satria dengan sigap membantu sang istri disaat akan muntah.
"Apa mau minum, Sayang?." Tanya Satria dengan lembut.
"Tidak mas. Aku hanya ingin tidur saja. Apa masih lama ya mas kita sampai?."Tanya Dinda dengan lemas.
"Masih lama sayang. Ya sudah kamu tidur saja biar tidak pusing dan mual. Kalau nanti mual lagi kasih tahu mas ya, nanti mas olesin minyak angin lagi biar perutnya terasa hangat."Ucap Satria dengan penuh rasa sabar dia memperhatikan istrinya.
Satria hanya ingin sang istri merasa nyaman dan tidak kapok saat perjalanan jauh menggunakan pesawat. Dinda terlihat hanya menganggukkan kepalanya saja lalu memejamkan matanya. Ingin menikmati perjalanan udara yang selama ini dia impi-impikan namun apa yang diharapkannya tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami. Dinda sedikit menyesal sudah memilih liburan ke Jerman, apalagi perjalanan udara sampai belasan jam.
*Mungkin tadi kalau ke Bali kita sudah sampai. Biarpun mabuk pesawat tapi kan cepat sampai. Haahh kenapa aku jadi seolah menyesal begini? Aku tidak boleh membuat mas Satria merasa bersalah, padahal memang aku yang ingin ke Jerman sekalian menjenguk Hana.*Gumam Dinda dalam hatinya.
Sementara itu saat ini Sarah sedang mendatangi salah satu rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya. Sebab Sarah mengeluhkan nyeri pada area sensitifnya dan disertai rasa gatal yang tidak wajar. Hal itu sangat mengganggu aktifitas Sarah.
Sarah memasuki ruangan dokter dan duduk tepat dihadapan dokter. Dokter Berlian, dokter yang dipilih oleh Sarah untuk dia periksa kesehatan dan konsultasi.
"Bisa diceritakan keluhannya, bu Sarah?." Ucap dokter Berlian dengan ramah dan terlihat sopan dengan pasiennya.
"Sudah seminggu lebih, saya merasakan nyeri pada area sensitif saya dokter. Disertai gatal-gatal, terkadang rasa gatal itu sangat menyiksa dan mengganggu."Ucap Sarah mulai menceritakan keluhannya kepada dokter Berlian.
"Apa ada keluhan yang lainnya?." Tanya dokter Berlian lagi.
"Kalau buang air kecil beberapa ini terasa nyeri sekali. Kira-kira sakit apa ya dok?." Tanya Sarah mulai khawatir dengan keadaannya.
__ADS_1
Mengingat dia adalah seorang wanita yang sering bergonta-ganti teman pria. Apalagi semalam terkadang bisa dua sampai tiga pria yang berbeda yang main dengannya. Sarah takut jika dia terkena penyakit kelamin yang sangat membahayakan dirinya.
"Saya periksa dulu ya, bu. Mari berbaring dulu disana."Ucap dokter Berlian sambil menunjuk kearah brankar.
Sarah mengangguk lalu berjalan menuju brankar, lalu dia berbaring. Dokter Berlian mulai memeriksa Sarah dengan teliti, dari gejala yang di ceritakan oleh Sarah, dokter Berlian bisa menyimpulkan jika Sarah terkena penyakit kelamin.
Setelah 5 menit pemeriksaan dokter Berlian selesai memeriksa Sarah. Sarah duduk kembali di kursi yang ada didepan meja kerja dokter Berlian. Terlihat dokter Berlian menghela nafas dengan berat dan hal itu membuat Sarah semakin cemas.
"Maaf sebelumnya, apa ibu Sarah selama ini sering bergonta-ganti pasangan? Atau suami ibu Sarah sendiri yang bergonta-ganti pasangan untuk berhubungan?."Tanya dokter Berlian dengan serius.
"Mungkin begitu dokter. Memangnya ada apa dengan saya, dokter?."Tanya Sarah tidak sabar ingin tahu apa yang sedang dia alami.
"Dari hasil pemeriksaan, ibu Sarah terkena penyakit Herpes jenis simpleks. Herpes simpleks termasuk dalam kategori penyakit infeksi menular seksual karena ditularkan terutama dari hubungan seksual. "Ucap dokter Berlian menjelaskan secara detail kepada Sarah.
Herpes?
Sarah membelalakkan matanya saat mengetahui dirinya terkena penyakit Herpes. Dia sangat tahu apa itu Herpes , Herpes adalah penyakit kelamin yang menular dan bisa dialami oleh pria dan wanita. Penyakit Herpes biasanya bisa terjadi karena pria dan wanita sering bergonta-ganti pasangan saat berhubungan. Dan semua yang sudah di jelaskan oleh dokter Berlian tadi semakin membuat dia syok.
"Saya serius, bu Sarah. Mulai hari ini saya harap ibu Sarah berhenti berhubungan dulu dengan suami ibu. Dan untuk mencegah penyebaran, suami ibu Sarah juga bisa dibawa periksa terlebih dahulu. Saya hanya bisa memberikan obat antivirus saja untuk ibu Sarah."Ucap Dokter Berlian.
Tubuh Sarah terasa lunglai dan lemah, seperti tidak mempunyai tenaga sama sekali. Apa yang dikatakan oleh dokter Berlian sangat membuat dia syok dan kaget. Tanpa terasa air mata Sarah menetes membasahi kedua pipinya.
"Maaf ya bu, Sarah. Saya sebagai dokter harus menceritakan apa yang terjadi dengan ibu Sarah. Saya harap ibu Sarah bisa mengikuti apa saja yang sudah saya katakan. Jaga pola makan, dan hidup dengan sehat dan berhenti berhubungan terlebih dahulu untuk mengurangi penyebaran Virusnya."Ucap dokter Berlian ikut prihatin dengan apa yang dialami oleh Sarah.
"Apa saya bisa sembuh dokter?"Tanya Sarah ingin tahu seberbagaya apa Herpes yang ada di tubuhnya.
"Maaf bu, saya tidak bisa memastikan. Yang terpenting saat ini ibu Sarah ikuti apa yang sudah saya sarankan tadi. Semoga saja keadaan ibu Sarah segera membaik dan tidak sampai ada luka di area sensitif ibu. Jika terasa gatal jangan sering-sering digaruk ya bu, nanti akan luka dan bisa bernanah."Ucap dokter Berlian.
Sarah hanya bisa mengangguk dengan pasrah, dia benar-benar tidak tahu lagi apa yang akan terjadi dengan kehidupannya kedepan nanti. Selesai urusan dengan dokter Berlian, Sarah melangkahkan kakinya dengan gontai menuju parkiran rumah sakit.
*Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah tidak sehat lagi dan aku tidak lagi bisa bekerja seperti dulu. Lantas bagaimana kehidupanku kedepan nantinya? Ini semua gara-gara Sinta !! Coba saja kalau dulu dia tidak mengajakku ikut gabung dengan usaha gelapnya itu. Pasti penyakit ini tidak akan pernah ada ditubuhku. Sinta !! Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan ku. Lihat saja aku akan membuat hidupmu menderita, Sinta. Kamu tidak bisa bahagia dia atas penderitaanku !!.*Gumam Sarah dengan geram.
__ADS_1
Sarah menyalahkan Sinta atas apa yang dialaminya, padahal semua itu juga atas ulahnya sendiri. Namun Sarah tetaplah Sarah, yang merasa dirinya selalu benar. Sarah mulai mencari cara untuk bisa menjatuhkan Sinta dan Hakim. Dua orang itu yang sudah menikmati uang atas jerih payah Sarah.
Mobil Sarah melaju dengan kencang menuju rumah Sinta. Dia tidak akan memberitahu Sinta maupun Hakim jika dia saat ini mempunyai Herpes. Sarah bertekad akan menularkan sakit itu kepada Hakim dengan begitu Sinta pun akan tertular dari Hakim.
"Sarah ! Kamu kemana saja? Dari kemarin sampai hari ini kamu tidak mengangkat teleponku. Ingat Sarah kamu itu punya hutang dengan ku, jadi jangan macam-macam dengan ku kamu."Ucap Sinta dengan ketus. Padahal Sarah juga baru turun dari mobilnya dan belum sempat masuk kerumah Sinta.
"Aku tidak enak badan, Sinta. Ini aku juga baru dari dokter, aku pusing dan badanku terasa lemas. Aku anemia dan tensi darahku juga rendah, Sinta. Dan aku juga lagi kedatangan tamu bulanan, mungkin seminggu kedepan aku tidak bisa terima tamu dulu."Ucap Sarah beralasan.
Huuffftttt
Sinta terlihat menghela nafas dengan berat, padahal malam ini ada pria yang mau memakai Sarah dan itu pelanggan tetap Sarah. Namun harus gagal karena Sarah sedang ada tamu bulanan.
"Bukannya selama ini kamu aman dan tidak kedatangan tamu. Kamu tidak sedang berbohong kan?."Tanya Sinta sedikit tidak percaya dengan Sarah.
"Apa mau bukti? Lagipula mana aku tahu jika akan seperti ini, Sinta. Mungkin karena efek aku stress dan banyak fikiran makanya seperti ini. Sudahlah aku datang untuk mengabarkan itu saja, jadi selama seminggu kedepan aku free. Sudahlah aku mau pulang."Ucap Sarah sembari melambaikan tangannya.
Sinta hanya mendengus kesal melihat tingkah Sarah yang terlihat terlalu sombong. Sarah mengendarai mobilnya menjauh dari pekarangan rumah Sarah. Saat ini dirumahnya sudah ada Hakim yang menunggunya, hari ini juga Sarah akan menjalankan aksinya. Selama 1 minggu full ini dia akan melayani Hakim, dengan begitu sudah pasti Hakim akan tertular dan Hakim juga bisa menularkan kepada Sinta.
*Tunggu pembalasan dari ku Sinta, setelah kamu tertular dan bisnis mu juga akan aku hancurkan !! Disaat kamu terpuruk, aku akan melaporkan usaha harammu itu kepada polisi. *Gumam Sarah.
Sarah tidak peduli lagi dengan yang namanya sahabat ataupun keluarga. Saat ini tujuan utamanya adalah membuat hidup Sinta dan Hakim sengsara dan berakhir dipenjara. Tanpa dijatuhkan oleh lawannya, akhirnya Sinta akan jatuh oleh tangan sahabatnya sendiri.
"Sayang kok kamu lama sekali sih? Tadi darimana saja?."Tanya Hakim menyambut kedatangan Sarah.
"Aku tadi dari menemui Sinta, aku beralasan jika aku sedang datang bulan sehingga aku tidak bisa terima tamu. Padahal aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu saja."Ucap Sarah dengan manja sambil memeluk lengan Hakim dengan manja.
"Dasar licik ya kamu ini. Tapi aku suka dengan cara licikmu itu. Baiklah sayang, yuk kita kekamar aku sudah kangen dan merindukan kamu."Ucap Hakim sudah tidak sabar lagi.
"Ayok siapa takut."Jawab Sarah dengan cepat.
Tanpa menunggu lama, Hakim justru mengangkat tubuh Sarah dengan berlari ala bridal style menuju tempat peraduan. Sarah hanya bisa tertawa dalam hatinya, dia sangat senang melihat semangat Hakim.
__ADS_1
*Bagus. Dengan begini kamu akan segera hancur Hakim, Sinta. Jika aku mati kalian juga harus mati, kalian harus merasakan apa yang saat ini aku rasakan.*Gumam Sarah dalam batinnya.