
.
.
.
💞 HAPPY READING 💞
Matahari kini mulai terbenam dan menyiratkan sinar berwarna jingga yang terlihat indah bagi siapapun yang melihatnya. Tetapi tidak bagi satria, saat ini satria ada disuatu tempat ditemani oleh indra. Satria sengaja menyendiri untuk merenungkan masalah yang ada, kembalinya kedua orang tuanya telah menorehkan luka baru.
" Satria, apa kamu akan terus begini ? Didepan istri dan keluargamu , kamu terlihat tegas dan berani. Tetapi didalam sini kamu ini rapuh dan butuh sandaran " Ucap indra sambil menunjuk kearah dadanya sendiri.
" Aku bodoh Ndra, aku ini bodoh ! Seharusnya aku mencaritahu dari dulu soal kematian orang tuaku. Saat itu aku dan nenek sangat pasrah dan menerima keadaan, karena aku juga masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Sedangkan nenek saat kecelakaan itu terjadi kami masih miskin ndra. Dan bodohnya kenapa saat aku dewasa aku tidak mencari tahu tentang kecelakaan itu! " Ucap satria menyalahkan dirinya sendiri.
Pagi tadi satria memang mendapat laporan dari orang suruhannya untuk mencari tahu tentang kedua orang tuanya. Kenyataan baru dia dapatkan, jika selama ini kedua orang tuanya hidup bahagia dan bergelimang harta. Bahkan orang tuanya juga mempunyai anak laki - laki yang usianya 7 tahun lebih muda dari satria dan saat ini sudah menikah.
Semua info yang disampaikan oleh orang suruhannya membuat satria syok dan hampir saja tidak percaya. Berbanding terbalik dengan cerita yang disampaikan oleh orang tuanya. Satria kini yakin jika orangtuanya memang sengaja merencanakan kecelakaan dan menghilang tanpa jejak karena tidak mau hidup miskin dan tidak mau mengurus satria yang saat itu sering sakit - sakitan. Kini mereka kembali dengan mengarang cerita palsu, hanya ingin memanfaatkan satria saja.
" Kamu jangan begini satria, kamu harus tegas dan kalau bisa kamu belikan saja mereka rumah agar merka tidak semakin berkuasa dirumah nenek. Ini baru kedua orangtua kamu, bagaimana jika adikmu juga ikut datang dan tinggal dengan nenek. Dari laporan orang suruhan kita adik kamu juga saat ini sudah bercerai dengan istrinya, karena dia sudah jatuh miskin dan hanya menjadi pengangguran sehingga istrinya tidak mau lagi dengannya. " Ucap indra.
Apa yang dikatakan indra memang ada benarnya, satria harus tegas dan segera bertindak sebelum kedua orangtuanya semakin merajalela.
" Indra kita pulang sekarang " Ucap satria bangkit dan segera turun kelantai bawah untuk menuju dimana mobilnya berada.
Satria dan Indra seharian ini berada di villa milik satria, villa yang sudah lama tidak dia kunjungi dan akan dia datangi disaat fikiran dan hatinya sedang kalut seperti saat ini.
" Pak , Bik tolong jaga villa ini baik - baik ya . Jika ada apa - apa tolong kabari saya, dan jika ada orang yang ingin menyewa villa ini tetap tidak aku perbolehkan." Ucap satria.
" Baik mas satria, kami selalu menjaga villa ini dengan baik. " Ucap pak Sugeng selaku penjaga villa.
" Baik terimakasih pak. Untuk urusan yang lainnya seperti biasa biar diurus sama indra" Ucap satria lagi.
Pak Sugeng dan istrinya mengangguk paham. Setelah pamit dengan para penjaga villa, satria dan indra kembali lagi kekota untuk menyelesaikan semua masalah yang ada. Belum lagi masalah keluarga istrinya yang secara terang - terangan membenci satria. Apalagi dengan pemecatan rudi dan reno hal itu semakin membuat satria dibenci oleh keluarga istrinya.
Mobil satria yang dikendarai oleh indra membelah jalanan kota yang sudah mulai beranjak malam. Adzan magrib berkumandang, dan satria meminta indra untuk mencari masjid terlebih dahulu untuk menjalankan sholat magrib.
* Pengaruh dinda sangat luar biasa, dinda berhasil membimbing satria kejalan yang lebih lurus. Padahal satria dulu pria yang begajulan, tapi otaknya tetap saja cerdas * Gumam indra dalam hatinya.
Selesai menjalankan sholat magrib satria dan indra langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah neneknya. Kali ini Indra akan ikut kerumah neneknya satria untuk bertemu orang tua satria secara langsung. Setrlah menempuh perjalanan sekitar 65 menit mobil satria sudah sampi di halaman rumah neneknya. Rumah yang biasanya sepi dan tenang kini terlihat ramai dengan musik yang memekakkan telinga.
__ADS_1
" Ada acara apa ini Pak ?" Tanya satria kepada pak satpam.
" Saya tidak tahu mas,dari sore rumah sudah ramai begitu. Sampai nenek tadi pergi sama mbak amara sampai malam belum pulang juga. Mungkin nenek menginap dibutik. Tadi ada 3 orang pria datang dan sampai sekarang juga belum keluar ." Ucap pak satpam memberitahu.
Satria dan indra saling melempar pandangan,mereka sepertinya memikirkan hal yang sama. Lalu dengan cepat satria berjalan menuju pintu utama dan membukanya dengan kasar.
Brraaakkkkk....
Suara dentemun pintu membuat orang yang ada didalamnya sedikit terusik. Tiga pria yang sedang berjoget - joget sambil berkaraoke itupun menghentikan aktifitasnya dan mendekati satria dan indra yang beridiri tepat diambang pintu. Salah satu dari mereka ada yang mematikan musik terlebih dahulu.
" Siapa kamu ? Datang - datang dengan cara tidak sopan. Apa begini cara orang tuamu mendidikmu ? Bertamu ketempat orang tidak tahu sopan santun !" Bentak salah satu pria yang tadi sedang berkaraoke.
" Oh...Aku memang tidak punya orang tua dari aku masih kecil bahkan bisa dibilang saat aku masih bayi. Karena orang tuaku sudah mati. Mati rasa dan mati mata hatinya " Jawab satria dengan santainya.
" Itu bukan urusanku. Mau apa kamu datang kesini dan siapa yang kamu cari ? Aku sebagai pemilik rumah ini merasa tidak mengenalimu jadi kamu pergi saja dari sini " Ucap pria yang bernama Hakim tersebut.
Hahahaaa... Haahaaa
Satria dan Indra tertawa lebar, bagaimana rumah yang susah payah dia bangun bersama neneknya saat ini diakui oleh orang lain yang satria saja tidak mengenalinya. Sepertinya pria yang saat ini ada dihadapannya sudah tidak waras lagi.
" Dasar orang gila , diajak bicara kok malah tertawa benar - benar tidak waras " Ucap hakim dengan sombong.
" Kamu itu yang tidak waras ! Jelas - jelas ini rumah ku , kenapa kamu mengaku-ngaku jika ini rumah kamu ? Dasar pria parasit kamu. Siapa yang mengizinkan kamu buat berantakan rumah ku ! Jawab .. !! Bentak satria dengan lantang.
Hakim langsung terdiam mendengar bentakan dari satria . Begitupun kedua teman hakim, mereka menundukkan kepalanya takut - takut .
" Kenapa ? Takut ?" Tanya satria lagi.
Mendengar ada suara ribut - ribut membuat kandar dan rahma keluar dari kamarnya. Betapa terkejutnya dia saat mendapati sudah ada satria di ruang tamu dan sedang memarahi hakim dan kedua temannya. Apalagi saat ini rumah sedang berantakan, bekas jajanan dan kaleng minuman berserakan dilantai.
" Satria, emm... Tumben kamu datang kesini ?" Tanya rahma mendekati satria.
" Kenapa ? Memangnya tidak boleh aku datang kerumahku sendiri ? Dan kenapa rumahku berantakan seperti ini ? " Ucap satria sinis.
Rahma semakin mendekati satria dan mencoba menjelaskan apa yang saat ini terjadi dirumahnya. Rahma dan kandar tadi sudah melarang hakim untuk mengundang temannya dan berkaraoke dirumah ini, namun tidak diindahkan oleh hakim.
" Satria, ini itu hakim adik kamu. Maafkan kelancangan dia ya, dia hanya ingin sedikit bersenang - senang karena selama ini diakan tidak bisa menikmati fasilitas ini. Jadi harap dimaklumi saja " Ucap ibu rahma seenaknya.
" Fasilitas ? Haiii... Semua fasilitas ini milikku bukan milik kalian. Jikapun kalian ingin memakainya harus seizinku terlebih dahulu. Lihat ini rumah ku berantakan semua hanya gara - gara anak manjamu ini !" Bentak satria sambil menunjuk kearah Hakim.
__ADS_1
* Jadi ini yang namanya satria , anak yang dulu tidak diperdulikan sams mama dan papa. Keren juga dia, dari atas sampai bawah semua bermerek. Widihh... Jam tangannya itu harganya sudah ratusan juta * Gumam hakim dari dalam hatinnya.
" Tapi kami ini orang tua kamu dan hakim adik kamu , jadi dia berhak juga menikmati fasilitas yang ada. Jangan pelit kamu !" Seru rahma tidak terima dengan pernyataan satria.
Satri dan indra hanya menggelengkan kepala dan tersenyum mengejek mereka. Aturan darimana ? Tidak ikut mencari tapi ikut menikmati hasilnya. Satri mendekat kearah hakim dan memandangnya dari atas sampai bawah.
" Anak manja ! Kalian dengar jika mulai malam ini kalian tidak aku izinkan tinggal disini. Semua yang ada dirumah ini adalah milikku , aku dan nenek yang mendapatkannya, jadi kalian tidak berhak menikmatinya. Jangan mentang - mentang kalian keluargaku kalian bisa seenaknya keluar masuk dirumah ini. Aku mendapatkan semua ini tanpa bantuan dari kalian sedikitpun, jadi kalian tidak berhak atas apa yang aku miliki !" Satria berucap dengan cukup tegas.
Hakim, rahma dan kandar terhenyak dengan apa yang dikatakan oleh satria. Satria melarang mereka untuk menikmati apa yang saat ini dimiliki oleh satria. Mereka nampak tidak setuju dengan apa yang disampaikan oleh satria.
" Tidak bisa begitu dong, aku ini kan adikmu jadi aku juga berhak atas apa yang kamu miliki " Protes hakim dengan kesal.
" Iya papa juga tidak setuju " Kandar ikut berkomentar.
" Mama juga tidak setuju " Rahma ikut juga berkomentar dan menyampaikan keberatannya.
Satria menatap sinis kearah mereka bertiga , sedangkan dua orang teman hakim tadi sudah diajak indra untuk keluar rumah. Satria maupun indra tidak menyalahkan kedua teman hakim jadi mereka dengan mudah pergi darisana.
" Memangnya kalian ikut mencari apa yang saat ini aku miliki . Aku mendapatkan semuai ini tidak mudah, aku dan nenek banting tulang. Dulu saat aku kecil saja kalian meninggalkanku dengan pura - pura kecelakaan , dasar munafik dan licik " Ucap Satria dengan tegas.
" Kamu kenapa punya fikiran seperti itu satria. Kamu menuduh mama dan papa merekayasa kecelakaan yang ada. Kamu jahat satria , kami sudah menceritakan semuanya kepada kamu tapi kenapa kamu malah mempunyai fikiran seperti itu ?" Ucap rahma yang sekarang sudah menangis.
" Percuma kamu menangis karena aku sudah tidak simpatik lagi sama kalian. Malam ini juga cepat bereskan barang - barang kalian. Kalian tidak akan tinggal dirumah ini lagi, aku sudah menyiapkan rumah untuk kalian. Tenang saja, aku tidak sejahat dan sepicik kalian. Aku akan tetap memberikan uang bulanan untuk kalian " Ucap satria tegas.
Rahma dan kandar saling pandang , begitupun dengan hakim. Namun hakim terlihat keberatan pindah dari rumah itu, padahal baru semalam saja dia menikmati kemewahan rumah satria. Belum puas umtuk menikmati fasilitas yang ada, apalagi di garasi tadi dia melihat ada mobil mewah yang sudah pasti itu milik satria. Padahak dia berniat untuk meminjamnya untuk dibawa jalan - jalan dan memamerkannya kepada teman - temannya.
" Baiklah, kami akan pindah dari rumah ini. Satu yang harus kamu tahu, jika kami tidak pernah membohongi kamu" Ucap kandar masih saja mencoba menyakinkan satria.
" Cepat kemasi barang - barang kalian karena waktuku tidak banyak untuk mengurusi kalian " Ucap satria tegas.
Rahma, kandar sudah beranjak meninggalkan satria namun tidak dengan hakim. Dan hal itu membuat kandar dan rahma menghampiri hakim.
" Kamu kenapa masih diam ?" Tanya rahma.
" Ma,aku mau ngomong sama kak satria. Emm.. Kak, boleh tidak aku pinjam mobil yang ada di garasi itu. " Ucap hakim.
Mobil yang digarasi itu adalah mobil kesayangan satria , mobil yang dia punya saat pertama kali dia ikut terjun ke perusahaan saat pertama kali dia memenangkan tander besar kerja sama dengan perusahaan asing.
" Tidak !" Jawab satria dengan tegas.
__ADS_1
Rahmapun menarik hakim masuk ke kamarnya agar dia segera membereskan barang - barang nya sebelum malam semakin larut. Rahma sudah tidak sabar ingin melihat rumah baru yang sudah dibelikan oleh satria, dia sudah membayangkan rumah yang besar dan mewah , rumah yang tidak kalah besar dari rumah yang saat ini mereka tempati.
*********