Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Toko mulai buka


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Seminggu kemudian, kini toko serba ada milik Reno susah mulai buka. Ternyata perkiraan buka meleset 3 harian, menyusun barang - barang dan mempersiapkan semuanya butuh tenaga ekstra sehingga Reno menunda pembukaan tokonya sampai 3 hari. Dan hari ini baru bisa buka toko yang akan menjadi ladang rezeki untuk Reno.


" Alhamdulillah pak, bu. Dihari pertama buka sudah seramai ini. Semoga seterusnya akan ramai seperti ini, doakan rezeki dan usaha Reno lancar ya Pak, Bu." Seru Reno sembari memperhatikan keadaan tokonya yang ramai pengunjung.


Reno akhirnya memperkejakan 3 karyawan, 2 untuk melayani dan membantu pembeli dan yang 1 untuk membantunya di kasir. Dan untuk hari ini Rena berinisiatif untuk membantu Reno ditoko, kebetulan sekolah Gibran dan Tiara tidak jauh dari toko Reno.


" Aamiin. Bapak dan ibu pasti akan selalu mendoakan anak - anak ibu dan bapak. Kami hanya berharap setelah ini kamu bisa menata kehidupanmu dan kamu bisa bahagis dengan anak kamu. Jangan fikir soal menikah dulu, perbaiki diri dan usaha kamu terlebih dahulu baru kamu cari istri lagi." Ucap Ibu Rahayu mendoakan Reno.


" Iya bu, Reno belum kefikiran untuk kembali berumah tangga. Reno ingin membesarkan usaha ini dulu bu, Reno juga ingin membahagiakan Joni serta bapak sama ibu dulu. Reno selama ini belum pernah membahagiakan bapak dan ibu."Seru Reno dengan penuh keyakinan.


" Sudah jangan sedih-sedih begini, cepat layani pelanggan tuh, mereka sudah mau pada bayar." Ucap pak Karim memberitahu.


Benar saja sudah ada 5 pembeli yang mengantri didepan meja kasir Reno. Sedangkan dimeja kasir yang satunya sudah ada beberapa yang ikut antri. Reno segera melayani para pembeli yang hendak membayar.


Semakin siang toko semakin ramai dan Reno semakin kualahan. Sebab untuk kasir sampai antrian panjang. Rena yang baru saja datang dari menjemput anaknya disekolahan langsung membantu karyawan yang lainnya.


" Nek ini tokonya paman Reno?." Tanya Tiara yang saat ini duduk di bagian belakang sembari makan siang bersama neneknya. Sedangkan pak Karim sudah pulang lebih dulu.


" Iya sayang ini tokonya paman Reno. Sudah sekarang kamu habiskan dulu makan siangnya setelah ini sholat ya sama nenek dan adik Gibran." Ucap Ibu Rahayu dengan lembut.


Tiara mengangguk patuh dengan apa yang dikatakan oleh neneknya. Sementara di meja kasir saat ini sudah lumayan sepi, sebab hari juga sudah semakin siang sehingga Reno meminta salah satu kasirnya untuk beristirahat makan siang terlebih dahulu. Baru nanti bergantian dengannya, hari pertama toko buka sambutan antusias dari para masyarakat sangat luar biasa. Sebab hari ini juga Reno memberikan diskon harga sebanyak 20% dan itu berlaku sampai tiga hari ke depan.

__ADS_1


" Cika kamu makan siang saja dulu, setelah itu nanti bergantian sama saya. Kalau dua-duanya istirahat, kasir pasti kosong." Ucap Reno dengan ramah.


" Baik Pak kalau begitu saya ke belakang untuk makan siang dan sholat dulu ya Pak." Seru Cika sambil menganggukan kepalanya.


Sementara itu Akbar dan temannya juga bergantian untuk istirahat makan siang dan sholat. Saat toko sudah mulai sepi, Rena menghampiri Reno yang saat ini sedang di meja kasir. Terlihat hanya ada sekitar 6 pembeli saja yang sedang memilih - milih barang.


" Mas Reno sudah pasang CCTV belum di toko ini?."Tanya Rena mengagetkan Reno yang sedang fokus dengan ponselnya.


" Rena, mengagetkan saja kamu ini. Soal CCTV sudah mas pasang di depan pojok kanan kiri ada dan dibelakang juga ada. Diruangan dalam toko ada 4, memangnya ada apa kok kamu tanya seperti itu?." Tanya Reno.


" Tidak apa - apa mas. Hanya mengingatkan mas Reno saja siapa tahu mas lupa. Oh iya mas, aku tidak bisa bantu sampai malam ya. Soalnya sebentar lagi aku mau pulang, anak - anak juga nanti sore mau mengaji dan aku harus memasak untuk makan malam." Ucap Rena memberitahu Reno.


" Iya Ren, tidak apa - apa. Mas terimakasih banget kamu sudah mau membantu mas. Kalau besok mau datang kesini lagi untuk bantu - bantu pintu toko ini terbuka lebar untuk kamu. Tidak apa - apa kan tenaga gratisan Hahahaaa." Ucap Reno lalu tertawa dengan lepas.


Rena melemparkan sebungkus lolipop yang ada dimeja kasir kearah Reno dan tepat mengenai kening Reno. Rena tidak marah, dia tahu Reno juga bercanda dan diapun ikut menanggapi candaan dari Reno. Ruko yang disewa Reno ini cukup luas dan ada tempat untuk sholat dan ruangan kecil untuk ruangan pribadi Reno yang ada dibagian belakang ruko.


" Iya juragan Reno." Seru Rena juga ikut tertawa kecil.


Perbincangan mereka berdua berhenti, sebab ada pelanggan yang hendak membayar. Dengan mengulas senyum ramahnya, Reno pun melayani pembeli itu dengan sangat ramah. Setelah beristirahat cukup lama, Cika kembali menghampiri Reno dan sekarang bergantian Reno yang beristirahat untuk makan siang dan sholat zuhur.


Sekitar jam setengah tiga Rena membawa kedua anaknya untuk pulang, dan Ibu Rahayu pun ikut pulang bersama Rena. Reno tidak mau menahan ibunya untuk tetap tinggal di toko, sebab Reno juga kasihan melihat ibunya yang kelelahan. Apalagi di toko belum ada kasur untuk beristirahat, hanya ada karpet kecil yang ada di ruang sholat dan itu pun dipakai untuk sholat.


************


Saat ini Sinta dan Sarah sedang berdebat hebat, sebab Sarah sudah jarang datang ke tempat usaha Sinta lagi. Dengan alasan,xSarah sudah mendapatkan pelanggan secara pribadi dan melayaninya di hotel dan ada juga yang langsung datang ke rumahnya.


" Kamu tidak bisa begitu dong Sarah, awal mula kamu terjun di bisnis ini kan kamu ikut denganku. Kenapa sekarang jadi kamu memisahkan diri seperti ini? Jangan-jangan pelanggan yang selama ini menggunakan jasamu sudah kamu lobby untuk menghubungi kamu sendiri? Iya kan? Sudahlah mengaku saja kamu Sarah." Sentak Sinta dengan kesal.


" Aaan sih mbak Sinta ini? Kalaupun aku mendapat pelanggan bukan berarti aku mau nyerobot pelanggan yang biasa datang ke tempatmu dong mbak. Aku mendapatkan pelanggan secara mandiri, dia menghubungi aku langsung. Apa salah jika mereka langsung menghubungi ku sendiri dan datang ke rumahku? Kamu jangan rakus mbak kamu juga sudah mempunyai uang banyak dan usaha kamu ini berjalan dengan lancar. Jadi kalau ada pelanggan kamu yang langsung datang ke tempatku bukan berarti aku menyerobot pelanggan kamu. Tetapi karena mereka yang membutuhkan aku sehingga mereka langsung datang ke rumahku. Lagipula aku juga sudah tidak punya hutangkan sama kamu, Mbak Sinta."Jawab Sarah tidak mau kalah dari Sinta.

__ADS_1


Plaaak Plaak


Dua tamparan berhasil mendarat dipimpin Sarah. Sinta sudah benar-benar emosi menghadapi Sarah, ternyata keputusannya untuk mengajak Sarah bergabung dengannya adalah keputusan yang salah besar. Kini justru para pelanggan yang biasa datang ke tempat Sinta, justru langsung menghubungi Sarah sendiri dan datang menemui Sarah secara langsung tanpa melalui dirinya lagi.


Plaakk


Sarah tidak mau tinggal diam, dia pun membalas tamparan Sinta namun hanya bisa satu kali saja. Sebab Hakim sudah datang dan memisahkan mereka yang sedang berdebat.


" Kalian ini apa-apaan sih ribut seperti anak kecil saja? Memangnya ada masalah apa sampai kalian main tampar-tamparan seperti ini?."Tanya Hakim yang baru saja pulang dari menjenguk orang tuanya.


" Sarah ini Mas, dia sudah mempengaruhi para pelanggan yang biasa memakai jasanya. Pelanggan itu memesan Sarah langsung kepada Sarah, tanpa melalui kita lagi. Dengan begini kita juga yang merasa dirugikan. Enak saja dia langsung menerima pelanggan di rumahnya atau di hotel tanpa melalui kita, sedangkan dia seperti ini dan mengenal orang-orang yang berduit itu juga karena kita."Ucap Sinta masih terlihat emosi.


Apa yang dikatakan Cinta Memang ada benarnya jika serah menerima pelanggan tanpa melalui mereka sudah pasti pemasukan mereka akan berkurang sebab selama sebulan ini Sarah sudah menghasilkan lumayan banyak pundi-pundi rupiah sebab orang-orang yang memakai Sarah kebanyakan seorang pengusaha dan orang berduit.


" Apa benar begitu Sarah."Tanya Hakim dengan pelan sembari memainkan matanya ke arah Sarah.


" Maksud ku juga tidak seperti itu mas, karena mereka memang langsung menghubungiku jadi ya aku melayani secara pribadi dan uang masuk ke kantong ku sendiri. Jika masih ada pelanggan yang melalui mbak Sinta ataupun melalui kamu, aku pun tetap masih mau mengambilnya. Aku masih mau melayani mereka, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan mbak Sinta. Jadi mbak Sinta jangan salah paham dulu kepadaku."Jawab Sarah mencoba menjelaskan.


Sinta masih saja terdiam dengan nafas tersengal-sengal sambil menatap tajam ke arah Sarah. Dia masih belum bisa terima jika para pelanggan yang berduit tebal langsung menghubungi Sarah, dengan begitu uang itu akan langsung masuk sendiri ke kantong Sarah.


" Lantas kenapa orang-orang itu justru menghubungimu sendiri? Dan langsung mendatangimu tanpa melalui ku lagi?."Tanya Sinta dengan ketus.


" Ya mana aku tahu mbak? Mereka mungkin puas dengan pelayananku sehingga mereka mau menghubungiku secara langsung. Siapa tahu jika menghubungi mbak Sinta, nbak Sinta akan memberi wanita yang lain. Lagi pula mereka memang ada yang beberapa meminta nomor ponselku, aku juga kan tidak tahu apa maksud mereka sehingga aku memberikan nomor ponsel itu kepada mereka.Jawab Sarah pura-pura tidak tahu padahal memang dia sendiri yang sengaja memberikan nomor ponselnya kepada para pelanggan yang berduit itu.


Hakim dibuat sakit kepala dengan perdebatan dua wanita yang tidak mau saling mengalah itu. Ini baru soal pelanggan, bagaimana jika Sinta tahu tentang hubungannya dengan Sarah? Apa yang nanti akan terjadi antara Sarah dan Sinta.


* Dua wanita ini benar-benar membuatku pusing. Gara-gara pelanggan saja mereka ribut seperti ini. Bagaimana jika Sinta nanti tahu kalau aku dan Sarah mempunyai hubungan. Bahkan aku sudah sering beberapa kali tidur bersama Sarah? Siapa yang harus aku pilih, Sarah atau Sinta?."Gumam Hakim dalam batinnya.


**********

__ADS_1


__ADS_2