Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Menjenguk Sarah


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Bagaimana keadaan mama saya, tante?."Tanya Joni saat dia sudah berada di rumah sakit.


Joni dan Ira saat ini ada di depan ruang ICU, melihat Sarah dari balik kaca. Terlihat Sarah masih tertidur di brankarnya dengan sangat lemah dan Ira tetap setia menunggu Sarah.


" Ya seperti itu Jon, mama kamu sudah sadar dari 2 jam yang lalu. Tapi belum bisa di pindahkan ke ruang perawatan, tunggu sampai keadaannya benar-benar stabil dulu."Jawab Ira memberitahu keadaan Sarah.


" Adikku dimana, tante?."Tanya Joni lagi.


" Ada di ruang bayi. Alhamdulillah adik kamu sehat, team dokter sudah memeriksa keseluruhannya dan adik kamu di nyatakan sehat. Adik kamu cewek,dia cantik dan mirip sama mama kamu."Seru Ira sambil tersenyum.


Reno hanya diam sambil mendengarkan obrolan antara Ira dan Joni. Dia ikut senang mendengar kabar jika anak Sarah sehat, jarang sekali anak dari wanita penderita sakit kelamin anaknya sehat. Biasanya akan terlahir dalam keadaan cacat atau ada kelainan.


" Pa, Joni mau lihat adik dulu. Apa papa mau ikut?."Tanya Joni.


" Papa ikut."Jawab Reno dengan singkat dan jelas.


Ira membawa bapak dan anak itu menuju kamar bayi dimana anak Sarah berada. Ira memberi tahu jika anak Sarah sampai sekarang belum diberi nama dan belum ada yang mengadzani nya.


" Apa kita tidak boleh masuk, tante?."Tanya Joni ingin sekali dia mendekati adiknya itu.


" Tidak boleh, Jon."Jawab Ira dengan cepat.


Haahhhh


Joni terlihat sedih saat tahu jika tidak boleh masuk keruangan bayi itu. Ruangan itu hanya petugas kesehatan saja yang bisa masuk, terlebih ruangan bayi memang benar-benar steril dan jikapun diizinkan masuk oleh dokter harus dalam keadaan bersih.


" Mbak Ira, apa Sarah tidak pernah cerita siapa ayah dari bayinya ini?."Tanya Reno ingin tahu siapa pria yang sudah menghamili Sarah. Setidaknya Reno bisa membantu bayi mungil itu untuk bertemu dengan ayahnya.

__ADS_1


" Saya tidak tahu sama sekali pak, Reno. Mbak Sarah tidak pernah cerita, sepertinya memang benar-benar di rahasiakannya. Aku sendiri kasihan dengan bayi itu, seharusnya disaat mbak Sarah masih seperti sekarang ini, ayah bayi itu bisa menjaga mbak Sarah dan bayinya."Seru Ira merasa iba dengan Sarah dan bayinya.


" Mbak Ira tahu bagaimana perkembangan kesehatan Sarah?."Tanya Reno lagi.


Ira hanya menggeleng pelan sambil melirik Joni yang tetap berdiri di kaca luar melihat adiknya. Reno tahu maksud Ira, ada Joni di situ sehingga Ira tidak mau membicarakan kesehatan Sarah. Dengan begitu saja Reno dapat menyimpulkan jika Sarah sedang tidak baik-baik saja.


" Aku tahu apa yang saat ini mbak Ira fikirkan. Semoga saja Sarah bisa cepat sembuh dan bisa mengurus anaknya dengan baik."Seru Reno.


" Aamiin." Jawab Ira mengaminkan ucapan Reno.


* Sarah memang sudah menyakitiku dan sudah membuat aku pernah merasakan kebencian yang mendalam. Namun, Sarah juga pernah ada di hatiku dan kami pernah hidup bersama selama 14 tahun. Seburuk apapun Sarah, dia tetap ibu dari Joni. Sebisa mungkin aku akan membantu Sarah dan bayinya.*Gumam Reno dalam hatinya.


Sudah satu jam Joni dan Reno ada di rumah sakit, mereka harus segera kembali. Jarak dari rumah sakit dari rumah lumayan jauh, perlu perjalanan hampir 2 jam sehingga Joni dan Reno tidak bisa berlama-lama menjenguk Sarah.


Reno berpesan kepada Ira, jika Sarah dan bayinya butuh apa-apa dan kenapa-kenapa diminta untuk segera menghubunginya. Ira juga sudah menyimpan nomor ponsel Reno.


*******


Sudah 2 hari Sarah di ruangan ICU dan hari ini Sarah sudah bisa di pindahkan di kamar perawatan. Anak Sarah terpaksa diberikan susu pengganti, sebab dokter tidak membolehkan meminum Asi dari Sarah. Sebab penyakit kelamin Sarah sudah dalam kategori bahaya.


" Jangan bicara seperti itu mbak, Sarah. Kita ini sesama manusia harus saling tolong menolong dan saya ikhlas menolong dan membantu mbak Sarah."Jawab Ira dengan bijak.


" Iya mbak. Mbak, apa aku boleh menggendong anakku?."Tanya Sarah dengan mengulas senyum ramahnya.


" Tentu saja boleh dong. Anak mbak Sarah sehat dan cantik, sebentar ya saya ambil dulu dari bok bayinya."Seru Ira bangkit lalu menghampiri bok bayi yang memang ada di kamar rawat.


Bayi Sarah memang sudah berada di kamar rawat Sarah, seperti biasa suster mengantarkan bayi itu setelah dimandikan dan akan diambil saat sore hari untuk dimandikan kembali. Dan saat selesai mandi sore nanti di kembalikan kembali di kamar Sarah. Dan Ira lah yang akan mengurus bayi itu selama berada di kamar Sarah.


" Ini mbak, hati-hati ya mbak Sarah kan masih lemas."Ucap Ira memberikan anak itu kepada Sarah.


" Hallo anak cantik. Kamu baru pertama kali ya mama gendong, eh mama pangku. Kalau gendongkan mama harus berdiri, oh iya kamu mau mama beri nama Anggun. Biar kelak kamu menjadi anak yang anggun seperti namamu. Jangan menjadi seperti mama ya nak, semoga kamu kelak bisa menjadi anak yang sukses. Anggun iya itu sekarang nama kamu, Sayang."Ucap Sarah dengan mata yang berkaca-kaca sambil mencium pipi anaknya.


* Anak ini harus bisa menjadi anak yang baik, anak yang bisa membanggakan siapapun yang kelak akan menjadi orang tua nya. Aku tidak mau anakku menjadi wanita murahan seperti ku, cukup aku saja yang menjadi wanita murahan tidak dengan anakku.*Gumam Sarah dalam hatinya.


Sarah terus memikirkan, pada siapa dia akan menyerahkan anak nya. Pada Ira? Tidak ? Sarah tidak mau membuat Ira semakin kerepotan dengan kehadiran anaknya.

__ADS_1


" Mbak Sarah kenapa?."Tanya Ira yang melihat Sarah meringis kesakitan.


Dengan cepat Ira mengambil Anggun dan kembali meletakkannya di boknya.


" Mbak Sarah apa yang sakit? Apa mau aku panggilkan dokter?."Tanya Ira dengan khawatir.


" Tidak, tidak perlu mbak Ira. Ini hanya nyeri saja, biasa jika habis melahirkan ceaser pasti seperti ini."Ucap Sarah berbohong.


Ira sebagai orang awam dan tidak paham apa dengan ceaser hanya bisa ber oh ria saja. Padahal saat ini Sarah sakit bukan karena luka ceasar nya akan tetapi karena penyakitnya yang semakin hari-semakin menggerogoti tubuhnya. Sarah juga menderita gagal ginjal, yang sengaja dia rahasiakan dari Ira. Dia sudah tahu jika ginjalnya bermasalah semenjak masih menjadi istri Reno, namun dia tidak mengindahkannya.


" Mbak apa saya boleh minta tolong lagi?."Tanya Sarah sambil menahan sakit.


" Apa mbak?."Tanya balik Ira.


" Tolong carikan, kertas dan pena mbak. Ada yang mau aku tulis."Jawab Sarah sangat pelan.


" Iya, mbak sebentar saya mintakan dulu sama suster ya."Ucap Ira lalu segera keluar dari kamar Sarah.


Sarah mengambil ponsel yang ada di atas nakas lalu dia mengirim pesan kepada seseorang yang memang ingin dia temui.


[ Sinta, aku di rawat di rumah sakit XX. Bisakah kamu datang kesini, ada hal penting yang ingin aku sampaikan sama kamu.]


Ternyata Sarah mengirim pesan kepada Sinta, dia berharap jika Sinta bisa datang menemuinya di rumah sakit.


" Ini mbak kertas dan penanya."Seru Ira datang dengan membawa 3 lembar kertas Hvs dan pena lalu dia serahkan kepada Sarah.


" Iya mbak, Terima kasih."Jawab Sarah singkat.


Sarah mengambil kertas itu dan mulai menuliskan sesuatu di atas kertas itu. Ira penasaran dengan Sarah, kenapa Sarah tiba-tiba meminta kertas dan pena dan Sarah juga seperti sedang menahan rasa sakit. Terlihat sesekali dia meringis sembari memegangi perut sebelah kirinya.


* Semoga saja mbak Sarah sedang tidak menyembunyikan sesuatu dari ku. Apa ya yang kira-kira di tulis mbak Sarah? Mbak Sarah aku tahu kamu itu kesakitan tapi kamu pura-pura kuat.*Gumam Ira dalam hatinya.


Sarah pun selesai menulis dan melipat kertas itu lalu memberi nama masing-masing pada kertas itu. Setelah itu dia menyimpan kertas itu di bawah bantalnya.


**********

__ADS_1


__ADS_2