
.
.
.
💞 HAPPY READING 💞
Masalah satu belum selesai kini datang masalah baru lagi. Kembalinga kedua orang tua satria membuat satria harus lebih hati - hati dan waspada lagi. Yang namanya kejahatan ibu bisa datang darimanapun, bisa dari orang - orang terdekat dan bisa juga dari keluarga sendiri.
Malam ini atas permintaan neneknya, satria dan dinda menginap dirumah neneknya. Kini satria dan dinda sudah berada di dalam kamar.
" Mas,aku mau bicara soal orang tuamu tetapi aku minta kamu jangan tersinggung ya mas?" Seru dinda belum apa - apa sudah takut dahulu.
" Memang ada apa ? bicaralah mas tidak akan marah." Tanya satria penasaran.
Hhhhuuufffttt
Dinda terlihat menghela nafas panjang, dia merasa tidak enak ingin menyampaikan apa yang dia lihat dari gelagat kedua orang tua suaminya. Bukan berniat untuk mengadu domba, dinda hanya ingin tidak ada orang yang memanfaatkan kebaikan suaminya. Biarpun itu orang tua suaminya sendiri.
Satria terus memandang dinda dan menunggu apa yang ingin dikatakan oleh dinda. Dengan sabar satria menunggu dinda membuka suara.
" Kamu mau bicara apa sayang ?" Tanya satria lagi.
" Emm... Mas, maaf ini ya. Aku tidak bermaksud untuk mengadu domba atau berfikir megatif terhadap orang tua mu. Tapi dari cara mereka bicara dan dari gerak - geriknya sepertinya mereka ada maksud tertentu. Selama ini mereka sepertinya sengaja menghilang dan mereka datang disaat mereka sudah tahu kamu dan nenek sukses. Kalau boleh aku tahu sejak kapan masempunyai kekayaan ini ?" Tanya dinda ingin tahu banyak tentang suaminya.
" Sejak kapannya aku tidak paham sayang, dulu nenek memang orang miskin dan dia tidak punya apa - apa. Bahkan dia juga pernah mengumpulkan barang bekas. Saat aku terlahir, nenek masih miskin. Dan saat aku berusia 1 tahun kedua orang tuaku kecelakaan dan dinyatakan menghilag dan meninggal tanpa ada jasadnya. Tidak tahu bagaimana awalnya saat aku berusia 6 tahun kehidupan kami berubah drastik, nenek punya usaha dan semakin berkembang dan besar sampai sekarang. " Satria menceritakan tentang masalalu keluarganya.
Dari cerita satria barusan, dinda merasa yakin jika kedus orang tua suaminya memang ada niat tidak baik. Mereka kembali setelah 28 tahun dinyatakan meninggal , namun kembali disaat keluarga suaminya sudah sukses dan bergelimang harta. Sepertinya kecurigaan dinda tidak bisa diragukan lagi, dindapun kembali menceritakan apa yang dia takutkan kepada satria dan beruntungnya satria mempunyai pemikiran yang sama.
" Kita waspada saja sama mereka Sayang. Kamu lihat sendirikan tadi mereka memaksa agar papa bisa masuk keperusahaan dan meminta jabatan yang tidak masuk akal. Aku tidak masalah mereka kembali dan hidup bersama kita, aku mau menanggung biaya hidup mereka bagaimanapun mereka orang tua kandungku. Tetapi jiks mereka datang untuk mengusikku atau ada niat lain yang tidak baik, aku tidak segan - segan melawan mereka dengan caraku sendiri. " Ucap satria penuh rasa yakin.
Dinda tersenyum dan memberi semangat suaminya. Sebenarnya dinda itu kasihan dengan suaminya, dulu yang suaminya tahu kedua orangtuanya menghilang dan dinyatakan meninggal saat dia berusia satu tahun. Namun saat ini mereka ternyata masih hidup dan kembali datang menemui suaminya, tapi semua itu mereka lakukan tidak tulus.
Sementara itu dikamar lain saat ini rahma dan kandar sedang merencanakan sesuatu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
" Rahma, kamu harus bisa menyakinkan satria agar dia mau memasukkan bapak keperusahaan itu. Ingat rahma jika tujuan awal kita kembali adalah ingin hidup enak tanpa susah - susah kerja. " Ucap kandar.
" Aku ingat mas. Kalau tahu kehidupan mereka sudah enak seperti ini sudah pasti dari dulu kita kembali ke kota ini mas. Tidak perlu kita kerja sampai luar kota, yang sampai sekarang uangnya juga tidal terkumpul sama sekali. " Ucap rahma kesal.
__ADS_1
" Bagaimana mau terkumpul jika setiap hari uang yang kita dapatkan habis dimeja judi " Jawab Kandar.
Rahma dan kandar adalah pecandu judi, dan kini sudah merambat kejudi online yang lebih mencekik para pengikutnya. Mereka tidak punya tabungan sama sekali, mobil dan rumah yang mereka punya pun di sita bank karena tidak bisa membayar hutang - hutangnya. Bahkan usaha toko bangunan yang terbilang sangat ramai harus gulung tikar dan akhirnya tokopun terjual dan uang kembali habis untuk bayar hutang dan main judi.
" Jika aku bisa masuk perusahaan satria itu, aku bisa dengan mudah untuk mengeruk uang perusahaan apalagi dengan jabatan menejer keuangan akan semakin mudah menguasai uang satria. Jangan sampai istrinya yang menguasainya. Kalau soal ibumu itu pasti mudah kita kadalan, kalau satria dan istrinya sepertinya susah. " Ucap kandar.
" Kamu benar mas, nanti aku akan mencoba merayu ibu siapa tahu ibu mau bicara sama satria. Satriakan paling penurut sama ibu. " Ucap rahma seolah dia tahu betul tentang anaknya itu.
Rahma dan kandar terus membahas rencana - rencana mereka yang sudah mereka susun sedemikian rupa. Mereka memang kembali dengan tidak tulus ini menemui satria dan neneknya. Tujuan utama mereka adalah mengambil apa yang saat ini sudah dimiliki oleh satria, rasa kasih sayang mereka untuk satria sudah mati dari 28 tahun yang lalu. Pada dasarnya dari satria dilahirkan mereka tidak menyanyangi satria.
********
Pagi hari saat satria dan dinda ingin pulang kerumah mereka pribadi. Tiba - tiba rahma dan kandar ingin ikut dan tinggal bersama mereka. Satria tidak setuju, dan menyarankan lebih baik tinggal dengan nenek sekaligus menemani nenek.
" Maaf aku tidak bisa membawa kalian berdua ikut tinggal dirumah ku. Rumah ku tidak sebesar rumah nenek, jadi lebih baik kalian tinggal disini dan menemani nenek. Tenang saja aku akan menanggung semua kebutuhan kalian, nanti masing - masing kalian akan aku kasih uang bulanan 5 juta " Ucap satri mulai terlihat dingin menghadapi kedua orang tuanya.
Baru sehari bertemu mereka sudah banyak mau, yang mau ikut kerja di perusahaan dengan jabatan tinggi. Mau ikut tinggal dirumahnya, makin terlihat jika mereka mempunyai niat tidak baik. Satria bukanlah anak kemarin sore yang mudah di bodohi dan dimanfaatkan orang lagi. Selama 5 tahun hidup diluaran sana sudah mengajarkan satria banyak hal. Mana yang benar - benar tulus dan mana yang hanya modus, satria bisa membedakannya.
" Apa ? 5 juta ?" Tanya rahma dan kandar bersamaan.
Mereka tidak menyangka jika satria akan memberikan uang bulanan 5 juta, bahkan rahma berharap sebulan satria bisa memberikan uang bulanan sampai 100 juta.
" Lima juta itu sudah banyak rahma. Lagipula untuk makan minummu sudah ditanggung satria. Uang 5 juta itu hanya untuk keperluan kamu sendiri. " Ucap nenek menyetujui keputusan satria.
Satria menggeleng sambil tersenyum tipis, dengan mudahnya ibu yang selama puluhan tahun tidak memperdulikannya meminta uang bulanan 100 juta. Bahkan satria sendiri yakin jika kecelakaan waktu itu adalah unsur kesengajaan agar kedua orang tuanya bisa pergi tanpa membawa satria , jadi dengan pura - pura kecelakaan dan terbawa arus bisa membuat mereka dengan mudah pergi tanpa satria.
" Istriku saja tidak aku kasih uang bulanan sebanyak itu , kenapa kalian minta uang bulanan 100 juta ?" Tanya satria.
" Karena aku ibu kandungmu dan aku yang melahirkan kamu satria. Apa kamu lupa itu ?" Ucap rahma yang mulai meninggikan suaranya.
" Ibu ?. Sudah aku bilang ibu ku itu sudah meninggal 28 atau 29 tahun yang lalu. Aku hanya punya nenek , bik jum dan sekarang aku juga punya dinda. Kalian itu siapa? Orang tua yang tidak punya rasa perduli sama sekali dengan anaknya, jangan - jangan selama ini kalian berdua yang sudah merencanakan kecelakaan itu !" Ucap satria lagi.
Deg...
Rahma dan kandar saling melempar pandangan, apa yang dikatakan satria memang benar. Tapi tidak semudah itu mereka akan mengakui semua kebohongannya. Dengan berbagai cara mereka harus menyangkalnya. Tidak mau sampai usahanya kembali menjadi sia-sis.
Hikkss... Hikkss...
Tiba - tiba rahma menangis sesunggukan untuk mencari perhatian satria.
__ADS_1
" Kamu tega bicara seperti itu sama ibumu dan ayahmu satria. Selama ini kami ini juga hidup menderita karena jauh dari keluarga, bahkan kami terpaksa kerja puluhan tahun untuk membayar hutang kepada orang yang sudah menolong kami. Tega kamu seperti itu, ini pasti karena kamu termakan ucapan istrimu. " Ucap rahma melirik benci kearah dinda.
" Jangan bawa - bawa istriku. Bahkan jika disuruh memilih antara kalian dan dinda aku akan memilih dinda !" Bentak satria dengan kasar.
Dinda dan nenek langsung mengusap punggung satria agar dia bisa sedikit tenang dan tidak terbawa emosi. Dinda baru pertama kali ini melihat suaminya marah dan membentak dengan kasar, apalagi yang dibentak adalah ibunya sendiri.
" Aku tidak mau durhaka kepada kalian, makanya sampai sekarang aku mencoba bersikap baik. Aku mau membiayai hidup kalian, itu semua aku lakukan karena aku masih perduli dengan kalian. Jika kalian tidak suka dengan istriku kalian bisa pergi dari sini. Memangnya kalian ini siaps berkomentar buruk kepada istriku. " Ucap satria lagi penuh emosi.
" Mas sudah, jangan emosi begini. Bagaimanapun mereka orang tua mas. Aku tidak apa - apa kok, mama bicara seperti itu karena dia belum tahu dan belum mengenal aku dengan baik. " Ucap dinda menenangkan satria.
" Kamu itu pasti mau sama anakku karena uang kan ?" Seru kandar yang kini ikut bersuara.
Bugghhh....
Satria kehilangan rasa sabarnya , bagaimana bisa orang tuanya bicara seperti itu tentang dinda. Sehingga satria melayangkan pukulannya tepat di perut lelaki yang bergelar ayahnya.
" Sekali lagi kalian menghina istriku, lihat saja kalian akan tahu akibatnya. Asal kalian tahu, aku menikahi dinda saat aku ini miskin. Selama 5 tahun aku hidup miskin sebagai pedagang es cendol keliling, atas dasar apa kamu mengatakan dinda hanya mau uang ku?" Seru satria dengan kesal.
Satri mengambil tangan neneknya dan menciumnya dengan takzim, setelah itu dia membawa dinda segera pergi dari rumah neneknya. Tidak mau berlama- lama berada dirumah neneknya.
" Kalian ini baru juga datang sehari sudah bikin ulah. Dinda itu wanita yang bisa menerima satria apa adanya,bahkan saat satria hanya pedagang cendol keliling saja hanya dinda wanita yang mau mendekati satria. Aku kecewa dengan sikap kalian, kalau seperti ini lebih baik kalian pergi saja dari rumahku " Ucap nenek murni ikut kesal dengan kelakuan anak dan menantunya.
Setelah bertahun - tahun menghilang kini datang hanya ingin mengganggu rumah tangga satria saja. Mereka berdua menunduk seakan menyesali perbuatannya. Ternyata tidak mudah menaklukkan satria dan neneknya.
" Maaf bu " Jawab kandar dan rahma bersamaan.
" Jangan pernah mengusik rumah tangga satria jika kalian masih mau tinggal disini !" Ucap nenek tegas.
Setelah bicara seperti itu nenek masuk kekamarnya , tidak menghiraukan anak dan menantunya. Padahal tadi nenek sudah punya rencana untuk mengajak rahma dan kandar jalan - jalan dan belanja. Tetapi belum sempat nenek menyampaikan keinginannya mereka sudah berulah dan membuat satria marah.
Satria jarang sekali marah, jika dia marah betarti orang itu sudah keterlaluan dan tidak tahu diri.
" Kamu sih tadi bicara sampai tidak terkontrol " Seru kandar menyalahkan rahma.
" Kok aku yang disalahkan ? Tadikan kamu yang bicara mengatakan dinda hanya mau uang satria, sampai akhirnya satria memukulmu kan ?" Tanya rahma dengan kesal.
" Kita sama - sama salah. Sudahlah nanti kita pikirkan caranya minta maaf agar satria tidak marah lagi. Ya sudah sana buatkan aku kopi. " Ucap kandar.
" Ada pembantu ngapain harus aku. Sekarang kita itu sudah hidup enak, jadi orang kaya jadi nikmati saja hidup ini " Ucap rahma dengan angkuhnya.
__ADS_1
Kandar tersenyum dan mengangguk mendengar penjelasan sang istri. Tinggal suruh salah satu ART kopi dan cemilanpun sudah sampai di hadapan mereka.
********