Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Liburan Satria dan Dinda


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Satria dan Dinda saat ini sedang jalan-jalan, mereka mengunjungi Bradenburg Gate yang merupakan simbol utama gerbang Berlin dan lambang utama penyatuan Berlin barat dan Berlin timur.


Dinda terlihat sangat bahagia bisa menapakkan kakinya di kota yang dia impikan dari dulu, Berlin. Apalagi saat ini dia ada di Bradenburg Gate.


"Mas, aku tidak menyangka bisa menyambangi tempat ini. Nanti saat Raja sudah bisa diajak perjalanan jauh aku akan mengajaknya ke Negara Jerman, dan akan berkunjung ke kota Berlin. Dulu saat masih sekolah aku memang memimpikan bisa berkunjung di Berlin dan berada di Bradenburg Gate ini. Terimakasih mas, kamu sudah mewujudkan mimpiku."Seru Dinda memeluk Satria dengan erat.


"Sama-sama sayang. Nanti kamu mau keliling duniapun aku akan mewujudkannya. Setelah dari negara Jerman ini kamu mau kemana lagi?."Tanya Satria dengan serius.


"Aku ingin ke Maldives mas. Aku ingin kepantai nya yang terkenal dengan pasir putihnya dan laut biru seperti kaca. Dulu saat disuruh menghayal aku ini paling berambisi tinggi sendiri. Kadang ditertawakan oleh teman-temanku. Tapi nanti nunggu Raja bisa ikutan ya, kasihan Raja kalau ditinggal-tinggal terus sama mama dan papanya."Ucap Dinda dengan serius.


Sebagai seorang ibu dia juga tidak tega meninggalkan anaknya yang masih berusia beberapa bulan. Dia berjanki jika anaknya sudah bisa di ajak perjalan jauh, dia akan membayar hutang kepada Raja. Ya, jalan-jalannya ke Jerman kali ini Dinda menganggapnya hutangnya kepada Raja yang suatu saat nanti harus dia bayar, dengan mengajak Raja berkunjung ke Jerman.


"Apapun untukmu, istriku tersayang."Jawab Satria yang memang ingin membahagiakan istri dan ansknya.


Satria membayar waktu beberapa tahun yang dialami Dinda saat hidup serba kekurangan. Saat ini apapun yanh diminta sang istri, Satria akan mengabulkanya dan akan mencoba menepatinya.


" Nanti kita belanja oleh-oleh ya Mas. Kita besok lusa harus sudah pulang, kasihan Raja ditinggal terlalu lama. Apalagi kita juga sudah merepotkan keluarga untuk menjaga Raja. Oh iya mas, selama mas di Jerman ini apa Indra tidak kualahan mengurus urusan kantor? Mas itu harus memberikan waktu cuti untuk Indra, kasihan loh semenjak menikah belum bulan madu sama sekali. Kasihan, jangan memforsir tenaganya."Ucap Dinda tidak mau jika suaminya terlalu mendewakan pekerjaan sehingga tidak memikirkan tenaga para karyawannya.


"Kamu tenang saja, Sayang. Setelah kita pulang dari sini, Indra dan Amara akan liburan juga. Tujuan nya kemana sih mas tidak tahu."Ucap Satria.

__ADS_1


Dinda mengangguk paham dengan apa yang sudah dikatakan oleh suaminya. Dinda dan Satria kini jalan-jalan menyusuri Bradenburg Gate, mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. Hana tadi sudah di ajak Dinda untuk ikut, namun Hana cukup tahu diri. Dia lebih memilih belajar di hari liburnya, daripada ikut jalan-jalan. Hana membiarkan Satria dan Dinda untuk menghabiskan waktu bersama, jika sudah kembali ke Indonesia belum tentu mereka punya waktu berdua.


**********


"Mas, kamu tahu Sarah kemana tidak?." Tanya Sinta yang kebingungan.


Dari kemarin dia menghubungi Sarah tetapi ponsel Sarah mati dan tidak bisa dihubungi. Padahal Sinta ingin menanyakan kapan dia bisa kembali bekerja lagi. Para pelanggan sudah banyak yang menanyakan keberadaan Sarah.


"Mana aku tahu."Jawab Hakim dengan kesal.


"Kok kamu jawabnya begitu sih mas? Kamu marah sama aku?."Tanya Sinta tidak suka dengan gaya bahasa Hakim saat menjawab pertanyaan Sinta.


"Marah ? Untuk apa aku marah sama kamu, Sayang? Alu hanya tidak suka saja sama Sarah, bekerja sama kita kok tidak ada tanggung jawabnya begini. Mana hutang belum lunas juga kan?." Tanya Hakim pura-pura.


"Iya mas, hutangnya memang belun lunas. Masih 75 juta lagi, awas saja kalau sampai dia mangkir dan tidak mau bayar hutangnya. Pokoknya hidup nya tidak bakal tenang, apalagi kalau sampai dia kabur."Ucap Sinta dengan kesal.


Padahal tadi Hakim hanya pura-pura saja bicara soal hutang Sarah. Akan tetapi memang Sarah belum membayarnya dan uang 100 juta yang dia kasih itu dikemanakan. Hakim semakin menyesal sudah terbuai dan royal dengan Sarah, ternyata Sarah tao ubahnya hanya seorang rubah betina.


*Sialan kamu Sarah !! Sepertinya kamu memang merencanakan semua ini secara diam-diam. Aku tidak akan tinggal diam, aku akan mencari keberadaan mu sampai keujung langitpun akan aku kejar dan aku akan buat perhitungan. *Gumam Hakim dalam batinnya.


"Sinta tolong buatkan aku teh dong. Badanku tidak enak banget nih, terasa pegal-pegal dan rasanya lelah sekali. Kira-kira tukang pijat yang bisa pijat capek dimana ya?."Tanya Hakim.


"Bukannya kita punya panti pijat plus ya mas. Kenapa kamu harus cari tukang pijat yang lain, minta saja sapah satu dari mereka untuk memijat kamu biar irit biaya juga mas. Tapi cuma pijat saja,tanpa ada layanan plusnya."Seru Sinta begitu mudah menyuruh Hakim pijat dengan anak buahnya.


Hakim hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, dia tidak menyangka jika Sinta akan memintanya untuk pijat dengan salah satu karyawannya. Sudah pasti Hakim menolaknya secara terang-terangan, sebab para wanita yang bekerja dengan Sinta tidak ada yang bisa memijat dengan sempurna. Hanya berkedok jasa pijat saja, padahal apa yang dipijat belum tentu bisa membuat rasa lelah di badan hilang.


Hakim membutuhkan tukang pijat yang benar-benar asli tukang pijat, yang bisa meredakan rasa lelah dan pegal-pegal disekujur tubuhnya. Semenjak sakit tubuh Hakim justru terasa pegal-pegal dan mudah sekali lelah.

__ADS_1


" Jangan ngawur kamu Sinta !! Aku ini bukan ingin pijat dengan belaian-belaian para wanita itu ! Tetapi aku ingin pijat untuk menghilangkan rasa pegal-pegal pada tubuhku ini. Dan yang aku butuhkan benar-benar asli tukang pijat, bukan tukang pijat abal-abal seperti mereks !!." Jawab Hakim terdengar cukup serius dan tegas.


" Ya sudah nanti aku carikan tukang pijat, tapi tidak bisa kamu panggil orang itu ke sini l. Sebab dia termasuk orang luar dan aku khawatir dia akan banyak bertanya tentang tempat yang saat ini kita kelola."Ucap Sinta tetap selalu waspada apapun itu.


" Iya terserah kamu yang penting kamu cari tukang pijat, dan jika sudah mendapatkannya nanti aku yang akan menemui tukang pijat itu ke rumahnya."Jawab Hakim mengikuti apa saja yang sudah menjadi keputusan Sinta.


Hakim mulai merasakan nyeri lagi pada senjatanya, bahkan bintik-bintik yang mengeluarkan air semakin banyak. Saat buang air kecil pun rasa nyeri semakin terasa dan luar biasa sakitnya. Sampai detik ini, Hakim belum menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kepada Sinta. Hakim tidak mau jika Sinta mengetahui apa yang terjadi dengannya. Sinta pasti akan meninggalkannya begitu saja, dan Hakim tidak mau hidup di kolong jembatan.


Jika Sinta mengusirnya sudah pasti dia akan kehilangan semua fasilitas yang dia miliki. Bahkan uang yang sengaja dia ambil secara diam-diam dari Sinta pun kini sudah lenyap akibat rayuan maut dari Sarah. Uang itu sudah berpindah ke rekening Sarah, dan saat ini Hakim tidak mempunyai banyak uang untuk membiayai hidupnya. Terlebih saat ini dia sakit dan memerlukan banyak biaya untuk pengobatan.


*Sinta jangan sampai tahu kalau aku sakit Herpes. Tapi lama-lama Sinta pasti akan tahu, apalagi jika aku tidak menyentuhnya? Aku tidak mungkin melakukan hubungan itu dengan keadaanku yang seperti ini. Untuk kencing saja sakit apalagi untuk berhubungan dengan Sinta. Sepertinya Sinta itu harus sibuk terus sehingga dia melupakan masalah ranjang.*Gumam Hakim dalam hatinya.


"Kalau Sarah itu benar kabur bagaimana ya, Mas. Soalnya tadi aku juga sudah kerumahnya tapi sudah ditempati orang lain. Aku telepon juga nomor dia tidak aktif juga dari kemarin. Uang 75 juta itu besar loh, apa kita laporkan saja Sarah kepolisi?." Tanya Sinta meminta persetujuan Hakim.


"Jangan main-main sama polisi Sinta. Kamu tahukan apa yang kita jalani ini sangat beresiko, bisa-bisa kita sendiri yang akan masuk bui."Ucap Hakim tidak setuju dengan Sarah.


"Kamu benar juga sih mas. Kalau kita lapor polisi kita juga yang akan sulit. Huuhh Sarah, kamu benar-benar menguji kesabaranku. Oh iya, apa mungkin Reno tahu dimana Sarah ya? Sebab bukannya akhir-akhir ini Sarah terobsesi ingin rujuk dengan Reno. Sepertinya aku harus menemui Reno, semoga saja dia tahu keberadaan Sarah."Ucap Sinta dengan serius.


Setelah bicara seperti itu, Sinta langsung menyambar tas dan kunci mobil yang ada di atas meja. Dengab segera dia menghampiri mobilnya yang ada di garasi mobil, tanpa menunggu lama bahkan tanpa pamit dengan Hakim, Sinta melesat meninggalkan rumahnya. Sinta ingin menemui Reno di toko, dia sangat berharap Reno tahu keberadaan Sarah.


*Dasar istri durhaka. Pergi main selonong saja, padahal suami ada didepan matanya. Sana temui saja Reno, aku yakin Reno juga tidak tahu keberadaan Sarah. Mana mungkin Reno tahu, sedangkan Reno saja sangat membenci Sarah. Huuuhh... Ini benar-benar sial !!*Gumam Hakim sembari mengusap kasar wajahnya.


Aarrgghhhhhh


Hakim berteriak sembari mengacak rambutnya dengab frustasi. Mana sudah sakit, uang 350 juta melayang begitu saja, sama sekali tidak ada difikiran Hakim akan menderita herpes dan dikhianati oleh Sarah.


**********

__ADS_1


__ADS_2