Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Mendatangi Sarah


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Satria sudah mengetahui keberadaan Sarah menyembunyikan Joni. Saat ini Satria, Beni dan Reno menuju lokasi dimana Sarah bersembunyi. Sarah tidak tahu jika keberadaannya sudah dilacak oleh anak buah Satria.


"Mas apa mas mau melaporkan masalah ini kepolisi ?."Tanya Satria serius.


"Belum tahu, Satria. Selagi Sarah tidak membahayakan Joni aku sih tidak masalah, tapi lihat nanti yang penting kita sudah punya bukti percakapan di telepon tadi. Oh iya Beni, nanti jangan lupa kamu rekam semua kejadian disana. Jika Sarah berontak dan tidak bisa diajak bicara baik-baik terpaksa kita bawa masalah ini kepolisi. Saat ini yang aku fikirkan Joni, jika kita datang langsung membawa polisi bagaimana dengan mental Joni ? Aku khawatir Joni trauma, dan akan mempengaruhi psikisnya."Seru Reno menjelaskan panjang lebar.


"Yang dikatakan mas Reno benar juga. Apalagi Joni itu masih dibawah umur, ya sudah kita datangi Sarah bertiga saja dan kita ajak dia bicara baik-baik. Semoga saja Sarah bisa mengerti dan tidak akan bersikap alot."Ucap Beni ikut berpendapat.


Satria mengangguk paham dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Reno. Mereka memang tidak bisa egois dengan langsung membawa polisi, ada Joni yang juga harus dijaga perasaannya. Bagaimanapun Sarah ibu kandung Joni, orang yang melahirkan Joni.


Beni mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Bemi dan Satria tadi hanya dikantor sampai siang saja dan saat jam makan siang mereka menemui Reno sebab Satria sudah mendapat titik lokasi keberadaan Sarah. Tidak mau membuang-buang waktu lagi Satria langsung mengajak Reno dan Beni menuju tempat Sarah.


Drettt Dreett Drreettt


Ponsel Satria bergetar, ada panggilan masuk dari Bone orang yang dia suruh untuk mengawasi rumah kontrakan Sarah.


[Hallo ada apa, Bone? Wanita itu masih ada ditempatnya kan?.] Tanya Satria.


[Hallo Bos, wanita itu masih ada di rumah kontrakannya. Tetapi sepertinya dia sedang adu mulut dengan anak yang dia bawa itu. Suaranya terdengar sampai seberang jalan tempat saya mengintai.] Seru Bone memberitahu jika Sarah dan Joni sedang berantem.


[Hemm kamu awasi saja terus, jangan sampai wanita itu kabur. Dan kamu harus pastikan jika Joni tidak kenapa-kenapa.]


[Sepertinya Joni aman Bos. Wanita itu mengunci Joni di dalam kamar terdengar Joni beradu mulut meminta untuk dibukakan pintu tapi wanita itu tidak mau membukanya.]


[Ok kamu awasi terus, mungkin 10 menit lagi kami akan sampai sana.]


[Ok bos.]


Klik


Satria mematikan sambungan teleponnya, mata Reno sedari tadi memang memandang kearah Satria. Sangat berharap Satria mau menceritakan apa yang terjadi dengan Joni.


"Joni tidak apa-apa mas. Kata Bone, Joni dikurung dikamar dan berteriak memanggil-manggil Sarah untuk minta dibukakan pintunya namun Sarah menolaknya."Ucap Satria menjelaskan.


"Kurangajar Sarah itu !! Anak kandungnya dia perlakukan seperti itu."Seru Reno sembari mengepalkan kedua tangannya.


"Sabar mas, jangan emosi dulu."Seru Satria meminta Reno untuk menenangkan emosinya.

__ADS_1


Mobil yang dikendarai Beni sudah sampai dialamat tujuan. Beni memarkirkan mobilnya di tanah kosong yang ada di samping rumah kontrakan Sarah. Bone melihat Boss nya sudah datang langsung menghampirinya bersama Wardi.


"Itu rumahnya bos, sepertinya wanita memang sudah tidak waras. Tadi dia sempat triak-triak tidak jelas sampai ada warga yang menghampiri rumah kontrakannya."Seru Bone menjelaskan.


"Terus apa kata sang warga itu?." Tanya Satria ingin tahu alasan Sarah kepada warga.


"Saya coba tanya ke warga tadi, Sarah bilang anaknya memang sedang ada gangguan kejiwaan sehingga teriak-teriak terus. Sehingga dia juga ikut pusing dengan anaknya dan melampiaskannya dengan berteriak."Seru Bone lagi.


"Jadi dia beralasan Joni gila? Dasar Sarah sudah tidak waras lagi dia itu."Ucap Reno geram.


"Baiklah. Kamu dan Wardi tetap awasi situasi dan keadaan sekitar, jangan sampai ada warga yang curiga dengan kedatangan kami. Kami bertiga mau masuk kerumah kontrakan itu."Ucap Satria memberikan intruksi.


"Siap Bos."Seru Bone dan Wardi bersamaan.


Satria, Reno dan Beni berjalan mendekati rumah kontrakan Sarah. Seperti yang sudah mereka rencanakan, jika mereka akan datang secara baik-baik agar tidak menimbulkan keributan di tempat tinggal orang. Satria dan Beni, mereka bersembunyi terlebih dahulu di samping rumah. Sedangkan Reno mengetuk pintu seperti tamu pada umumnya.


Tok Tok Tok


Reno mengetuk pintu sampai tiga kali, namun pintu belum terbuka juga. Reno hendak mencoba mengetuk pintu kembali namun ternyata pintu terbuka dan terlihat Sarah membukakan Reno pintu. Sarah nampak terkejut melihat kedatangan Reno yang secara tiba-tiba.


"Mas Reno !! Kamu tahu tempat ini darimana? Padahal aku tadi tidak memberitahu kamu tempat ini loh?."Tanya Sarah terkejut dan heran dengan kedatangan Reno.


"Jangan pura-pura lupa Sarah, kamu sendiri loh yang tadi menyebutkan tempat tinggal ini. Mungkin kamu lagi banyak fikiran sehingga kamu lupa. Apa aku tidak kamu persilahkan masuk?."Tanya Reno mencoba bicara baik-baik dengan Sarah. Padahal dalam hatinya dia ingin sekali segera menghajar Sarah.


Sarah masih bingung dengan fikirannya sendiri, namun dia juga senang dengan kedatangan Reno yang tampak baik-baik saja.


Reno masuk dan duduk dikursi yang ada diruang tamu itu. Pandangannya mengitari sekeliling sudut rumah kontrakan Sarah. Reno mencari keberadaan Joni, dia sangat ingin segera bertemu dengan Joni dan membawanya pulang.


"Mana Joni?."Tanya Reno langsung pads intinya.


"Kenapa buru-buru menanyakan Joni sih mas? Padahal ini kesempatan kita untuk berduaan dan memadu kasih terlebih dahulu, apalagi istrimu tidak ada. Bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu didalam kamar. Tentunya kamu kangenkan sama permainanku di ranjang, ayolah jangan jual mahal."Seru Sarah yang kini sudah mengalunggkan tangannya di leher Reno.


Brruukkk


Dengan kasar Reno mendorong Sarah sampai Sarah terjatuh dan mengaduh kesakitan. Reno jijik dengan kelakuan Sarah yang sudah seperti wanita murahan. Sarah memang wanita murahan, Reno.


"Jaga sikap kamu, Sarah ! Aku datang kesini untuk menemui Joni dan membawa pulang Joni bersamaku. Jangan pernah beranggapan kedatanganku karena aku mau rujuk dengan mu. Itu tidak akan pernah tejadi, dasar wanita menjijikan !."Bentak Reno dengan kesal.


"Papa, papa !! Apakah papa ada diluar." Seru Joni dari dalam kamar.


Reno mendekati sumber suara, ternyata berasal dari kamar yang terkunci. Dengan segera Reno menjawab panggilan dari Joni.


"Joni, ini papa nak. Apa kamu baik-baik saja ?." Tanya Reno mendelatkan telinganya kedaun pintu.


"Joni baik-baik saja pa. Pa, tolong keluarkan Joni dari sini, tapi Joni mohon papa jangan main kasar dengan mama. Joni tidak mau papa mengotori tangan papa dengan memukul atau bersikap kasar."Seru Joni.

__ADS_1


Satria dan Beni kini juga sudah masuk, membuat Sarah semakin kaget dengan kedatangan Satria dan Beni. Namun Sarah tidak takut, dia justru melakukan perlawanan dengan meminta Satria dan Beni keluar dan tidak perlu ikut campur dengan urusannya.


"Kalian jangan ikut campur, ini urusanku dengan mas Reno. Pergi kalian !! ."Bentak Sarah dengan lantang.


"Haii mbak Sarah, apa kamu ini sudah gila ? Anak sendiri kok di sekap, kalau memang sudah tidak waras minum obat atau berobat mbak. Atau mau aku antarkan ke rumah sakit jiwa?" Seru Beni yang memang jarang bicara tapi sekalinya bicara bikin sakit hati.


"Aku akan teriak jika kalian tidak keluar dari sini."Ancam Sarah tetap membela diri.


"Silahkan saja berteriak, jika kamu mau mendekam dipenjara lagi, yang kemarin kurang lama kan?."Seru Satria sama sekali tidak takut dengan ancaman Sarah.


Sarah langsung terdiam, sepertinya percuma juga dia melawan, sebab dia hanya sendiri dan para lelaki itu bertiga. Namun Sarah tetap bersih keras tidak mau membuka pintu kamar Joni.


"Buka pintu nya, Sarah !!."Bentak Reno dengan lantang dengan suara yang menggelegar.


"Tidak !! Sebelum kamu berjanji untuk mau rujuk dengan ku, aku tidak akan membuka pintu kamar itu. Bila perlu biar saja anak itu mampus, dia juga anak yang kurangajar. Anak yang tidak tahu terimakasih, percuma aku melahirkan anak itu jika anak itu tidak berguna!!." Teriak Sarah dengan penuh amarah.


Plaaakkk


Reno sudah tidak bisa lagi mengendalikan dirinya, ayah mana yang tidak akan marah jika anak kandungnya disumpahi mampus. Apalagi kata-kata itu keluar dari mulut seorang ibu.


Beni merekam semua kejadian yang sudah berlangsung, Beni merekam menggunakan kamera kecil yang dia tempelkan didinding dekat pintu masuk. Dari sana terlihat jelas seisi ruangan, sebab kontrakan itu memang kecil dan tidak ada sekatnya.


" Kamu boleh menghinaku dan menyakitiku Sarah. Tapi tidak untuk anakku. Ibu macam apa kamu ini menyumpahi anak kamu mati?." Seru Reno dengan kesal.


"Aku tidak peduli. Selagi kamu tidak mau rujuk dengan ku, lebih baik anak kurangajar itu mampus !"Seru Sarah menyeringai dengan sinis.


"Sudah gila kamu. Lihat saja, kamu pasti akan mendekam dipenjara Sarah." Seru Reno penuh penekanan.


"Penjara ? Kamu punya bukti apa?." Tanya Sarah dengan menyeringai.


Disaat Reno dan Sarah berdebat, Beni dan Satria mencoba mengeluarkan Joni dengan cara mendobrak pintu kamar tempat Joni disekap.


"Joni kamu menyingkir, biar Om Satria dan Om Beni dobrak pintunya." Seru Satria.


"Iya om."Jawab Joni singkat.


Braaak Brakkk


Pintu itu cukuk kuat, Satria dan Beni belum berhasil mendobrak pintu itu. Namun mereka tidak putus asa, mereka mencobanya lagi.


"Haii mau apa kalian? Berani kamu dobrak pintu itu aku akan teriak !!."Seru Sarah berteriak.


Satria dan Beni tidak menghiraukan apa yang diucapkan Sarah. Mereka tetap mendobrak pintu itu, sedangkan Reno menarik Sarah yang mencoba ingin menghalangi Satria dan Beni.


Braaaakkk

__ADS_1


Akhirnya pintu berhasil di dobrak oleh Satria dan Beni.


**************


__ADS_2