Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Pekerjaan Sarah


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Terimakasih Om. Kalau kesini selalu pakai jasa ku ya, aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk Om." Ucap Sarah kepada pelanggannya.


Ini pertama kali Sarah melayani pelanggannya, seharusnya sudah dari kemarin Sarah mulai bekerja dengan Sinta. Namun karena tiba-tiba Sarah pusing jadi dia baru bisa malam ini memulai pekerjaan. Sarah melakukan dengan sepenuh hati, sebab uang sudah membutakan mata hatinya.


" Ok sayang ku. Ini uang untuk bayaranmu dan ini tips untuk kamu, aku pergi dulu ya nanti kalau pulang kemalaman istriku marah." Ucap pria itu dan masih sempat untuk mencium Sarah sekilas.


Sarah menerima lembaran merah yang diberikan oleh pria yang baru saja memakainya serta membiarkan pria itu menciumnya. Pria itupun keluar dari kamar Sarah, Sarah mulai menghitung uang tips yang tadi diberikan oleh pria hidung belang itu.


" Lumayan dikasih tips 500 ribu. Ini bayaran yang 2 juta harus aku setahkan sama Sinta dan aku hanya dapat setengahnya saja. Seandainya setiap kali main bayaran full untuk aku pasti aku alan senang tapi harus bagi dua sama Sinta. Hemmm tidak apa - apalah bagi dua masing - masing 1 juta. Mungkin nanti kalau hutangku lunas aku keluar saja dari sini dan aku tinggal calling pelangganku saja untuk datang kerumahku." Seru Sarah sembari tersenyum.


Sinta masuk ke kamar yang dipakai oleh Sarah dan meminta uang bayaran Sarah.


" Mana bayaran kamu ? Pria tadi bayar kamu 2 juta untuk 2 jam kan? Sini yang 1,5 juta." Ucap Sinta.


" Kok 1,5 juta sih mbak? Perjanjiannya kan bayaran bagi dua?." Ucap Sarah mencoba menolak.


" Yang 500 ribu buat cicilan hutang kamu Sarah, aku tidak mau rugi. Setiap kali kamu dapat pelanggan, bayaran kamu akan langsung aku potong. Oh iya untuk tips itu hak kamu pribadi jadi aku tidak akan memintanya. Kamu pandai - pandai saja kasih servisan yang memuaskan agar pelanggan kamu terus memakai kamu. " Ucap Sinta dengan senyum liciknya.

__ADS_1


Sinta merasa puaa sudah membuat Sarah seperti wanita murahan yang sesungguhnya. Rumah tangga Sarah juga sudah berantakan. Sarah masih merasakan sakit hati atas penghinaan Sarah dan Reno waktu itu, disaat dia datang kerumahnya untuk meminta bantuan mengeluarkan Rudi dari penjara justru Sarah dan Reno memarahinya dan menghinanya.


" Nih 1,5 juta. Apakah sudah ada pelanggan lagi yang mau memakai jasa ku?." Seru Sinta sembari mengulurkan uang 1,t juta kepada Sinta.


" Nah gini dong. Kalau begini kan sama- sama enak, kamu juga tinggal melayaninya saja. Tempat dan pelanggan juga aku yang menyiapkan. Kamu lumayan juga loh Sar, baru pertama kali main sudah ada yang bayar 2 juta. Kalau begini terus tarifmu bisa naik terus, oh iya sebentar lagi ada yang mau memakai kamu. Dia masih di jalan, siap- siap saja kamu soalnya dia berani bayar 4 juta untuk 2 jam." Ucap Sinta dengan senyum sinis tetapi Sarah tidak menyadarinya.


Sinta keluar dari kamar Sarah dengan senyum mengembang puas. Dia berhasil menghancurkan rumah tangga Sarah dan kehidupan Sarah, dengan begitu dendamnya dan sakit hatinya terbayar sudah.


* Biarpun aku wanita yang tidak baik, setidaknya aku tidak buka lobang untuk siapa saja, selama ini hanya mas Rudi, Badar dan Hakim. Hakim juga saat ini memang sudah menjadi suamiku. Hemmm nikmati saja hidup kamu yang sesunggguhnya, Sarah.* Gumam Sinta dalam batinnya.


Sementara saat ini Reno sedang membaca koran untuk mencari lowongan pekerjaan. Dia tidak mau menunggu lama - lama, dia mempunyai tanggungan Joni yang harus dia nafkahi sehingga dia bergerak cepat untuk mencari pekerjaan.


" Bagaimana Ren, dapat pekerjaannya?." Tanya ibu Rahayu dengan lembut yang kini sudah duduk di sofa depan Reno.


" Aamiin. " Seru ibu Rahayu.


Ibu Rahayu terus memperhatikan Reno yang serius membaca koran untuk mencari lowongan pekerjaan. Dia kasihan sekali dengan nasib anak laki - lakinya itu , kedua anak laki - lakinya ternyata selama ini salah menikahi wanita. Rudi menikahi Sinta yang ternyata dia wanita tidak benar, Reno menikahi Sarah yang ternyata juga bukan wanita baik - baik. Tetapi kedua anak wanitanya menikah dengan pria yang tepat.


" Apa kamu tidak mencoba meminta tolong kepada Satria dan Dinda saja untuk memberi kamu pekerjaan, Reno." Seru Ibu Rahayu mulai membuka percakapan lagi di antara mereka.


" Reno tidak mau merepotkan Dinda dan Satria, Bu. Biarkan Reno mencari pekerjaan sendirim, Reno ingin berusaha sendiri dengan tangan dan kemampuan Reno sendiri bu. Apapun pekerjaannya akan Reno kerjakan bu, tapi kalau tidak dapat juga mungkin Reno akan meminta tolong mereka bu. Sekarang Reno sudah sadar bu, ternyata selama ini Reno salah dan Reno juga banyak salah sama bapak dan ibu. Maafkan Reno ya bu." Seru Reno ucapannya terdengar sangat tulus.


" Sudahlah Reno, jangan seperti ini. Ibu dan Bapak sudah memaafkan kamu. Yang penting sekarang kamu fokus sama Joni dan pekerjaan, ibu doakan semoga kamu segera mendapat pekerjaan. Apapun itu pekerjaanya yang penting halal." Seru Ibu Rahayu menasehati Reno.


Reno mengangguk penuh keyakinan, dia kembali mencoba mencari lowongan pekerjaan di koran yang sedari tadi dia pegang. Ibu Rahayu meninggalkan Reno di ruang keluarga sendirian, dia masuk kamar untuk beristirahat. Diliriknya jam yang menempel di dinding kamarnya sudah menunjukan pukul 10 malam.

__ADS_1


Pagi harinya Reno sudah bersiap untuk mengantarkan surat lamarannya keperusahaan - perusahaan. Reno sudah menyiapkan surat lamarannya dari semalam, dia lembur sampai jam 2 malam.


" Papa mau kemana?." Tanya Joni yang tahu papanya sudah rapi.


" Mau cari pekerjaan. Ini juga papa juga sudah bawa 3 surat lamaran jadi papa tinggal mengantarkan keperusahaan - perusahaan dan setelah itu sembari mencari pekerjaan juga ditempat lain. Doakan papa semoga bisa segera dapat pekerjaan ya." Ucap Reno dengan senyum kearah Joni.


Joni terdiam, dia bangga mempunyai Papa seperti Reno. Joni menyesal dulu menjadi anak yang tidak menurut dengan kedua orang tuanya. Joni dulu memang anak yang manja, pemalas dan setiap kemauannya harus segera dituruti jika tidak dia akan marah dan mogok sekolah berhari - hari. Joni mulai berubah semenjak Reno tidak lagi bekerja, dia tidak banyak menuntut namun dia semakin menjadi anak pendiam.


" Joni kok diam saja?." Tanya Reno sembari menggerak - gerakkan tanggan nya didepan wajah Joni.


" Emm iya pa. Semoga papa cepat dapat pekerjaan sehingga bisa segera membayar uang sekolah Joni. " Ucap Joni dengan terbata - bata sebab dia tadi melamun.


" Aamiin." Reno mengaminkan ucapan anaknya.


Pak Karim ikut bergabung di meja makan disusul ibu Rahayu dengan membawa sepiring telor ceplok untuk menemani nasi goreng yang sudah terhidang diatas meja makan. Mereka berempat sarapan dengan hening, setelah beberapa menit Reno dan Joni sudah selesai sarapan.


Reno mengantarkan Joni sekolah mengendarai motor pak Karim. Setelah sampai sekolahan Joni, Joni turun dan Reno langsung melajukan motornya menuju perusahaan yang ingin dia masuki lamaran pekerjaan.


* Semoga saja diantara 3 perusahaan ini ada yang mau menerimaku. Akan aku buktikan kepada Sarah jika suami miskinnya ini juga bisa merubah nasibnya. Jika ini gagal aku tidak akan pantang menyerah, ada anak yang harus aku nafkahi. Jika aku punya modal, aku lebih senang buka usaha saja tetapi untuk buka usaha tentunya harus ada modal.* Gumam Reno dalam hatinya.


Motor Reno berhenti di depan gedung perusahaan pertama tepat jam 8 pagi. Rudi masuk dan hendak menyerahkan surat lamarannya, namun ternyata nasib baik belum berpihak kepada Reno. Lowongan pekerjaan sudah tutup satu hari yang lalu, Reno akhirnya meninggalkan perusahaan dengan lesu.


* Koran yang aku baca semalam memang koran sudah dua hari yang lalu, jadi wajar kalau lowongannya sudah tutup kemarin. Mau cari lewat internet juga sudah dua hari aku tidak punya kuota internet. Mau meminta ibu atau bapak aku malu, makan minum ku saja dari mereka.* Gumam Reno dalam batinnya.


************

__ADS_1


__ADS_2