Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Sinta tahu soal Hana


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Ini tempat apa dan rumah siapa?" Tanya Hakim saat sampai didepan tempat tinggal Sinta yang dia jadikan tempat usaha panti pijat juga.


Hakim sedikit risih dengan tempat tinggal Sinta, sebab banyak sekali wanita yang sedang tertidur diruang tengah dengan pakaian yang tidak sopan. Meskipun pria yang tidak baik, Hakim belum pernah masuk kedalam tempat seperti itu.


" Ini tempat tinggal ku. Rumahku sekaligus tempat usahaku, sebuah panti pijit yang menyediakan layanan yang berbeda. Jika kamu mau boleh tapi denganku saja ya." Seru Sinta sembari mengedipkan matanya dengan manja.


Hakim mengangguk paham, dia sudah tahu tempat seperti apa yang saat ini dia datangi. Dengan begitu Hakim tidak perlu malu - malu lagi meskipun dia belum pernah datang ketempat seperti itu. Hakim akhirnya tahu jika Sinta bukanlah wanita baik-baik tetapi dia tidak masalah, dirinya sendiri juga bukan pria baik. Dia suka judi dan mabuk-mabukan memang tidak sampai bermain wanita. Daripada untuk main perempuan lebih baik untuk berjudi.


" Oh jadi kamu ini perempuan yang menyediakan jasa pijat dan pelayanan secara plus. Aku kira tadi kamu itu wanita baik-baik. Ternyata kamu juga wanita yang heemmmm bagaimana ya susah untuk dijelaskan."Seru Hakim mulai berani menggoda Sinta.


" Hari gini bicara soal wanita baik-baik. Mungkin dari 1000 wanita baru kamu akan menemukan 1 wanita yang memang dia wanita baik-baik. Kamu lebih baik jangan banyak tanya, sekarang ikut kekamarku. lebih baik kita bicara diruanganku saja." Seru Sinta mengajak Hakim masuk kekamarnya.


Hakim hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki Sinta masuk ke kamar pribadinya. Setelah sampai kamar, Sinta melepaskan sepatu tingginya serta meletakkan tasnya. Di depan Hakim dia tidak malu untuk mengganti bajunya, untuk mengganti dengan pakaian santai saja. Melihat keberanian Sinta, membuat Hakim hanya bisa menelan salivanya saja.


" Berani juga kamu." Seru Hakim mulai mendekati Sinta dan mengusap punggung Sinta dengan lembut.


" Jangan macem-macem kamu. Meskipun aku ini penyedia jasa pijat dan pelayanan plus, aku tidak seperti wanita diluar sana yang mau dengan siapa saja." Seru Sinta menepis tangan Hakim dengan pelan.


" Tadi bukannya kamu mau nya kamu sendiri yang akan melayaniku. Tapi kenapa sekarang jadi menolak." Seru Hakim dengan senyum menggoda Sinta.


" Iya tapi tidak sekarang. Karena sekarang ada yang harus kita bicarakan, dan ini lebih penting dari soal ranjang. Oh iya sebenarnya bagaimana hubungan kamu dengan Satria? Apa kamu beneran adik kandungnya dan kenapa kamu bisa sampai di penjara?" Tanya Sinta dengan beruntun.


Hakim melangkah mendekati sofa yang ada di kamar Sinta, dia duduk di sofa sembari membuka minuman kaleng yang ada diatas meja lalu menghidupkan sebatang rokok dan mengepulkan asapnya tinggi-tinggi. Terdengar helaan nafas sebelum dia memulai ceritanya.


" Aku memang adik kandung Satria tetapi beda nasib saja. Dia dibesarkan oleh nenek yang kaya raya sedangkan aku selama ini tinggal dengan kedua orang tuaku di luar kota. Dan selama ini hidup kami susah, kami niat datang kekota ini untuk meminta hak kami tetapi Satria tidak memberikannya sampai dia memenjarakan kami bertiga dengan tuduhan pencemaran nama baik." Ucap Haki bercerita dengan penuh kebohongannya.

__ADS_1


Dia tidak akan menceritakan yang sesungguhnya, jika dia menceritakan yang sesungguhnya sama saja dia membuka bangkainya sendiri. Dan dia tidak akan dapat pendukung. Sinta yang mendengarkan cerita Hakim masih belum seberapa paham, namun yang Sinta tangkap jika Satria menguasai semua harta warisan dari keluarga dan tanpa mau membagi sedikitpun kepada Hakim dan kedua orang tuanya, bahkan dia tega memenjarakan orang tua kandungnya juga.


Sinta jadi tetingat dengan Rudi, mantan suaminya. Rudi juga sempat dipenjarakan oleh Satria tanpa mau membebaskannya sampai akhirnya Rudi meninggal. Sinta yakin jika Hakim adalah orang yanv tepat untuk diajak kerja sama untuk menghancurkan Satria.


" Mantan suamiku juga pernah dipenjarakan oleh Satria. Sampai pada akhirnya dia meninggal di dalam penjara. Kita sepertinya punya tujuan yang sama, sama - sama ingin menghancurkan Satria. Satria juga saat ini menguasai anakku. Asal kamu tahu mantan suamiku adalah kakak dari Dinda yang tidak lain kakak iparnya sendiri. Tetapi dia tetap memenjarakannya." Seru Sinta bercerita dengan sangat antusius.


Haaahhh?


Hakim tidak menyangka jika mantan suami Sinta adalah kakak dari Dinda. Dan Satria tetap memanjarakannya, Hakim tidak habis fikir dengan apa yang ada difikiran Satria. Menurutnya Satria terlalu egois sehingga dia bersikap semaunya sampai keluarga sendiripun dipenjarakan.


* Ini benar - benar tidak masuk akal. Saudara dari istri sendiri di penjarakan sampai meninggal di dalam penjara. Berarti Satria memang tidak pandang bulu. Kenapa aku jadi takut dan ngeri begini mau balas dendam dengan nya. Secara dia banyak uang dan banyak anak buah, sedangkan aku? Hanya seorang diri dan tidak punya apa-apa.* Gumam Hakim mulai takut dengan apa yang sudah dia rencanakan saat sudah keluar dari penjara.


" Wooii kenapa kamu melamun? Aku ini mau mengajak kamu kerjasama,siapa tahu kita bisa menghancurkan Satria dan Dinda sama - sama. Kamu harus mau bekerja sama denganku. Aku ingin membalaskan kematian suamiku dan merebut kembali anakku yang saat ini ada digenggamannya." Seru Sinta penuh dengan ambisi.


" Iya nanti kita bicarakan lagi, sekarang perutku lapar. Apa ditempat mu ini tidak ada makanan yang bisa untuk aku makan. Aku tidak bisa berfikir dengan baik jika perut dalam keadaan lapar." Ucap Hakim beralasan padahal dia sengaja meminta makan agar tidak keluar uang sendiri untuk membeli makanan.


Sinta mendengus dengan kesal lalu menghubungi salah satu anak asuhnya untuk membelikan makanan untuk mereka. Melihat Sinta menghubungi anak asuhnya untuk membeli makanan, Hakim pun tersenyum dengan senang sebab uangnya akan utuh.


" Terus kalau aku tinggal disini aku mau tinggal dimana? Aku tidak mau kalau kamar ku dipakai juga oleh para tamu-tamu mu juga. Aku mau kamar pribadi , biarpun kecil yang penting privasiku terjaga." Ucap Hakimdengan seenaknya.


Hakim menelan salivanya sendiri melihat pemandangan didepannya. Paha Sinta benar - benar putih dan mulus, sepertinya Hakim mulai tergoda dengan kemolekan tubuh Sinta.


" Tunggu saatnya pasti kamu akan aku cicipin juga." Seru Hakim.


" Apa yang mau kamu cicipin?."Tanya Sinta pura - pura tidak tahu padahal dia sangat - sangat paham apa yang dimaksud oleh Hakim. Dari sorot matanya saja sudah bisa terlihat jika Hakim tergoda dengan Sinta.


" Oh itu makanan yang tadi kamu pesan."Jawab Hakim asal-asalan.


Sinta tidak mau banyak bertanya lagi, saat ini dia memang sedang lapar dan ingin segera makan. Sinta menunggu anak asuhnya yang sedang membeli makan siang untuknya dan Hakim. Cukup lama menunggu dua bungkus nasi padang ayam bakar sudah sampai dihadapan Hakim dan Sinta. Tanpa menunggu lama makanan itupun langsung mereka makan.


*************


Sore harinya Sinta dan Hakim pergi kesalah satu pusat perbelanjaan untuk mencari pakaian ganti untuk Hakim. Hakim tidak mau memakai pakaian lamanya yang menurutnya suda jadul dan tidak layak pakai. Sinta hanya menemani Hakim saja sementara Hakim yang berbelanja.

__ADS_1


Saat Sinta sedang duduk di kursi yang tidak tak jauh dari toko tempat Haki membeli pakaian Sinta yang sibuk memainkan ponselnya tiba-tiba dikagetkan oleh seseorang yang memanggilnya.


" Tante Sinta ." Seru seorang wanita seumuran dengan Hana.


" Iya, loh ini kalau tidak salah Vivikan ?" Tanya balik Sinta yang memang mengenali Vivi. Teman Hana yang Sinta kenal memang hanya Vivi , itupun dulu karena Vivi pernah sekali datang kerumah menjenguk Hana yang sedang sakit.


Sinta mulai heran kenpa saat ini dia bisa bertemu dengan Vivi padahal setahu Sinta mereka saat ini seharusnya masih ada diluar kota untuk menyelesaikan kegiatan yang diadakan oleh sekolahan.


" Kok Vivi ada disini, sama siapa?" Tanya Sinta mencari tahu siapa tahu dia sama Hana.


" Sama mama tante. Mama lagi belanja jadi aku muter-muter saja sendiri, hari libur tante mau kemana lagi. Lagipula Hana juga sudah jauh. Oh iya tante kabar Hana bagaimana ? Pasti dia senang banget ya bisa bersekolah ke luar negeri." Seru Vivi yang memang tidak tahu jika kepergian Hana dirahasiakan dari Sinta.


Deggghh


Jantung Sinta mulai tidak aman, dia tidak tahu jika selama ini Hana ada diluar negeri. Dengan arti selama ini Satria dan Dinda sudah membohonginya dan merahasiakan semua ini darinya. Sinta mencoba menanyakan sekali lagi, siapa tahu tadi dia salah dengat sebab suasana sedang ramai.


" Maksud kamu bagaimana Vivi? Tante tidak paham, coba kamu jelaskan." Seru Sinta dengan serius.


" Hana kan sudah tidak pindah sekolah Tante. Katanya mau pindah keluar negeri, setahuku dia berangkat keluar negeri sudah ada seminggu ini. Kurang lebih seminggu ini tante." Jawab Vivi dengan jelas.


Wajah Sinta langsung memerah dan dia mengepalkan kedua tangannya. Tiba - tiba Vivi berpamitan sebab ibunya sudah menghubunginya dan memintanya untuk menyusul ditempat mamanya tadi belanja. Sinta tidak pernah menyangka jika Hana saat ini sudah ada diluar negeri.


* Kurangajar !! Jadi selama ini aku dibohongi Satria dan Dinda ? Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus segera memberi mereka pelajaran, segera mungkin Hana harus pulang kekota ini lagi.* Gumam Sinta dengan kesal.


" Kenapa kamu? Wajahmu sepertinya sangat kesal begitu?" Tanya Hakim menghampiri Sinta.


" Nanti aku ceritakan dirumah saja. Sudah belum belanjanya ? Cepat kita segera pulang." Ucap Sinta dengan kesal.


" Belum selesai aku menghampirimu karena aku mau meminjam uang. Uangku kurang dan aku mau pinjam uang satu juta sama kamu. Mana cepat sini, aku mau membayar barang belanjaanku."Uccap Hakim seenaknya seolah menjadikan Sinta bendahara keuangannya.


Hhhuuuufffff


Sinta mencoba menahah emosinya agar tidak meledak ditempat umum seperti ini. Dengan segera dia memberikan uang 1 juta kepada Hakim. Dengan senyum sumringah Hakim menerima uang dari tangan Sinta dan segera kembali masuk toko serta menuju meja kasir.

__ADS_1


**********


Mohon dukungannya ya kak. TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2