
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Keadaan Perusahaan Satria kini sudah kembali normal, beberapa perusahaan yang kemarin sempat menarik kerjasamanya kini sudah kembali bergabung. Mereka terlebih dahulu meminta maaf karena sudah termakan dengan berita hoax di luar sana. Satria tidak mempermasalahkannya sebab mereka memang tidak tahu apa-apa sehingga mudah termakan oleh berita hoax, yang diciptakan oleh keluarga Satria sendiri.
Hukuman kedua orang tua Satria dan adiknya kini sedang diproses. Untuk Kandar dan Rahma dipastikan akan lebih lama mendekam di penjara, karena kasus kecelakaan yang dia rencanakan 29 tahun yang lalu kini diproses juga.
Satria sudah menyerahkan semua bukti-bukti kejahatan Kandar dan Rahma kepada polisi. Dan polisi sudah memprosesnya, dan akan segera diajukan ke meja pengadilan.
Sang hari ini juga Satria diminta datang ke kantor Polisi untuk kembali memberikan keterangan. Setelah memberikan keterangan selesai, Satria menyempatkan diri menemui Rudi. Rudi sendiri sudah 2 bulan mendekam di penjara.
" Untuk apalagi kamu menemui ku? " Tanya Rudi dengan pelan.
Selama 2 bulan di penjara tubuh Rudi terlihat lebih kurus dan badannya juga tidak terawat. Bahkan rambutnya sudah terlihat lebih panjang dari hari sebelumnya ,ada rasa kasihan terhadap Rudi namun hukuman 2 bulan itu belum cukup untuk Rudi.
" Aku hanya ingin tahu keadaan mu saja mas." Ucap Satria dengan tenang.
" Mau apa juga kamu melihat keadaan ku ? Tah yang membuat aku seperti ini juga kamu kan ?." Seruse Rudi dengan Ketus.
" Karena kamu sudah mencari masalah denganku dan kamu juga sudah berusaha mencelakaiku. Masih beruntung masalah ini tidak aku bawa ke meja pengadilan. Jangankan kamu yang cuman kakak iparku. Kedua orang tuaku saja aku penjarakan." Jawab Satria dengan tegas.
Deg...
Rudi tertegun dengan penuturan Satria. Bahkan orang tuanya saja dipenjarakan. Tetapi Rudi ingat jika orang tua Satria sudah tidak ada. Rudi beranggapan jika Satria hanya membual.
" Kamu bilang orang tua kamu ? Bukannya kamu sudah tidak punya orang tua ?" Tanya Rudi tersenyum sinis kearah Satria.
__ADS_1
" Aku masih punya orang tua yang lengkap, selama ini mereka tinggal di luar kota. Makanya jangan jadi orang jahat, jadi biar tidak dipenjara jadi bisa tahu kabar yang sedang beredar." Cibir Satria .
" Sudah sana kamu pergi. Jangan datang kesini lagi jika kamu tidak mau membebaskanku." Ucap Rudi ketus.
Setelah bicara seperti itu Rudi bangkit dan meminta polisi untuk mengantarkannya ke ruangan sel nya. Satria juga segera pergi dari kantof polisi, ada meeting di kantor yang harus dia ikuti tanpa bisa diwakilkan. Dengan mengendarai mobilnya sendiri Satria kembali ke perusahaan. Namun saat diperjalanan dia melihat mobil yang biasa dipakai Dinda baru keluar dari Kampus dimana tempat Dinda berkuliah.
" Itu tadikan mobil istriku? Ngapain ya dia kekampus ini? Apa dia mau berkuliah, tapi kenapa dia tidak bicara dulu dengan ku.?" Tanya Satria pada dirinya sendiri.
Sampai sekarang Satria memang belum tahi jika Dinda sudah berkuliah. Dinda dan Nenek sengaja merahasiakan hal itu karena Dinda tidak mau merepotkan suaminya. Dan Dinda juga ingin memberikan kejutan untuk Satria saat dia sudah selesai Kuliahnya nanti.
Satria tidak memusingkan apa yang tadi dia lihat, dia bisa menanyakan secara langsung nanti saat sudah berada dirumah. Saat ini yang dia inginkan segera sampai perusahaan dan memimpin meeting. Tidak lama dari itu akhirnya mobil Satria sudah sampai di depan gedung perusahaannya yang megah.
Setelah turun dari mobil Satria langsung berjalan menuju ruangan meeting. Kali ini Beni, Lisa dan beberapa perwakilan Devisi dan masing - masing menejer juga ikut dalam meeting yang dibuat oleh Satria. Meeting ini untuk membahas kerjasama yang kemarin sempat hampir terputus dengan beberapa perusahaan.
* Waaoowww.... Ganteng banget. Tuan Satria semakin hari semakin ganteng, mau dong aku jadi istrinya. Istri simpanannya pun tidak apa - apa.* Gumam Lisa dalam batinnya.
" Apakah bisa kita mulai?" Tanya Satria dengan tegas.
" Bisa Tuan" Ucap semua anggota yang ikut meeting dengan Satria.
**********
Sepulang dari kantor Lisa mampir kerumah Rena, tentunya atas undangan Rena. Rena ingin menanyakan wanita yang beberapa yang lalu bersama Beni. Sampai sekarang Rena masih mencurigai jika Beni itu punya wanita lain, alias selingkuh. Dengan dibantu Lisa , Rena ingin mencari tahu siapa wanita yang sudah menjadi selingkuhan Beni.
" Rumah kamu nyaman juga Ren. Meskipun didesa tapi tetap nyaman dan rumah kamu juga besar Ren." Ucap Lisa kagum dengan rumah yang dimiliki oleh Rena.
Rena hanya menerima Lisa diteras rumah nya saja, tidak untuk diajak masuk kerumahnya. Sebab dalam rumahnya sangat berantakan dan kotor. Tentunya Rena malu jika sampai Lisa mengetahui keadaan rumahnya.
" Biasa aja kok Lis. Tapi memang rumahku yang paling bagus diantara rumah para warga yang lainnya. Oh iya bagaimana dengam wanita itu ? Apa dia pernah datang lagi ke kantor untuk menemui mas Beni ?" Tanya Rena langsung pada pokok intinya.
" Tapi ngomong - ngomong suami kamu tidak adakan ini ? Jangan bilang kalau aku yang sudah membantu kamu ya Ren, bisa - bisa aku nanti dapat masalah diperusahaan. Bagaimanapun juga suami kamu itu jabatannya lebih tinggi dari aku." Ucap Lisa sedikit berbisik.
__ADS_1
" Sudah kamu tenang saja, suamiku belum pulang. Dia katanya pulang jam 8 malam, ada pekerjaan yang mengharuskan dia lembur. Cepat katakan bagaimana soal wanita yang waktu itu menemui mas Beni." Seru Rena lagi sudah tidak sabar lagi ingin tahu siapa wanita yang menjadi selingkuhan Beni.
Lisa terlihat menghela nafas sebelum dia memulai ceritanya. Rena dan Lisa memang cocok, sama - sama tukang gosip.
" Aku pernah bertemu wanita itu pertama di minimarket. Yang kedua ya dikantor waktu aku cerita sama kamu itu. Dan yang ketiga dan keempat aku pernah melihat wanita itu di cafe XX sepertinya dia bekerja disana. Nama wanita itu kalau tidak salah waktu itu Beni memanggilnya dengan panggilan Dina dan dia memanggil suami kamu dengan panggilan Mas." Ucap Lisa sambil mengingat - ingat kejadian minggu lalu.
* Jadi mas Beni benar selingkuh. Bukan OB ditempat kerjanya. Kalau OB pasti Lisa juga tahu dan tidak perlu susah - susah mencari keberadaan wanita itu. Kurangajar kamu mas, kamu sudah menghidupkan api di dalam rumah tangga kita. Aku tidak ikhlas kamu bermain api dengan wanita lain.* Gumam Rena sambil mengepalkan kedua tangannya.
Lisa dan Rena akhirnya berencana hari minggu nanti akan datang ke Cafe XX untuk mencari tahu wanita yang bernama Dina. Rena akan melabrak wanita itu karena sudah merusak rumah tangganya. Rena tidak rela sampai Beni jatuh ketangan wanita lain. Apalagi saat ini Beni sudah mempunyai jabatan tinggi di perusahaan dan tentunya gaji nya juga semakin besar.
" Ren, tidak ada makanan gitu ? Lapar nih perutku." Ucap Lisa.
" Aku belum masak Lis." Ucap Rena beralasan l, padahal dia memang jarang memasak.
" Terus kalian makan apa?" Tanya Lisa heran.
" Nanti pesan online saja. Sudah lebih baik sekarang kamu pulang saja karena sudah mau magrib nih. Takut tiba - tiba mas Beni pulang dan kamu masih ada disini bisa ruwet urusannya." Ucap Rena mengusir Lisa secara halus.
Lisa hanya mencebikkan bibirnya lalu diapun bangkit dan menuju mobilnya yang terparkir dipinggir jalan. Rena langsung masuk dan menutup pintu serta menguncinya. Rena memandang kesetiap sudut rumahnya, dimana rumahnya yang sangat berantakan. Sudah seminggu ini Rena tidak membereskan rumah, bahkan pakaian kotorpun sudah menumpuk.
* Beruntung tadi si Lisa tidak masuk kerumah, kalau dia sampai masuk aku pasti malu banget. Masa rumah yang bagus begini berantakan dan kotor seperti ini.* Gumam Rena dalam hatinya.
" Mama kok rumahnya berantakan sih ?" Tanya Tiara yang baru saja selesai memandikan adiknya.
" Kamu tidak mau bantuin beresin juga kan.? Jangan bawel. Kalau kamu mau beresin ya beresin saja tapi mama tidak mau membantu kamu." Ucap Rena.
" Tiara kan sudah beresin kamar Tiara sama adik Gibran ma. " Jawab Tiarw dengan polosnya.
" Heleh..terserah kalian sajalah. Mama capek mau istirahat awas saja kamu kalau ganggu mama istirahat. Kalau mau makan nanti tunggu papa pulang saja,atau kalau mau kalian kerumah nenek kalian saja sana meminta makan disana." Ucap Rena dengan kesal.
Braaakkk
__ADS_1
Rena menutup pintu kamarnya dengan sangat kasar. Dia masih terbawa emosi obrolannya dengan Lisa tadi. Dia sudah membayangkan bagaimana jika Beni beneran selingkuh dan akan menceraikannya.
***********