Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Dia istri Satria


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Lisa memindai setiap sudut mencari keberadaan Dinda, tiba - tiba pandangannya terhenti saat melihat Dinda yang sedang berbincang dengan salah satu pelanggan. Dengan cepat Lisa menghampiri Dinda dan langsung memaki - maki Dinda tanpa ada alasan yang pasti.


" Haii wanita pelakor !! " Seru Lisa sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh pengunjung Cafe yang lainnya.


Dan benar saja apa yang dilakukan oleh Lisa mengundang perhatian para pengunjung Cafe. Dinda yang kaget karena tuduhan pelakor yang ditunjukan oleh Lisa pun masih saja terdiam. Dia tidak tahu maksud Lisa kenapa dia sampai disebut pelakor.


" Wanita pelakor miskin sepertimu seharusnya memang diberi pelajaran. Tega - teganya kamu bermain api dengan suami teman ku !" Bentak Lisa sambil menyeringai sinis.


* Loh inikan wanita yang pernah 2 kali bertemu denganku. Kenapa dia bilang pelakor ? Memang siapa yang aku rebut.?* Gumam Dinda dalam batinnya.


" Pelakor ? Maksud kamu apa ya ? Dua kali kita bertemu kamu selalu menghinaku dan sekarang justru menuduhku pelakor. Suamiku saja sudah mempunyai segalanya jadi untuk apa aku mengambil pria lain?" Tanya Dinda bicara dengan sangat santai.


Rena yang baru saja selesai dari kamar mandi mencari keberadaan Lisa. Akhirnya Rena melihat Lisa yang sedang berdebat dengan seorang wanita tetapi Rena tidak tahu jika wanita itu Dinda. Sebab posisi Dinda membelakangi Rena, Rena berjalan mendekati Lisa dan seorang wanita yang Rena yakini pelakor yang dimaksud oleh Lisa.


" Idihh... Kalau pelakor ya ngaku saja pelakor. Padahal sudah punya suami masih saja kegatelan dengan suami orang. Haii semuanya dengarkan saya baik - baik , wanita ini adalah pelakor !! Dia sudah berselingkuh dengan suami teman saya.!" Teriak Lisa dengan lantang.


Plakkkkkk


Dinda tidak bisa mentolerir lagi perbuatan Lisa yang bisa mencemarkan nama baiknya. Terutama nama baik Cafenya, apalagi saat ini pengunjung Cafe sedang padat banyak pelanggan berdatangan untuk makan siang.


" Lisa " Seru Rena kaget saat melihat Lisa ditampar oleh Dinda.


* Mbak Rena ! Apa mbak Rena kenal wanita ini ? Atau jangan - jangan wanita ini memang teman mbak Rena .?* Gumam Dinda dalam hatinya.


Renapun menyadari jika wanita yang berdebat dengan Lisa adalah Dinda, adiknya sendiri. Disini Rena mulai bingung kenapa Lisa bisa berdebat dengan Dinda. Bukannya Dinda pemilik Cafe XX tempat mereka saat ini berada.


" Ren, beruntung kamu cepat datang. Heehh... Wanita sialan ! Berani kamu menamparku seperti ini ? Lihat saja aku akan buat perhitungan dengan kamu." Ucap Lisa memandang tajam kearah Dinda.

__ADS_1


" Lisa , ini sebenarnya ada apa sih ? Kenapa kamu berantem dengan dia, mana wanita pelakor yang kamu maksud ? Aku kira tadi dia wanita pelakornya ternyata bukan." Ucap Rena memandang Dinda dan Lisa secara bergantian.


" Rena ! Apa kamu ini bolot sih, masa iya kamu tidak tahu mana yang wanita pelakor. Sudah jelas wanita ini yang pelakor, dia yang sudah bermain gila dengan Beni suami kamu !" Seru Lisa dengan lantang.


Deg...


Rena dan Dinda sama - sama kaget dengan peekataan Lisa. Dinda sendiri masih saja bingung kenapa dia dianggap sebagai pelakor, padahal Beni itu kakak iparnya sendiri dan sejak kapan Dinda dekat dengan Beni.


Rena langsung mengalihkan pandangannya kearah Lisa untuk mencari kebenaran dari ucapan Lisa. Lisa menganggukkan kepala dengan pasti dan yakin jika Dinda ada main dengan Beni.


" Kamu serius wanita itu Dinda ini ? Apa kamu tidak salah lihat ?" Tanya Rena mencoba menyakinkan Lisa.


" Yakin dong , aku 3 kali ini bertemu dan bertatap muka langsung dengan dia. Jadi kamu kenal dengan wanita ini ? Siapa tadi namanya ? Emm.. Dinda ? Oh iya waktu itu Beni memanggilnya dengan panggilan Dinda bukan Dina." Seru Lisa masih saja menyombongkan dirinya.


" Iya aku kenal dengan Dinda , bahkan sangat kenal dekat dengan dia." Ucap Rena.


" Hahaaa.... Dasar pagar makan tanaman kamu pelakor !Sudah tahu suami dari teman sendiri main di embat juga. Bagaimana jika suami kamu tahu kalau kamu ini bermain api dengan suami orang. Cuma pelayan cafe rendahan saja belagu, atau mungkin memang ini semua karena ajaran orang tua kamu." Seru Lisa sambil terkekeh.


Plaakkk Plaaakk


" Mbak Rena ! Ajari teman mu ini sopan santun. Sejak kapan aku ada main dengan mas Beni? Kamu kalau mencari teman itu lihat - lihat dulu mbak, jangan asal bergaul. Apa kamu tidak marah saat dia menghina orang tua kita ?" Seru Dinda menyorot tajam kearah Rena.


Perdebatan mereka bertiga sudah menjadi tontonan para pengunjung Cafe. Namun satupun diantara pengunjung itu tidak ada yang memvideokan dengan kamera ponselnya, sebab di Cafe Dinda melarang pengunjung untuk memvideokan apapun itu jika ada keributan di Cafe.


" Maksudnya bagaimana ini Ren?" Tanya Lisa tidak paham dengan kata - kata Dinda.


" Emm... Dinda ini adik kandungku Lis." Ucap Rena membuat Lisa kaget dan syok.


" Jadi wanita pelakor ini adik kandung kamu.? Duhhh tega ya kamu ini, masa iya suami kakak kandung kamu di embat juga. Tidak kasihan sama Rena dan kedua anaknya.?" Tanya Lisa masih saja menganggap Dinda pelakor.


Dinda tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya. Disini dia baru ingat jika Lisa menganggapnya pelakor karena waktu Dinda ke perusahaan bertemu dengan Beni dan Beni mengantarkannya keruangan Satria. Jadi Lisa beranggapan jika Dinda selingkuhan Beni.


" Jangan sembarangan kamu Lis. Tuduhan kamu itu bisa jadi boomerang untuk diri kamu sendiri. Jika kamu masih mau bekerja di STR Group segera minta maaf sama Dinda." Ucap Rena dengan nada suara bergetar karena ketakutan.


Saat ini Rena benar - benar ketakutan, dia menghawatirkan karier Beni. Jika dia bermasalah dengan Dinda dan Satria sudah pasti Karier Beni di STR group yang di pertaruhkan.

__ADS_1


" Kenapa aku harus meminta maaf kepada adik kamu ? Ayoolah Ren jangan mentang - mentang dia adik kamu lalu kamu membiarkan dia untuk dekat - dekat dengan suami kamu. Apalagi dia juga sudah bersuamikan ? Bagaimana jika suaminya tahu sang istri ada main dengan kakak iparnya sendiri?." Seru Lisa tetap mengompiri Rena.


" Memang kamu tahu siapa suami dia ?" Tanya Rena dengan kesal.


Rena benar - benar sudah geram dengan kelakuan Lisa. Awalnya dia ikut Lisa ke Cafe memang untuk melabrak wanita yang diduga selingkuhan Beni namun ternyata salah besar. Wanita itu adalah Dinda adik kandungnya sendiri, bahkan diapun baru ingat jika Beni sendiri sudah pernah bilang jika wanita itu adalah Dinda yang datang ke kantor untuk mengantarkan makan siang Satria.


" Bukannya suaminya pedagang cendol itu ? Kalau aku tidak salah ingat sih, dulu kamu kan pernah cerita kalau adik perempuan kamu satu - satunya menikah dengan pedagang cendol." Seru Lisa.


" Bodoh ! Suami dia itu Satria pemilik Perusahaan STR Group tempat kamu bekerja bahkan Cafe ini juga milik Dia" Ucap Rena sambil menunjuk kearah Dinda.


Degg...


Jantung Lisa sedang tidak baik-baik saja, dia teramat sangat terkejut saat Rena mengatakan suami Dinda adalah pemilik Perusahaan STR Group. Padahal setahu Lisa suami Dinda hanya pedagang cendol.


" Kamu serius ? Tapi bukannya suami dia pedagang cendol." Seru Lisa dengan suara bergetar ketakutan.


" Ceritanya panjang" Jawab Rena ketus.


Dinda hanya bersedekap sembari memandang dua wanita yang saat ini terlihat sekali ketakutannya. Jika Dinda mau detik ini juga dia akan mempermalukan Rena dan Lisa ,tetapi Dinda tidak sekejam itu. Apalagi Rena kakak perempuan satu - satunya. Lisa menundukkan kepalanya karena dia khawatir akan dipecat, jika di pecar dari STR Group sudah pasti cari pekerjaan ditempat lainpun akan susah.


" Lebih baik mbak Rena bawa teman mbak ini pergi sebelum aku memberi dia pelajaran. Bisa saja aku minta suamiku untuk menghukumnya, tetapi aku tidak sepijik itu. " Seru Dinda .


" Maaf " Lirih Lisa sambil menundukan kepalanya.


Sedangkan Rena hanya terdiam , mau meminta maaf tetapi gengsi.


Tiba - tiba saja Dinda merasa kepalanya pusing dan sakit. Dia memegangi kepalanya sembari memijit - mijit kepalanya, namun bukannya semakin enakan justru semakin sakit dan pusing. Perut Dinda juga seperti tidak sedang bersahabat, rasanya seperti diaduk - aduk.


Dinda berpegangan di pinggiran meja yang ada dihadapannya sambil memejamkan matanya menahan rasa sakit kepala dan perutnya yang tidak bisa diajak kompromi.


* Ada apa dengan badanku ini. Sudah 3 hari ini aku merasakan hal seperti ini. * Gumam Dinda dalam hatinnya.


Bruuukkkkk


Tiba - tiba Dinda ambruk dan tidak sadarkan diri. Melihat Dinda yang ambruk membuat Lisa ketakutan dan dia langsung berlari keluar Cafe. Sementara Rena justru menghkwatirkan Dinda, sejahat apapun Rena kepada Dinda dia tetap ada rasa perduli dengan adiknya.

__ADS_1


************


__ADS_2