Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Ternyata Hana tahu semuanya


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Seperti yang sudah dikatakan Satria saat di perusahaan tadi siang. Jika setelah acara tahlil Beni dan Rena tidak diperbolehkan untuk pulang terlebih dahulu, karena Satria mau Rena meminta maaf secara langsung kepada Dinda dan langsung di hadapan para keluarga. Satria tidak mau Rena terus-menerus melakukan kesalahan dan membenci Dinda.


Semua ini Satria lakukan juga demi kebaikan mereka semua, dan untuk mengajarkan tanggung jawab dan kejujuran kepada Rena agar dia tidak semakin bertingkah.


" Cepat Rena !! jangan sampai menunggu aku marah. Kamu tahu sendiri kan, aku ini memang jarang sekali marah. Tapi jika aku marah semuanya akan berantakan. "Ucap Beni yang sudah tidak sabar lagi karena sedari tadi Rena hanya diam saja.


Sedangkan Ibu Rahayu dan Pak Karim hanya bisa diam dan menyimak semua yang terjadi di hadapannya. mereka berdua belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Rena dan apa yang akan Rena katakan. Mereka hanya diminta Satria untuk ikut bergabung saja.


" Beni Rena sebenarnya ini ada apa? Coba kalian jelaskan agar Bapak dan Ibu tahu. Permasalahannya apa yang sedang kalian ributkan.?" Tanya Pak Karim akhirnya membuka suara terlebih dahulu.


Rena dan Beni serempak menggelengkan kepalanya, memang di antara mereka berdua tidak ada keributan lagi. Sebab kesalahpahaman mereka sudah selesai dari beberapa hari yang lalu.


" Lantas apa yang terjadi sehingga Rena seperti ketakutan?."Tanya Pak Karim masih penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan Rena.


" Emmm... Dinda, Maafkan mbak ya Din. Mbak mengaku bersalah karena sudah termakan dengan omongan Lisa. Tapi jujur mbak memang tidak tahu jika wanita yang dimaksud Lisa itu kamu. Jika mbak tahu dari awal itu kamu, mbak pasti tidak akan sampai di Cafe kamu dan membuat kamu pingsan seperti waktu itu." Ucap Rena takut-takut dan akhirnya dia mau meminta maaf lebih dulu kepada Dinda.


* Tuh kan mas Satria sudah tahu semuanya dan pasti mas Satria juga yang meminta mbak Rena untuk meminta maaf kepadaku. Baiklah tidak masalah, karena sepertinya memang mbak Rena sudah menyesali perbuatannya. Jadi tidak ada salahnya aku memaafkan dia.* Gumam Dinda dalam batinnya.


" Iya Mbak sudah tidak apa-apa. Aku sudah memaafkan nbak Rena, lagi pula memang ini murni kesalahpahaman saja. Semoga lain kali mbak Rena bisa mencari informasi yang benar terlebih dahulu sebelum bertindak."Ucap Dinda sambil tersenyum ramah ke arah Rena.


Pak Jarim dan Ibu Rahayu sama sekali belum paham dengan arah pembicaraan kedua anak perempuannya. Sehingga membuat Pak Karim bertanya kembali kepada kedua anak perempuannya itu.

__ADS_1


" Ini sebenarnya ada apa Rena, Dinda ? Apa ada yang tidak Bapak dan Ibu ketahui?." Tanya Pak Karim dengan wajah seriusnya.


Tidak mau membuat pak Karim dan Ibu Rahayu semakin bingung dan khawatir, akhirnya Beni pun ikut andil dan menjelaskan semua kesalahpahaman yang pernah terjadi antara dia, Rena dan Dinda. Setelah mendengar penjelasan dari Beni, Pak Karim dan istrinya akhirnya tahu pokok permasalahannya yaitu Rena yang cemburu buta.


" Kalau mau cemburu itu cari sumbernya dulu yang benar Rena, jangan asal tuduh dan asal marah." Ucap Ibu Rahayu ikut berkomentar.


" Namanya juga orang cemburu Bu, mana bisa berpikir secara bersih seperti itu." Jawab Rena membela diri.


" Heleh memang dasarnya dari dulu kamu itu mudah sekali dipengaruhi oleh orang lain, dan kalau ada apa-apa tidak pernah mau mencari sumber yang benar dulu." Jawab Ibu Rahayu tidak mau kalah juga,ikut berdebat dengan Rena.


" Kenapa justru kalian yang ribut sih. Inikan masalah Rena yang meminta maaf kapada Dinda. Sudah bu jangan ikut bicara dulu, biar Rena dan Dinda menyelesaikan permasalahan mereka dulu." Seru Pak Karim meminta istrinya untuk diam.


Ibu Rahayu pun akhirnya terdiam dan mencoba mendengarkan apa saja yang dibicarakan oleh Rena dan Dinda. Dinda sudah memaafkan Rena dan begitupun dengan Rena. Rena juga secara tulus meminta maaf kepada Dinda dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Setelah acara saling memaafkan itu selesai Beni dan Rena pun izin pulang terlebih dahulu karena kedua anaknya sepertinya sudah mengantuk.


Sementara itu setelah Rena dan Beni beserta kedua anaknya pulang, Satria masih meminta kedua mertuanya dan Dinda tetap di ruangan itu karena ada yang ingin dia bicarakan. Pak kirim sendiri sudah tahu apa yang akan dibicarakan oleh Satria.


" Ibu , Dinda. Ini surat dari mas Rudi, surat yang diberikan polisi untuk Satria. Jika kalian ingin membacanya silakan." Seru Satria sembari meletakkan selembar kertas di atas meja.


Dinda yang memang tidak tahu menahu soal surat itu hanya dibuat tercengang, namun dengan segera dia mengambil selembar kertas itu dan membacanya bersama Ibu Rahayu.


Setelah mereka berdua membaca surat yang diberikan oleh Satria tadi, mereka terlihat syok bahkan Dinda sampai meneteskan air matanya. Dia tidak pernah menyangka jika selama ini Rudi hidup penuh dengan permasalahan dan bahkan tertekan selama bertahun - tahun.


" Jadi Hana itu dijadikan jaminan hutang oleh Sinta?" Seru Ibu Rahayu dengan wajah terkejutnya.


" Kenapa Mas Rudi tidak pernah mau membuka masalah ini kepada kita?" Tanya Dinda dengan air mata yang berlinangan air mata.


" Jadi ini alasan Hana mau tinggal dengan kalian? Apa jangan-jangan Hana memang sudah tahu kelakuan Sinta?" Tanya Ibu Rahayu lagi sedikit mengeraskan suaranya.


Ibu Rahayu dan Dinda hanya bisa terus saling bertanya-tanya tanpa ada yang menjawabnya. mereka seolah-olah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka ketahui.

__ADS_1


" Sssttt... Ibu Pelankan sedikit suaramu Bapak khawatir semua ini akan didengar oleh Hana." Ucap pak Karim meminta sang istri sedikit memerankan suaranya.


" Tidak perlu dipelankan suaranya kek ,aku sudah tahu semuanya." Seru Hana secara tiba - tiba.


Hana muncul begitu saja, tanpa ada yang tahu jika saat ini dia sudah berdiri tidak jauh dari Dinda. Dan tidak ada sedikitpun raut wajah terkejut dari Hana, sepertinya di Hana memang sudah tahu semuanya.


" Hana kamu sudah tahu?" Tanya Satria.


" Hana sudah tahu dari 2 tahun yang lalu Om, saat itu Hana ada didalam kamar saat papa dan mama marah dan ribut soal hutang yang dilakukan sama mama. Sampai akhirnya papa membahas soal hutang mama yang sangat banyak itu, mama dan papa tidak tahu jika saat itu aku sudah pulang sekolah. Ternyata Hana hanya dijadikan jaminan hutang 350 juta." Ucap Hana secara gamblang menceritakan semuanya yang dia tahu.


Semua yang ada diruangan itu mendengarkan cerita Hana dengan serius. Hana begitu lancar menceritakan semua yang dia ketahui tanpa ada air mata sedikitpun yang menetes.


" Kenapa kamu tidak pernah cerita Nak?" Tanya pak Karim.


" Aku tidak mau merepotkan kalian semua. Tapi semenjak papa di penjara mama sepertinya kembali lagi pada dunia haramnya. Aku malu memiliki mama seperti dia. Dia Mamaku tapi tidak pernah mengajarkan aku kebaikan yang dia tanamkan pada diriku adalah sifat sombong, angkuh dan penuh kebencian." Ucap Hana dengan mata yang mulai berkaca - kaca.


" Makanya dari itu aku lebih memilih tinggal dengan om Satria dan tante Dinda. Karena aku tahu Om pasti bisa melindungi aku dan menjauhkan aku dari tuntutan Mama yang menjadikan aku jaminan hutangnya. Aku tidak mau dijadikan jaminan hutang Mama Om, tolong bantu Hana agar bisa terbebas dari masalah ini." Ucap Hana penuh harap.


" Bagaimana kalau Om bayarkan hutang Mama kamu itu, sehingga kamu bisa terbebas dari jaminan hutang yang dilakukan oleh Mama kamu itu. Om rela dan ikhlas kehilangan uang itu, asalkan kamu aman dan bahagia. Sekarang ini kamu sudah menjadi tanggung jawab Om, almarhum papa kamu sudah menitipkan kamu sama Om Satria." Uap Satria bicara dengan penuh kasih sayang dia sendiri merasa kasihan dengan nasib Hana.


Namun seketika Hana hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis dan seolah sinis. Sepertinya dia memang tahu sesuatu lagi yang belum diketahui oleh semuanya.


" Percuma Om. Berapapun uang yang Om punya tidak akan bisa untuk membayar hutang mama. Karena orang itu tetap menginginkan Hana. Waktu itu Papa sudah pernah mau membayarkan hutang Mama itu, tapi mama bilang hutang itu sudah tidak bisa dibayar dengan uang tetapi tetap dengan tubuh Hana." Jawab Hana penuh keyakinan.


Deg


Semua orang yang ada disitu langsung tertegun dengan penuturan Hana. Ternyata selama ini Hana sudah tahu semuanya secara mendetail. Kasihan sekali Hana, jadi selama ini dia juga hidup dengan hati yang tidak tenang.


********

__ADS_1


__ADS_2