
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Tok
Tok
Tok
Pintu ruang kerja Satria di ketuk dari luar, Satria pun meminta orang yang ada di balik pintu itu untuk masuk. Ternyata yang datang Dinda dan kedua anaknya. Kejutan untuk Satria, sebab Dinda tidak memberitahu terlebih dahulu jika dia dan anak-anak akan datang ke kantor.
" Wah Mama datang sama anak-anak ya."Seru Satria langsung menghentikan pekerjaannya dan berbaur menyambut kedua anaknya.
Mereka kini sudah merubah panggilan nya menjadi mama dan papa agar kedua anaknya juga ikut memanggil dengan panggilan yang sama. Pernah 2 tahun yang lalu, saat Dinda memanggil Satria dengan panggilan mas ternyata Raja juga ikut memanggil nya dengan panggilan mas. Semenjak itulah mereka sepakat mengganti panggilan mereka.
" Salim dulu sama papa."Seru Dinda meminta anaknya untuk salim lebih dulu dengan papanya.
Raja lebih dulu menyalami papanya lalu diikuti oleh si kecil Ratu. Mereka semua benar-benar anak yang sopan dan menggemaskan.
" Papa pasti belum makan siang kan? Ini mama bawakan makan siang untuk papa, anak-anak juga mau makan siang sama papa. Mereka sengaja tidak mau makan duluan, karena mau makan bareng papanya."Ucap Dinda mulai membongkar kotak makanan yang dia bawa daru rumah.
" Iya pa. Latu mau matan di cuap cama papa. Tak Laja bial matan cendili."Seru Ratu duduk dengan manja di pangkuan Satria.
" Iya nanti papa suapin anak papa yang cantik ini. Kak Raja juga tidak apa-apa kok di suapin sekalian."Seru Satria tetap berlaku adil kepada kedua anaknya.
__ADS_1
" Tidak mau pa. Raja sudah besar jadi Raja mau makan sendiri saja. Ratu kan memang masih kecil dan cengeng, makan saja minta di suapin."Seru Raja dengan wajah datarnya.
" Tak Laja atu ini idak cengeng ! Pa tak Laja itu cuka bikin Latu kesel."Seru Ratu mengadu kepada papanya.
Satria dan Dinda hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah kedua anaknya yang selalu ribut dan berantem. Tapi saat salah satu menginap di rumah nenek dan kakeknya pasti akan saling mencari. Begitulah anak-anak, jika campur suka ribut dan jika sehari saja tidak bertemu akan rindu.
Raja hanya usil dengan adiknya saja, Raja juga sangat menyayangi Ratu dan tidak suka melihat orang yang usilin Ratu. Kakak yang posisif kepada adiknya.
" Sudah jangan ribut terus, mama sama papa kan sudah sering bilang. Jangan suka ribut disaat sedang makan atau dihadapan makanan seperti ini. Ini makanan untuk Raja, dan ini untuk Ratu sama papa."Seru Nia memberikan masing-masing piring yang sudah terisi dengan makanan.
" Iya ma. Maaf."Seru Raja dan Ratu bersamaan dengan kepala menunduk.
" Sekarang pada makan ya. Setelah itu kita harus pulang, sebab papa pasti masih banyak pekerjaan."Ucap Nia dengan sangat lembut
Raja dan Ratu hanya mengangguk dengan patuh. Kini Ratu sudah duduk di samping Satria, dengan telaten dan penuh kesabaran Satria menyuapi Ratu dan dirinya sendiri. Raja dan Dinda makan dengan piringnya sendiri-sendiri.
" Mama aunti Hana apa macih cibuk."Seru Ratu dengan mulut penuh.
Satria mengusap pucuk kepala Ratu dengan pelan, anak perempuannya itu memang lebih cerewet dan selalu ingin tahu. Namun semua itu membuat Satria dan Dinda bangga dengan anak-anaknya.
Selesai makan siang, sembari menunggu mamanya membereskan peralatan makan. Raja dan Ratu bermain sebentar dengan papanya, seperti biasa Ratu akan main kuda-kudaan. Satria dijadikan kuda dan Ratu naik, lalu Raja yang mengejar.
" Raja, Ratu. Yuk kita pulang, papa mau lanjut kerja lagi loh. Lihat tuh papa sudah kelelahan jadu kuda."Seru Dinda mengajak anak-anaknya pulang.
" Mama nanti puyang nya beli ec tlim ya."Ucap Ratu sambil turun dari punggung sang papa.
" Boleh, tapi tidak boleh banyak-banyak ya. Masing-masing hanya boleh 2 saja tidak boleh lebih. Oke !!."Seru Dinda sambil menautkan jari telunjuk dan jempol.
Dinda dan kedua anaknya pun pamit pulang, Raja dan Ratu berjalan didepan Dinda. Banyak para karyawan yang kagum dengan kecantikan serta ketampanan Raja dan Ratu. Mereka juga tidak ragu untuk menyapa anak dari sang big Boss itu. Baik Raja maupun Ratu selalu senyum saat di sapa karyawan, meskipun Raja senyum nya juga terpaksa. Sedang jalan sama mamanya, jadi cari aman.
__ADS_1
" Ma, apa talau latu becal nanti juga halus bekelja sepelti papa?."Tanya Ratu saat mereka sudah dalam perjalanan pulang.
" Maunya Ratu bagaimana? Yang pasti anak-anak mama dan papa harus mandiri ya. Biarpun kalian punya banyak uang, jangan jumawa dan jangan sombong. Sebab dimata Allah kita semua ini sama, hanya amal ibadahnya saja yang membedakan. Soal perusahaan papa, yang pasti nanti kak Raja yang akan menggantikan papa. Ratu pasti nanti juga dapat tugas yang lainnya. Sudah, jangan bahas masalah itu dulu, kalian masih terlalu kecil. Yang terpenting kalian itu sekolah yang pintar dan kalau sudah dewasa nanti bisa membantu mama dan papa."Ucap Dinda menasehati kedua anaknya itu.
Mobil yang di kendarai Nia kini sudah sampai di parkiran minimarket yang berlogo biru. Ratu antusius masuk ke minimarket, tapi Raja terlihat bermalas-malasan. Sebab Raja meskipun masih 5 tahun, dia tidak suka jajan atau ice cream seperti Ratu.
" Kak Raja mau ice cream yang mana?."Tanya Dinda.
" Terserah mama saja. Satu saja ma, Raja tidak suka makan ice cream."Jawab Raja.
" Hemm kalau tidak mau ice cream, Kak Raja bisa pilih yang lain saja. Mau apa ambil saja."Seru Dinda dengan lembut.
Raja hanya mengangguk sekilas, dia hanya mengambil 1 kotal UHT dan 1 bungkus keripik kentang saja. Beda dengan Ratu, bahkan keranjang yang Ratu tarik hampir penuh dengan jajanan yang dia mau.
"Ratu, katanya cuma mau ice cream? Kenapa ini bisa sebanyak ini yang kamu beli."Seru Raja heran dengan kelakuan adiknya itu.
" Boyeh tan Ma?." Tanya Ratu dengan memasang wajah imutnya.
" Hemm boleh, tapi ini tidak langsung di habiskan ya. Buat besok-besok lagi, ini stok kira-kira untuk seminggu ya. Kalau ini habis, tidak boleh langsung beli lagi. Mama tidak mau Ratu kebanyakan makan jajanan seperti ini. Ratu paham kata mama?."Tanya Dinda pada bocah yang baru berusia 3 tahun setengah itu.
" Paham mama."Jawab Ratu dengan singkat.
Dinda membawa barang belanjaannya ke kasir untuk segera dia bayar. Selesai membayar, Dinda dan kedua anaknya kembali masuk mobil. Di dalam mobil, baik Raja maupun Ratu tidak ada yang makan jajanan, mereka akan makan saat sudah sampai di rumah.
Hanya butuh waktu 10 menit dari minimarket, mobil yang di kendarai Dinda sudah sampai di depan rumah utama. Terlihat nenek Murni sudah menanti kedatangan cucu-cucu tercintanya itu. Ratu langsung berhambur dalam pelukan sang nenek, Raja setelah mencium tangan neneknya dia langsung berlari masuk ke kamarnya.
" Cucu oma beli apa sih?." Tanya nenek Murni.
" Beli jajan banyak oma. Aduh lupa ! Latu idak beli utuk Oma. Maafin Latu ya oma."Seru Ratu sambil menepuk keningnya sendiri lalu menangkupkan kedua tangannya tanda meminta maaf.
__ADS_1
Dinda geleng-geleng melihat kelakuan Ratu yang memang sangat dekat dengan Omanya itu.
*********