
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Kedatangan satria disambut oleh Dinda, dinda sengaja menunggu suaminya diluar rumah. Saat satria turun dari mobil dinda langsung menghampurinya dan mencium tangan suaminya seperti biasa. Dinda tidak mau memberondong suaminya dengan berbagai pertanyaan, dia membiaarkan suaminya menjelaskan didalam saja.
" Langsung masuk saja ya mas,soalnya bapak dan yang lainnya sudah menunggu " Ucap dinda dengan lembut.
" Kamu tidak mau menanyakan pokol awal masalahnya terlebih dahulu Din ?" Tanya satria sambil melepas jasnya dan memasukan kemobil.
" Tidak usah mas, nanti jelaskan saja semuanya didalam. Aku percaya dengan apapun yang sudah menjadi keputusanmu mas " Ucap dinda berkata dengan lembut.
Satria sangat menghargai apa yang diucapkan oleh istrinya, satria dan dinda masuk kerumah dan baru saja sampai ruang tamu sorot mata orang - orang disana tidak bersahabat sama sekali, terkecuali sang bapak mertua, pak karim.
" Assalamualaikum semuanya. " Sapa satria tidak lupa mengucapkan salam terlebih dahulu.
" Waalaikumsalam satria duduklah " Hanya pak karim saja yang menjawab salam satria. Yang lainnya tatapan matanya sangat menakutkan.
Saat satria menyalami semuanya satupun tidak ada yang menyambut uluran tangan satria, hanya pak karim saja yang menyambut tangannya dengan baik. Satriapun duduk tepat disamping pak karim sebab hanha disitulah tempat yang tepat untul dia duduk.
" Satria , sebenarnya apa yang terjadi sampai kamu melaporkan rudi kepolisi ?" Tanya pak karim dengan pelan.
" Kamu itu memang kurangajar satria. Rudi itu kakak iparmu tetapi kamu malah memenjarakannya. Dasar sombong kamu !" Teriak sinta yang memang sudah dari tadi ingin memaki satria.
__ADS_1
" Sinta diam ! Bapakkan tadi sudah bilang jangan ada yang menyela disaat satria menjelaskan. Kamu ini sudah tua tapi tidak paham juga dengan ucapanku " Seru pak karim dengan kesal.
Sinta langsung terdiam dan melirik tajam kearah satria,padahal dalam hatinya ingin sekali memaki dan memukul satria namun diurungkan karena pak karim dari tadi sudah mewanti - wanti dia jika berbuat onar pak karim tidak segan - segan mengusir sinta.
" Lanjutkan satria " Ucap pak karim.
" Aku melaporkan mas rudi bukan tanpa sebab. Mas rudi adalah orang yang sudah menyebabkan aku kecelakaan, bahkan tadi mas rudi sudah mengakui kesalaganya langsung didepanku. Tetapi tetap proses hukum tetap berjalan, karena apa yang dilakukan mas rudi sudah termasuk tindakan kriminal yang betniat untuk mencelakai atau membunuh seseorang " Pernyataan satria membuat pak karim syok dan terpetanjat tidak percaya.
Begitupun dengan yang lainnya, namun tidak untuk sinta dan ibu rahayu. Mereka sudah tahu dari penjelasan dikantor polisi tadi. Tetapi sinta tetap tidak percaya dengan yang dikatakan oleh satria, apalagi video bukti itu sinta tetap tidak percaya.
" Bohong kamu. Kamu pasti sengaja berbohong karena kamu itu membenci mas rudi. Dan bukti yang kamu berikan itu semuany editan dan hasil buatan kamu sendiri, iyakan ?" Seru sarah dengan kesal.
" Semua itu asli mbak. Aku mendapatkannya langsung dari Cctv yang ada ditempat terakhir kali aku bertemu dengan mas rudi dan mas reno. Saat itu mas rudi memang keluar lebih dulu dan ternyata dia memutus rem mobilku. " Ucap satria debgab santainya.
Satria nengeluarkan ponsel pintarnya dan memutar video serta bukti - bukti kejahatan rudi tanpa ada yemang terkupakan. Sampai rekaman suara pengakuan rudi saat di penjara tadi. Tadi satria memang sempat merekam pengakuan rudi saat dikantor polisi.
" Bapak ! Rudi itu anak kita, seharusnya bapak membela anak kita bukan malah mebdukung menantu tidak berguna ini!" Tunjuk ibu ratei kewajah satria.
" Iya pak, satria itu pembawa sial. Semenjak dia menjadi suami dinda kita semua sial, dasar ibl*s kamu satria !" Bentak sinta.
Plakk Plakk
Dinda tidak terima atas hinaan yang dilontarkan oleh sinta, tanpa menunggu lama dinda langsung memukul sinta dua kali. Perkataan sinta seolah merasa dirinya yang paling benar.
Reno, rena dan sarah sementara hanya menyimak perdebatan itu. Untuk beni memang tidak ada karema dia masih bekerja. Rena sekarang memang lebih banyak diam dan tidak memaki satria maupun dinda, sebab dia sudah merasa takut jika melawan suaminya yang akan dipecat. Apalagi sekarang jabatan beni dikantor sudah lumayan bagus,sebagai kepala bagian devisi pemasaran.
" Aku tidak akan membiarkan mulut busukmu itu menghina suamiku. Ingat ya mbak aku menghormatimu karena kamu itu istri dari kakakku , tetapi jika kamu berulah aku tidak segan - segan untuk menghajarmu. Camkan itu !" Ucap dinda penuh penekanan.
__ADS_1
" Dinda, sudah nak jangan kamu teruskan lagi. Percuma kamu memberi pengertian kepada orang yang hatinya sudah tertutup dengan amarah. Satria teruskan proses hukumnya, bapak mendukungmu. Karena yang salah memang harus dihukum apalagi sudah berusaha menghilangkan nyawa seseorang.
" Baik pak , satria akan tetap melamjutkan proses hukum ini. " Jawab satria dengan yakin.
Sinta tiba - tiba bangkit dan masul kekamar dengan menutup pintu kamar secara kasar.
Braaakkkk... Pintu seakan mau hancur dihempaskan begitu saja oleh sinta. Ibu rahayu juga bangkit dan masuk kamar. Rena, reno dan sarah juga ikut pergi keluar rumah. Sepertinya mereka memilih untuk pulang daripada terkena amarah dari sang ibu yang pasti akan marah karena mereka bertiga sedari tadi diam tanpa mau ikut bicara.
" Tumben mereka bertiga tidak ikut komentar pak ?" Tanya dinda dengan heran.
" Biarkan saja, mungkin mereka sudah mulai waras " Jawab pak karim.
" Hemmm... Maafkan satria ya pak, satria sudah membuat gaduh dirumah bapak. Apalagi satria juga sudah memenjarakan mas rudi. Satria tidak akan membuat mas rudi seperti ini jika dari awal mas rudi meminta maaf. Tetapi selama 10 hari satria sakit mas rudi tidak ada etikat baik untuk meminta maaf. Untuk memberi efek jera terpaksa satria membawa masalah ini kejalur hukum." Ucap satria merasa tidak enak dengan bapak mertuanya.
" Bapak tidak marah, justru bapak mendukung kamu. Biarkan rudi disana merenungi semua kesalahannya. Bapak sendiri malu mempunyai anak seperti rudi " Ucap pak karim dengan suara parau seperti sedang menahan tangis.
Satria dan dinda saling lempar pandangan, sepertinya pak karim butuh waktu untuk sendiri. Satria dan dindapun akhirnya berpamitan pulang , dinda pulang dengan satria sebab sopirnya tadu sudah dia suruh pulang lebih dulu.
" Mas, sejak kapan tahu kalau pelaku yang menyabotase mobil itu mas rudi ?" Tanya dinda ingin tahu.
" Sejak sehari setelah mas siuman. Mas sudah meminta indra mencaritahu semuanya saat dihari pertama mas siuman. Mas sengaja tidak mau memberitahu kamu agar kamu tidak kefikiran. " Jawab satria.
" Tidak masalah mas. Semoga saja masalah ini cepat selesai dan mas rudi bisa mengbil hikmah dan pelajaran dari kejadian ini. " Ucap dinda penuh harap agar rudi bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.
" Aamiin " Jawab satria.
Mobil satria melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang sudah mulai ramai karena sudah waktunya orang - orang pulang dari kerja.
__ADS_1
*******