
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Kehidupan Sarah saat ini benar-benar sudah tidak terkontrol lagi. Sepertinya dia sudah lupa apa saja yang disarankan oleh dokter. Memang dia sudah tidak merasakan nyeri atau sakit pada area peribadinya sehingga dia beranggapan jika dia sudah sehat atau sembuh.
Obat-obatan yang sudah habis pun tidak dia beli lagi, dia tidak tahu jika penyakit itu sangat membahayakan dirinya Apalagi dia masih saja melakukan hubungan bebas,meskipun hanya dengan satu pria. Namun tidak tahu pria itu hanya bermain dengannya atau tidak.
Sudah seminggu ini, Sarah berhubungan dengan Bayu. Baru kali ini Sarah berhubungan dengan pria yang sangat-sangat muda. Menurut Sarah, Bayu bisa di andalkan dan ada sensasi lain saat bermain dengan yang lebih muda.
"Bayu, kamu malam ini mau menginap lagi kan dikontrakan ku?."Tanya Sarah saat sedang jalan makan siang dengan Bayu.
"Kenapa? Apa kamu masih kangen dengan ku?."Tanya Bayu dengan memainkan matanya.
"Kamu tahu saja apa yang aku maksud. Hemm bagaimana? Mau tidak?."Tanya Sarah pura-pura merajuk seperti gadis remaja yang sedang merajuk dengan pacarnya.
"Duchhh Sayang ku, cinta ku jangan merajuk dong. Kalau merajuk seperti ini semakin cantik loh dan aku pun semakin sayang sama kamu."Seru Bayu menggoda Sarah.
Sarah mengerucutkan bibirnya persis seperti anak ABG yang sedang merajuk. Sarah sama sekali tidak sadar diri, dia seakan lupa dengan umurnya yang sudah tidak muda lagi. Bayu meskipun masih muda dan usianya jauh dari Sarah, namun dia bisa mengambil hati Sarah dengan pintar sehingga apa yang diminta oleh Bayu pasti akan di turuti oleh Sarah.
"Iya sayang ku. Nanti malam aku akan menginap di rumah kontrakan kamu. Tapi aku mau nanti malam kamu beri aku servisan yang paling hot, aku ingin dong sesekali merasakan goyanganmu, Sayang."Ucap Bayu dengan sedikit berbisik di telinga Sarah.
Seketika wajah Sarah berubah memerah, kata-kata Bayu tadi berhasil membuat wajah Sarah bersemu merah. Sarah benar-benar tidak sadar diri, usia Bayu yang saat ini menjadi pacarnya Sarah hampir sama dengan Hana. Hanya selisih dua tahun saja dengan Hana.
"Emm baiklah nanti biar aku yang bekerja kamu cukup menikmatinya. Hitung-hitung itu bentuk kasih sayangku kepada mu."Seru Sarah dengan tidak tahu malu.
"Ok sayang. Ya sudah yuk kita pulang, badanku sudah sangat lelah sekali. Kamu yang nyetir ya, aku ingin tidur saja. Jadi saat sampai kontrakanmu nanti aku sudah tidak mengantuk lagi dan kita bisa langsung main."Ucap Bayu dengan mudahnya.
"Baiklah. Ya sudah kamu tunggu saja di mobil, aku mau bayar makanan ini dulu."Ucap Sarah meminta Bayu untuk menunggunya di mobil.
Bayu tidak menolak, diapun bangkit dan berjalan menuju mobil Sarah yang terparkir di depan. Bayu masuk ke mobil dengan senyum mengembang lebar. Tidak perlu susah-susah bekerja part time dan mengandalkan uang kiriman orang tuanya kini Bayu sudah bisa memenuhi kebutuhannya dengan mendapatkan uang dari Sarah.
__ADS_1
Bayu saat ini tidak menuntut lebih dari Sarah, yang penting kebutuhan nya tercukupi saja Bayu sudah terima.
"Ini bukannya mobil nya Sarah? Hemm ternyata dia tinggal di kota ini?." Seru Satria yang saat ini memang ada di kota tempat Sarah tinggal.
Satria dan Indra yang baru saja ke perusahaan klien di kota yang sama dengan Sarah tinggal, kini mereka ingin makan siang di Cafe yang sama. Padahal Satria baru saja pulang dari luar negeri dan hari ini sudah sampai luar kota untuk bertemu dengan klien yang sempat tertunda karena terbentur liburannya saat itu.
"Iya ini mobil wanita gila itu."Ucap Indra mengiyakan ucapan Satria.
"Sudah biarkan saja, tidak perlu di urusin wanita itu. Lebih baik sekarang kita makan karena ini susah jam 2 singa, setelah itu kita harus segera pulang. Ingat , kita butuh waktu 2 jam perjalanan untuk sampai rumah jadi harus mengisi tenaga."Seru Satria dengan melenggang masuk ke cafe.
Indra hanya menggelengkan kepalanya, lalu mengikuti langkah Satria masuk ke Cafe. Perutnya juga sudah keroncongan dan tidak bisa di ajak kompromi lagi.
"Ohhh kalian ada disini juga?." Seru Sarah yang hendak keluar namun bertemu dengan Satria dan Indra.
"Jangan cari masalah denganku kalau tidak mau aku buat hidup mu menderita. Jangan halangi laju langkahku, menyingkir !! ."Seru Satria yang sama sekali tidak mau berurusan dengan Sarah.
"Sombong."Ucap Sarah pelan namun masih bisa didengar oleh Satria dan Indra.
"Sayang... Kok lama sekali sih.Ayo cepetan !."Ucap Bayu yang menyusul Sarah lagi sebab terlalu lama menunggu di dalam mobil.
Satria dan Indra langsung memandang kearah pria yang baru saja memanggil Sarah. Mata Satria dan Indra langsung terbelalak melihat pria muda yang barusan memanggil Sarah. Mereka berdua syok mendapati pria muda yang tadi memanggil Sarah.
"Itu pacar kamu? Hahaaaa tidak sadar umur, malu tuh sama uban."Ucap Indra membuat Sarah semakin geram.
Sarah tidak memperdulikan celotehan Indra, dia memilih segera meninggalkan Cafe. Tidak mau berurusan dengan Satria yang akan membuat dirinya susah di kemudian hari.
Satria dan Indra hanya bisa tertawa melihat raut wajah Sarah yang terlihat kesal dan pergi tanpa berucap apapun.
***********
"Ma, apa mama sudah menikah lagi?."Tanya Hana.
Sinta terdiam, dia bingung mau menjelaskan nya. Namun dia tidak mungkin untuk berbohong lagi dengan Hana.
"Iya. Mama memang sudah menikah dengan adik nya Satria. Tapi hanya menikah siri saja, tapi mama sudah ingin meminta cerai. Mama tidak mau lagi hidup dengan pria seperti itu. Sudah mama tidak mau membahas masalah pria itu, intinya mama tidak mau melanjutkan pernikahan karena dia sudah berbohong."Ucap Sinta terlihat kesal saat membahas masalah Haikal.
__ADS_1
Hana pun tidak mau membahas masalah suami mamanya lagi. Akan tetapi dia cukup terkejut saat yang menjadi suami mamanya adalah adik dari Satria. Dia hanya tahu mamanya sudah menikah dari Dinda saat liburan di Jerman, akan tetapi tidak tahu jika pria itu adik Satria.
"Sekarang kita pulang ma, kita kerumah kakek dan nenek."Ucap Hana mengganti topik pembicaraan.
"Harus sekarang?."Tanya Sinta gugup.
Dia takut kedatangannya nanti akan di tolak oleh mantan mertuanya. Dia ingat betul terakhir dia datang dan bertemu dengan Reno dan Cahaya, diasempat bersetigang sebentar dengan Reno.
"Iya sekarang dong ma,masa tahun depan? Kalau mau berbuat baik itu jangan di tunda-tunda. Ayok ma kita berangkat sekarang, hari sudah semakin siang dan makan pun kita sudah selesai."Seru Hana.
"Iya."Jawab Sinta dengan singkat.
Hana dan Sinta meninggalkan cafe dan menuju mobil. Kini mereka sudah ada dijalan menuju rumah pak Karim, perasaan Sinta saat ini tidak menentu. Ada rasa was-was yang hinggap pada dirinya, dia takut jika kedatangan nya akan di tolak oleh mantan mertuanya.
"Mama kenapa kok gelisah begitu?."Tanya Hana yang sedari tadi memperhatikan Sinta.
"Emm mama hanya takut jika kedatangan mama akan ditolak. Apalagi nenek kamu itu sangat membenci mama."Jawab Sinta jujur.
"Jangan takut, nanti biar Hana yang mengatasinya. Tapi mama ini datang dengan maksud baik-baik, tapi kenapa harus takut?."Seru Hana dengan heran.
"Iya Hana, tapi kamu tahu sendirikan bagaimana dengan watak nenek kamu itu. Bagaimanapun mama tetap khawatir, apalagi kesalahan mama itu sangat fatal."Ucap Sinta serius.
Namun tanpa terasa mobil yang di kendarai oleh Sinta sudah sampai di depan rumah mantan mertuanya. Kebetulan didepan rumah ada ibu Rahayu yang sedang menyiram tanaman bunga-bunganya. Melihat ada mobil yang masuk dan berhenti di pekarangan rumahnya dia pun penasaran dengan orang yang ada di dalam mobil.
"Hana ?." Seru Ibu Rahayu dengan mengulas senyum manis nya.
Namun seketika mata ibu Rahayu melotot saat melihat wanita yang turun dari pintu samping. Dia mendapati Sinta yang ternyata 1 mobil dengan Hana.
*Mau apa wanita ular dan licik itu datang kesini? Biarpun dia itu mama kandung dari Hana, tetapi aku sama sekali tidak peduli. Kesalahannya tidak bisa ku maafkan.*Gumam ibu Rahay dalam batinnya.
"Mau apa kamu datang kesini? Kamu boleh bertemu dengan Hana, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya datang kerumahku. Aku tidak sudi melihat wajah ular mu itu, wanita tidak punya hati. Anak sendiri kok mau dijual dan dijaminkan hutang."Seru ibu Rahayu terlihat sekali dia sedang marah.
"Nek, jangan begini dong. Mama datang dengan maksud baik kok, mama datang untuk meminta maaf."Seru Hana mendekati neneknya.
"Aku tidak sudi memaafkan wanita ini, dan jangan harap aku akan bersikap baik dengan wanita ular inii !! Dua mantan menantu ku itu tidak pantas lagi menginjakkan kaki dirumahku ini !! "Ucap Ibu Rahayu terlihat sekali rasa kesalnya terhadap Sinta.
__ADS_1
Ibu Rahayu masih saja memandang buruk Sinta, sedangkan Sinta mencoba menetralkan hatinya dan emosinya agar tidak terpancing emosinya dengan kata-kata Ibu Rahayu.
**************