Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Rasa iri para saudara


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Kenapa tadi kalian berdua diam saja tidak ikut bicara membela mas rudi?" Tanya rena kepada reno dan sarah.


Reno dan sarah saat ini ada dirumah rena sedang membicarakan masalah yang saat ini sedang menimpa rudi. Mereka bertiga memang sengaja diam agar tidak terlibat dengan masalah hukum, terlebih apa yang dilakukan rudi memang sudah keterlaluan. Rudi sudah berniat menecelakai dan menghilangkan nyawa satria, satria punya banyak uang dan dia bisa memenjarakan rudi selamanya. Menurut mereka dengan uang semuanya akan sangat mudah.


" Kami taku terseret kedalam masalah mas rudi. Apalagi saat itu memang mas rudi bareng sama saya dan teman - teman yang lainnya. Biarkan saja itu menjasldi urusan mas rudi, satria yang sekarang bukan lagi satria yang dulu yang mudah untuk ditindas. Uang dia banyak, hukum bisa dia beli " Ucap reno tetap memiliki pendapat miring untuk satria.


" Aku juga begitu mas, apalagi sekarang mas beni pekerjaannya semakin bagus jadi aku tidak mau cari masalah sama satria. Mas benikan kerja diperusahaan satria, salah dikit nanti mas beni terkena imbasnya juga " Ucap rena sambil mengunyah cemilan anak-anaknya.


" Mama itu punya gibran sama tiara , jangan dihabiskan " Teriak tiara mengingatkan mamanya.


Mata rena melirik tiara dan gibran yang sedang asik menonton televisi. Rena memang begitu, tidak mau mengalah dengan anaknya, sudah tua tetapi suka berebut makanan sama anak - anaknya sehingga membuat beni suka memarahi rena.


" Iya mama tahu " Jawab rena kesal.


Reno dan sarah hanya menggeleng heran melihat tingkah rena yang seperti anak kecil. Merekapun kembali melanjutkan obrolannya tadi yang sempat tertunda. Reno maupun Sarah tidak mau ikut campur masalah rudi, apalagi mereka juga saat ini sedang krisis keuangan. Mana ada uang untuk membantu mengeluarkan rudi.


" Lebih baik kita menjauh saja dulu dari mas rudi. Aku pusing mendengar ocehan ibu dan mbak sinta." Ucap Sarah dengan kesal.

__ADS_1


" Iya, masak ibu meminta aku untuk membantu biaya jaminan mas rudi. Uang didompet saja sudah sekarat begini " Ucap reno kesal.


" Tapi kalau kita menjauh, ibu dan mbak sinta pasti akan marah. Tahu sendiri ibu kalau sudah marah pasti dar A sampai Z tidak selesai juga ngomelnya. Apalagi mas rudi itukan anak paling disayang. Sebenaranya ada kalanya aku juga merasa iri sama mas rudi. Dulu saat menikah pesta mewah setelah menikah dapat uang 150 juta dan sawah bagian ibu juga dukasih mas rudi. Sedangkan kita cuma dapat uang 150 juta saja, menikah alakadarnya " Seru Rena mengingat semua ketidak adilan dari ibu rahayu.


Reno dan sarah manggut - manggut mendengarkan apa yang dikatakan rena. Apa yang dikatakan rena memang ada benarnya dan renopun membenarkannya. Rudi sudah seperti anak emas ibu rahayu, semua apa yang dimiliki ibu rahayu jatuh dan diberikan kepada rudi.


" Ya sudah kalau begitu ikut saja apa yang tadi saya katakan. Jauhi mas rudi daripada kita ikut ketiban sialnya. Enak saja selama ini dia yang sudah enak nenerima apa - apa dari ibu, bahkan sekarang tinggal juga dirumah ibu dan bisa jadi rumah itu nanti akan jadi milik dia juga. Jadi biarkan saja mbak sinta dan ibu yang mengurus mas rudi, tah bapak juga sudah pasrah dan tidak perduli lagi sama dia. " Ucap sarah terus menyampaikan pendapatnya.


Hari semakin sore dan terdengar motor memasuki pekarangan rumah rena. Rena bangkit dan menyambut suaminya yang baru saja pulang dari bekerja. Akhir - akhir ini rena memang sedikit berubah, sikapnya sudah mulai manis dan tidak sering marah dan membantah beni. Beni sangat bersyukur jika istrinya bisa berubah lebih baik.


" Mas, didalam asa mas reno dan mbak sarah " Ucap rena sambil menerima tas kerja yang diulurkan beni.


" Tumben dia main kerumah kita, ada perlu apa ?" Tanya beni heran.


" Ada masalah besar yang belum mas ketahui, mas rudi ditangkap polisi karena ketahuan melakukan kejahatan. " Seru rena dengan antusius.


" Mas rudi kenapa mas?" Tanya beni.


" Dia ketahuan mencelakai satria, ternyata kecelakaan satria itu mas rudi yang merencanakannya. Dia sudah menyabotase mobil satria dengan cara memotong kabel rem mobilnya. Sialan benerkab itu mas rudi ? Sekarang justru dia yang merepotkan kita, dipikir dia berhadapan sama satria yang dulu kampungan ? Kalau mau apa - apa tidak difikir dulu " Ucap reno dengan sangat kesal.


* Haaahhhh.... Ternyata oranv yang dimaksud itu mas rudi? Pantaa saja tadi dikantor heboh mantan karyawan yang sudah berniat mencelakai boss nya. Maa rudi kenapa kamu jadi nekat begini ya. Cari masalah saja kamu mas, belum tahu bagaimana satri kalau sudah marah. Terima saja nasibmu mas * Gumam beni dalam hatinya.


Reno dan sarahpun akhirnya pamit pulang, beni masuk kamar dan segera membersihkan dirinya. Rena sendiri sibuk didapur untuk memasak hidangan makan malam, mau tidak mau sekarang rena harus memasak. Beni mengancam tidak akan memberi rena uang jika rena masih saja bermalas- malasan. Bagi rena tidak bisa kalai tidak ada uang , sehingga dia rela melakukan tugas beres - beres rumah dan memasak demi uamg dari suaminya.


" Apa yang diminta ibu kepada kalian dengan kasus yang menimpa mas rudi ini?" Tanya beni menghampiri rena yang sedang memasak.

__ADS_1


" Oh... Eh mas. Itu, ibu meminta aku dan mas reno untuk membantu membayar pengacara yang mahal atau menjamin mas rudi dengan sejumlaj uang. Uang darimana sebanyak itu ? Jikapun aku ada lebih baik aku pakai untuk beli mobil, enak mau kemana - mana tidak akan mepanasan dan anak - anak juga nyaman." Ucap reno menyampaikan rasa kesalnya.


" Itu lebih bagus. Biarkan saja mas rudi dan mbak sinta mengurusnya sendiri, berani berbuat harus berani bertangggung jawab . Lagian memang mudah mengeluarkan orang yang bersalah, mana bukti - bukti juga sudah jelas. " Ucap beni lagi.


Beni duduk du kursi meja makan sambil menikmati teh yang baru saja dia buat. Mau makan rena belum selesai makan, ya sudah cukup menikmati teh dan cemilan saja. Kedua anaknya masih anteng diruang Tv. Suasana rumah beni juga sudah ada perubahan, tidak lagi berantakan tidak ada suara jejeritan rena yang memanggilnya sesuka hati dan tidak adalagi tangisan anak - anaknya yang saling berebebut mainan dan makanan..


* Tahu begini aku bersikap tegas dari dulu, mungkin dulu aku terlalu memanjakan rena dan mengikuti semua kemauannya sehingga dia bersikap seenaknya kepadaku * Gumam beni dalam hatinya


**********


Satria dan dinda ada dirumah neneknya, disana dinda menjelaskan jika dia sama sekali tidak masalah dengan laporan satria. Bahkan dinda juga menjelaskan jika ayahnya sendiri juga mendukung apa yang sudah dilakukan oleh satria.


" Nenek tenang saja, saya dan bapak tidak akan marah . Kami mendukung apa yang sudah mas satria putuskan. Yang salah tetap harus dihukum tanpa terkecuali, jangan merasa tidak enak begitu ya nek " Ucap dinda mengenggam erat tangan nenek murni.


" Nenek hanya tidak mau hubungan satria dan keluargamu semakin memburuk. Tetapi jika ayahmu mendukung ya sudah, nenek bisa lega mendengarnya. Untuk acara makan malam dengan keluargamu sepertinya tidak akan pernah terlaksana " Ucap nenek sambil terkekeh.


Acara makan malam yang sempat direncanakan kini sudah tertunda lagi, waktu itu tertunda karena satria kecelakaan dan sekarang tertunda karena masalah rudi yang ditangkap polisi gara - gara laporan satria. Dinda hanya mengulas senyum sungkan , dia tahu pasti saat inu nenek murni sangat kecewa apalagi setekah tahu orang yang mencelakai cucunya adalah kakak kandung dinda sendiri.


" Sekarang kita makan malam saja nek dan anggap saja ini acara makan malam yang sudah direncanakan. Oh iya nek, bagaimana kabar tiga manusia biang onar itu ?" Tanya satria menanyakan kabar orang tuanya.


" Nenek tidak tahu. Sudah beberapa hari ini mereka tidak menemui nenek. Sepertinya mereka memang masih marah karena nenek sempat memarahi mereka saat datang kesini untuk meminta jabatan tinggi. Sudah jelaa nenek menolaknya " Ucap nenek murni jujur .


" Nanti kalau mereka butuh pasti mendekat lagi nek, mereka itu memang hanya mau yang kita saja kak. Terbuktikan satria sakit saja mereka tidKak ada yang menjenguk , papa sama sekali tidak menjenguk satria. Mama dan anak manjanya itu yang datang. Itupun datang buat meminta uang dan jabatan yang tinggi diperusahaan, dengan lancangnya mereka meninta jabatan tinggi.


Dinda membantu pelayan menyiapkan makan malam dan tidak lagi mendengar apa yang sedang dibahas oleh suami dan neneknya.

__ADS_1


*********


__ADS_2