Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Kuliah dinda


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Tanpa tahu malu kedua orang tua satria beserta hakim datang kerumah disaat jam makan malam. Mereka sudah merencanakan sesuatu , mereka akan menuntut cucu dari satria dan jika tidak bisa memberikan cucu mereka akan mencarikan jodoh baru untuk satria. Dengan begitu mereka akan mudah mengendalikan istri baru satria.


Selesai makan malam, rahma sengaja mengumpulkab semua anggota keluarga untuk membicarakan apa yang menjadi tujuan utama dia datang kerumah nenek murni.


" Kapan istrimu bisa memberikan cucu untuk kami satria ? Katanya sudah 2 tahun menikah tapi sampai sekarang kok belum bisa hamil juga. Jangan - jangan istrimu bermasalah. " Cibir rahma sambil melirik sinis kearah dinda .


" Apa hak kalian menanyakan soal cucu atau anak. Aku bukan tuhan yang bisa langsung menciptakan anak, jangan banyak mengomentari rumah tanggaku. Akan aku hadapi siapapun yang menghina istriku, sekalipun itu anda ibu kandungku sendiri " Ucap satria dengab tegas.


Rahma tidak mau kalah jika dia tetap menginginkan cucu dari satria dan dinda. Padahal semua itu hanya kebohongan belaka , sebuah trik untuk memasukan orang ketiga dirumah tangga satria. Manusia licik tetap akan licik dan tidak bisa dikasih celah sedikitpun.


Nenek murni tahu bageimana watak dan sifat keras anak perempuannya. Namun kali ini dia juga tetap akan menentang rahma,meskipun tidak dapat dipungkiri jika dia juga sangat menginginkan cicit dari satria dan dinda. Namun anak itu rezeki dari Allah tidak bisa manusia memaksakan jika Allah belum berkehendak.


" Mama tidak menghina istrimu satria, maaf. Mama hanya ingin mempunyai cucu, apalagi usia mama papa dan nenek sudah tidak muda lagi. Kamu harus punya keturunan yang bisa mewarisi harta - harta mu kelak " Ucap rahma merendahkan suaranya.


Dinda menundukkan kepalanya karena dia merasa tidak berguna sebagai istri. Sudah dua tahun menikah tetapi sampai sekarang belum dikaruniai seorang anak. Padahal antara dia dan suaminya sama - sama subur dan tidak bermasalah. Namun keinginan mertuanya membuat dinda merasakan kesedihan yang mendalam.


Melihat istrinya yang menundukkan kepala membuat satria merasa sangat bersalah. Dia tahu saat ini hati istrinya pasti sedang hancur. Satria menggenggam tangan dinda dengan erat, seakan tidak ingin melepaskannya.


" Masalah anak itu bukan kuasa kami. Semua itu Allah yang mengatur, aku dan dinda juga sudah berusaha. Kamipun sama- sama sehat tidak ada yang bermasalah. Kalau anda mau memiliki cucu suruh saja dihakim menikah dengan wanita pilihan anda itu. Jangan mengacaukan kehidupanku " Seru satria marah.


" Kamu jangan kasar bicara sama mama kamu satria. Bagaimanapun dia itu maka kamu dan orang yang melehirkan kamu. Kami ini cuma ingin segera menimang cucu. Apa tidak lebih baik kamu menikah lagi dengan wanita yang bisa secepatnya memberikan kamu keturunan jangan bisanya menghabiskan uang mu saja " Ucap kandar ikut buka suara mengutarakan keinginannya.


Satria mengepalkan kedua tangannya ingin rasanya dia menampar mulut papanya yang tidak tahu diri itu.


" Aouuwww " Lirih dinda kesakitan sebab satria mengepalkan tangannya dengan posisi satu tangannya menggengam tangan dinda.


" Maaf sayang , aku tidak sengaja " Ucap satria baru ingat jika dia sedang menggenggam tangan dinda.


" Iya mas. Mas kendalikan emosimu jangan sampai kamu emosi menghadapi kedua orang tuamu. Bagaimanapun juga mereka orang tuamu dan adikmu. Jaga amarah dan emosinya ya mas. Aku bawa nenek kekamar dulu ya, nenek sepertinya sudah sangat lelah " Ucap dinda dengan lembut.


* Pandai cari muka ! Lihat saja aku akan membuat mama dan satria membencimu. Wanita miskin sepertimu tidak akan aku biarkan menguasai harta anakku. * Gumam rahma dalam hatinya.

__ADS_1


* Hemmm... Kalau diperhatikan dari dekat istri satria ini cantik juga. Cantiknya natural dan tidak membosankan. Sayang dia itu istri satria, kalau bukan kakak iparku pasti sudah aku dekati * Gumam hakim dalam hatinya dia mengagumi kecantikan dinda sang kakak iparnya sendiri.


Satria merasa jijik melihat cara hakim memandang dinda. Satria harus waspada dengan keluarga nya sendiri, dia mencium bau - bau kelicikan dan kecurangan . Setelah dinda mengantarkan nenek kekamarnya , satria kembali melanjutkan obrolannya. Kali ini nada bicara satria lebih kasar.


" Sebenarnya apa yang sedang kalian rencanakan ? Kalian datang disaat aku sudah besar dan sukses. Disaat aku kecil dan kehidupan nenek juga miskin kalian meninggalkan ku begitu saja. Dan kembali ingin mengatur hidupku. Tidak semudah itu meskipun kaliab itu orang tuaku sendiri. Tapi sampai detik ini aku sudah menganggap orang tuaku MATI !!" Bentak satria dengan penuh penekanan.


Deg....


Rahma dan kandar langsung melempar pandangan, mereka terkejut dengan pernyataan satria. Ternyata satria memang tidak menganggap mereka ada. Bahkan sudah dianggap mati. Hakim sendiri mulai merasakan tatapan membunuh di mata satria.


" Dan kamu anak manja ! Apa kamu tidak bisa bekerja untuk menghidupi dirimu sendiri. Jangan bisanya cuma mengandalkan orang tua, aku tidak selamanya akan memberimu uang. " Ucap satria dengan ketus.


" Biarpun aku telah meninggalkan kamu , tetap aku ini ibu kamdung kamu. Ibu yang sudah melahirkan kamu, aku hanya ingin melihat kamu hidup bahagia dengan anak dan istri kamu. Mama mau yang terbaik untuk kamu , dengan kamu menikah lagi kamu bisa segera mempunyai anak satria. " Seru rahma .


" Pergi kalian dari sini !! Jangan mengurusi hidupku, pergi !!" Seru satria berteriak dengan lantang. Bahkan air mata satria sudah tidak dapat ditahan lagi.


Dia sangat sedih, orang tua yang seharusnya bisa mendukungnya, memberi semangat dan nasehat - nasehat yang baik tetapi semua angan - angan satria hilang. Ternyata kedatangan orang tuanya tidak lebih karena harta dan harta. Mungkin jika sampai saat ini dia masih miskin orang tuanya tidak akan pernah kembali sampai mereka benar- benar mati sungguhan seperti yang selama ini dikabarkan.


" Jangan harap aku akan perduli dengan hidup kalian lagi. Kalian sudah membuatku murka ! " Seru satria penuh penekanan.


" Susah payah aku melahirkanmu tapi ternyata ini balasanmu. Tahu seperti ini aku habisi kamu dari saat masih bayi " Seru rahma dengan kesal.


Tanpa bicara lagi, kedua orang tua satria dan hakim pergi dari rumah. Mereka memesan taksi saat sudah ada diluar rumah dan menunggu taksi diluar gerbang. Satria tidak mengizinkan mereka menunggu di halaman rumah, dengan terpaksa mereka mengikuti kemauan satria.


" Kok jadi seperti ini sih ma ? Kenapa mama bahas soal istri dan anak. Padahal tadi dirumah hakim sudah bilanv jika hakim ingin meminta mobil. Percuma punya kakak kaya tapi mobil tidak punya. Mama sih sudah mengacaukan semuanya, coba kalau tadi itu baik- baik saja tanpa membahas anak dan wanita pasti kita masih baik - baik saja. Kita sekarang itu harus pintar - pintar cari muka depan satria Ma agar dia juga baik sama kita " Seru hakim dengan kesal.


" Sudah diam kamu ! Cerewet banget punya mulut, sekarang lebih baik kita cepat pulang agar kita bisa menyusun rencana baru kita. Mana dulu taksi itu kok belum datang juga " Seru rahma tidak mau disalahkan oleh hakim.


Akhirnya taksi yang mereka tunggupun datang. Mereka bertiga masuk mobil dan segera meminta sopir melajukan mobil sesuai yang sudah tertera di aplikasi.


*********


Satria masuk kerja seperti biasanya, dia menganggap nasalah yang tadi malam sudah berlalu. Dan tidak mau membahasnya lagi, bahkan dengan dindapun dia tidak mau membahasnya.


" Pak ini berkas yang bapak minta. Oh iya pak jam 10 nanti ada meeting dengam klien dari Jerman, Tuan abraham." Ucap Kalila sekretaris Satria.


" Iya letakkan saja disitu. Kamu siapkan semua berkasnya dan nanti kamu ikut saya meeting diluar. Bukannya indra sudah memberitahumu dari kemarin ?" Tanya satria dengan tegas.


" Iya pak, berkasnya sudah saya siapkan. Baiklah kalau begitu saya balik keruangan saya pak " Ucap kalila.

__ADS_1


Hemmmmm....


Satria hanya menjawab dengan deheman saja, jika dikantor satria memang sangat tegas dan dingin. Namun aura ketampanannya tidak pernah pudar, banyak karyawan wanita yang mengaguminya tanpa ada yang tahu siapa pemilik hati sang boss tampannya itu.


Selama ini dinda memang tidak pernah datang keperusahaan karena dia tidak mau bertemu dengan orang - orang yang pasti akan memandangnya rendah, setahu dinda orang - orang yang bekerja kantoran pasti berpendidikan tinggi semua.


" Ndra, kamu jadikan meeting dengan Tuan Abrham ? Kalau kita bisa bekerja sama dengan perusahaan Tuan abraham kita akan untung banyak. Perusahaan Abraham Group itu perusahaan besar dan kita bisa mengembangkan sayap kita sampai jerman. " Ucap indra yang tiba - tiba datang tanpa permisi terlebih dahulu.


" Iya nanti aku meeting dengan kalila. Kamu kenapa tidak ketuk pintu dulu ?" Tanya satria kesal.


" Heheee... Maaf, ya sudah kalau begitu aku balik ruanganku lagi. Tadi aku cuma tanya itu saja kok. " Seru indra berlalu kembali keruangannya.


Satria hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan konyol Indra. Datang tanpa permisi cuma untuk menanyakan soal meeting itu saja.


Sementara saat ini disalah satu universitas milik STR Group, dinda sedang mengikuti kelas nya. Ya, dinda sudah sebulan ini berkuliah mengambil jurusan bisnis tentunya dengan bantuan dan dorongan dari nenek murni tanpa sepengetahuan satria. Nenek ingin dinda ikut membantu satria mengembangkan perusahaan. Bagi nenek seorang wanita tidak melulu harus ada didapur, apalagi usia dinda masih cukup muda.


Dinda yang meminta agar dirahasiakan dulu dari satria, dinda ingin memberitahu satria jika dia sudah lama berkuliah.


" Hai anak baru kamu tinggal dimana sih ?" Tanya seorang wanita yang bernama Mirna.


" Di daerah XX, ada apa ya kok tanya tempat tinggalku. Kalau kamu mau main boleh kok " Jawab dinda dengan ramah.


" Emm... Boleh tapi lain kali ya. Karena setelah kelas selesai aku mau langsung pulang. Mau bantu mama jaga toko, soalnya mama harus mengantar papa cek up rutin " Ucap mirna dengan jujur.


" Oh, orang tua kamu punya toko ?" Tanya dinda ingin tahu.


" Iya, toko kue. Tapi tidak besar kok, hanya toko kecil saja yang cuma bisa mengerjakan 2 karyawan saja. Untuk kue semua resep dari tangan mamaku sendiri. Besok aku bawakan deh kue buatan mamaku sebagai salam perkenalan kita " Seru mirna dengan antusius.


Mirna tipe - tipe orang yang ramai tapi cuek, cuek jika memang belum mengenal saja. Jika sudah mengenal dia akan banyak bicara dan banyak ingin tahu ini dan itu. Sebulan berkuliah dinda memang belum mempunyai teman yang akrab, hanya teman sekedar salam dan sapw saja. Namun hari ini dia mempunyai teman baru bernama mirna.


Dinda berkuliah juga semua diatur oleh nenek murni selaku pemilik Universitas Satria. Tentunya dengan mudah dinda bisa masuk universitas tanpa harus banyak begini dan begitu. Bahkan dinda langsung bisa ikut kelas, awalnya para dosen ragu dengan kemampuan dinda namun setelah dicoba dinda bisa mengikuti kelas dengan baik dan menjawab soal dengan mudah.


" Baiklah terimskasih ya Mirna " Ucap dinda.


" Ok...Sstt dosen kiler sudah datang. Harus diam jangan mengobrol lagi. " Seru mirna sambil menempelkan jari telunjuk dimulutnya.


Dinda mengangguk paham, yang dimaksud dosen kiler adalah Pak Suryo seorang dosen yang galak, tegas dan susah sekali untuk tersenyum.


**********

__ADS_1


__ADS_2