Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Ingin meminta maaf


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sarah datang kerumah mantan mertuanya untuk meminta maaf kepada Reno dan Joni serta semua keluarga mantan mertuanya. Sarah tahu jika kedatangannya akan membuat keributan dirumah mantan mertuanya.


Tok Tok Tok


Assalamualaikum.... Assalamualaikum....


Sarah mengetuk pintu sambil mengucapkan salam terlebih dahulu. Tidak biasanya Sarah bertamu dan mengucapkan salam seperti itu. Seperti nya saat ini hati dan fikiran Sarah sedikit terbuka dan mulai waras.


Cekleeekkkk


Pintu rumah terbuka dan terlihat ibu Rahayu membukakan pintu dengan wajah tidak sukanya memandang kearah Sarah berdiri.


"Mau apa kamu datang kesini? Mau cari gara-gara lagi?."Tanya ibu Rahayu saat membukakan pintu untuk Sarah.


"Saya datang kesini tidak untuk mencari ribut, tapi saya datang untuk bertemu dengan kalian semua. Saya datang dengan baik-baik jadi jangan memarahiku seperti itu dong, hargai tamu yang sedang bertamu dong bu."Ucap Sarah mau meminta maaf tapi bahasanya masih saja ketus.


Kedatangannya untuk meminta maaf, akan tetapi bahasa dan gaya bicara Sarah terdengar ketus dan tidak sopan. Sehingga membuat sang tuan rumah tidak percaya dengan niat baik Sarah.

__ADS_1


"Kalau memang datang dengan baik-baik, ya jangan seperti ini. Gaya kamu bicara saja seperti orang yang cari masalah. Kamu masih berani datang setelah apa yang sudah kamu lakukan kepada cucu saya? Dasar ibu tidak punya hati kamu, Sarah!!."Bentak ibu Rahayu dengan kesal mengingat perlakuan Sarah kepada Joni beberapa hari yang lalu.


"Hai Bu.. !! Saya datang itu tidak untuk cari ribut tapi datang karena ingin meminta maaf kepada Joni dan mas Reno, bila perlu sama kalian juga. Kenapa juga ibu malah membahas masalah yang tidak perlu dibahas lagi sih. Lagian seperti ibu itu tidak pernah melakukan kesalahan saja. Ingat bu, dulu ibu sama Dinda dan Satria bagaimana? Dulu ibu sangat membenci mereka kan? Karena tahu Satria orang kaya ibu langsung berubah baik. Munafik !!."Ucap Sarah dengan senyum mengejek mantan ibu mertuanya.


Mendengar ada suara ribut-ribut di depan, Cahaya yang sedang menyetrika pakaian mencoba mencari tahu ada apa didepan sana. Cahaya melihat ternyata didepan ada ibu mertuanya yang sedang berdebat dengan Sarah, mantan istri pertama Reno.


"Ibu, Mbak Sarah ! Ini ada apa kok ribut-ribut? Jangan ribut didepan pintu begini dong, malu sama tetangga. Lebih baik sekarang kita masuk dan duduk agar suasana lebih baik dan hati juga tenang. Untuk mbak Sarah, maaf mbak mau apa datang kesini? Jika kedatangan mbak baik-baik saya akan menerima, tapi jika kedatangan mbak hanya ingin cari masalah lebih baik mbak pergi saja dan tidak perlu masuk."Ucap Cahaya mengantisipasi kedatangan Sarah.


"Jangan sok mengajari saya anak kecil. Saya datang kesini karena saya itu ada niat baik, tapi ibu mertua kamu ini yang malah marah-marah lebih dulu. Ya sudah lebih baik kita bicara didalam saja, aku capek berdiri terus."Ucap Sarah masih saja dengan kata-kata yang kurang sopan.


Cahaya pun mengajak Sarah dan ibu Rahayu untuk masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Cahaya kedapur untuk membuat kan minuman, biar bagaimanapun Sarah adalah tamu yang harus dijamu meskipun hanya sekedar air putih ataupun teh manis saja.


"Silahkan diminum mbak, Sarah."Ucap Cahaya sambil meletakkan teh manis diatas meja depan Sarah.


"Iya."Jawab Sarah singkat.


Reno saat itu sudah menceritakan semua apa yang terjadi dengan Joni dan apa saja yang diucapkan Sarah serta dialami oleh Joni. Bahkan ternyata Joni sempat di tampar oleh Sarah sampai 2 kali.


"Bu, kendalikan emosi ibu ya. Ingat ibu punya riwayat darah tinggi, biarkan mbak Sarah menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan. "Ucap Cahaya mencoba menenangkan ibu mertuanya.


Haaahhhhhh


Terlihat ibu Rahayu menghela nafas secara perlahan agar hatinya sedikit lebih tenang. Sarah hanya melirik sembari tersenyum kecut melihat tingkah mantan ibu mertuanya.


"Bicaralah mbak Sarah."Ucap Cahaya dengan ramah.

__ADS_1


"Apa Joni ada dirumah? Aku ingin bertemu dengan Joni juga, aku ingin meminta maaf secara langsung dengannya."Ucap Sarah sembari mengitari pandangannya kesekeliling rumah.


"Joni tidak ada ! Jangan harap dia mau bertemu dengan kamu lagi. Dia sudah benci dan tidak mau lagi bertemu dengan kamu. Sudah cepat bicara, aku tidak punya waktu banyak sebab aku harus segera pergi."Seru ibu Rahayu sama sekali tidak bisa bicara dengan pelan. Rasa sakit hati dan amarahnya tidak bisa diajak kompromi.


Ibu Rahayu seharusnya ada dirumah Dinda, namun tadi pagi-pagi sekali memang pulang sebab dia ingin mengambil pakaian Joni. Iya, Joni semalam ikut Reno kerumah Cahaya dan Joni menginap disana. Dan Rencana nya selama Dinda dan Satria tidak ada dia juga akan menginap disana lagi. Beruntung sekali saat ini Joni tidak ada dirumah sehingga tidak bertemu dengan Sarah. Jika bertemu dengan Sarah yang ada Joni pasti akan takut dan kembali trauma dengan Sarah.


"Kemana sih sok sibuk banget. Memangnya Joni pergi kemana? Ya sudah kalau memang Joni tidak ada, sampaikan saja salam permintaan maafku untuknya. Aku menyesal sudah bersikap kasar kepada Joni dan sudah menyekap dia semalaman. Untuk mas Reno dan semuanya aku juga minta maaf."Ucap Sarah.


"Atas dasar apa kamu berani meminta maaf dan mengakui kesalahan kamu? Apa kamu sudah mau mati dan takut banyak dosa jadi masuk neraka?." Seru Ibu Rahayu dengan sikap ketusnya.


Deegghh....


Sarah langsung terdiam. Apa yang dikatakan ibu Rahayu memang ada benar nya juga. Apa karena penyakitnya itu dia mau meminta maaf dan seolah mati sudah ada didepan mata. Sarah mencoba menepis rasa ketakutannya jauh-jauh, dia harus tetap terlihat kuat dihadapan keluarga mantan suaminya. Padahal dalam hatinya saat ini dia sangat-sangatlah rapuh dan ketakutan akan kematian.


*Tidak !! Aku akan sembuh dan aku tidak akan mati secepat itu. Aku sudah punya uang banyak, Hakim sudah ada ditanganku dan dia juga banyak uang.*Gumam Sarah dalam batinnya.


"Aku hanya ingin meminta maaf, tapi terserah kalian kalau kalian tidak mau memaafkanku. Ya sudah lebih baik aku pulang saja, yang penting aku sudah meminta maaf sama kalian."Ucap Sarah lalu bangkit dan tanpa ragu berjalan keluar rumah ibu Rahayu.


"Bu, apa benar ya dia itu meminta maaf? Maksud Cahaya, apa mbak Sarah benar-benar tulus meminta maaf. Meminta maaf kok kesannya seperti dipaksa begitu, tidak ada sopan-sopannya sama sekali."Ucap Cahaya dengan keheranan.


"Sudah biarkan saja. Tidak perlu lagi kamu fikirkan dia, dia memang wanita stress. Oh iya tolong kamu siapkan pakain Joni, tidak perlu banyak-banyak 3 stel saja. Nanti mau ibu bawa sekalian, maaf ya Cahaya kalau ibu lebih banyak dirumah Dinda. Jadi tidak bisa membantu kamu mengurus rumah."Ucap ibu Rahayu merasa tidak enak dengan sang menantu.


"Sudah bu tidak apa-apa. Ya sudah, Cahaya siapkan pakain Joni dulu ya bu. Beruntung sekali semalam Joni menginap disana bu, jadi tidak bertemu dengan Mbak Sarah. Cahaya khawatir jika Joni bertemu dengan mbak Sarah, dia akan semakin lama melupakan traumanya."Ucap Cahaya kelihatan sekali peduli dengan Joni.


Ibu Rahayu mengakui meskipun Cahaya masih muda, tetapi cara berfikirnya sudah sangat dewasa. Mungkin dengan Sarah saja lebih dewasa Cahaya cara berfkirnya. Cahaya segera masuk kekamar Joni untuk menyiapkan pakain Joni yang akan dibawa oleh ibu Rahayu.

__ADS_1


*************


__ADS_2