Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Permintaan orang tua


__ADS_3

.


.


.


💞 HAPPY READING 💞


Satria saat ini ada dikamar neneknya sedang membicarakan perihal kedatangan kedua orang tuanya. Satria merasa ada yang ganjil dengan cerita yang sudah orang tuanya ceritakan. Bahkan satria melihat binar bahagia yang berbeda di wajah neneknya.


" Nek, apa mereka itu benar papa dan mama ku ? " Tanya satria.


" Mereka benar papa dan mama mu satria. " Jawab nenek dengan jujur.


" Nek, bukan aku mau mengingkari mereka sebagai orang tuaku. Aku senang dan aku bahagia melihat orang tuaku ternyata masih hidup. Tapi tidak tahu kenapa aku menaruh curiga kepada mereka berdua nek." Ucap satria berkata dengan jujur.


Apa yang dirasakan satria ternyata sama dengan apa yang dirasakan oleh nenek murni. Namun nenek mencoba untuk menutupinya agar satria tidak merasa sedih.


* Ibu aku dan mas kandar itu bosan hidup miskin, seandainya aku boleh memilih aku ingin mempunyai orang tua yang kaya dan bergelimang harta. Apalagi saat ini aku sudah punya anak, punya anak satu saja sudah bikin susah bagaimana jika punya anak lebih dari satu. *


Kata - kata rahma itu yang sampai sekarang masih saja terngiang - ngiang ditelinga sang nenek. Setelah bicara seperti itu Rahma dan Kandar saat itu pergi dengan alasan ingin bekerja dan menitipkan satria kepada neneknya, dan terjadilah sebuah kecelakaan yang mengakibatkan motor kedua orang tua satria masuk kesungai tapi jasad selama ini tidak diketemukan.


Dan mereka dinyatakan hilang dan jasadnya hanyut terbawa derasnya arus air sungai.


Nenek Murni tersadar dari lamunanannya,, kisah masalalu yang sangat memilukan membuat nya harus waspada dan berhati - hati dengan anak dan menantunya sendiri. Orang tua mana yang tidak bahagia melihat anak dan menantunya ternyata masih hidup dan kini kembali,tapi siapa yang tidak curiga jika mereka kembali setelah 28 tahun kemudian disaat satri sudah besar dan sukses.


" Nenek kenapa?" Tanya satria .


" Tidak apa - apa satria, nenek mungkin hanya lelah. Oh iya nanti malam kamu ajak dinda kesini ya,kenalkan dia sama orang tuamu sekalian kita makan malam bersama. " Ucap nenek murni mengalihkan pembicaraan.


" Itu pasti nek, dinda pasti ikut senang dan bahagia saat tahu kedua orang tuaku sudah kembali dan ternyata mereka sehat tanpa kurang suatu apapun. Dinda senang bisa memiliki mama dan papa mertua " Ucap satria mencoba bersikap sewajarnya.


Untuk sementara satria tidak akan memberitahu dinda tentang kecurigaannya terhadap kedua orang tuanya. Satri sendiri ingin mencari tahu maksud dan tujuan kedua orang tuanya datang setelah selama 28 tahun dinyatakan meninggal tanpa jejak.


Nenek murni memilih istirahat tidur siang dikamarnya, disaat sang nenek sudah terlelap satria keluar dari kamar neneknya. Saat dia keluar dari kamar ternyata di ruang keluarga ada rahma yang sengaja menunggu satria keluar,terlihat sekali dia ingin menyampaikan sesuatu kepada satria.


" Mama kok tidak istirahat ?" Tanya satria bersikap biasa saja .


" Mama sengaja menunggumu satria, sini duduk disamping mama. Ada yang ingin mama bicarakan sama kamu " Ucap rahma berkata dengan lembut membuat hati satria menghangat.


Satria mengangguk dan dia duduk di samping rahma sesuai dengan permintaan rahma. Rahma sendiri memabdangi satria dari bawah sampai atas,satria sangat mirip dengan papanya saat muda dulu. Tampan, berkulit putih dan berhidung mancung dan bertubuh tegap.


" Kata nenek kamu sudah menikah , apa mama dan papa boleh bertemu dengan istrimu. Mama dan papa ingin tahu siapa anak menantunya, kan lucu kalau mertua sendiri tidak mengenali menantunya " Ucap rahma dengan senyum keibuannya.


" Iya ma, nama istriku dinda. Nanti malam aku akan membawanya datang kesini untuk berkenalan dengan mama dan papa " Jawab satria.


" Wahhh bagus tuh, nanti mama akan masak yang enak untuk menyambut menantu mama. Memangnya dia daei keluarga mana?" Tanya rahma ingin tahu tentang dinda.


Pertanyaan rahma membuat satria mengernyitkan keningnya. Kenapa mamanya harus menanyakan dinda dari kalangan kelurga mananya,apa semua itu penting ? Lagipula satria tidak perduli dengan status sosial mereka, dimata sang pencita manusia itu sama saja.


" Dia wanita sederhana dan dari keluarga sederhana, wanita itu yang sudah membuat aku jatuh cinta . Dia orang yang bisa menerima segala kekuranganku ma." Jawab satria.


* Kok keluarga sederhana ? Aku kira istri satria ini dari keluarga terpandang dan kaya raya, masa iya pemilik STR Group istrinya dari kalangan biasa. Tapi aku mau lihat secantik apa sih wanita itu sampai satria terlihat mencintainya, atau jangan - jangan wanita itu cuma mau dengan hartanya satria saja * Gumam rahma dalam hatinya.

__ADS_1


" Oh ya sudah tidak apa - apa. Jangan lupa nanti malam ajak dia kesini ya Nak. " Ucap rahma dengan lembut.


" Iya ma. Sekarang satria mau kekantor lagi ya ma, ada pekerjaan yang harus satria selesaikan hari ini juga ." Ucap satria berpamitan.


Satria mengambil tangan mamanya lalu menciumnya dengn takzim. Setelah itu dia meninggalkan rumah neneknya dan kembali kekantor terlebih dahulu baru dia akan pulang untuk menemui Dinda di cafe.


*******


" Apa ? Orang tua mas masih hidup dan saat ini sudah kembali kerumah ? Kamu serius mas ?" Tanya dinda beruntun.


Dia benar - benar tidak menyangka orang yang selama 28 tahun menghilang dan dinyatakan sudah meninggal sekarang kembali dalam keadaan sehat walafiat dan tidak kurang apapun. Dinda terlihat sangat bahagia mendapat kabar kedatangan sang mertua, ternyata dia bisa memiliki papa dan mama mertua juga.


" Iya Din, mas serius. Dan malam ini nenek menyuruh kita untuk datang makan malam disana sekalian untuk mengenalkan kamu kepada kedua orang tuaku. Dan mama tadi juga sudah bilang ingin segera mengenal kamu sang menantunya " Jawab satri menyakinkan Dinda.


" Baiklah mas, sekarang dinda mau mandi dulu jadi sehabis sholat magrib kita bisa langsung berangkat agar tidak kemalaman sampainya. Yah walaupun jarak rumah nenek dari sini hanya butuh waktu 25 menit tapi masak iya kita datang pas saat makan malam saja. Aku malu lah, apalagi ada mama dan papa mertua. Aku harus bisa mengambil hati mertua agar mereka merelakan anaknya untuk ku " Ucap dinda sambil terkekeh.


" Kenapa begitu ? Sekarang saja aku sudah milik kamu dan kamu milikku " Ucap satri sambil mengusap pucuk kepala dinda.


Dinda tersenyum hangat lalu memeluk satria dengan erat. Kebiasaan dinda saat satria mengusap pucuk kepalanya dinda akan membalasnya dengan pelukan hangat.


" Emm.. Sebelum mandi boleh dong ,sebentar saja " Ucap satria dengan senyum jahilnya.


" Apa ?" Tanya dinda pura - pura tidak paham dengan kode yang diberikan oleh suaminya.


" Jangan pura - pura tidak tahu kamu. " Ucap satria lalu dengan cepat merebahkan dinda diataa kasur king sizenya.


Dinda sudah tidak bisa berktik lagi, dia pasrah begitu saja dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Akhirnya apa yang diinginkan satria bisa terlaksana juga , sebentar dan hanya satu jam. Selesai dengan rutinitasnya mereka berduapun mandi dan hanya mandi saja tidak ada kegiatan yang lainnya.


Selesai sholat maghrib Satria dan dinda berangkat kerumah neneknya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya sekalian makan malam untuk merayakan kembalinya kedua orang tua satria.


" Tumben panggil sayang,biasanya dinda dan kadang juga sayang sih. Apa karena saat ini karena dirumah nenek saja memanggilku sayang ?" Ucap dinda mencoba protes.


" Baiklah seterusnya aku akan memanggilmu sayang " Ucap satria.


Dinda hanya tertawa geli menanggapi perkataan suaminya, tetapi tidak masalah dan panggilan itupun tidak ada yang salah. Satria menggandeng tangan dinda dan menggenggamnya dengan erat masuk kerumah nenek murni.


Saat mereka masuk disana ternyata nenek murni beserta mama dan papa satria sudah menunggu kedatangan mereka,terlihat mama dan papa satria kini sudah mengenakan pakaian yang terlihat baru. Sepertinya nenek sudah membelikan pakaian baru untuk mereka bahkan tidak tanggung - tanggung pakaian itu adalah brand dari Ladies boutiqe. Butik yang saat ini sudah diberikan dan dikelola oleh dinda dibantu oleh amara.


" Assalamualaikum semuanya " Ucap dinda tidak lupa mengucapkan salam .


" Wa'alaikumsalam " Jawab mereka bertiga.


* Ternyata cantik juga istrinya satri, hemm...kalau soal cantik saja sih kurang. Setidaknya dia harus dari keluarga kaya jadi seimbang dong dengan anakku * Gumam rahma dalam hatinya.


Dinda menyalami mereka bertiga dan mencium tangannya dengan takzim.


" Dinda, kenalkan ini Rahmawati anak nenek satu - satunya dan sekaligus mama mertua kamu. Dan ini Iskandar dia suami rahma yang berarti dia papa mertua kamu. Allah masih sayang dengan mereka sehingga mereka masih bisa dipertemukan dengan kita. Mereka selama 28 tahun dinyatakan hilang dan meninggal" Ucap nenek murni memlerkenalkan anak dan menantunya.


Dinda mengangguk lalu mengulas senyum manis dan lembutnya. Apapun didunia ini semua atas kehendaknya, hidup dan mati seseorang atas kehendaknya. Jika Allah sudah berkehendak tidak ada satu orangpun yang bisa mencegah. Begitu juga dengan mama dan papa satria,selama 28 tahun menghilang dan dinyatakan meninggal ternyata allah berkehendak mereka masih diberikan hidup.


" Mama dan papa selamat datang kembali " Ucap dinda menyapa dengan ramah.


" Terimakasih sayang. Sekarang lebih baik kita makan malam saja dulu terus sehabis makan malam kita lanjutkan obrolannya " Ucap rahma memberikan usulan.

__ADS_1


Semuanya setuju dan langsung menuju meja makan,disana sudah tersusun rapi berbagai makanan yang sangat menggugah selera.


" Mama tadi katanya mau masak ? mama masak apa tadi ? Katanya mau masak , makanan sepesial untuk menyambut sang menantu. Satria mau mencicipinya juga dong ma. " Ucap satria antusius ingin makan masakan mamanya untuk yang pertama kalinya.


" Emm... Mama tadi ketiduran satria jadi tidak jadi masak. Maaf ya, besok deh mama janji masakin kamu. Makan siang besok ya mama masakinnya " Ucap rahma beralasan jika dia tadi ketiduran.


* Masak ? Rahma mau masak untuk dinda dan satria ? Sejak kapan rahma bisa masak ? Atau mungkin keadaan yang sudah memaksanya untuk memasak sehingga dia bisa masak, kehidupannya dulukan keras sehingga dia mau tidak mau harus memaksa apalagi dia dulu kerja ikut orang * Gumam nenek murni.


" Iya ma " Jawab satria singkat.


Acara makan malampun dimulai, dan mereka hanyut dan fokus pada makanannya sendiri - sendiri. Sesekali rahma melirik kearah dinda , dia melihat dinda yang begitu tenang dan menikmati makanannya sehingga menimbulkan rasa penasaran rahma.


* Dia makan cukup tenang dan elegant, tidak seperti kebanyakan orang kampungan. Dari cerita mama tadi dinda berasal dari keluarga sederhana,yah bisa dibilang miskinlah. Miskin dan kampungan ,karena dia berasal dari kampung. Kenapa juga mama menyetujui satria menikahi dinda * Gumam rahma dalam hatinya.


" Dinda lulusan universitas mana ?" Tanya rahma tiba - tiba.


" Emm..dinda tidak kuliah ma. Dinda hanya sampai tamat SMA saja, orang tua dinda tidak punya biaya lagi untuk menguliahkan dinda. Sebab ketiga kakak dinda juga berkuliah. Saat dinda lulus SMA masih ada mbak rena kakak ketiga dinda yang berkuliah, jadi dinda mengalah " Ucap dinda bicara apa adanya.


" Oh..cuma tamatan SMA " ucap kandar ikut berkimentar.


" Iya pa " Jawab dinda singkat.


Dinda merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh mama mertuanya tadi. Namun sebisa mungkin dinda menjawabnya dengan tenang dan berusaha untuk jujur, sedikitpun tidak ada yang berbohong.


" Kuliah tidaknya itu tidak masalah. Terbukti tidak kuliahpun dinda bisa sukses dan mempunyai usaha yang bagus dan besar, penghasilannya pun ratusan juta dalam sebulan " Ucap satria dengan santainya.


" Tapi tetap saja pendidikan itu penting satria. Apalagi dia bersanding dengan pemilik STR group masak hanya tamatan SMA ?" Seru rahma memprotes perkataan satria.


" Nanti dinda bisa berkuliah " Jawab nenek menengahi perbincangan yang semakin tidak baik.


Satria tahu saat ini dinda sedang tidak baik - baik saja, dia pasti merasa tidak nyaman dengan pernyataan mama mertuanya tadi. Satria sendiri sangat menyayangkan kenapa sang mama harus bicara seperti itu . Seolah sengaja ingin menjatuhkan dinda, acara makan malampun selesai dan kini mereka semua sudah duduk diruang keluarga untuk mengobrol santai.


" Satria, papa bolehkan gabung diperusahaan ? " Tanya kandar memecah keheningan.


" Papa mau bekerja di perusahaan ? memangnya papa bisa apa dan tahu apa soal perusahaan ? Papa saja hanya lulusan SMP begitupun dengan mama " Ucap satria sengaja menekan kata SMP agar mereka sadar diri. Tadi sudah mempermasalahkan pendidikan dinda sekarang gantian satria yang menekan mereka.


Rahma dan kandar saling pandang,mereka pasti tidak menyangka jika satria akan berani bicara seperti itu dengan kedua orang tuanya. Kandar terlihat gugup dan kikuk mendapati pertanyaan satria yang susah untuk dia jawab. Soal perusahaan dia memang tidak tahu apa - apa,dia hanya ingin pamer diri saja kepada teman - temannya jika dia adalah orang kaya dan pekerja kantoran.


" Satria kok bicaranya seperti itu sih sama papamu. Seharusnya kamu senang papa mau bantuin kamu mengelola perusahaan. Kamu bisa tempatkan papamu sebagai menejer keuangan atau apalah yang penting posisinya jabatannya tinggi diperusahaan . " Ucap rahma seenaknya .


Nenek murni dan dinda saling lempar pandang, sepertinya mereka menahan tawa. Bagaimana bisa seorang tamatan SMP mau menduduki menejer keuangan. Yang menjadi menejer rata - rata sarjana,jikapun bukan sarjana berarti mereka mempunyai kemampuan yang diatas rata - rata.


Hahahahaaa...


Kini satria yang tertawa,permintaan mamanya sama sekali tidak masuk akal. Tidak mungkin dia menggeser menejer keuangan dan menggantikannya dengan sang papa yang tidak tahu apa - apa soal perusahaan.


" Jangan ngacok deh ma, mana bisa papa seenaknya masuk perusahaan lalu menjadi menejer . Semuanya itu melalui tahap seleksi kepegawaian. Lebih baik papa dan mama dirumah saja,menikmati masa tua sekalian bisa menjadi teman nenek dirumah. Atau bisa berkebun . Itu kebun belakang rumahkan luas. " Ucap satria tegas


" Satria, aku ini papa kamu loh. Masak iya harus ikut tahap seleksi. Kamukan pemilik perusahaanya jadi siapapun bisa kamu masukan " Ucap kandar protes.


" Tidak semudah itu " Jawab satria.


*********

__ADS_1


SELALU DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2