Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Kerjasama Sarah dan Sinta


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Usaha baru Hakim dan Sinta kini sudah berjalan, mereka sama sekali tidak takut jika usahanya itu akan tercium oleh polisi. Bagi mereka yang terpenting adalah uang dan uang, tidak perduli mau haram maupum halal.


Siang ini Sinta datang kerumah Sarah untuk menawarkan pekerjaan kepada Sarah. Sinta ingin menjadikan Sarah salah satu karyawan wanitanya, sebab yang Sinta tahu sampai sekarang Reno masih pengangguran tentunya mereka tidak ada pemasukan.


" Kamu sekarang tambah cantik ya mbak? Penampilan juga Ok. Jadi benar nih kalau mbak ini wanita penjual jasa pijat plus?." Ucap Sarah.


" Kamu sudah tahu?." Tanya Sinta tidak heran lagi pasti Sarah juga sudah tahu tentang dirinya.


" Iya sudah tahu. Bahkan Hana kamu jadikan jaminan hutang saja aku juga sudah tahu mbak." Ucap Sarah memberitahu Sinta.


Hahaaahaha Hahaaaa


Bukannya malu justru Sinta tertawa setelah mendengar perkataan dari Sarah. Ternyata benar, semua rahasianya sudah menyebar di kalangan keluarga mantan suaminya. Sinta sama sekali tidak merasa bersalah, dia justru tertawa dengan lebar. Dan semua itu berhasil membuat Sarah semakin heran dengan kelakuan Sinta.


" Kenapa kamu malah tertawa mbak? Memangnya kamu tidak menyesal sudah mau menjual anak kamu sendiri? Apa kamu merasa bisa hidup tanpa seorang anak mbak. Bukannya saat kamu tua nanti, pasti Hana yang akan merawatmu. Kalau kamu bersikap seperti ini, Hana pasti tidak akan pernah perduli sama kamu mbak. Lantas siapa yang akan mengurusmu saat kamu tua nanti?."Seru Sarah tumben bisa bicara dengan benar.


" Ternyata semua itu sudah menyebar dan bahkan kamu juga sudah tahu? Hemm aku tidak pernah menyesal, lagi pula aku punya uang banyak. Nanti jika aku sudah tua aku bisa menyewa perawat untuk merawatku. Apalagi saat ini aku juga sudah menikah lagi dan suamiku yang sekarang lebih mudah dan lebih gagah dari almarhum mas Rudi."Jawab Sinta terlihat begitu yakin jika Hakim kelak akan menemaninya sampai dia tua.


Sarah menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sinta, justru dia juga sudah menikah lagi dengan laki-laki yang jauh lebih muda darinya. Sebenarnya dalam hati Sarah dia merasa iri dengan kehidupan bebas dari Sinta, apalagi Sinta bisa menghasilkan uang tanpa harus capek-capek bekerja. Sarah mencoba memberanikan diri untuk meminjam uang kepada Sinta.


" Mbak apa aku boleh meminjam uang? Tidak banyak sih aku cuman butuh uang 10 juta saja."Tanya Sarah dengan tanpa malu - malu.


" Jangankan 10 juta, 50 juta pun aku punya. Tapi apa kamu bisa membayarnya? Sedangkan Reno dan kamu saja semua pengangguran dan tidak bisa menghasilkan uang? Atau kalau tidak begini saja, kamu kerja denganku dan kamu bisa membayar hutangmu secara mencicil. Bagaimana, penawaranku?."Seru Sinta sambil tersenyum ke arah Sarah.


" Pasti kamu menawarkan aku pekerjaan untuk melayani para pria hidung belang kan? Aku sih tidak masalah, lagi pula dulu saat berselingkuh aku sering tidur dengan singkuhanku. Tapi bedanya justru aku yang keluar uang, bukan aku yang dapat uang. Baiklah, yang penting aku mendapatkan uang. Aku juga sudah bosan hidup miskin seperti ini mbak. Apalagi dengan pria pengangguran seperti Mas Reno. Sepertinya aku akan menggugar dia cerai dan menendang dia dari rumah ku ini. Rumah dan Mobil semua ini atas bamaku. Dasar dia itu pria yang bodoh dan tidak berguna." Seru Sarah mencaci suaminya sendiri.

__ADS_1


Sinta tersenyum senang, ternyata tidaklah susah mengajak Sarah bekerja sama dengan nya. Sarah wanita yang cantik dan tubuhnya juga terawat, pasti akan banyak pria yang menyukai dan memakai Sarah. Sebenarnya tujuan utama Sinta mengajak Sarah ikut bergabung juga karena dia ingin menghancurkan rumaj tangga Sarah dan Reno. Ternyata niatnya itu justru disambut dengan mudah oleh Sarah.


" Asal kamu tahu Sarah, aku ini menikah dengan pria yang bernama Hakim. Dia itu adik kandung dari Satria, suaminya Dinda." Ucap Sinta memberitahu Sarah.


" Adik? Memangnya Satria punya adik? Kenapa aku tidak pernah tahu?"Seru Sarah dengan wajah penuh keheranan.


Sintapun menceritakan semua yang terjadi dengan Hakim dan Satria. Namun yang dia ceritakan dengan versinya Hakim. Setelah mendengar cerita dari Sinta , Sarah pun tahu jika Satria selama ini dzolim dengan adik dan kedua orang tuanya bahkan tega memenjarakan kedua orang tuanya sendiri.


" Apa si Hakim tidak mau merebut yang seharusnya menjadi hak dia? Lumayan lah kalau misalkan mendapatkan setengah dari kekayaan si Satria, bisa menjadi sultan mendadak kalian mbak." Seru Sarah mencoba memprovokasi Sinta.


" Itu urusan Hakim. Sebenarnya waktu itu kami ingin bekerja sama untuk menghancurkan Satria tapi sekarang justru aku yang taku Sara. Satria bukan orang sembarangan, dia bisa menghancurkan usahaku kapan saja. Satria itu banyak uang dan banyak dukungan, yang ada dendamku tidak terbalas, usahaku hancur dan aku masuk penjara. Yang bikin aku kesal itu Satria membawa Hana keluar negeri tanpa seizinku, kalau ada Hana disini sudah pasti dia akan menjadi tambang uang ku. Aku bisa menjual keperawanan Hana 200 sampai 300 juta. " Seru Sinta sama sekali tidak ada rasa bersalah.


Sarah hanya bisa geleng - geleng mendengar semua yang dikatakan Sarah. Begitu teganya dia mau menjual anaknya demi kepuasan materinya sendiri. Ada bagusnya juga Satria membawa Hana keluar negiri. Jika sampai Hana berhasil dijual oleh Mamanya sendiri, pasti bukan hanya Satria saja yang bertindak. Keluarga besar dari papanya Hana pasti akan ikut bertindak dan Sinta akan mendekam dipenjara.


" Sudahlah mbak, masalah Hana biarkan saja. Asal kamu tahu suamiku sendiri mengecam tindakan kamu ini. Sekarang kita bahas kerja sama kita, mana uang 10 juta itu. Aku butuh untuk mempercantik diri dan beli baju baru untuk bekerja. Kapan aku mulai bekerja?." Tanya Sarah sudah tidak sabar mendapat uang banyak dari Sarah.


" Malam ini juga kamu sudah bisa bekerja. Oh soal uang aku transfer saja ya? Mana nomor rekening kamu?." Seru Sarah dengan sombongnya.


Sinta menyebutkan nomor Rekeningnya dan Sinta mengetik nya diponselnya. Tidak sampai 5 menit uang 15 juta sudah masuk ke rekening Sarah. Mata Sarah berbinar melihat rekeningnya yang sudah lama kosong kini sudah terisi lagi. Pinjam 10 juta dapatnya 15 juta, Sarah dan Sinta akhirnya mereka pergi berdua ke mall untuk berbelanja.


**********


Hakim datang menjenguk mama dan papanya dipenjara. Kali ini banyak makanan enak yang dibawa Hakim untuk kedua orang tuanya. Sekarang Hakim juga sudah banyak uang, ternyata menikahi Sinta bukan pilihan yang buruk. Dia bisa mendapatkan uang dengan mudah tanpa harus capek - capek bekerja.


" Iya ma, namanya Sinta. Nanti kapan -kapan Hakim akan mengajak dia menemui kalian. Dia itu wanita pembawa hoki ma, berkat dia kini aku sudah kembali mempunyai usaha perjudian. Nah makanya aku sekarang datang bisa membawa banyak makanan enak untuk kalian. Lihat saja sedari tadi papa tidak berhenti makan."Ucap Hakim melirik papanya yang sedang menikmati ayam bakar utuh sendirian.


Mata Rahma langsung tertuju ke arah suaminya, dimana suaminya saat ini sedang menikmati 1 porsi ayam bakar utuh. Rahma menggelengkan kepalanya mihat kelakuan suaminya, yang hanya makanan saja yang ada difikirannya.


" Jangan kamu habiskan makanan itu, aku juga mau !" Sentak Rahma dengan kesal melihat suaminya yang hanya makan saja.


" Itu masih ada satu lagi." Jawab Kandar dengan mulutnya yang penuh.


" Menyebalkan." Seru Rahma lagi dengan malas.

__ADS_1


Hhhuuuffff


Hakim menghela nafas dengan kasar melihat kelakuan mama dan papanya yang dari dulu tidak berubah. Makanan saja selalu diperebutkan, papanya yang memang hobi makan tetapi malas bekerja. Sama juga dengan dirinya yang mau makan dan hidup enak tanpa mau bekerja.


" Kamu tadi bilang istri baru mu bawa hoki? Maksudnya bagaimana?" Tanya Rahma penasaran.


" Dia itu seorang janda yang punya usaha panti pijat dengan layanan plus. Nah dia juga yang memberi modal untuk buka usaha perjudian, tempatnya masih jadi satu dengan panti pijatnya ma. Nah untung dua kali lipat dong kita,bagaimana tidak Hoki?." Seru Hakim sedikit berbisik sebab dia tidak mungkin bicara keras - keras ada beberapa polisi yang berdiri menjaga para tahanan.


" Wahh oke juga tuh. Tidak masalah janda yang penting dia banyak uang." Ucap Rahma dengan senang.


Waktu jenguk tahananpun sudah habis, Hakimpun pergi meninggalkan rutan. Dia pergi dengan mengendarai mobil yang baru dibelikan oleh Sinta, meskipun bukan mobil mahal yang terpinting bisa dia pakai untuk jalan.


" Sekarang bagaimana urusanku dengan Satria? Mama tetap menginginkan aku membalaskan semua perbuatan Satria. Tetapi jika aku membalaskan itu semua, usahaku yang akan menjadi taruhannya. Satria sudah tahu usaha Sinta jika sampai dia tahu aku mengusik keluarganya lagi sudah pasti dia akan menghancurkan usahaku dan Sinta." Ucap Hakim bermonolog sendiri.


Hakim terus melajukan mobilnya sampai akhirnya dia berbelok di salah satu pusat perbelanjaan. Hakim ingin belanja baju dan jam tangan, sudah lama dia tidak memakai jam tangan bermerk. Saat Hakim memarkirkan mobilnya dia melihat mobil Sinta terparkir disamping mobilnya.


" Ini mobil Sinta? Hemmm dia ada di mall ini juga ternyata." Seru Hakim.


Hakim segera mengambil ponselnya dan menghubungi sang istri.


[ Hallo sayang kamu ada di Mall XX ya ?.] Tanya Hakim langsung to the point.


[ Iya, kok mas tahu. Aku sama Sarah yang sudah pernah aku ceritakan sama kamu. Mas ada dimana? Sudah jengung orang tuanya?.] Tanya Sinta balik.


[ Mas ada di parkiran Mall XX nih, ini ada didekat mobil kamu. Kamu disebelah mana ? Mas susulin kesana?]


[ Aku ada di lantai 2 di toko baju Brand Doir, mas kesini saja. Nanti aku kenalkan sama Sarah.]


[ Ok mas kesana sekarang.]


Klik


Hakim mematikan sambungan teleponnya dan segera melangkahkan kakinya menuju toko dimana saat ini Sinta dan Sarah berada. Hakim sangat penasaran dengan wanita yang bernama Sarah.

__ADS_1


*************


__ADS_2