Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Aku punya calon istri


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sarah bertandang kerumah mantan mertuanya dengan alasan kangen dengan Joni. Kedua mantan mertuanya tidak melarang Sarah untuk menemui Joni, kebetulan hari minggu sehingga Joni juga libur sekolah. Kebetulan atau bukan, hari ini Reno juga sedang dirumah. Dia ingin beristirahat, dan menyerahkan toko sementara kepada Akbar dan Cika.


" Ibu apa kabar?."Sapa Sarah saat ibu Rahayu keluar dari dapur membawakan teh dan cemilan untuk Sarah.


Sarah dan Joni hanya duduk diteras saja, Reno yang meminta Sarah bicara dengan Joni di teras agar tidak sesuatu hal yang tidak di inginkan. Terlebih Sarah dan Reno sudah menjadi mantan.


"Baik."Jawab ibu Rahayu dengan ketus.


"Oh iya bu, ini tadi Sarah belikan ibu baju gamis untuk ibu. "Seru Sarah sembari menyerahkan paperbag warna hijau kepada mantan ibu mertuanya.


"Terimakasih. Joni nenek masih ada pekerjaan didapur, nanti kalau mama kamu sudah pulang kamu bereskan gelas bekas minumannya ya."Seru Ibu Rahayu sembari melirik ketus kearah Sarah. Dengan tidak langsung ibu Rahayu mengusir Sarah secara halus, agar tidak berlama-lama dirumahnya.


Sarah tahu jika mantan ibu mertuanya itu tidak suka dengan kedatangannya. Namun Sarah tidak akan menyerah, dia akan tetap berusaha mengambil hati mantan mertuanya. Dan harus bisa mengambil hati Joni, Sarah akan memanfaatkan Joni agar dia dan Reno bisa bersatu lagi.


" Iya nek."Jawab Joni yang tahu jika neneknya tidak suka dengan kedatangan Sarah.


Ibu Rahayu berlalu dan kembali masuk ke dapur untuk melanjutkan kegiatan memasaknya. Sedangkan Reno memilih di kebun belakang bersama pak Karim ketimbang ikut menemui Sarah bersama Joni.


"Emm sekolah kamu bagaimana Jon, apa semuanya baik-baik saja?."Tanya Sarah pura-pura peduli dengan Joni dan sekolah Joni.


"Baik ma. Sebentar lagi Joni mau ujian."Jawab Joni dengan wajah datar.

__ADS_1


" Ujian? Memang Joni sekarang kelas berapa sih?."Tanya Sarah yang memang tidak tahu Joni kelas berapa.


Dulu Sarah hanya mengurus bayaran Joni saja tetapi tidak pernah tahu Joni sudah kelas berapa. Yang dia tahu Joni masih SD, sebagai seorang ibu dia memang sama sekali tidak memperhatikan anaknya, yang penting dikasih uang dan uang. Sehingga dulu Joni menjadi anak yang pemalas, namun kini sudah berubah menjadi anak yang berbakti.


"Kelas 6."Jawab Joni dengan singkat.


"Oh kelas 6. Bentar lagi SMP dong. Mau sekolah di SMP mana kamu?."Tanya Sarah masih pura-pura bersikap dengan lembut dan ramah.


Padahal dengan anak kandungnya sendiri tetapi harus penuh dengan kepura-puraan yang tidak sewajarnya. Seorang ibu seharuanya menyayangi dan mengayomi anaknya dengan tulus, bukan hanya dengan kepura-puraan yang ada.


"Belum tahu Ma."Jawab Joni dengan singkat.


"Tadi bukannya ada papa kamu kan, Jon. Kok dia tidak keluar duduk disini sama kita. Sudah lama loh kita ini tidak mengobrol bertiga, mama ingin sekali keluarga kita kembali kumpul seperti dulu. Apa kamu tidak mau jika mama dan papa bersatu dan kamu memiliki mama dan papa yang utuh seperti dulu?."Tanya Sarah mulai mempengaruhi Joni.


"Memangnya dulu saat masih tinggal satu rumah kita pernah mengobrol bertiga ma? Seingat Joni tidak pernah loh ma. Jangan kan untuk mengobrol bertiga, kita ngobrol saja jarang. Mama sibuk dengan urusan mama dan papa sibuk dengan urusan papa. Saat papa sudah tidak bekerja saja pun mama sibuk sendiri, kalian semua sibuk sendiri. Tapi sekarang papa sudah berubah, setiap pagi dia mengantarkan Joni berangkat sekolah, jika di toko tidak sibuk siang dia jemput Joni. Malam saat pulang dari toko dia menyempatkan kekamar Joni, kami sekarang justru lebih baik dan lebih bahagia tanpa adanya mama. Jadi Joni tidak mau jika mama datang merusak kebahagiaan kami."Seru Joni dengan tegas.


Degghhhh


Namu Sarah tidak akan menyerah begitu saja, Joni menurutnya masih anak-anak dan masih kecil. Masih mudah untuk mempengarunginya.


"Maafkan mama, Joni. Mama sangat menyesal, mama ingin kita hidup bahagia bersama seperti dulu lagi. Mama ingin meminta kamu untuk bicara sama papa kalau mama ingin rujuk. Kalau kamu yang bicara, pasti papa kamu tidak akan menolaknya. Tolong mama ya sayang, mama ingin kita berkumpul seperti dulu lagi."Seru Sarah menunjukan wajah penuh penyesalannya.


"Maaf ma. Aku sudah bilang jika aku dan papa lebih bahagia tanpa ada mama. Apalagi sekarang papa juga sudah punya usaha yang menjajikan, jadi Joni akan terjamin hidup sama papa. Jika papa mau menikah, aku yakin papa ada pilihan wanita lain. Papa tidak akan mau rujuk dengan mama, asal mama tahu sampai detik ini Joni masih ingat kata-kata mama yang merendahkan dan menghina papa. Joni mau belajar, sekarang mama lebih baik pulang."Ucap Joni justru mengusir Sarah dari rumah kakeknya.


Mendengar perkataan Joni, Sarah mengepalkan tangannya. Jika bukan karena ingin mendapatkan hati mantan suaminya lagi sudah pasti saay ini juga dia akan memaki Joni. Menurutnya Joni terlalu lancang dan kurangajar.


"Joni, apa kamu tidak mau lagi jika mama dan papa berkumpul."Seru Sarah.


"Tidak!!"Bentak Joni dengan lantang.

__ADS_1


Mendengar Joni berteriak, membuat Reno yang ada dikebun belakang langsung berlari menghampiri Joni dan Sarah. Dia khawatir jika Sarah menyakiti Joni atau memaksa membawa Joni tinggal dengannya.


"Joni, ada apa ini Nak?." Seru Reno menghampiri Joni dan memeluk Joni yang sudah menangis.


"Mas, akhirnya kamu keluar juga. Aku tidak menyakiti Joni kok mas, aku hanya bicara sama Joni soal kita. Bagaimana jika kita rujuk dan kita berkumpul seperti dulu, sebelum aku bicara langsung sama kamu aku bicara terlebih dahulu sama anak kita."Seru Sarah mencari pembelaan diri.


"Apa? Rujuk? Jangan mimpi kamu Sarah ! Sampai kiamatpun aku tidak akan pernah rujuk sama kamu! Joni, kamu masuk kekamar atau kekebun saja sama kakek. Biar papa yang bicara sama mama kamu, kamu tenang saja mama kamu tidak akan pernah mengganggu kebahagiaan kita."Seru Reno menyakinkan Joni.


Joni mengangguk lalu dia masuk kerumah, Joni lebih memilih masuk kamarnya. Dia masih ingin menenangkan diri, bukan ingin menjadi anak durhaka kepada ibu yang sudah melahirkannya. Joni hanya tidak mau jika mamanya datang hanya untuk mengganggu kebahagiaan dan ketenangan papanya. Terlebih Joni sering melihat mamanya jalan dengan pria yang berbeda-beda.


*Maafkan Joni, Ma. Joni bukan mau menjadi anak durhaka, tetapi Joni tidak mau mama menghancurkan kebahagiaan papa. Joni tahu, mama seperti ini karena tahu papa sudah mulai bangkit dan punya banyak uang.*Gumam Joni dalam batinnya.


Sedangkan diteras rumah saat ini Sarah dan Reno sedang berdebat. Sarah tetap meminta maaf dan meminta untuk bisa rujuk dengan Reno, demi anak mereka.


"Aku sudah memaafkan mu, Sarah. Tetapi bukan berarti aku mau rujuk dengan kamu. Bukannya kamu sudah tahukan kalau Joni saja tidak setuju jika kita rujuk. Jadi jangan beralasan demi anak, anak kita itu sudah 12 tahun, Sarah. Dia tahu apa yang terjadi di antara kita, apalagi selama ini kamu tidak peduli dengannya. Sudahlah jangan membuat keributan disini, aku tidak mau tetangga pada kumpul karena ulah kamu."Seru Reno tetap menolak Sarah dan meminta Sarah untuk pergi.


"Mas, aku menyesal sudah mengkhianati kamu dan ikut sama mbak Sinta. Mbak Sinta itu memang sengaja ingin membuat kita bercerai, dan dia juga disana hanya memanfaatkan aku saja. Soal Hakim juga aku sudah memutuskannya, karena aku benar-benar ingin memperbaiki diri. Lagipula kamu juga punya Toko yang besar, past butuh seorang istri yang membantu kamu untuk mengelolanya."Seru Sarah tanpa tahu malu.


Reno tersenyum tipis, dari kata-kata Sarah tadi sudah bisa Reno tebak jika dia mengajak rujuk lantaran dirinya sudah mempunyai usaha yang mapan dan keuangan yang stabil. Reno tidak akan tergoda lagi dengan bujuk rayu Sarah.


"Maaf aku tidak butuh wanita seperti kamu. Lagipula toko itu bukan milikku, aku hanya bekerja saja. Itu semua miliknya Dinda dan Satria, sebab semua modal dari dia. Jadi sama saja aku bekerjakan? Sarah, Sarah jadi karena kamu sudah tahu aku memiliki usaha yang menjanjikan itu kamu ingin rujuk. Jangan mimpi Sarah!!."Seru Reno dengan tegas.


"Kok kamu mikirnya seperti itu sih mas? Aku rujuk bukan karena uang kok. Lagipula aku serius ingin rujuk karena aku masih sangat mencintaimu."Seru Sarah mulai kembali mengeluarkan kata-kata manisnya.


"Aku sudah punya calon istri, sekarang kamu silahkan pergi."Seru Reno.


Selesai bicara seperti itu Reno langsung masuk kerumah dan segera menutup pintu dan menguncinya. Sarah tidak terima dengan penolakan Reno, terlebih Reno bilang sudah mempunyai calon istri.


"Mas, Mas Reno buka pintunya. Aku tahu kamu pasti berbohong, kamu sengaja bicara seperti itu karena kamu masih marah denganku. Aku tahu kamu itu sangat mencintai aku jadi tidak mungkin kamu secepat itu punya calon istri."Seru Sarah berteriak dari teras rumah.

__ADS_1


*Dasar wanita gila. Sudah tidak waras apa bagaimana dia itu. Aku saja tidak sudi kembali mempunyai menantu seperti dia.*Gumam ibu Rahayu.


***********


__ADS_2