
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Meeting dengan klien dari Jerman akhirnya berjalan dengan lancar. Ternyata kalila juga bisa duandalkan,tidak melulu harus mengajak indra. Dan proyek kerja samapun berhasil didapatkan oleh satria. Sebagai tanda keberhasilan kerja sama antara STR group dan Abrahman Group, malam minggu nanti tuan abraham akan menjamu satria dan pasangan untuk makan malam dihotel tempat mereka menginap.
Seharusnya satrialah yang harus menjamu dan mengundang Tuan Abraham makan malam dirumahnya. Tetapi tuan abraham meminta dia saja dan acara makan malam diadakan di restoran mewah di hotel bintang 5 tempatnya menginap.
" Terimakasih kalila kamu sudah menemaniku meeting dengan tuan abraham. Ternyata kemampuan kamu boleh juga , padahal belum lamakan kamu bekerja sebagai sekertarisku ?" Tanya satria.
" Terimakasih pak atas pujiannya. Saya banyak belajar dari pak Indra, beliau yang membantu saya untuk menyiapkan berkas - berkas yang dubutuhkan. " Jawab jujur kalila.
* Hemmm... Pintar juga cara indra memilihkab sekertaris untuk ku. Dengan begini kalila bisa aku andalkan, tidak harus memakai indra terus menerus..Kasihan juga anak itu jomblo abadi. Tapi kalau untuk keluar kota aku tidak bisa mengajak kalila, tetap indra yang harus menemaniku * Gumam satria dalam hatinya.
Mobil yang dikendarai oleh pak sopir sudah sampai didepan gedung perusahaan. Kalila turun lebih dulu dan segera menuju ruangannya untuk mengerjakan laporan hasil meetingnya tadi. Satria turun terakhir karena dia sedang melakukan panggilan telepon dengan sang istri tercintanya.
[ Assalamualaikum, hallo sayang ku, cintaku,istriku. Kamu sedang apa sayang, kok tiba - tiba mas kangen ya ?] Seru satria sambil terkekeh.
[ Waalaikumsalam mas. baru juga tadi pagi kita ketemu mas, oh iya mas sudah makan siang?]
[ Sudah tadi makan sama klien , ini baru pulang. Tadi jam 10 mas meeting terus saat selesai sekalian makan siang saja., Kamu sekarang dimana ?]
[ Aku ada di cafe mas ]
Dinda menjawab dengan jujur karena saat ini dia memang sudah ada fi cafe dari jam 12 siang tadi. Sepulang kuliah langsung menuju cafe , jadi dia tidak berbohong soal kesehariaanya.
[ Ohh... ya sudah kalau begitu mas matiin ya teleponnya..Assalamualaikum ]
__ADS_1
[ Waalaikumsalam mas]
Satria mengayunkan langkahnya menuju lobby perusahaan , saat sampai lobby tiba - tiba satria berpapasan dengan kakak iparnya, Beni. Sudah lama satria tidak bertatap muka dengan beni. Kebetulan beni juga baru saja dari makan siang du cafe seberang kantornya.
" Pak satria " Sapa beni saat melihat keberadaan satria dilobby.
" Hemm... Mas beni ikut aku keruanganku sekarang " Seru tegas Satria.
" Baik pak satria " Jawab beni dengan patuh.
Selama dikantor beni akan memanggil satria dengan panggilan pak. Dia mau bekerja secara profesional tanpa melibatkan urusan pribadi. Apalagi satria memang boss besar pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Beni berjalan mengikuti satria dari belakang.
" Duduk dulu mas " Seru satria mempersilahkan saudara iparnya otu untuk duduk.
" Baik pak " Jawab singkat beni.
" Disini tidak ada siapa - siapa mas jadi panggil nama seperti biasa saja. Oh iya mas, ada yang ingin aku tanyakan sama mas beni soal keluarga mertua kita disana setela rudi mendekam dipenjara?." Tanya satria dengan tegas segera ingin tahu.
Beni membuang nafas beratnya dahulu baru dia memulai bercerita . Beni menceritakan sesuai yang dia alami selama 3 minggu terakhir ini. Dimana sinta dan rena harus ribut karena menolak dimintain uang sebanyak 50 juta untuk membantu membebaskan rudi.
" Dasar gila itu mbak sinta. Berapapun uang yang mereka keluarkan tidak akan bisa membebaskan mas rudi. Hanya keputusanku yang bisa membebaskannya. Untuk kali ini aku memang menggunakan kekuasaanku untuk memberikan mas rudi hukuman yang membuatnya jera." Ucap satria dengan serius.
" Iya satria, biar mas rudi itu kapok dan jera. Kalau aku jadi kamu sudah aku limpahkan itu berkas nya kepengadilan biar dia tahu rasa. Menginap lebih lama dirumah tahanan yang pengap dan sempit itu." Ucap beni berpendapat.
" Aku hanya ingin memberikan efek jera dan pelajaran mas. Kalau sampai pengadilan sudah pasti hukumannya semakin lama. Semakin lama juga mereka membenciku. Kabar mas reno bagaimana ? Tumben sudah lama dia juga tidak kelihatan, apa dia sudah bekerja ?" Tanya satria ingin tahu soal reno.
" Reno ya pengangguran , menikmati hidup menganggurnya. Biarpun bebal dis cukup pandai mengatur dan menyimpan uangnya, meskipun banyak borosnya dia masih punya tabungan. Belum lama ini mbak sinta juga memarahi mbak sarah karena menolak meminjamkan uang. Bahkan tidak tanggung - tanggung dia menyuruh mbak sarah untuk menjual rumah dan mobil, apa itu tidak gila. Suami istri sama gilanya " Ucap beni terdengar ikut kesal.
Hahahaa hahaaaaa
Satria tertawa lebar mendengar pernyataan dari beni. Kok sampai punya fikiran untuk menjual rumah dan motor milik reno dan sarah. Suaminya yang berbuat kok orang lain yang harus berkorban uang waktu dan tenaga.
__ADS_1
" Gak waras wanita itu, perlu dibina" Ucap satria lagi.
" Iya betul kamu satria. Oh iya apa ada lagi yang ingin kamu tanyakan ? Kalau tidak ada aku kembali ke ruangan ku " Ucap beni.
" Iya mas silahkan " Jawab satria singakat.
Beni mengangguk lalu dia keluar dari ruangan satria menuju ruangan kerjanya. Beni dari dulu memang tidak mau ikut campur dengan urusan keluarga istrinya terlebih urusan rumah tangga para kakak iparnya.
*********
" Mas kamu cari kerja dong mas. Kalau kamu terus menganggur begini bagaimana kita mau dapat uang ? Yang ada tabungan semakin menipis bahkan barang - barang sudah pada terjual. Jangan sampai rumah atau mobil ikut terjual juga. Mana anak juga sebentar lagi harus bayaran mas, kemarin si angga sudah minta uang bayaran sekolah " Ucap sarah keras.
Reno menutup telinganya karena telinganya panas nendengarkan ocehan sang istri yang tidak ada ujung pangkalnya ribut soal uang - uang dan uang saja yang mereka ributkan.
" Mau kerja apa sarah. Kamu kan tahu aku sudah melamar pekerjaan sana - sini tapi tidak ada satupun yang dipanggil " Jawab reno sekenanya saja.
" Ya apa gitu, jadi - jadi pedagang atau tukang parkir dipasar. Kan lumayan hasilnya bisa untuk bayar uang sekolah angga. Kalau angga terus bersekolah di sekolah itu sepertinya kita tidak mampu mas. Kondisi keuangan kita sudah tidak seperti dulu lagi" Sarah mengeluhkan bayaran sekolah angga yang super mahal.
" Sekolahnya pindah saja dekat - dekat sini. Syukur - syukur ada yang gratisan tidak perlu bayar uang bulanan nya lagi." Jawab reno dengan santainya tanpa mihat wajah istrinya karena dia sudah kembali fokus pada ponselnya.
Sarah kesal karena tanggapan reno sama sekali tidak menyanangkan. Seolah tidak perduli dengan masa depan anaknya nanti malah fokus dengan ponselnya. Kalau bukan karena hp reno hp yang mahal sudah sarah banting itu hp.
" Kamu kenapa cemberut?" Seru reno sama sekali tidak peka dengan yang diinginkan istrinya.
" Entahlah mas. Malas aku bicara sama orang yang gak paham kalau diajak bicara " Ucap sarah .
Sarah masuk kamarnya,malas bicara dengan reno yang sama sekali tidak bisa serius dan tidak bisa mengerti apa yang diinginkan istrinya.Bekerja malas, dirumah cuma game terus lapar tinggal makan . Rokok beli , habis kuota beli lama - lama juga uang habis untuk memenuhi kebutuhan hidup.
" Dasar istri tidak tahu diuntung. Masih untung aku mau sama dia setelah dia ketahuan selingkuh. Sarah itu harusnya bersyukur dan memperlakukan aku dengan baik . Layani makan minumku dengan baik tidak hanya ngomell terus - menerus. " Gerutu reno.
********
__ADS_1