Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Ingin menikahi Hana


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sudah seminggu kepergian Rudi, Satria dan Dinda juga sudah mulai pulang ke rumahnya sendiri. Seperti yang diamanatkan oleh Rudi, jika Satria harus menjaga Hana dan melindungi Hana. Hana akhirnya juga ikut tinggal dengan Satria dirumah utama.


Satria juga sudah mengajak kedua mertuanya ikut tinggal dengan mereka. Namun pak Karim tidak mau, dia lebih nyaman tinggal dirumahnya sendiri. Rumah hasil jerih payahnya sendiri.


" Mas, apa tidak apa - apa kita membiarkan bapak dan ibu tinggal disana hanya berdua saja. Aku khawatir mbak Sinta akan mengganggu dan mengancam mereka. Bagaimanapun mbak Sinta itu sekarang seperti orang yang tidak waras lagi, masa iya anak kandung sendiri dijadikan jaminan hutang. Aku hanya khawatir nanti saat sudah datang saatnya tapi Hana tetap ada dalam tangan kita, Sinta akan menyakiti bapak dan ibu." Seru Dinda bicara dengan rasa kekhawatiran.


Satria juga sudah memikirkan masalah itu, mulai sekarangpun Satria sudah menugaskan orang untuk menjaga kedua orang tuanya. Satria sudah memikirkan semua itu dari jauh - jauh hari.


" Aku sudah menyuruh orang untuk menjaga bapak dan ibu. Sebenarnya jika mereka mau tinggal dengan kita akan lebih baik. Tapi kamu jangan khawatir sayang, dalam satu tahun kedepan ini Sinta pasti tidak akan melakukan sesuatu yang membahayakan. Dia akan bergerak saat Hana sudah berusia 17 tahun, sementara ini kita lebih waspada dan hati-hati saja sama mbak Sinta. Saat dia ingin menemui Hana ya kita izinkan, tapi tetap kita awasi dia " Ucap Satria menyakinkan Dinda.


Dinda hanya mengangguk menyetujui apa yang sudah dikatakan oleh Suaminya. Waktu sudah malam, Dinda dan Satriapun masuk kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya. Tidak menunggu lama, Dinda sudah terlelap dalam dekapan sang suami.


Sementara itu saat ini dirumah kontrakannya Sinta dan Badar baru saja melakukan olah raga malamnya. Bahkan kini mereka masih dalam keadaan polos dan hanya tertutup selimut tebal saja.


" Jadi sekarang anak kamu itu tinggal dengan adik ipar kamu? " Tanya Badar sembari memainkan rambut Sinta.

__ADS_1


" Iya , Biarkan saja dia tinggal sama mereka. Biar aku tidak capek - capek memberinya uang. Apalagi sekarang dia masih SMA jadi banyak pengeluaran." Ucap Sinta dengan malas.


" Tapi bukannya Adik ipar kamu itu miskin? kata kamu dia dulu hanya penjual cendol? Kenapa justru dia mau menampung anak kamu ? Seingatku dulu kamu mau mengenalkan adik iparmu yang cantik jelita itukan? Tapi dia keburu menikah dengan situkang cendol?" Tanya Badar.


Sinta dulu memang sempat ingin menjodohkan Dinda dengan Badar sebagai pengganti Hana. Namun sayang belum juga niatnya dia sampaikan , Dinda sudah lebih dulu menikah dengan Satria. Dan hal itu semakin membuat Sinta membenci Dinda dan Satria.


" Sudah jangan bahas soal mereka lagi.Yang penting setahun lagi niat kamu menikah dengan Hana akan tercapai , tapi ingat setelah kamu menikah dengan Hana kamu harus tepati janji - janji kamu. Hutangku lunas, dan aku tidak lagi melayani kamu dan uang 200 juta aku dapatkan. Ingat Hana itu cantik dan masih perawan 100 peprsen." Ucap Sinta tersenyum simpul kearah Badar.


" Kamu tenang saja. Semua itu akan kamu dapatkan saat Hana sudah menjadi istriku. Hemm.. Jadi tidak sabar ingin segera menikahi Hana. Bagaimana kalau aku menikahi Hana dari sekarang saja." Ucap Badar lagi.


PppHaaahhh


Sinta langsung duduk dan memandang penuh tanda tanya kearah Badar. Bagaimana bisa Badar ingin menikahi Hana secepat itu, Sinta bukan tidak setuju namun Sinta sudah pasti kaget dan syok.


" Kamu ini gila apa bagaimana ? Hana masih 16 tahun Badar. Aku tidak mau melakukan hal itu, jika aku memaksa Hana menikah dari sekarang sudah pasti keluarga dari mantan suamiku akan menentangnya." Ucap Sinta serius.


Tiba-tiba nyali Sinta menciut mendengar bentakan dari Badar, bagaimanapun Sinta memang takut dengan Badar. Lantaran Badar arogan, keras dan suka main tangan. Sinta sudah beberapa kali dipukul oleh Badar karena dia menolak untuk melayani Badar.


" Bukan begitu maksudku Badar. Perjanjian kita kan saat Hana sudah berumur 17 tahun, kamu tahu sendiri kan saat ini Hana ada di tangan keluarga mantan suamiku. Bagaimana caraku untuk mengambil dia, yang ada pasti aku akan mendapat amarah dari keluarga mantan suamiku itu. Jika memang kamu berencana menikah dari sekarang, kenapa tidak kamu katakan dari kemarin sehingga saat aku keluar dari rumah itu aku bisa langsung membawa Hana." Ucap Sinta bicara dengan pelan agar tidak menyinggung Badar.


Badar hanya menyeringai sinis, menurutnya jika hanya mengambil Hana dari keluarga mantan suami Sinta itu hal kecil. Dia bisa menggunakan anak buahnya untuk mengambil Hana secara paksa dari keluarga mantan suami Sinta. Badar belum tahu siapa lawan yang akan dia hadapi. Dia mengira hika Satria hanyalah pria miskin dan tidak mempunyai kekuatan apapun.


" Itu soal mudah, aku akan menyuruh anak buahku untuk mengambil paksa Hana. Jika dia tidak mau memberikan Hana, aku pastikan keluarga mantan suamimu akan menderita." Ucap Badar sembari memainkan rambut Sinta.

__ADS_1


" Tapi sepertinya itu tidak akan mudah Badar, kamu belum tahu siapa mereka. Apalagi sekarang Hana ada di tangan Satria. Hana tinggal dengan iparku itu, kamu belum tahu siapa sebenarnya iparku itu Badar. Jadi lebih baik kamu jangan cari masalah, biarkan semua berjalan sesuai kesepakatan kita. Satu tahun lagi Hana pasti akan menjadi milikmu." Ucap Sinta tetap meminta Badar untuk bersabar.


Sebab Sinta tahu jika Badar bergerak dari sekarang Satria pasti akan mencari keberadaan Sinta dan akan memberikan pelajaran untuk Sinta. Apalagi saat ini Sinta memang belum mempunyai persiapan apa-apa. Sinta sudah merencanakan jika 1 tahun ini dia akan memperkaya dirinya dan setelah itu akan bersembunyi ke luar negeri. Sehingga saat Badar mengambil Hana dan memperistri Hana, Sinta sudah berada diluar Negeri sehingga Satria tidak bisa menemukan keberadaan nya lagi.


" Memangnya siapa dia? Aku tidak takut sekalipun dia itu jenderal. Aku punya uang banyak dan aku punya anak buah. Aku punya kekuasaan, apa kamu lupa jika aku bisa melakukan semuanya dengan uang." Ucap badar dengan sombongnya.


" Satria adik iparku itu orang kaya Badar, suami yang dianggap miskin oleh keluarga mantan suamiku ternyata dia itu kaya raya. Bahkan dia adalah pemilik perusahaan STR group yang ada di pusat kota itu. Apa kamu masih mau melawan dia."Ungkap Sinta memberitahu siapa Satria yang sebenarnya.


Hahahahaaa


Badar tertawa dengan lantang sampai Sinta merasa takut mendengar tawa Badar yang mengerikan. Sifat arogan Badar sangat terlihat, Badar memang tidak pernah takut dengan siapapun. Menurutnya dengan uang semuanya bisa selesai.


" Aku Bandar !! Tidak pernah takut dengan siapapun. Sekalipun dia malaikat pencabut nyawa sekalipun. Hahaha .. kamu tenang saja, Hana secepatnya pasti akan ada dalam genggamanku." Seru Badar dengan tatapan penuh ambisius.


" Terus aku harus apa ? " Tanya Sinta dengan wajah khawatirnya.


" Dalam sebulan ini kita biarkan anakmu menikmati masa - masa remajanya. Mereka tahunya saat 17 tahun kamu akan mengambilnya, pasti mereka saat ini hanya bersantai. Sebulan ini kita fikirkan rencana matang - matang untuk mengambil Hana. Kamu cukup dekati anak kamu dan temui dia seperti biasanya dan jangan sampai kamu berkhianat. Jika kami berkhianat kamu pasti tahu akibatnya, seumur hidupmu akan menjadi pemuas nafsuku." Ucap Badar bicara dengan sangat serius.


Sinta hanya bisa menelan salivanya sendiri. Selama 5 tahun menjadi pemuas nafsunya saja sudah membuat Sinta bosan dan tertekan , bagaimana jika sampai seumur hidupnya. Sinta tidak bisa membayangkan jika seumur hidupnya ada dalam genggaman Badar.


" Terserah kamu saja Badar, yang penting jangan sampai mereka mengetahui rencana kita. Dan jangan sampai keluarga mantan suamiku tahu soal aku yang menjaminkan Hana kepadamu atas hutang-hutang ku."Ucap Sinta pasrah begitu saja.


" Kamu takut dengan keluarga mantan suamimu itu ? Apa yang kamu takutkan jika Hana sudah ada dalam genggamanku ? Tenang saja kamu bisa dapat uang 200 juta dan kamu bisa pergi dari kota ini. Jadi mereka juga tidak akan tahu kamu ada dimana. Dan mereka juga tahunya Hana ada sama kamu bukan menikah denganku. Aku sudah tidak sabar menikahi gadis perawan." Ucap Badar sungguh-sungguh.

__ADS_1


* Terserah Badar sajalah, yang penting hutangku lunas, aku terbebas dari Badar. Dan yang pasti aku dapat bonus uang dari Badar. Huuhh... Sudah tisak sabar lagi ingin jalan - jalan keluar negeri. * Gumam Sinta dalam batiinya.


*******


__ADS_2