Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Reno diusir sarah


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Dapat uang darimana kamu, bisa belanja sebanyak ini?." Tanya Reno saat melihat Sarah pulang dengan membawa banyak barang belanjaan.


Sinta hanya melirik sekilas kearah suaminya tanpa mau menjawab pertanyaan sang suami. Dia memilih segera masuk kekamarnya dan mencoba baju - baju barunya. Sama sekali tidak ada niat untuk menyapa suaminya sendiri yang sedari tadi sudah menatapnya tajam.


" Sarah !!" Teriak Reno dengan lantang sehingga membuat Sarah yang ada didalam kamar bergegas keluar dari kamar.


" Apaan sih mas? aku itu capek mau istirahat dan aku juga mau melihat baju-baju Baruku ucap Sarah menjawab dengan Ketus.


" Kamu dapat uang dari mana bisa belanja sebanyak itu. Sarah? Sedari tadi aku bertanya tidak kamu jawab sama sekali. Justru kamu malah menghindar dari ku, jangan-jangan kamu berselingkuh lagi, Sarah. Jangan main-main kamu Sarah ! Aku bisa saja membunuhmu!"Ucap Reno dengan tegas dan dengan tatapan tajam setajam pedang yang akan menghunus lawannya.


Reno memang jarang marah tapi sekali dia marah dan disakiti, amarahnya tidak bisa dikendalikan lagi. Namun Sarah tetap terlihat santai dan seolah tidak merasa bersalah sedikitpun. Apa yang dikatakan Reno tidak semuanya salah dan tidak semuanya benar. Uang yang dia dapat juga akan dia bayar dengan cara yang tidak benar.


" Aku mendapat uang itu dari mbak Sinta, aku pinjam uang sama dia. Memangnya kenapa? Lagi pula aku tidak meminta uang kamu, dari mana juga kamu uang? Kamu itu cuma pengangguran yang tidak menghasilkan uang sama sekali dan hanya bisa menambah beban hidupku." Cetus Sarah dengan beraninya dia bicara kasar dengan suaminya sendiri.


Plaakkk Plaakk


Dua tamparan mendarat di pipi Sarah. Reno sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi, sehingga dia tidak segan-segan untuk menampar Sarah. Sarah terhenyak saat mendapat tamparan dari Reno, tidak biasanya Reno mau bermain tangan seperti ini. Tamparan ini adalah tamparan kedua yang Reno layangkan dipipi Sarah, setelah pertengkarannya waktu itu. Kini Reno berani kembali menampar Sarah. Tamparan Reno tadi membuat Sarah semakin muak dengan Reno.


" Kamu sudah berani menamparku, Mas? Mulai hari ini silakan kamu keluar dari rumah ini aku akan menggugat kamu cerai. Sebenarnya sudah dari lama aku ingin bercerai dari kamu, kamu sekarang tidak punya apa - apa lagi. Sekarang keluar kamu dari rumah ku !." Seru Sarah sambil memegang pipinya yang memerah akibat tamparan dari Reno.

__ADS_1


" Aku tidak akan menceraikan kamu, Sarah. Sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi istriku. Kamu tidak akan bisa menggugat aku cerai, Sarah." Ucap Reno semakin menjadi-jadi.


" Kenapa aku tidak bisa menggugat cerai kamu? Kamu ingat, sudah berbulan-bulan kamu tidak menafkahiku dan itu sudah bisa menjadi alasanku untuk menggugat mu cerai, Reno."Ucap Sarah semakin ketus.


Reno terdiam , apa yang dikatakan Sarah memang benar. Sudah berbulan - bulan Reno pengangguran dan tidak memberi Sarah nafkah. Melihat Reno yang terdiam, Sarah pun kembali masuk kamar dan mengemas semua barang - barang Reno kedalam koper. Sarah ingin mengusir Reno saat itu juga, tidak ada toleransi lagi untuk Reno. Terserah dia mau tinggal dimana, Sarah tidak peduli.


Bbraaakkkk


Sarah keluar dari kamar dan membanting koper kearah Reno berdiri. Reno tahu jika koper itu miliknya, Reno segera melihat isi koper itu dan ternyata itu semua barang - barangnya.


" Kamu apa - apaan Sarah? Kamu beneran mengusirku? Ini juga rumahku karena aku juga ikut membeli rumah ini? Jadi aku juga berhak tinggal dirumah ini." Ucap Reno tidak terima dengan pengusiran yang dilakukan oleh Sarah.


" Apa kamu lupa ? Rumah dan mobil ini semua atas namaku jadi aku yang lebih berhak atas rumah dan mobil. Aku tidal peduli kamu mau tinggal dimana, jika kamu mau bawa sekalian anak kamu itu agar aku tidak pusing memikirkan biaya hidupnya." Ucap Sarah tanpa iba sedikitpun justru meminta Reno untuk membawa anaknya juga.


Mendengar keributan antara kedua orang tuanya membuat Joni anak dari Sarah dan Reno menangis didalam kamar. Dia juga mengemasi barangnya dan ingin tinggal dirumah kakek dan neneknya. Dia sudah tidak betah tinggal dengan kedua orang tuanya.


" Joni, kamu mau kemana?." Tanya Reno saat melihat anaknya keluar dari kamar sambil membawa koper dan menenteng tas sekolahnya.


" Baiklah sekarang Joni ikut papa saha, kita tinggal di rumah kakek dan nenek. Biarkan mama kamu tinggal di sini sendirian. Sebab dia sudah tidak peduli lagi dengan kita."Ucap Reno memilih segera pergi dari rumah agar tidak terjadi keributan yang semakin memanas, yang akan tidak baik dilihat oleh Joni.


" Baguslah kalau Joni juga mau ikut sama kamu mas, sehingga aku tidak pusing-pusing lagi untuk memikirkan biaya hidup Joni. Kamu sebagai papa nya jadi kamu lebih berhak untuk menafkahinya, bukan aku. Tunggu saja surat gugatan cerai pasti akan sampai di rumah bapak. Sudah sana cepat pergi, aku tidak mau lagi melihat wajahmu, Mas. Joni maafkan mama, lebih baik kamu ikut papa kamu saja, karena dia yang harus bertanggung jawab atas hidup kamu bukan mama. Tetapi sampai kapanpun aku ini tetap mama kamu. Nanti jika ada waktu nama pasti akan menjenguk kamu." Ucap Sarah tanpa ada rasa kasihan terhadap anaknya sendiri.


Sarah masul kekamar dan mengambil dompetnya, lalu mengeluarkan uang sebanyak 3 lembar merah untuk dia berikan kepada anaknya, Joni. Sarah keluar dari kamar dan dilihatnya Reno dan Joni sudah tidak ada di ruang tengah. Sarah keluar rumah dan mencari keberadaan Reno dan Joni, ternyata mereka ada di halaman rumah sepertinya menunggu taksi online.


" Joni, ini uang untuk kamu jajan. Kamu simpan jangan sampai di ambil oleh pencuri." Ucap Sarah sambil melirik Reno.


Reno yang dilirik hanya diam saja pura-pura tidak melihat apa yang dilakukan oleh Sarah. Meskipun Reno tidak mempunyai uang tidak mau dia mencuri uang anaknya sendir. Lebih baik dia mengambil atau meminta kepada orang tuanya, seperti yang dia lakukan selama ini.

__ADS_1


Setelah memberikan uang kepada Joni, Sarah pun kembali masuk ke rumah dan mengunci pintu rumah. Dia hanya melihat kepergian Reno dan Joni lewat jendela rumahnya.


* Huhhh akhirnya aku bisa terbebas juga dari mas Reno dan untuk Joni. Memang ada baiknya Joni ikut dengan mas Reno, di sana ada ibu yang bisa mengurusnya dengan baik. Kalau dia ikut aku siapa yang akan mengurus makan dan minumnya? Sedangkan aku repot dengan pekerjaanku sendiri. Mulai sekarang aku bisa hidup bebas tidak ada yang mengekang ku lagi.*Gumam Sarah dengan senang.


Kni Reno dan Joni dalam perjalanan menuju rumah ibu Rahayu dan pak Karim. Meskipun tidak terlalu jauh tetapi memakan waktu sekitar 10 menit sehingga mereka tadi memutuskan untuk menaiki taksi online saja. Setelah 10 menit dalam perjalanan, mobil taksi online yang membawa Joni dan Reno sampai di depan rumah Pak Karim. Joni membayar ongkos taksi itu dan segera turun dari mobil, Reno memang sama sekali tidak mempunyai uang sehingga Joni lah yang membayar taksi online itu.


Melihat kedatangan anak dan cucunya yang membawa koper membuat ibu Rahayu langsung lari tergopoh - gopoh menghampiri mereka. Lalu menanyakan kenapa mereka datang dengan membawa koper yang besar.


" Ada apa ini Reno? Kenapa kalian datang dengan membawa koper sebesar ini? Jika memang kalian mau menginap, kenapa membawa barang segini banyak?."Tanya ibu Rahayu dengan heran.


" Mama mengusir kami Nek."Bukan Reno yang menjawab tetapi Joni lah yang menjawab pertanyaan dari Ibu Rahayu.


Apa ? Ibu Rahayu memelototkan matanya, dia kaget dengan jawaban Joni. Sedangkan Reno hanya terlihat diam saja tidak mau menjelaskan apapun.


" Apa benar begitu, Reno.?" Tanya ibu Rahayu memandang kearah Reno.


" Nanti Reno ceritakan di dalam saja, Bu. Tidak enak dilihat para tetangga pasti mereka bertanya-tanya, kenapa kami datang dengan membawa koper sebesar ini."Ucap Reno mengajak ibunya untuk masuk rumah terlebih dahulu.


Ibu Rahayu pun mengangguk mengerti maksud Reno, dia mengambil alih koper yang dibawa Joni dan segera membantu Joni membawa koper itu masuk kerumah. Sedangkan Joni membawa tas sekolahnya dan tas yang ditenteng yang isinya buku-buku sekolah dan perlengkapan yang lainnya.


Kini Joni sudah berada di dalam kamar dan membereskan barang-barangnya. Reno baru saja meletakkan barang-barangnya di kamar dan keluar lagi menemui kedua orang tuanya yang saat ini sudah menunggunya di ruang keluarga.


" Sebenarnya apa yang terjadi antara kamu dan Sarah, Reno."Tanya Pak Karim.


" Sarah mengusir kami berdua Pak, dia ingin menggugat cerai, Reno. Sebab dia sudah tidak tahan lagi hidup dengan Reno. Terlebih saat ini dia sudah ikut-ikutan dengan mbak Sinta. Aku sih tidak tahu pasti yang aku dengar dari mulut Sarah, dia meminjam uang kepada mbak Sinta. Reno khawatir dia juga akan bekerja sama dengan mbak Sinta. Jadi mungkin lebih baik Reno bercerai saja dengan Sarah, lagi pula Sarah memang bukan istri yang baik." Ucap Reno menjelaskan semua masalah yang terjadi kepada kedua orang tuanya.


" Kenapa kamu baru menyadarinya sekarang? Bukannya dari dulu memang Sarah bukan istri yang baik? Kamu saja yang bodoh. Sudah berapa kali saja Sarah selingkuh kamu tetap memaafkannya, makan tuh cinta buta kamu. Terus masalah rumah dan harta gono-gini kamu bagaimana ? Apa kamu tidak mendapatkan sedikitpun, jika kamu tidak mendapatkan yang penting ada bagian untuk anak kamu." Ucap Ibu Rahayu.

__ADS_1


Reno hanya menggelengkan kepalanya saja sebab apa yang saat ini mereka punya itu semua atas nama Sarah. Reno memang bodoh terlalu percaya dengan Sarah sehingga rumah dan mobil yang dia beli sama-sama semua atas nama Sarah. Padahal setengah uangnya juga dipakai untuk membeli rumah dan mobil itu. Kini Reno hanya bisa menyesali semua perbuatannya dan kebodohannya sendiri. Terlebih saat ini dia juga pengangguran yang harus menafkahi anaknya.


****************


__ADS_2