
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Kini usia Raja sudah 5 tahun dan Ratu 3 tahun setengah. Raja tumbuh menjadi anak yang baik serta posisif terhada adiknya, namun dia bisa melindungi adiknya. Raja dan Ratu sekolah di tempat yang sama, Raja sudah masuk TK namun Ratu masih ikut PAUD atau Kober.
" Ratu kalau ada anak yang nakal sama ratu kasih tahu kak Raja ya. Nanti kak Raja hajar dia biar dia nangis."Ucap Raja berpesan kepada sang adik tersayangnya.
" Tidak boleh belantem kak. Kata mama kak Laja itu tidak boleh belantem. Nanti anak olang nangis."Ucap Ratu dengan bahasa kidalnya.
" Kalau dia nakal duluan ya kak Raja pukul lah. Sudah yuk masuk, itu teman-teman sudah masuk kelas. Ingat ya kalau ada yang nakal kasih tahu kakak."Ucap Raja lagi mengingatkan Ratu.
Raja sudah jelas bicaranya, pertumbuhan Raja dan Ratu memang berbeda. Saat berusia 3 tahun Raja sudah jelas melafalkan huruf R, dan bicaranya juga sudah sangat jelas sekali. Berbeda dengan Ratu,sudah 3 tahun lebih tapi bicaranya masih banyak yang tidak memahaminya.
" Ih kak laja ini."Seru Ratu cemberut.
Raja dan Ratu jalan beriringan dan masuk ke kelasnya masing-masing. Raja terkenal pemilih saat bergaul dengan teman di sekolahnya, dia tidak suka berteman dengan anak perempuan. Namun dia terlalu posesif terhadap Ratu, sifat Raja persis dengan Satria kecil.
" Hai Raja, sudah siap belajar?." Seru salah satu guru menyapa Raja dengan sangat ramah dan lembut.
" Sudah siap Miss, jangan bernyanyi terus dong, aku bosan jika menyanyi."Jawab Raja dengan protesnya.
" Emmm iya hari ini kita akan belajar berhitung ya. Pasti Raja sudah bisakan berhitung 1 sampai 20?."Tanya guru itu dengan penuh rasa sabarnya.
" Sampai 100 dan 1000 Raja sudah bisa."Jawab Raja singkat.
Hahhhh
Guru yang bertanya dibuat bengong oleh jawaban Raja. Bukan lagi 1 sampai 20 puluh, bahkan sampai 100 pun Raja sudah bisa. Raja nampak biasa saja, dia tidak merasa bangga bisa berhitung melebihi dari teman-temannya.
" Emm ya sudah sekarang kita mulai belajar ya. Kita berdoa dulu."Ucap Guru dengan sangat lembut.
" Iya ibu guru."Seru semua murid bersamaan sehingga membuat ruang kelas itu menjadi ramai.
__ADS_1
*****
Sudah 2 tahun ini Hana ada di Indonesia, dia bekerja di perusahaan Satria sebagai salah satu menejer. Lebih tepatnya sebagai menejer keuangan. Hana hanya menyelesaikan pendidikan S1 nya saja. Dia tidak mau mengambil S2 sebab tidak mau lagi berjauhan dengan keluarganya.
Satria dan Sinta selaku mama kandungnya pun tidak memaksa Hana. Bahkan di Indonesia pun Hana mandiri, hanya 3 bulan saja dia tinggal dengan Sinta dan Ardi dan setelah itu dia memilih mengontrak yang tidak jauh dari perusahaan.
" Hana, nanti tolong siapkan laporan keuangan yang Om minta kemarin ya. Kalau sudah selesai kamu antar keruangan Om."Seru Satria.
" Sudah selesai Om dan sekarang juga sudah Hana bawa."Ucap Hana lalu memberikan laporan yang dimaksud Satria.
Satria suka dengan cara kerja Hana, Hana profesional dan cekatan. Meskipun baru 2 tahun bergabung di perusahaan, Hana sudah bisa mengusai pekerjaannya dengan baik. Tidak sia-sia Satria memberikan kepercayaan Menejer keuangan kepadanya.
" Kamu ini luar biasa, Hana. Om bangga dengan cara kerja kamu. Jika seperti ini kamu bisa naik jabatan lagi, mau jadi direktur keuangan?."Seru Satria sedikit bercanda.
" Tidak Om. Sudah sebagai menejer keuangan saja saya sudah pusing apalagi direktur keuangan. Lama-lama botak kepala Hana, Om."Seru Hana sambil terkekeh.
Hana hanya memanggil Om pada Satria saat mereka sedang berdua seperti saat ini. Jika sedang bersama para karyawan dan klien bisnis, Hana memanggil Satria dengan panggilan Pak Satria.
" Iya okelah kalau begitu. Om ini sudah bosan dengan dunia bisnis seperti ini, Om ingin Raja cepat dewasa dan menggantikan Om memimpin perusahaan ini. Kamu tahu sendiri bagaimaba dunia bisnis, selip dikit saham perusahaan kan yang akan turun. Kamu benar, bisa botak lama-lama kepala kalau mikir perusahaan terus."Seru Satria.
" Masih lama Om. Mungkin 12 atau 13 tahun lagi Adek Raja bisa menggantikan Om Satria, sekarang nikmati saja pekerjaan yang ada Om. Ya sudah Om, Hana mau balik keruangan Hana dulu. Ada beberapa pekerjaan yang harus segera Hana selesaikan."Seru Hana.
Satria sudah menganggap Hana sebagai anaknya sendiri. Begitupun dengan Hana, dia melihat figur Ayah pada diri Satria. Bukan berarti dia tidak dekat dengan Ardi, Hana juga dekat dengan Ardi namun kedekatan Hana tidak seperti dengan Satria.
Dreett Dreett Dreett
Ponsel Hana berdering, ada panggilan masuk dari Sinta. Hana mnutup berkasnya lalu menganggkat telepon dari mamanya lebih dulu.
[ Hallo Assalamualaikum Ma. Tumben siang-siang begini telepon? Ada apa ma? Mama sehat kan?]. Tanya Hana secara beruntun.
[ Waalaikumsalam Hana. Satu-satu dong sayang bertanya nya Han. Alhamdulillah mama sehat, semua sehat. Mama hanya ingin bertanya, weekend nanti kamu ada acara tidak? Kalau tidak ada acara kerumah mama ya, mama dan adik-adik kangen sama kamu.] Ucap Sinta.
Hana terdiam sesaat, dia sadar betul memang selama dia pindah ke kontrakan dia jarang sekali berkunjung kerumah mamanya. Sekarang sudah 2 bulan dia tidak bertemu dengan mamanya dan adik-adik tirinya. Bukan Hana tidak mau, Hana disibukkan dengan pekerjaannya bahkan saat hari libur pun dia masih bekerja dari rumah.
[ Hana, kamu masih disana kan? Masih dengar mama kan?.]
[ Oh iya ma Hana dengar kok. Baiklah ma, weekend nanti Hana akan menginap di rumah mama. Hana juga kangen sama mama dan adik-adik.]
__ADS_1
[ Alhamdulillah, mama senang mendengarnya. Papa Ardi juga pasti akan senang mengetahui kamu mau menginap. ]
[ Iya ma, salam untuk papa Ardi dan adik-adik ya ma.]
[ Insya Allah salamnya nanti mama sampaikan. Ya sudah, kalau begitu kamu lanjut lagi saja kerjanya. Mama tutup teleponnya, Assalamualaikum.]
[ Waalaikumsalam Ma.]
Sambungan teleponpun terputus, Hana meletakkan ponselnya di atas meja. Hana kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda sesaat.
Tanpa terasa jam makan siang pun sudah tiba, Hana segera mematikan laptopnya. Hana sudah di tunggu temannya di kantin perusahaan, meskipun mempunyai jabatan yang mentereng, Hana tidak mau boros dan foya-foya. Makan di luar pun dia sangat-sangat jarang.
" Mau makan apa ibu menejer?."Tanya Vivian yang memang juga bekerja di perusahaan yang sama dengan Hana.
" Duh jangan panggil seperti itu dong, geli aku dengernya. Aku mau makan soto ayam saja lah. Aku pesan dulu ya, kamu mau apa?."Tanya Hana balik bertanya.
" Memang ibu menejer kan? Aneh deh kamu ini, Han. Samain saja sama kamu, Han."Jawab Vivian dengan santai.
Hana pesan makanan dua porsi soto ayam kampung dan dua gelas es jeruk dan air mineral. Selesai memesan makanannya, Hana kembali lagi di tempat duduk Vivian tadi.
" Han, weekend jalan-jalan yuk. Apa kamu tidak bosan kerja terus, jarang banget loh kamu itu keluar sekedar untuk jalan-jalan atau refreshing menyegarkan mata dan fikiran."Ucap Vivian memang benar adanya.
" Hemm.. Iya juga sih Vi. Tapi weekend ini aku sudah janji mau menginap di rumah mama. Sudah 2 bulan aku tidak berkunjung ke rumah mama."Seru Hana memberitahu rencananya kepergiaannya kerumah Sang Mama.
" Gila !! 2 bulan ? Kamu ini terlalu sibuk sama pekerjaan Hana, sampai mama kamu sendiri tidak kamu ingat. Jangan-jangan jodoh juga tidak kamu ingat ya?"Pertanyaan Vivian membuat Hana reflek memukul paham Vivian.
Plaakkk
Vivian mengusap paha bekas pukulan tangan Hana dengan bibir mengerucut. Vivian saat ini sudah punya tambatan hati, sedangkan Hana? Memang Hana belum punya pacar, usia Hana saat ini sudah 24 tahun.
" Kamu ini bisa tidak jangan bicara soal jodoh terus."Seru Hana kesal.
" Ihh sakit loh Han."Ucap Vivian lagi.
" Syukurin, ngomongin jodoh atau pacar entah apalah itu pasti akan aku pukul lagi."Ucap Hana sambil mendengus dengan kesal.
Perdebatan mereka berhenti karena pelayan datang membawakan pesanan mereka berdua. Dua wanita yang tadi berdebat soal jodoh itupun kini kompak dan diam, menikmati makanan nya masing-masing.
__ADS_1
************