
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Dinda dan Cahaya berkeliling melihat setiap sudut ruangan panti sambil cahaya terus bercerita keadaan panti. Cahaya juga bercerita soal Indra yang dulu juga pernah tinggal dipanti ini , walaupun hanya tinggal beberapa tahun dipanti. Sampai sekarang indra masih sering datang untuk melihat adik - adik panti yang lainnya.
" Mas indra itu dulu tinggal dipanti saat umur 12 tahun , dan saat itu aku masih umur 9 tahun. Kami cukup dekat , dia seperti kakak bagi kami semua. Saat umur 15 tahun nenek membawa mas indra tinggal bersamanya dengan alasan untuk menjadi teman kak satria, dia memang sangat dekat dengan kak satria. Sejak saat itu aku jarang bertemu mas Indra, bertemu saat dia berkunjung kepanti saja " Ucap cahaya menceritakan perjalanan kisahnya.
* Heemmm... Sepertinya cahaya ini ada hati sama mas satria. Apa mas satria juga tahu kalau cahaya ada hati dengannya ? Tapi bukannya nenek menjodohkan mas indra dengan amara ? * Gumam dinda dalam hatinya.
Cahaya menyudahi ceritanya, lalu dia mengajak dinda ketaman belakang. Biasanya disana banyak anak - anak yang bermain ditaman. Ditaman itu memang disediakan beberapa permainan untuk anak - anak, ada ayunan , trampolin. Lebih tepatnya seperti wahana permainan mini untuk anak - anak.
" Kak dinda sudah menikah berapa lama ?" Tanya cahaya.
" Sudah dua tahun cahaya " Jawab dinda dengan singkat.
Cahaya melihat perubahan wajah dinda yang sedih, mungkin saja dinda sedih karena sampai sekarang dia belum hamil juga.
" Kok kak dinda sedih ? Jangan sedih ya mbak, aku doakan setelah ini kak dinda segera hamil. Jadi aku akan punya keponakan baru dari kak satria yang bawel itu " Seru cahaya sambil mengulas senyum manis.
" Aamiin. Terimakasih ya Cahaya. Emm... Memang mas satria itu bawel ya ?" Tanya dinda ingin tahu lebih banyak tentang suaminya.
Hahahaaaaaaa
Cahaya bukannya menjawab pertanyaan dari dinda tapi justru dia tertawa sangat lebar sampai - sampai anak panti memandang kearah mereka semua. Sadar tawanya mengundang perhatian anak - anak cahayapun langsung terdiam dan melirik kearah dinda yang justru heran dengan tingkah konyolnya .
" Hehee... Maaf ya kak. Habis aku suka ketawa kalau ada orang yang menananyakan kak satria. Apalagi soal kebawelannya itu. Diluaran sana kak satria terkenal pendiam, tegas dan tidak banyak bicarakan ? Tapi jangan salah kak, kalau dipanti dia itu bawelnya melebih emak - emak kak. Apalagi kalau sama kami - kami yang sudah besar gini. Tapi bawelnya dia itu baik, dia ingin kami para adik - adiknya ini bisa sukses meskipun kami hanya dari panti. Dan terbukti kak rata- rata anak dari panti ini bisa kuliah dengan beasiswa dan bekerja di beberapa perusahaan " Ucap cahaya dengan serius.
Dinda terharu mendengar cerita cahaya, ternyata suaminya itu sangat perduli dengan anak - anak panti sampai dia harus dikatakan bawel oleh Cahaya dan temannya yang lain.
Satria datang menghampiri dinda dan cahaya yang asik berbincang ditaman bermain anak - anak. Dengan sengaja satria mengagetkan keduanya, sampai mereka terlonjak kaget.
" Doorrrr " Seru satria sambil memegang bahu dinda dari belakang.
__ADS_1
Dinda dan cahaya sama - sama kaget , beruntung tidaj ada yang jantungan. Satria mendapatkan cubitan kecil dipinggangganya sampai dia mengaduh kesakitan. Cahaya melihat satria kesakitan terlihat sangat senang dan dia tertawa dengan lepas, diikuti anak - anak panti yang lainnya.
" Maaf sayang, mas kan cuma bercanda . Pasti tadi kamu diajak bergosipkan sama anak kecil ini. " Ucap satria sambil melirik cahaya.
Cahaya berkacak pinggang sambil mendengua kesal. Bagaimana dia yang sudah berusia 24 tahun masih saja dipanggil anak kecil.
" Aku sudah 24 tahun tapi masih saja dipanggil anak kecil. Kak satria itu yang sudah tua !" Seru cahaya dengan kesal.
" Helehh... Bagiku kamu tetap anak kecil. Pasti kamu tadi cerita yang tidak - tidakkan sama istriku, kamu inikan mulut ember. Mana cerewet, cengeng pokoknya lengkap deh. Makanya dulu indra seneng banget gangguin kamu ya karena kamu cerewet dan cengeng. Hahahaa " Seru satria tertawa dengan lepas.
Disini dinda bisa melihat sisi lain dari suaminya, jika ternyata suaminya adalah orang yang humoris . Selama menikah dengan satria , dinda belum pernah melihat satria bercanda dan tertawa lepas seperti itu dengan orang lain terlebih dengan kakak - kakak iparnya. Hanya dengan dinda saja satria bisa bercanda.
* Mungkin jika mas satria bisa akur dan rukun dengan kakak - kakakku hidup ini akan terasa damai dan indah. Apalagi bisa tertawa dan saling melempar candaan seperti dengan cahaya ini. Tapi selama ini mas satria selalu mendapat perlakuan buruk dari kakakku. * Gumam dinda dalam hatinya.
" Sayang kenapa kamu diam? Heran ya melihat cahaya yang cerewet ini ?" Tanya satria sambil memicingkan matanya.
" Dia sendirinya saja bawel dan cerewet pakai ngatai aku cerewet. Kita itu sama , jadi jangan saling menghina " Seru cahaya lagi.
" Sudah - sudah , kenapa malah kalian ini yang ribut. Tidak malu tuh dilihatan sama adek - adek yang lainnya. Sudah sekarang kalian jangan saling ejek. " Seru dinda menengahi perdebatan antara cahaya dan satria.
Cahaya hanya mengangguk paham, sedangkan satria hanya nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal. Cukup lama mereka berada di taman bermain, akhirnya jam makan siangpun sudah tiba.
" Dinda maaf ya disini lauk makannya hanya seperti ini. Hanya ada sayur asam , ikan goreng , bakwan sama sambal serta kerupuk saja. " Ucap ibu nursi merasa sungkan dengan dinda. Takut jika dinda tidak terbiasa makan dengan menu sederhana mereka.
Nenek dan satria sudah terbiasa datang dan ikut makan bersama dengan mereka sehingga ibu nursi juga sudah paham dengan keduanya. Mereka tidak masalah dengan menu yang disajikan.
" Bu, ini sudah lebih dari cukup. Dinda juga dari kekuarg tidak punya bu, bahkan makan sambal dan kerupukpun dinda pernah. Kalau ibu tidak percaya tanya saja sama mas satria bu " Ucap dinda dengan senyum tulus mengembang.
" Iya bu, dinda tidak pernah masalah dengan lauk makan. Apalagi saat kami masih hidup di kampung , makan pakai kecap dan kerupukpun pernah bu " Jawab satria dengan jujur.
Ibu nursi bengong seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh satria. Tapi memang begitulah kenyataanya apalagi dia mendengar langsung dari mulut satria.
* Alhamdulillah ternyata satria tidak salah pilih istri. Dinda bisa diajak hidup susah, aku juga baru ingat jika satria memang pernah hidup susah atau bahasa kerennya menyusahkan diri sendiri karena hukuman nenek. * Gumam ibu nursi dalam hatinya lalu mengulas senyum manis.
Mereka akhirnya makan siang bersama,disini tidak ada anak yang makan disuapi. Anak tang berusia 5 tahunpun makan sendiri hanya saja cahaya membantunya membuang duri ikannya terlebih dahul. Setelah makan siang selesai dan melakukan sholat dzuhur berjamaah dengan anak - anak dan pengurus panti, nenek berpamitan pulang dan diikuti oleh satria dan dinda.
*********
__ADS_1
Selama rudi didalam penjara sekalipun pak karim tidak mau menjenguknya. Seakan dia malu dengan dirinya sendiri memiliki anak seperti rudi yang tega berbuat jahat dan ingin mencelakai satria adik iparnya sendiri. Dan tindakannya itu benar - benar sulit untuk dimaafkan.
" Pak, kenapa bapak tidak pernah menjenguk rudi di kantor polisi ?" Tanya ibu rahayu pada suaminya.
" Malas bu " Jawab pak karim dengan santainya.
" Rudi itu anak kandung bapak bu, tapi kenapa sedikitpun bapak tidak perduli dengan rudi ? Malah membela satria yang hanya orang lain bagi kita pak. Bapak ini tidak adil sama anak, bantu diacepat keluar atau apa gitu ini malah diam saja tidak ada usaha " Ucap ibu rahayu menggerutu dengan kesal.
Hhhuuufffff... Pak karim sebenarnya sudah malas berdebat masalah rudi dengan isyrinya. Karena ujungnya pasti akan ribut dan membuat suasana rumah semakin tidak nyaman. Apalagi ibu rahayu terlalu memaksakan kehendaknya , jikapun pak rudi ada duit lebih baik dia pakai naik haji daripada untuk membayar sewa jasa pengacara.
Pak karim sengaja membiarkan rudi agar dia bisa merenungi kesalahannya. Tidak berbuat semaunya saja kepada orang lain.
" Biarkan saja rudi disana. Biar dia tahu rasa atas perbuatannya. Tidak semua yang dia lakukan itu benar dan harus mendapat pembelaan dari kita. Kita ini sebagai orang tua ingin terbaik untuk anak - anaknya tapi kalau rudi memilih jalan seperti ini ya biarkan saja. " Ucap pak karim dengan santainya.
" Apa bapak tidak kasihan dengan hana anak rudi. ? Dia pasti malu dengan keadaan ayahnya yang dipenjara atai narapidana. Tolonglah bicara sama satria agar dia mau membebaskan rudi pak " Ucap ibu rahayu terus meminta suaminya untuk bicara dengan satria.
" Aku tidak malu nek. Lagian papa memang bersalah dan yang salah harus dihukum. Justru aku malu sampai bapak tidak mengakui kesalahannya. " Tiba - tiba Hana anak rudi yang saat ini duduk dibangku SMA itu keluar kamar dan ikut menimpali perkataan neneknya.
Ibu rahayu geram dengan hana, susah payah dia merayu pak karim menggunakan namanya agar pak karim mau bicara dengan satria perihal mencabut perkara. Namun usahanya sia - sia karena hana yang merusaknya.
" Hana kamu kenapa bicara seperti itu ? " Tanya ibu rahayu geram.
" Aku hanya ingin papa menerima akibat dari kesalahan yang papa perbuat nek. Bagaimana jika saat itu kecelakaan yang menimpa Om satria sangat parah dan sampai terjadi hal buruk kepada Om satria, sudah pasti tante Dinda akan bersedih. Apa nenek mau tante dinda jadi seorang janda ?" Tanya hana dengan berani.
Pak karim salut dengan cucu perempuannya ini, meskipun ayahnya dipenjara dia sama sekali tidak protes dan merengek untuk dibebaskan. Dia justru mendukung apa yang dilakukan satria. Hana memang tumbuh menjadi anak yang baik dan pengertian , tidak seperti kedua orang tuanya yang sama sekali tidak punya sopan santun dan rasa perduli kepada orang lain.
" Kek, hana izin keluar dulu ya kek. Nanti hana pulang sebelum jam 5 sore, hana ada tugas kelompok di rumah Vivi." Ucap hana berpamitan.
" Iya nak. Tapi kamu sudah sholat dan makan siang kan ?" Tanya pak karim dengan lembut.
" Sudah kek, nanti kalau mama tanya bilang saja hana dirumah vivi " Ucap hana.
Hana menyalami pak karim dan ibu rahayu secara bergantian lalu dia keluar rumah menghampiri ojek online yang sudah menunggunya di halaman rumah.
" Kenapa anak itu beda banget sih sifatnya dari kedua orang tuanya " Seru ibu rahayu.
" Bagus dong bu, jadi dia tidak sombong seperti sinta dan rudi." Ucap pak karim.
__ADS_1
" Terserah kamu sajalah pak " Ucap ibu ratri ketus lalu meninggalkan suaminya begitu saja.
*********