Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Datang ke pesta


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Dinda dan Satria saat ini sudah berada di tengah-tengah pesta ulang tahun salah satu klien Satria. Disana Dinda juga bertemu dengan Amara, bahkan saat ini Dinda dan Amara sudah duduk di meja yang sama. Sedangkan para suami sedang bersama para rekan bisnisnya.


"Bu, Dinda cantik banget loh pakai baju seperti ini. Bu Dinda memang fashionable, pintar memilih dan memadu padankan pakaian. Ditambah hijab nya makin cantik, bu Dinda sekarang sudah berhijab ya?." Tanya Amara yang mengagumi penampilan Dinda.


"Kamu ini bisa saja sih, Amara. Tapi terima kasih atas pujiannya, aku belum berhijab. Ini pertama kalinya aku ke pesta dengan memakai hijab. Mungkin sedikit-sedikit, aku akan mulai belajar mengenakan hijab."Ucap Dinda sambil tersenyum ramah.


"Asli cantik banget loh. Oh iya ibu Dinda sekarang sedang hamil lagi ya? Selamat ya Bu, semoga menular ke aku nih."Seru Amara sembari mengusap perut nya yang rata.


Sudah cukup lama, Amara dan Indra menikah namun Amara belum juga hamil. Amara sudah takut jika dia tidak bisa hamil. Namun hasil pemeriksaan, baik Indra maupun Amara subur dan semuanya baik-baik saja.


"Aamiin. Semoga setelah ini kamu dan Indra disegerakan mempunyai momongan. Yang penting tetap berusaha jangan kasih kendor."Seru Dinda lagi sambil tertawa kecil.


"Usaha sudah setiap hari bahkan terkadang sampai lembur bu. Tapi mungkin memang belum saatnya jadi harus exstra lagi usahanya. Kata Indra sih, mungkin Allah lagi meminta kita untuk pacaran dulu baru dia akan memberikan titipannya kepada kami. Kami memang kenal sudah lama, tapi pacaran tidak lama."Ucap Amara.


Saat mereka sedang asik bercerita tiba-tiba ada seorang wanita yang juga mengenakan hijab menghampiri mereka. Wanita itu memperhatikan Dinda dari atas sampai bawah untuk memastikan jika orang yang dia lihat benar Dinda dan dia tidak salah lihat.


"Dinda !."Seru wanita itu dengan senang yang akhirnya dia mempunyai teman ngobrol.


"Lohh mbak Sinta. Mbak Sinta ada di sini juga? Sini mbak duduk gabung sama kami saja."Seru Dinda yang ternyata Sinta lah yang menghampirinya.


Sinta dan Ardi memang datang di pesta yang sama sehingga mereka sudah pasti bertemu. Sinta tadi dari tempatnya duduk terus memperhatikan wanita yang ada di meja tidak jauh dari tempatnya duduk, dan ternyata wanita itu adalah Dinda.


"Alhamdulillah akhirnya punya teman untuk mengobrol juga. Dari tadi aku bingung mau ngobrol sama siapa, ada teman baru juga bingung mau membicarakan apa. Mas Ardi lagi sibuk sama teman bisnis nya juga."Ucap Sinta yang kini sudah duduk di samping Dinda.


"Oh jadi mbak Sinta datang sama pak Ardi? Duch calon suami nih, yuk buruan halal. Sudah gak tahan nih mau kondangan."Ucap Dinda sambil tertawa.

__ADS_1


"Husssttt, apaan sih Din. Aku dan mas Ardi itu tidak ada hubungan apa-apa. Kami itu hanya sebatas teman saja, kebetulan memang mas Ardi meminta aku untuk menemani dia datang ke pesta ini. Katanya malu kalau datang tanpa bawa pasangan, mana yang lainkan berpasang-pasangan."Ucap Sinta menjelaskan soal hubungannya dengan Ardi.


Dinda memang tahu, jika saat ini Sinta dan Ardi memang hanya berteman. Dan tidak terikat bubungan apa-apa. Namun, Dinda yakin jika di antara mereka ada cinta dan saling mengagumi.


"Ini mbak Sinta mantan istri almarhum pak, Rudi?."Tanya Amara menunjuk ke arah Sinta.


"Iya betul, ini kakak iparku. Istri dari almarhum mas, Rudi."Jawab Dinda.


Amara kagum dengan penampilan Sinta yang saat ini sudah tertutup. Tutur kata Sinta juga lembut tidak seperti dulu saat Amara bertemu dengannya.


"Tambah cantik saja ya mbak Sinta ini."Ucap Amara memuji kecantikan Sinta.


"Kamu juga tidak kalah cantik."Seru Sinta juga memuji Amara.


Pada dasarnya setiap wanita itu memang cantik. Apalagi kalau di tambah di rawat dan di poles dengan skincare pasti akan semakin lebih cantik dan glowing.


"Raja tidak di ajak,Din?." Tanya Sinta.


"Tidak mbak. Raja ada dirumah sama nenek dan pengasuhnya, kasihan mbak kalau di ajak ke pesta seperti ini. Suasananya tidak nyaman untuk anak seusia Raja."Ucap Dinda menjelaskan.


"Betul itu mbak."Jawab Dinda menyetujui apa yang dikatakan oleh Sinta.


Mereka bertiga terlibat obrolan-obrolan yang membuat mereka tertawa. Sampai para tamu yang lainnya menoleh ke arah mereka bertiga dan ingin tahu apa yang ingin di bicarakan oleh mereka bertiga.


"Mbak sudah berapa lama sama pak, Ardu?." Tanya Dinda kepo.


"Berapa lama apanya sih, Dinda?."Tanya Sinta pura-pura tidak tahu dengan apa yang dikatakan oleh Dinda.


"Berapa lama kenalnya?." Jawab Dinda dengan cepat.


"Oh itu. Belum ada sebulan kok Din, mungkin sekitar 3 minggu ini. Saat itu aku yang sedang belanja di supermarket di tabrak oleh anaknya mas Ardi, Bagas. Yang ternyata dia terpisah dari mas Ardi, aku membantu Bagas mencari keberadaan papanya. Nah dari situlah kami lalu berkenalan dan Bagas sering minta di antar kerumahku."Ucap Sinta menceritakan secara detail bagaimana dia bisa kenal dengan Ardi dan Bagas.


Dinda dan Amara jadi pendengar setia, mereka berdua nampak serius mendengarkan cerita Sinta.

__ADS_1


Sedangkan Satria , Indra dan Ardi dan teman bisnis yang lainnya sedang membicarakan masalah pekerjaan.


"Pak Ardi sepertinya saat ini bisnis anda mulai mengalami kemajuan ya? Bagi resepnyq dong pak."Seru Satria sambil menampilkan senyum nya yang menawan.


"Aduh pak Satria ini ada-ada saja. Apa tidak kebalik tuh, justru perusahaan pak Satria loh yang saat ini semakin maju. Bahkan menduduki peringkat kedua di Negara kita ini."Ucap Ardi serius.


Perusahaan Satria saat ini memang sangat berkembang dan menduduki peringkat dua di dalam negara. Perusahaan Ardi jika di bandingkan dengan perusahaan Satria memang belum ada apa-apanya. Namun ketekunan dan keuletan Ardi mampu membangkitkan perusahaan orang tuanya yang dulu sudah pernah bangkrut.


"Kita sibuk dengan masalah bisnis sampai kita melupakan pasangan kita masing-masing. Pak Ardi datang dengan siapa?."Tanya Satria.


"Sama calon istri saya pak. Saya kan masih menduda pak, Satria. Tapi insya Allah sebentar lagi akan menikah."Ucap Ardi sangat percaya diri jika Sinta pasti mau menerima nya menjadi pendamping hidupnya.


"Semoga nanti semuanya lancar ya pak."Ucap Satria dengan tulus.


Ardi hanya mengangguk sambil mengulas senyumnya. Kini mereka bertiga menghampiri para pasangannya. Ardi heran melihat Sinta sudah tidak ada di meja saat dia duduk tadi. Disana hanya ada orang yang tadi mengobrol dengan Sinta.


"Kemana Sinta?." Ucap Ardi pelan namun bisa di dengar oleh Satria dan Indra.


"Kehilangan calon istri pak? Kelamaan di tinggalin sih makanya hilang kan? Awas loh dia cari calon suami yang lain."Seru Indra sambil terkekeh.


"Pak Indra bisa saja."Jawab Ardi.


Pandangan Ardi tertuju kearah meja lain, dimqna ada 3 orang perempuan yang sedang asik bercerita. Salah satu wanita itu ada Sinta dan yang dua Ardi tidak paham.


Para pria itupun kini berjalan mendekati meja ketiga wanitanya.


"Loh mbak Sinta?." Seru Satria saat mengetahui wanita yang duduk di sebelah Dinda.


"Pak Satria kenal dengan, Sinta?.' Tanya Ardi penasaran.


"Kenal. Jangan-jangan yang pak Ardi maksud calon istri itu mbak Sinta ini?."Seru Satria dengan yakin.


Ardi nampak gugup dab malu-malu, dia sangat malu dengan Sinta. Sebab dia sudah lancang mengatakan jika dia datang bersama calon istrinya dan itu semua di tujukan memang untuk Sinta.

__ADS_1


Sinta sendiri syok saat Satria bicara soal calon istri. Bisa-bisanya Ardi mengatakan kepada Satria jika dia calon istrinya. Sedangkan tadi dia bicara dengan Dinda, jika dia dan Ardi tidak ada hubungan yang spesial selain berteman. Lantas apa maksud Ardi bicara soal calon istri?.


*********


__ADS_2