
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Kamu kenapa, Jon?." Tanya Reno yang masuk ke kamar Joni tapi Joni hanya termenung sambil memegang ponselnya.
Joni hanya memandang sekilas kearah papanya, lalu kembali melihat kearah ponselnya. Hal itu membuat Reno heran dan penasaran dengan tingkah aneh Joni dan tidak biasanya Joni murung seperti itu.
" Ada apa? Cerita sama papa." Seru Reno yang kini sudah duduk di pinggir tempat tidur Joni.
" Mama sakit pa." Jawab Joni jujur.
" Mama Sarah? Sakita apa?." Tanya Reno ingin tahu.
Reno sama sekali tidak melarang maupun membatasi Joni untuk bertemu dengan Sarah. Namun, justru selama ini memang Joni sendiri yang tidak mau menemui Sarah. Reno tidak memaksa Joni untuk bisa menemu Sarah, menurutnya Joni sudah paham apa yang terjadi dengan mama dan papanya.
" Aku tidak tahu, Pa. Tadi mama telepon katanya dia sakit dan masuk rumah sakit, mama sendirian di rumah sakit."Ucap Joni kelihatan bersedih.
" Kamu mau menjenguknya?."Tanya Reno memastikan.
" Apa boleh?." Tanya Joni.
" Boleh, tapi besok setelah kamu pulang sekolah. Nanti papa yang antarkan kamu, sekarang kamu tanya saja mama kamu di rawat di rumah sakit mana."Ucap Reno.
Joni mengangguk paham, dia langsung mengetik pesan dan mengirimkannya kepada Sarah. Joni sadar, seburuk apapun Sarah dia tetap ibu kandungnya, orang yang sudah melahirkannya. Tidak seharusnya dia membencinya sampai berlarut-larut, Allah saja maha pemaaf. Kenapa dia tidak?
Perubahan sikap Joni tidak lepas dari peran Cahaya yang selalu menasehatinya dan memberikan pengertian kepada Joni.
" Ya sudah, sekarang kamu lebih baik tidur. Besok masih semester kan?." Tanya Reno.
" Iya pa, 3 hari lagi selesai. Joni tadi sudah belajar kok pa." Jawab Joni antusius.
" Anak papa memang pintar dan bertanggung jawab. Ya sudah, papa tinggal ya. Ingat langsung tidur jangan main ponsel terus, kalau ponsel terus papa sita nanti ponsel kamu." Seru Reno memberi peringatan.
" Siap pa." Jawab Joni serius.
Reno mengangguk, lalu dia keluar dari kamar Joni dan menemui istrinya yang sudah ada di kamarnya. Saat Reno masuk kamar, dilihatnya Cahaya sedang menyusun pakaian yang sudah di setrika tadi siang ke dalam lemari.
" Bunda sayang, ini sudah malam loh. Sudah jam setengah sepuluh, sudah dulu beres-beresnya. Ini waktunya untuk istirahat." Ucap Reno memeluk Cahaya dari belakang.
__ADS_1
" Mas, jangan seperti ini dong. Aku lagi beresin pakaian nih, nanti tabur lagi loh. Ini tinggal sedikit saja kok mas, mas Reno duluan saja tidurnya."Ucap Cahaya tetap menyelesaikan pekerjaannya lebih dulu.
" Sini biar mas saja yang melanjutkan, Bunda duduk saja." Ucap Reno langsung mengambil alih pekerjaan Cahaya.
Reno sekarang sudah membiasakan dirinya memanggil Cahaya dengan panggilan Bunda. Agar saat anaknya lahir nanti dia sudah terbiasa dengan panggilan itu.
" Mas Reno tadi dari kamar Joni? Apa Joni sudah tidur?." Tanya Cahaya sambil memperhatikan suaminya yang sedang menyusun pakaian.
" Belum sih, tapi mas sudah suruh dia tidur."Jawab Reno.
" Ohhh begitu." Jawab Cahaya hanya ber oh ria saja.
Tidak perlu memakan waktu lama, Reno sudah menyelesaikan pejerjaannya. Lalu Reno naik ke ranjang, sedangkan Cahaya sendiri juga sudah naik ke ranjang.
" Em Bunda, besok mas mau mengantarkan Joni menjenguk Sarah di rumah sakit. Apakah boleh?."Tanya Reno meminta izin Cahaya agar Cahaya tahu dia perginya kemana sehingga tidak akan menimbulkan salah paham.
" Tapi Joni besok masih sekolah mas? Memangnya mbak Sarah sakit apa?."Tanya Cahaya.
" Sepulang sekolah, Bunda sayang. Mas juga tidak tahu Sarah sakit apa. Tadi katanya Joni, Sarah menghubunginya dan memberitahu kalau dia dirawat di rumah sakit. Kalau kamu mau ikut tidak apa-apa, biar sekalian kita bertiga menjenguk Sarah."Ucap Reno lalu membawa kepala Cahaya untuk bersandar di bahunya.
Cahaya diam, dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Sepertinya dia tidak akan ikut, sebab dia ingin memberi Joni kebebasan berinteraksi dengan mama kandungnya tanpa harus menjaga perasaan Cahaya. Joni anak baik dan pengertian, pastinya jika Cahaya ikut dia akan menjaga perasaan Cahaya, sehingga dia tidak mau berdekatan dengan mamanya.
" Emm sepertinya aku tidak ikut mas, perutku sudah besar nih aku semakin malas mau pergi kemana-mana. Mas saja sama Joni, aku titip salam saja untuk mbak Sarah." Ucap Cahaya bicara dengan serius.
Cahaya tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa pasrah dengan suaminya. Akhirnya malam itu terjadi pergulatan rutin antara Cahaya dan Reno.
********
Siang itu, Reno menepati janjinya untuk menjemput Joni dan mengantarkannya ke rumah sakit untuk menjenguk Sarah. Reno dan Joni mampir ke mini market terlebih dahulu untuk membeli barang bawaan yang akan mereka bawa.
" Pa, buah sama kue ini saja ya?." Seru Joni sambil menunjuk ke arah kue brownis.
" Iya, itu saja gak apa-apa."Jawab Reno setuju dengan pilihan Joni.
Setelah membayar, Reno dan Joni segera keluar dari minimarket dan melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit di mana saat ini Sarah sedang dirawat.
" Mama kamu dirawat di kamar apa Jon?."Tanya Reno ingin tahu. Sebab dia memang belum mengetahui di mana kamar rawat Sarah.
" ada di lantai 2 kamar Melati Nomor 3, Pa."Jawab Joni sembari melihat pesan singkat yang semalam dikirim oleh Sarah.
Setelah sampai parkiran rumah sakit, Reno dan Joni langsung menuju kamar rawat Sarah, sesuai dengan yang sudah diberitahu oleh Sarah.
" Sepertinya ini kamar rawat, mama kamu."Ucap Reno menunjuk ke arah kamar Sarah.
__ADS_1
" Iya pa."Jawab Joni.
Tok Tok Tok
Reno mengetuk pintu terlebih dahulu, setelah ada suara sahutan dari dalam. Joni dan Reno masuk. Disana ada Sarah dan seorang wanita yang usianya tidak jauh dari Sarah.
" Mas Reno, mas juga ikut menjengukku?." Tanya Sarah tidak percaya Reno juga mau ikut menjenguknya.
" Iya, kasihan Joni kalau sendirian."Jawab Reno singkat.
" Mama sakit apa?." Tanya Joni.
" Mama jatuh di kamar mandi dan mengalami pendarahan, beruntung kandungan mama masih bisa di selamatkan. Tapi mama tetap masih harus di rawat sampai beberapa hari kedepan, dan mama juga harus benar-benar istirahat dulu agar kandungan mama tidak kenapa-kenapa."Ucap Sarah menjelaskan dengan detail.
Ira yang sedari tadi di ruangan Sarah, dia tidak tahu siapa dua pria yang menjenguk Sarah. Tapi dari cara Joni memanggilnya, Ira menebak jika Joni adalah anak Sarah.
" Mbak mereka berdua ini siapa?." Tanya Ira akhirnya buka suara agar tidak penasaran lagi.
" Oh ini Joni anak pertama ku dan itu mas Reno mantan suamiku, Ra." Ucap Sarah.
" Oh jadi ini anak mbak Sarah dan mantan suami mbak Sarah. Hemm kalau begitu Ira tunggu di luar saja ya mbak, silahkan pak duduk di sini saja. "Ucap Ira dengan sopan meminta Reno duduk di kursi yang tadi dia tempati.
*Hhuuuufff dasar mbak Sarah itu bodoh apa bagaimana ya? Masa iya suami tampan dan gagah kayak gitu di tinggalin demi hidup enak dan bebas. Sekarang kena batunya sendirikan dia, sudah hamil tanpa suami terus sakit-sakitan. Siapa sekarang yang mau sama wanita penyakitan seperti itu.*Gumam Ira dalam hatinya.
Didalam ruangan Sarah, Reno membiarkan Joni dan Sarah berbincang-bincang. Reno memilih sibuk dengan ponselnya, mau ikutan ngobrol pun malas. Tidak ada topik pembicaraan yang penting, apalagi mata Sarah sedari tadi terus melirik dan mencuri-curi pandang kearahnya. Sehingga membuat dirinya tidak nyaman berada di ruangan itu.
" Mama tidak punya suami?."Tanya Joni.
" Kok kamu tanya seperti itu sih Jon?." Seru Sarah cemberut.
" Ya mama tadi bilang kalau mama tinggal sendiri dengan mengandalkan uang tabungan mama. Berarti mama tidak punya suami dong, karena tidak ada yang menafkahi mama."Ucap Joni dengan pintar.
Huufffffttt
Sarah tidak menyangka jika jalan fikiran Joni akan sampai sana. Apa jadinya jika Joni tahu, Sarah hamil tanpa suami dan yang menghamilinya ternya berondong yang masih kuliah. Usianya juga tidak jauh dari Hana, anak dari Sinta.
" Jon, sepertinya sudah semakin siang, kita pulang yuk." Seru Reno mengajak Joni pulang.
" Sebentar lagi sih mas. Lagipula kita juga belum mengobrol loh."Ucap Sarah.
" Sudah semakin siang, aku juga harus ke toko karena ada bongkaran barang. Dan aku harus mengecek nya dulu."Ucap Reno beralasan. Sebenarnya tidak ada bongkaran di toko, itu hanya alasan Reno saja agar mereka bisa segera pulang.
Joni pun mengangguk dan mulai bangkit dari duduknya. Joni menyalami mama nya dan mencium tangan mamanya sebelum dia pulang. Sarah terlihat kesal, sebab dia sama sekali belum mengobrol dengan Reno.
__ADS_1
*********