
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sepulangnya dari rumah Satria, Reno dan Cahaya sore itu langsung ke toko. Sebab ada barang yang baru saja masuk san Reno harus mengecek nota-nota dari barang yang baru saja masuk. Cahaya selalu membantu pekerjaan Reno, sehingga pekerjaan itu terasa ringan dan cepat selesai. Apalagi Cahaya orangnya teliti dan bisa diandalkan.
"Mas, nota nya kita bawa pulang saja ya? Nanti kita cek dirumah saja, ini sudah sore aku tidak enak sama ibu. Harus membantu ibu menyiapkan makan malam juga mas."Seru Cahaya meminta semua nota dibawa pulang saja.
"Baru juga setengah 4 loh Dek?." Seru Reno.
"Iya tidak apa-apa, nanti malam kita cek sama-sama."Ucap Cahaya tetap kekeh ingin pulang saja.
"Baiklah."Ucap Reno akhirnya mengiyakan ajakan sang istri.
Setelah bersiap, Reno dan Cahaya berpamitan kepada Akbar terlebih dahulu. Reno memang sudah mempercayakan toko kepada Akbar, Akbarlah yang buka tutup toko dan dia yang memegang kunci toko. Reno percaya dengan akbar, jikapun macam-macam ada CCTV yang mengawasinya.
Di toko saat ini sudah ada 7 karyawan, Cika di kasir bersama Akbar. Jika ada Reno, Akbar bergantian dengan Reno ataupun Cahaya. Dan 5 karyawan lainnya 2 digudang dan 3 dibagian display bisa juga membantu para pembeli. Sebenarnya Reno ingin menambah karyawan agar kerja karyawan nya bisa memakai sistem Shif, namun ternyata para karyawannya berpendapat tidak perlu pakai sistem shif.
Renopun mengikuti pendapat dari karyawannya, sehingga Reno memberikan gaji yang cukup besar untuk para karyawannya dan Reno juga memberikan uang makan untuk para karyawan.
"Mas, apa ibu belum pulang ya?." Tanya Cahaya yang mendapati rumah masih dalam keadaan sepi.
"Sepertinya sudah, tadikan saat kita pulang dari rumah Satria, ibu juga mau pulang bareng sama Beni dan Rena. Mungkin lagi istirahat dikamar."Jawab Reno yaki jika kedua orang tuanya sudah pulang.
"Oh bisa jadi sih."Seru Cahaya.
Reno dan Cahaya masuk kekamar bersamaan, Reno merebahkan tubuhnya di kasur sedangkan Cahaya masuk kamar mandi untuk sekedar mencuci muka. Tadi dia sudah sholat Asar di toko, dia berniat ingin beristirahat sebentar baru nanti akan kedapur untuk memasak.
Tok Tok Tok
Baru saja Cahaya ingin naik ke ranjang, terdengar ketukan pintu dari pintu depan. Cahaya bertanya-tabya siapa orang yang datang bertamu. Suara ketukan pintu itupun kembali terdengar, sehingga membuat Reno yang baru saja memejamkan matanya kembali membuka mata.
"Siapa itu, Dek?."Tanya Reno yang sudah terlihat mengantuk berati.
"Tidak tahu, Mas. Ini aku lagi mau lihat."Jawab Cahaya.
Cahaya keluar dari kamar dan segera berjalan menuju pintu utama. Sesampainya di ruang tamu, Cahaya segera membuka pintu dan melihat siapa tamu yang datang.
"Maaf cari siapa ya mbak?." Tanya Cahaya yang memang asing dengan tamu yang berdiri dihadapannya. Wanita itu terlihat cantik dan seksi serta memakai mekup full diwajahnya.
"Siapa kamu? Kenapa bisa ada dirumah ini?." Tanya wanita itu dengan sinis, wanita ternyata adalah Sarah.
Sarah sengaja datang untuk menemui Joni dan Reno, dia berniat akan mengajak Reno dan Joni makan malam diluar sebagai bentuk pendekatan kembali kepada anak dan mantan suaminya. Sarah datang saat sore hari, sehingga dia masih punya waktu banyak untuk bertemu dengan Reno.
__ADS_1
"Loh, mbak kok malah tanya saya siapa? Seharusnya saya dong yang bertanya. Mbak ini siapa dan ada perlu sama siapa, ini rumah saya loh kenapa mbak malah tanya siapa? Kan aneh banget."Jawab Cahaya tak kalah ketus.
*Apa jangan-jangan rumah ini sudah dijual sama Dinda? Inikan rumahnya Dinda, terus mas Reno dan Joni tinggal dimana kalau rumah ini sudah dijual? Tapi tidak mungkin rumah ini dijual, bapak tidak akan pernah mengizinkan.*Gumam Sarah dalam batinnya.
"Ini rumah kamu? Tapi setahu saya ini rumah nya bapak mertua saya, Pak Karim."Ucap Sarah masih tidak malu mengakui pak Karim sebagai mertuanya.
Cahaya mengernyitkan keningnya, dia sama sekali tidak paham dengan yang barusan dikatakan Sarah. Sarah menyebut pak Karim bapak mertuanya.
"Iya ini rumah pak Karim? Tapi mbak ini istrinya siapa? Kalau mas Rudi kan memang sudah meninggal, kalau mas Reno istrinya bukan mbak. Lantas mbak istri siapa?." Tanya Cahaya dengan wajah bingung.
"Heehh... kamu apa pembantu ya dirumah ini? Bagus deh kalau kamu ini pembantu dirumah ini, berarti rumah ini ada kemajuan bisa sewa jasa pembantu segala. Aku ini Sarah, mantan istrinya mas Reno. Dan sebentar lagi kami akan rujuk, jadi kamu harus baik-baik sama aku. Paham !!."Seru Sarah dengan percaya diri yang penuh.
Apa? Sarah ?
Cahaya langsung membulatkan matanya, dia tidak menyangka jika wanita cantik dan seksi yang ada dihadapannya adalah Sarah, mantan istri dari Reno. Cahaya mencoba menyembunyikan rasa terkejutnya, dia tidak akan membiarkan Sarah mengganggu dan menggoda suaminya.
"Ohh mantan istrinya mas Reno? Hemm percaya diri sekali sih mbak kalau mas Reno mau balik lagi sama kamu? Kalau mimpi kok ketinggian ya mbak, bangun mbak ini sudah sore."Seru Cahaya sembari terkekeh.
"Heehh apa maksud kamu bicara seperti itu? Kamu itu cuma pembantu, jadi kamu tidak pantas bicara seperti itu. Lihat saja jika aku dan mas Reno sudah rujuk aku pastikan kamu akan aku pecat. Jadi pembantu saja belagu banget sih."Cibir Sarah dengan sombong.
"Ohh ya, bisa gitu memecat aku dan mengeluarkan aku dari rumah ini?." Tanya Cahaya lagi.
"Dasar pembantu yang tidak tahu sopan santun, tidak tahu diri banget sih kamu."Seru Sarah bicara cukup keras dengan posisinya yang masih tetap berdiri didepan pintu berhadapan dengan Cahaya.
"Mama!." Seru Joni dari arah belakang Sarah.
Joni yang baru saja pulang berenang dengan teman dan guru-gurunya dikagetkan dengan kedatangan mamanya yang sedang memarahi Bunda nya. Ya, Joni sudah mengganti nama panggilan Bunda untuk Cahaya, dia tidak mau memanggil Cahaya dengan panggilan Mama. Sebab tidak mau jika Cahaya akan seperti Sarah, Cahaya dan Reno tidak mempermasalahkan soal panggilan itu.
"Sayang, mama kangen sama kamu. Sudah lama mama tidak bertemu dengan kamu. Mama datang baik-baik tapi pembantu songong ini terlalu sombong, masa mama dikatakan sedang tidur. Kan aneh ini pembantu."Seru Sarah menunjuk kearah Cahaya yang tetap tenang dengan bersedekap di ambang pintu.
"Pembantu?."Seru Joni langsung beralih menatap kearah Bundanya.
Cahaya hanya senyum-senyum sembari memainkan alisnya kearah Joni. Joni anak yang berusia 12 tahun itu pun mulai paham, jika Sarah beranggapan Cahaya adalah pembantu dirumah ini.
"Disini tidak ada pembantu, Ma."Ucap Joni menegaskan.
"Loh, kalau bukan pembantu, dia siapa dong? Saudara?."Tanya Sarah ingin segera tahu siapa wanita yang ada dihadapannya.
"Oh itu bunda Cahaya. Jadi bukan pembantu dirumah ini Ma. Mama sendiri mau ngapain datang kesini, ini sudah sore lebih baik mama pulang saja. Mama sudah bertemu dengan Joni kan? Joni baik-baik saja dan tidak kekurangan suatu apapun, seban Bunda sudah mengurus semua keperluan Joni dengan baik."Ucap Joni membanggkan Cahaya di hadapan Sarah.
Sarah memandang jengah kearah Joni dan Cahaya secara bergantian. Bisa-bisanya Joni membanggakan wanita lain di depan mamanya sendiri. Perdebatan yang terjadi mengganggu istirahat Reno, sehingga Reno pun keluar dari kamar ingin tahu siapa tamu yang sudah bikin ribut itu.
"Siapa tamu nya, Dek?." Tanya Reno sambil berjalan mendekati Cahaya.
"Ini mas ada tamu yang tidak diundang dan cari masalah. Masa aku dibilangnya seorang pembantu kan kurangajar sekali mas."Seru Cahaya sembari merangkul lengan Reno yang sudah berdiri disampingnya.
*Sarah.*Gumam Reno dalam hati.
__ADS_1
Cepat atau lambat Cahaya pasti akan bertemu dengan Sarah, dan hari ini mereka sudah bertemu. Hari ini juga Reno akan memperkenalkan istri barunya kepada Sarah, agar Sarah tidak mengganggunya lagi. Reno bosan mendapat pesan singkat terus menerus dari Sarah, sudah diblokirpun masih saja telepon dan mengirim pesan dengan nomor baru.
"Mas Reno ternyata kamu ada dirumah. Haaii... !! Lepaskan tanganmu dari lengan mas Reno ! Dasar wanita gatal, wanita murahan, pembantu tidak tahu diri!."Bentak Sarah dengan lantang.
Plaakkkk
Tanpa menunggu lama, Reno melayangkan satu tamparannya di pipi Sarah. Mana ada Cahaya wanita gatal dan murahan, yang ada justru dirinya sendiri yanh gatal dan murahan. Reno tidak terima dengan hinaan yang dilontarkan oleh Sarah.
"Mas, kenapa kamu menamparku?." Tanya Sarah dengan bodohnya.
Melihat situasi yang tidak kondusif, apalagi ada Joni. Cahaya meminta Joni untuk masuk kekamarnya, adegan yang terjadi tidak baik dilihat oleh Joni. Apalagi Reno masih terlihat emosi, tidak menutup kemungkinan dia akan kembali memukul Sarah.
"Mas, sudah. Tidak baik seperti ini, apalagi tadi dilihat sama Joni juga. Bagaimanapun mbak Sarah ini mama nya Joni, orang yang sudah melahirkan Joni. Kalau mas main tangan seperti ini, nanti mas bisa kena masalah."Ucap Cahaya mencoba menenangkan suaminya dan mereda emosi sang suami.
"Tapi dek, wanita ini sudah kurangajar dan lancang. Mas tidak terima dia menghina dan merendahkan kamu. Yang wanita murahan itu dia bukan kamu, kamu dan dia itu sangat jauh berbeda. Kamu baik, sabar dan tulus kalau dia apa? Cuma sampah yang sudah tidak berguna lagi."Ucap Reno memandang dengan sinis kearah Sarah.
Sarah semakin bingung dengan kedekatan Reno dan wanita yang dia anggap pembantu itu.
"Kalau dia bukan pembantu, lantas dia siapa?." Tanya Sarah dengan rasa penasarannya.
"Dia istriku !."Seru Reno dengan tegas.
Jjddeerrrrr
Hati dan Jantung Sarah seperti dihujam dengan bebatuan yang tajam. Wajahnya juga terasa panas seperti ada sambaran petir depan wajahnya. Seakan tidak percaya jika wanita yang lebih muda darinya, yang sedari tadi dia panggil Pembantu adalah istri baru dari mantan suaminya.
"Mas, tidak mungkin. Ini pasti bohong, kamu sengajakan berbohong agar aku tidak menganggumu lagi. Mana mungkin kamu menikah dengan bocah. "Seru Sarah masih tidak percaya dengan Reno.
"Tidak ada yang bohong. Reno memang sudah menikah dengan Cahaya, saat kamu mendekam dipenjara. Kenapa kamu berani datang kerumahku, kamu seharusnya mendekam dan membusuk dipenjara. Gara-gara kamu anak dan cucuku melalui masa-masa sulit, kamu sudah berusaha mencelakai anakku! Dan sekarang kamu berani menampakkan wajahmu dirumah ku. Pergi kamu dari sini !!." Teriak ibu Rahayu dengan lantang.
Plaakk Plaakk
Tidak sampai situ saja, Ibu Rahayu juga menampar Sarah dengan kasar. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, jika dia bertemu dengan Sarah dia akan memberikan Sarah pelajaran. Dan hari ini ternyata keinginannya terkabulkan juga.
"Bu, sudah jangan kotori tangan ibu dengan menyakiti wanita tidak tahu diri ini."Seru Cahaya mendekati ibu mertuanya.
"Biarkan Ibu memukul wanita ini Cahaya, sudah lama ibu ingin meluapkan kekesalan ibu kepada wanita murahan ini ! Ibu tadi mendengar semua hinaan yang dia lontarkan untukmu, asal kamu tahu Sarah! Cahaya ini menantuku, dia 1000 kali lebih baik dan lebih terhormat daripada kamu !!." Teriak ibu Rahayu sudah tidak bisa mengontrol emosinya.
"Soal Dinda aku minta maaf bu, aku khilaf. Tapi soal mas Reno yang sudah menikah lagi aku tidak terima. Apalagi dia menikah dengan wanita yang tidak sebanding denganku, levelnya pun jauh. Pasti dia mau menikah dengan mas Reno karena mas Reno sudah kaya dan mapan."Ucap Sarah masih saja tidak tahu diri.
"Itu kamu !! Bukan Cahaya, Cahaya itu wanita yang baik, sabar dan tulus. Kamu dulu meninggalkan anakku, bahkan mengusirnya dan anak kamu saja kamu usir. Kamu tidak mau memiliki suami yang miskin sehingga kamu meninggalkannya dan menggugat cerai. Bahkan semua aset kamu kuasai, padahal didalam sana ada haknya Reno dan Joni juga, dasar wanita matrealistis ! Wanita serakah, setelah tahu Reno berhasil dan banyak uang kamu mau kembali lagi? Itu tidak akan mungkin, kamu bisa lihatkan seorang suami yang kamu tendang dari rumah karena dia miskin, kini sudah bisa sukses dan memiliki usaha yang mapan." Sentak ibu Rahayu dengan penuh amarah.
Sarah hanya menunduk, sebenarnya dia terima dicaci maki oleh ibu Rahayu. Namun dia, takut untuk mengeluarkan kata bantahan. Tiga tamparan dari Reno dan ibu Rahayu sudah membuat kedua pipinya panas, tidak sanggup kalau ditambah lagi.
"Mbak Sarah lebih baik mbak pergi dari sini."Seru Cahaya meminta Sarah untuk segera pergi untuk menghindari emosi dan amarah ibu Rahayu yang pasti akan semakin meluap.
Tanpa menunggu lama, akhirnya Sarah pun meninggalkan rumah Ibu Rahayu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dengan cepat dia menghampiri dan masuk ke mobilnya yang terparkir di samping mobil Reno.
__ADS_1
*Tamparan dari wanita tua itu tidak akan pernah aku lupakan, lihat saja aku akan buat perhitungan. Dan wanita yang bernama Cahaya itu juga akan aku beri pelajaran, bisa-bisa nya dia menggoda mas Reno. Pasti mas Reno sudah dia goda dan dia rayu sehingga mas Reno sudah terkena bujuk rayu wanita itu. Dari penampilannya sepertiny dia itu wanita miskin yang hanya ingin dengan harta mas Reno. Tidak akan kubiarkan dia hidup bahagia menikmati uang mas Reno, sebab aku yang lebih berhak atas uang mas Reno. Aku sudah bosan kerja ikut Sinta, aku harus bisa menjadi istri mas Reno lagi.* Gumam Sarah dalam hatinya dengan tangan yang lihai dengan setir mobilnya.
*************