
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Reno turun dari mobil dengan perasaan yang berbeda, bagaimana tidak berbeda jika dia membawa bahan makanan yang cukup banyak. Setidaknya dia tidak akan mendapatkan omelan sarah selama seminggu kedepan, karena urusan bahan makanan aman.
" Banyak banget kamu bawa bahan makanan mas ? Ibu tidak marah ya kamu ambil segini banyak ?" Tanya sarah saat melihat suaminya meletakkan bahan makanan hasil jarahan dari rumah ibunya di meja dapur.
" Mana ibu marah. Justru ibu yang menyuruhku untuk mengambil sendiri mana yang aku mau. Lagi pula bahan makanan ibu stoknya 1 lemari penuh. Ternyata Dinda ada manfaatnya juga. Bulan depan kita tinggal mintak lagi saja sama ibu. " Ucap Rudi dengan santainya.
" Kamu betul mas " Jawab Sarah setuju dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.
" Sudah sekarng kamu cepat masak. Itu tadi aku mengambil telur dua papan. Didalam plastik besar itu banyak pilihan, ada sarden, mie instan ada cumi kering juga. Bahkan tadi aku juga mengambil stok kebutuhan sumur. " Seru Reno.
Reno beralalu dari dapur, membiarkan sarah membereskan bahan makanan itu semdiri. Reno sendiri memilih duduk di ruang televisi untuk melanjutkan Game nya yang tadi sempay tertunda. Dasar lelaki pemalas, sudah punya anak istri tetapi kerja malas - malasan. Bekerja maunya kerja kantoran saja.
Orang yang ingin sukses itu semuanya berawal dari bawah atau dari nol terlebih dahulu. Tidak ada orang yang sukses langsung instan begitu saja.
__ADS_1
" Sekarang aku lanjut Game lagi. Sarah juga sudah tidak mengomel lagi. " Ucap Reno sembari mengekuarkan ponsel dari kantong celananya.
Sementara itu saat ini dinda dan satria yang sudah ada di cafe dikejutkan dengan kedatangan Rahma yang masuk begitu saja keruangan Dinda tanpa permisi terlebih dahulu. Rahma tidak menyangka jika saat ini di ruangan dinda juga ada satria. Mana tadi saat membuka pintu Rahma sama sekali tidak sopan dan langsung menyerukan minta uang sama Dinda.
" Emm...ada Satria ya . Mama tidak tahu kalau ada kamu diruangan Dinda " Seru Rahma dengan wajah terkejutnya.
" Jadi mama sering meminta uang sama istriku juga ? Apa kurang uang 10 juta untuk biaya hidup kalian ber tiga selama sebulan ? Kalian ini memang tidak bisa dikasih hati, lama - lama aku juga tidak mau memberi kalian uang bulanan. Sayang berapa kali dia datang meminta kamu uang ?" Tanya satria dengan tegas.
Dinda merasa bersalah karena tidak cerita dengan suaminya dari awal. Justru dia malah terkesan menutupinya dari Satria. Dinda hanya tidak mau ada keributan seperti ini. Lagipula ini sudah ke 5 kalinya Rahma datang meminta yang. Namun hanya 2 kali saja Dinda memberinya.
" Baru dua kali saja kok mas , tapi mama datang sudah 5 kali ini." Jawab Dinda dengan takut-takut.
" Pertama kali datang Mama minta uang 10 juta, selang 3 hari mama datang lagi meminta uang 5 juta. Tetapi tidak aku kasih dan seminggu kemudian dia datang minta uang 5 juta dan bilang itu yang terakhir kali dia meminta jadi aku berikan uang 5 juta itu. Dan 3 hari kemudian datang lagi meminta 2 juta. Tetapi aku tetap tidak memberinya dan hari ini datang lagi. Jadi total uang yang sudah aku kasih 15 juta Mas." Jawab Dinda menjelaskan semuanya kepada Satria.
Rahma menatap tajam ke arah Dinda matanyapun seperti ingin keluar dari kelopaknya. Padahal dia sudah mengancam Dinda agar tidak memberitahukan masalah ini kepada Satria. Agar Satria tidak memotong uang jatah bulanannya.
Dinda menunduk takut. Dinda benar-benar takut jika Satria sampai marah apalagi ribut dengan mamanya hanya soal uang. Di sini Dinda memang mengakui jika dia bersalah karena dari awal tidak memberitahu suaminya.
" Baiklah, jadi total semuanya 15 juta Oke tidak masalah jadi selama 3 bulan ini jatah bulanan mama, Satria potong 50 persen sebagai ganti uang yang sudah Mama minta dari Dinda. Jadi selama 3 bulan mama hanya menerima uang 5 juta per bulannya. Setelah 3 bulan nanti jatah bulanan mama normal 10 juta. Sudah ya semuanya beres jangan ada lagi meminta uang kepada istriku, jika tidak mau jatah bulan mama aku tiadakan. Paaham !!." Ucap Satria dengan tegas.
Rahma sudah pasti tidak terima dia akan berontak karena Satria memotong jatah bulanannya 50 persen. Uang 5 juta untuk bertiga dapat apa ? Sedangkan 10 juta perbulan saja Rahma masih meminta tambahan dari Dinda.
__ADS_1
" Mama tidak setuju seenaknya saja kamu memotong jatah bulanan mama. Uang 5 juta dapat apa Satria? Kamu jangan pelit sama orang tua kamu . Apalagi mama itu bertiga ada adik kamu yang juga harus mama papa nafkahi. Kenapa uang 10 juta jadi 5 juta ! Tidak ! pokoknya mama tidak setuju." Tolok tegas Rahma.
" Lucu sekali ya mama ini, mama yang mau menafkahi anak mama. kenapa mama meminta sama saya?. Suami mama ada , mama punya tangan dan kaki . Anak mama sudah dewasa . Seenaknya saja mama minta uang sama satria. Suruh anak dan suami mama itu bekerja jadi jangan cuma mengandalkan uang dari Satria saja." Ucap Satria sambil terkekeh.
Dinda hanya dia menyimak perdebatan antara Mama mertuanya dengan sang suami. Masalah ini berawal dari Dinda yang tidak mau jujur kepada Satria , seandainya Dinda jujur dari awal. Mungkin keributan ini tidak akan pernah terjadi.
" Bukannya dari awal mama sudah meminta kamu memberikan pekerjaan untuk Hakim dan papa kamu. Jadi kami tidak akan merepotkan kamu lagi dan tidak akan meminta uang bulanan dari kamu. " Ucap Rahma seakan menyalahkan satria.
" Bukannya aku tidak mau memberi mereka pekerjaan, tetapi pekerjaan yang mereka minta itu tidak pantas untuk mereka Memangnya mereka siapa meminta jabatan Manager di perusahaanku . Kalau mau bekerja dimulai dari nol. Aku sudah menawarkan sebagai staf atau karyawan biasa di perusahaanku tetapi anak manja mu itu menolaknya. Ya sudah ,ya terserah dia mau bekerja atau tidak." Jawab Satria membela diri.
Pekerjaan yang diminta Hakim dan Papanya memang tidak tanggung-tanggung . Mereka meminta jabatan manajer di Perusahaan Satria, padahal Hakim saja cuman tamatan SMP . Papanya juga hanya lulusan SMP, sebenarnya bukan perkara pendidikan . Satria hanya tidak mau perusahaannya gulung tikar, hanya gara-gara ulah dua tikus kecil yang tidak berguna yang akan menggerogoti uang perusahaannya.
" Mereka itu papa dan adik kandung kamu satria. Tega sekali kamu sama mereka. " Seru Rahma tetap membela diri.
" Sudahlah Ma. Sekarang mama pulang, dan keputusan satria tetap tidak bisa dirubah. Tunggu 5 hari lagi yang bulanan pasti aku transfer." Seru Satria dengan santainya.
Hhhuuuhhhh
Rahma sudah tidak berkutik lagi, akhirnya diapun pulang dengan membawa tangan kosong dan harapan hampa.
********
__ADS_1