Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Ungkapan hati


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Ardi sore ini akan memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Sinta. Sore sepulangnya dari kantor, Ardi datang kerumah Sinta untuk menjemput Bagas sekaligus menyatakan perasaannya.


"Bagas, Papa mau bicara sama tante Sinta, dan anak kecil tidak boleh mendengarkan obrolan orang dewasa. Jadi Bagas ke toko saja dulu ya bantuin Mbak Lilis. Mungkin dia lagi sibuk packing, Bagas kan senang kalau diajak packing."Ucap Ardi meminta Bagas untuk ke toko terlebih dahulu.


Sinta yang melihat Ardi menyuruh Bagas untuk ke toko pun heran. Dia tidak tahu keperluan apa yang akan Ardi bicarakan kepada dirinya. Meskipun begitu, Sinta tidak mau banyak bertanya dan memilih menunggu apa yang akan dibicarakan oleh Aldi.


" Iya Pa, Bagas ke toko dulu sama Mbak Lilis."Ucap Bagas lalu berlari ke toko yang ada di samping rumah Sinta.


Setelah Bagas pergi, kini tinggallah Ardi dan Sinta yang saling diam. Mereka dudu di teras sehingga pandangan mereka sama-sama lurus kedepan memandang kearah jalan.


"Emm Sinta, ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu. Tapi sebelumnya aku meminta maaf jika aku mungkin sudah lebih lancang."Ucap Ardi meminta maaf terlebih dahulu sebelum Sinta merasa terganggu dengan apa yang akan dia sampaikan nanti.


" Memangnya Mas Ardi mau bicara apa, kok pakai minta maaf terlebih dahulu?."Tanya Sinta mulai merasa tidak enak perasaannya.


" Ada hal serius yang ingin aku bicarakan sama kamu Sinta. Mungkin ini terlalu cepat untuk kamu, tetapi ini sudah terlalu lama bagiku. Sinta, sebenarnya aku sudah jatuh cinta sama kamu saat pertama kali kita bertemu. Dan sampai sekarang rasa cinta ini masih saja tetap bertahta di hatiku. Sinta, maukah kamu menjadi istriku, menjadi ibu dari Bagas dan anak-anak ku nanti?." Ucap Ardi berterus terang langsung tentang perasaannya.


Deeggghhh


Jantung Sinta berdetak semakin kencang, dia benar-benar kaget dengan ungkapan isi Ardi. Sinta senang ada orang yang mau menikahinya. Akan tetapi, Sinta ragu jika Ardi tahu tentang masa lalunya. Ardi masih mau menerima keadaannya dengan tulus. Sinta bukanlah seorang wanita yang sholeh seperti apa yang ardi lihat.

__ADS_1


" Mas, kita kenal memang bisa dibilang sudah lumayan lama. Akan tetapi kamu belum tahu siapa aku yang sebenarnya dan siapa Aku di masa laluku dulu. Aku khawatir kamu malu jika suatu saat kamu tahu aku dan masalaluku.


" Aku tidak akan pernah mempermasalahkan masalalumu. Biarpun kamu orang jahat sekalipun aku tidak peduli. Yang penting saat ini kamu sudah berubah dan kamu sudah menjadi wanita yang lebih baik lagi. Biarlah masalalu menjadi masalalu, setiap orang punya masalalunya masing-masing. Kamu tidak perlu menceritakan masalalumu sebab semua itu tidak akan mengubah niatku untuk menikahimu. Jadi sekarang apa jawaban kamu? Apa kamu mau menikah dengan ku?."Tanya Ardi lagi. Ardi sendiri tidak bilang jika sebenarnya dia sudah tahu banyak tentang Sinta dari Satria. Ardi berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang Sinta.


Sinta diam dan mencoba memikirkan, jawaban apa yang harus dia berikan atas ungkapan hati Ardi. Sinta tidak bisa menjawabnya langsung, sebab dia punya seorang anak gadis yang harus dia minta saran terlebih dahulu. Hubungan Sinta dan Hana memang sudah membaik, sehingga Sinta akan melibatkan Hana di setiap keputusan yang akan dia ambil.


" Aku belum bisa menjawabnya sekarang, aku perlu waktu mas. Aku juga punya anak jadi aku akan membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan anakku."Ucap Sinta mencoba meminta waktu terlebih dahulu.


"Baiklah,aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang. Kamu memang harus membicarakan nya terlebih dahulu dengan anakmu. Harapan ku semoga saja anak kamu bisa menerimaku menjadi papa barunya."Seru Ardi sambil tertawa kecil.


Sinta hanya menanggapinya dengan senyuman dan anggukan kepala. Tidak dapat dibohongi, jujur dari hati yang paling dalam. Sebenarnya Sinta juga menyukai Ardi, namun ada rasa takut untuk menjalin hubungan serius dengan laki-laki. Semua itu karena Sinta merasa minder dengan masalalunya.


Setelah urusan hatinya dengan Sinta selesai, Ardi pun berpamitan untuk pulang lebih dulu dan tidak lupa memanggil Bagas yang ada didalam toko.


" Mama, Bagas pulang dulu ya ma."Seru Bagas membuat Ardi kaget sebab Bagas memangil Sinta dengan panggilan Mama.


" Siap mama Bos !."Seru Bagas dengan cepat dengan tangan hormat seperti sedang upacara bendera.


Ardi geleng-geleng melihat tingkah anakknya, dan dia juga tidak mempermasalahkan saat Bagas memanggil Sinta dengan panggilan mama.


" Maaf ya Sin, kalau Bagas sudah merepotkan kamu."Ucap Ardi.


" Sama sekali tidak merepotkan, Mas."Jawab Sinta tapi tak senyum manis.


" Terima kasih, kalau begitu kami permisi ya. Jangan lupa, aku tunggu jawaban kamu secepatnya."Ucap Ardi sebelum dia benar-benar masuk ke mobilnya.


Sinta terlihat hanya mengagukkan kepalanya saja tanpa memberi jawaban. Mobil Ardi mulai melaju meninggalkan pekarangan rumah Sinta.

__ADS_1


* Apa aku ini pantas menjadi pendampingnya Mas Ardi? Dia orang berada dan tentunya dia orang terhormat, aku merasa buruk dan merasa tidak pantas mendampingi pria sebaik mas Ardi. Akan tetapi Mas Ardi sepertinya tidak mempermasalahkan masa laluku. Baiklah aku akan mencoba meminta pendapat dan saran dari Hana terlebih dahulu. Aku tidak bisa memutuskan semuanya sendiri, sebab saat ini hanya Hana yang aku punya. Dia darah dagingku dan dia pasti juga tahu mana yang terbaik untukku. Sebab aku menikah bukan hanya untuk kesenanganku semata, tetap untuk membuat Hana juga nyaman berada ditengah-tengah keluarga.*Gumam Sinta dalam hatinya.


Sinta berjalan ke arah toko, dia akan melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai. Dia akan membantu karyawan yang packing, Sinta sudah menambah 1 karyawan lagi untuk membantunya packing, sebab pemesanan online semakin hari semakin ramai dan banyak peminatnya.


" Bu, Sinta kita dapat orderan 120 pak baju seragam untuk pengajian. Dan kita hanya ada waktu 2 minggu, kira-kira bisa kekejar tidak ya bu?." Tanya Lilis menyampaikan pemesanan kepada Sinta.


" Dua minggu? Online apa Offline, Lis. Kalau Online sepertinya tidak kekejar, untuk baju nya sih dari pihah penjahit biasanya sekitar seminggu kita bisa selesai. Tapi proses kirimnya memakan waktu? Takutnya tidak sampai pada waktunya, soalnya kita juga harus cek kondisi barang terlebih dahulu sebelum kita packing."Ucap Sinta.


" Ini Offline kok Bu. Ini pesanan ibu-ibu pengajian desa sebelah. Jika ibu setuju saya konfirmasi sama ibu Resti selalu pemesannya."Seru Lilis lagi.


* Baju muslim 120 pak, itu sudah sangat lumayan. Dengan begini, toko busana muslimku akan semakin laris dan diminati banyak orang. Lebih baik aku ambil saja.*Gumam Sinta dalam hatinya.


" Ambil saja Lis, dan pastikan semua barangnya nanti aman tanpa ada yang cacat atau rusak. Ini orderan pertama kali, 120 pak hanya untuk orderan satu orang. Biarpun terkadang kita juga terima lebih dari 100 pak, tetapi itu orderan orang banyak dan harus packing sesuai alamat pemesan. Dan ini 120 pak satu pesanan sekaligus, bismillah semoga berkah untuk kita semua."Ucap Sinta penuh rasa syukur.


Lilis dan 2 karyawan yang lainnya menganggukkan kepalanya dengan cepat. Pertanda mereka tahu apa yang dikatakan oleh Sinta.


" Mbak Ana apa packingan sudah beres semua?."Tanya Sinta.


" Sudah bu. Tinggal menunggu kurir ekspedisi datang mengambil nya saja bu."Jawab Ana si karyawan baru.


" Alhamdulillah, mbak Ana kerjanya cepat juga ya. Kalau tidak ada mbak Ana pasti aku sampai bungkuk packing sendiri, sebab Lilis dan temannya sibuk di kasir sama melayani pembeli yang datang langsung ke toko."Ucap Sinta sambil tertawa.


" Saya sangat. Berterima kasih sama ibu Sinta karena sudah mempercayai saya untuk bergabung di toko muslimah fashion ini, Bu."Ucap Ana dengan serius.


Sinta sangat beruntung di pertemukan dengan orang-orang yang baik. Ke tiga karyawannya juga baik, ramah, sopan dan menghargainya.


* Setelah aku merubah kehidupan ku, alhamdulillah rezeki ku lancar dan aku dikelilingi orang-orang yang baik. Terima kasih ya Allah.*Gumam Sinta bicara dalam batinnya sendiri.

__ADS_1


**********


__ADS_2