
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Seminggu berlalu dari kejadian kedatangan Melisa di kantor. Satria tetap masih merahasiakan soal Melisa di masalalunya. Dia ragu, ingin bercerita takut Dinda marah dan salah paham terlebih Dinda akhir-akhir ini sensitif sekali. Satria telat membalas pesannya saja Dinda langsung marah dan mendiamkan Satria.
" Sayang, bagaimana kalau kita jalan-jalan. Hari ini mas tidak ada meeting jadi bisa untuk mengajak jalan-jalan kamu sama Raja. Kamu maunya jalan-jalan kemana?."Tanya Satria merayu Dinda yang sedang marah karena semalam Satria sudah membuatnya kesal.
" Lagi malas, mas saja yang pergi."Jawab Dinda dengan singkat.
" Jangan marah dong sayang, nanti cantiknya hilang loh." Seru Satria menggoda Dinda.
" Jadi aku tidak cantik lagi? Kalau aku tidak cantik terus yang cantik itu seperti siapa? Seperti Melisa gitu?." Seru Dinda menyebut Melisa.
Ddeeggghhh
Satria langsung terdiam, kenapa Dinda dengan mudahnya menyebut nama Melisa? Padahal Melisa saja tidak ada sangkut pautnya dengan mereka. Satria mulai khawatir, takut - takut siapa tahu Melisa sudah memberitahu soal hubungan mereka di masalu.
Satria langsung memegang kedua pundak Satria dan menghadapkan kearahnya. Satria menatap kedua bola mata Dinda.
" Sayang kenapa jadi bawa-bawa Melisa sih? Apa hubungannya sama Melisa?." Tanya Satria dengan pelan namun terkesan cukup tegas.
" Apaan sih mas? Kok kamu seperti orang yang kaget dan takut seperti itu? Aku menyebut Melisa karena dia memang wanita yang cantik dan sempurna. Aku saja yang perempuan suka jika memandanginya. Masa mas yang pria tidak sih?." Seru Dinda sambil terkekeh.
__ADS_1
" Bagi mas, kamu itu wanita yang paling cantik. Meskipun di luaran sana banyak wanita cantik, tetap istriku seorang yang cantik dan selalu ada di hatiku." Seru Satria lalu membawa Dinda dalam pelukannya.
Tiada wanita lain yang bisa menggantikan posisi Dinda di hatinya. Dinda wanita satu-satunya yang bisa membuat Satria untuk jatuh cinta kembali. Bahkan Dinda yang mau menerima segala kekurangannya, meskipun saat itu dirinya hanya sebagai pedagang cendol keliling.
Dinda juga membalas pelukan Satria, meskipun ada rasa aneh yang beberapa hari ini dia rasakan. Seperti suaminya sedang menyembunyikan sesuatu, Dinda memang tidak tahu apa yang Satria sembunyikan. Namun perasaan seorang istri tidak bisa dibohongi, cepat atau lambat Dinda pasti akan tahu apa yang di sembunyikan oleh Satria.
" Mas apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku?."Tanya Dinda mencoba mencari tahu apa yang beberapa hari ini mengganggu fikirannya sendiri.
" Maksud kamu apa sayang? Mas tidak menyembunyikan apapun dari kamu."Jawab Satria mencoba untuk tetap berbohong dan menjawabnya dengan setenang mungkin agar Dinda tidak menaruh curiga.
" Aku mengenalmu tidak cuman seminggu dua minggu, Mas. Dan bukan sebulan 2 bulan juga, kita menikah sudah 4 tahun lebih. Dan saat ini aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu tapi aku tidak tahu itu apa. Aku tidak akan memaksamu untuk berbicara, tetapi jika kamu mau berbicara aku akan mendengarkannya dengan senang hati."Ucap Dinda membuat Satria semakin merasa bersalah sudah tidak berkata jujur dari awal.
Hhhuuufffftttt
Sepertinya Satria sudah tidak bisa untuk menyembunyikan masalah masa lalunya dari Dinda. Cepat atau lambat, Dinda pasti akan mengetahuinya sendiri. Daripada Dinda mengetahui semuanya dari orang lain, lebih baik Satria sendiri yang mengatakannya kepada Dinda agar tidak terjadi salah paham.
" Sayang, mas akan bicara sesuatu sama kamu tapi mas mohon kamu jangan marah. Dan jangan pernah membenci mas, mas akan mengatakan semuanya sama kamu."Ucap Satria mulai ingin bicara soal masalalunya itu.
Hhhuuuufffff
Satria menghela nafas dengan panjang terlebih dahulu sebelum dia mulai membuka inti pembicaraannya.
" Ini soal masalalu saat mas duduk di bangku SMA. Kamu tahu Melisa? Melisa itu adalah mantan pacar mas, dia cinta pertama mas. Kami sempat berpacaran selama 5 bulan." Ucap Satria mulai menceritakan siapa itu Melisa.
Deegggghhh
Kini Dinda yang dibuat kaget, ternyata Melisa adalah mantan pacar suaminya dan Melisa juga cinta pertama suaminya. Ada rasa sakit di hati Dinda, namun dia mencoba untuk menahannya sebab dia juga sudah berjanji tidak akan marah.
__ADS_1
Satria meneruskan ceritanya sampai semuanya dia ceritakan tanpa ada yang tertinggal. Hanya kejadian saat Melisa datang ke kantornya itu yang tidak dia ceritakan. Satria tidak mungkin menceritakan kejadian itu, pasti Dinda akan marah.
" Itulah yang sebenarnya dari kemarin ingin mas ceritakan, tapi mas takut kamu marah dan akan mengganggu fikiranmu. Mas tidak mau terjadi sesuatu dengan mu dan kandungan kamu, Sayang. Maafkan mas, baru bisa menceritakan semuanya sekarang. Mas harap kamu tidak akan marah, di hati mas saat ini dan selamanya hanya ada kamu seorang."Ucap Satria lalu kembali memeluk Satria.
" Mas tidak ada perasaan apapun lagi dengan Melisa? Bahkan Melisa sendiri sampai saat ini masih mencintai mas Satria, dia pulang ke Indonesia hanya demi mencari dan menemui cinta pertamanya yang tidak lain itu adalah mas Saria?."Tanya Dinda ingin tahu apa jawaban Satria setelah tahu jika Melisa sampai detik ini masih mencintainya.
" Mas sudah tidak ada rasa cinta sedikitpun untuk Melisa. Rasa itu sudah hilang sejak dia pergi meninggalkan mas, dan membohongi mas. Sekarang dihati mas hanya ada Nama Dinda seorang. Mas berharap hanya kamu wanita yang akan selalu menemani mas sampai kita menua bersama dan sampai akhir hayat kita akan tetap bersama." Ucap Satria terdengar sangat tulus dan serius.
Dinda semakin mengeratkan pelukannya, dia juga sangat mencintai Satria dan tidak akan pernah membiarkan wanita lain merusak rumah tangganya meskipun itu, Melisa. Rumah tangga akan tetap kokoh jika keduanya sama-sama saling percaya dan menjaga kesucian cinta mereka. Dinda tetap percaya dengan ucapan suaminya, sebab Dinda sedikitpun tidak menemukan kebohongan.
" Mas, aku mencintaimu dan aku tidak mau kehilanganmu. Aku tidak akan membiarkan wanita manapun merebutmu dariku. Jika ada wanita yang ingin merebut mu dariku, dia harus berhadapan dulu dengan aku."Ucap Dinda tegas.
" Selamanya mas akan tetap menjadi milikmu, meskipun seribu wanita seperti Melisa datang menggoda, mas tetap akan setia pada satu cinta yaitu, Dinda istriku tersayang."Ucap Satria dengan tangan mengusap buliran bening yang menetes di pipi Dinda.
" Jangan menangis sayang, air matamu ini sangat berharga. Tolong jangan menangis, aku tidak sanggup melihatmu menangis seperti ini." Ucap Satria lagi.
" Mas, aku terharu. Aku beruntung mendapatkan suami sepertimu, kamu sama sekali tidak pernah mengabaikan ku. Kamu tidak pernah memarahiku dan memakiku, bahkan bicara kasar pun kamu tidak pernah. Aku yang sangat beruntung mempunyai suami seperti kamu mas."Seru Dinda sambil terisak.
Satria sangat lega, akhirnya bisa menceritakan semuanya kepada Dinda. Dengan begitu, jika dia tahu dari Melisa dia tidak akan kaget lagi.
" Mas, bukannya Hakim hari ini pulang dari rumah sakit? Apa mas tidak menjemputnya?." Tanya Dinda mengingatkan Satria.
" Tidak sayang, tadi Mas sudah bilang sama nenek jika ada sopir yang akan menjemputnya. Mas juga sudah menyiapkan satu perawat untuk membantu Hakim di rumah, perawat juga mulai hari ini akan bekerja."Ucap Satria.
Dinda setuju apa saja yang sudah di lakukan oleh suaminya. Pastinya Satria juga sudah memikirkannya matang-matang. Ada baiknya memang ada perawat yang membantu dan mengontrol keadaan Hakim selama Hakim dalam masa pemulihan.
Hakim ingin pindah rumah, namun Satria belum mengizinkannya. Satria akan mengizinkan Hakim untuk pindah ke rumah yang sudah dibelikan nya, tapi tunggu sampai keadaan Hakim benar-benar sudah normal. Sehingga Satria sudah tidak mengkhawatirkan keadaan Hakim.
__ADS_1
Hari ini Satria khususkan untuk keluarga kecilnya, dia ingin mengajak Dinda dan Raja jalan-jalan. Setelah semuanya beres, akhirnya Satria membawa anak dan istrinya jalan ketempat yang sudah menjadi pilihan Dinda.
*********