Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Kelakuan Sinta


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Suami yang dianggap miskin oleh keluarga istrinya ternyata adalah orang kaya. Dia memiliki kekayaan yang cukup fantastis tetapi sama sekali tidak membuatnya sombong, dia tetap sederhana dan rendah hati. Bahkan saat ini dia yang menanggung biaya hidup untuk kedua mertuanya.


Ibu mertua yang sedari dulu menganggap dia menantu yang miskin dan tidak berguna, kini telah menyesali sikap dan perbuatannya. Ibu mertuanya sudah mulai baik dan menerimanya sebagai menantu. Sedikitpun Satria tidak ada rasa benci untuk ibu mertuanya itu.


Kini Satria sudah bisa sedikit lega karena masalahnya sedikit demi sedikit sudah mulai menemui titik terang.


" Mas, kok melamun?" Tanya Dinda sembari meletakkan segelas kopi di atas meja.


" Tidak melamun kok sayang, mas hanya ingat masalalu kita dulu. Dimana dulu kita sama sekali tidak dihargai oleh para saudara mu. Bahkan ibumu juga tidak menghargai kita." Jawab Satria jujur.


" Maafkan keluargaku ya mas." Seru Dinda.


" Mas sudah memaafkan mereka. Oh iya bagaimana kalau hari minggu nanti kita kepanti asuhan, sudah lama kan kita tidak kesana. Mas kangen sama anak - anak disana." Seru Satria mengalihkan pembicaraan nya agar Dinda tidak bersedih mengingat kelakuan para saudaranya..


Dengan cepat Dinda mengangguk dan tersenyum sumringah. Dia juga sangat ingin kepanti namun belakangan ini Satria sibuk dan nenek juga sering mengeluh sakit pada kakinya, maklum sudah berumur jadi mudah capek dan mudah sekali lelah.


" Ajak Indra juga mas?" Tanya Dinda .


" Boleh, nanti mas ajak dia juga. Oh iya bagaimana tadi Hana dan mamanya ? Apa mereka tidak jadi keluar ?" Tanya Satria pura - pura tidak tahu, padahal dia sudah tahu jika Sinta dan Hana tadi bersitegang karena Hana yang tidak mau ikut dengan Sinta.


Satri sudah pasti tahu, sebab disetiap sudut rumshnya ada CCTV yang bisa langsung terhubung dengan ponselnya. Dan ada dua penjaga yang sudah melaporkan semua kejadian kepada Satria.


Dinda mulai menceritakan apa yang tadi terjadi dengan Hana dan Sinta. Satria mendengarkan dengan antusius, meskipun dia sudah tahu semuanya dia tetap mendengarkan Versi dari Dinda. Apa yang disampaikan Dinda sama dengan apa yang disampaikan oleh pihak keamanan yang menjaga rumahnya.

__ADS_1


" Selagi mbak Sinta tidak membahayakan dan tidak berulah yang lebih , kita cukup diam dan pantau saja apa yang dia lakukan. Mas sudah tahu siapa orang yang bernama Badar itu, dia itu adalah seorang rentenir dan pengedar kelas kakap. Namanya sudah terkenal, polisi sudah mengincarnya tapi memang dia sangat licin dan selalu bisa menghindar saat ada penggerebekan dan pemeriksaan. Usahanya banyak, Bar dan tempat perjudian, pengedar barang haram, rentenir yang kejam. Aku tidak menyangka mbak Sinta bisa bergabung dengan pria seperti itu." Ucap Satria menjelaskan.


Badar ?


Dinda merasa pernah mendengar nama itu, nama itu seolah tidak asing bagi Dinda. Dindapun teringat jika Sinta dulu pernah ingin mengenalkannya kepada seorang pria kaya yang bernama Badar, tetapi Dinda menolaknya sebab saat ini Dinda sudah mulai dekat dengan Satria.


* Apa jangan - jangan Badar yang mbak Sinta maksud dulu Badar yang baru saja di bicarakan oleh mas Satri?* Gumam Dinda dalam hatinya.


Satria memandang aneh kearah Dinda, dia heran kenapa istrinya diam dan seperti sedang memikirkan sesuatu. Satria mencoba bertanya apa yang saat ini sedang difikirkan oleh Dinda.


" Kamu kenapa sayang ? Kamu apa kenal dengan pria yang bernama Badar?." Tanya Satria penasaran.


" Badar? Apa Badar yang sama yang beberapa tahun yang lalu dikatakan mbak Sinta ya mas ? Dulu mbak Sinta pernah mau mengenalkanku dan menjodohkanku dengan pria yang bernama Badar, yang katanya pengusaha dan orang kaya. Tapi aku menolaknya karena saat itu kita sudah mulai dekat." Seru Dinda menceritakan semuanya kepada Satria.


Satria terlihat mengepalkan tangannya, dia yakin saat itu Sinta punya tujuan lain. Pasti dia akan menjual Dinda kepada Badar sang pemain wanita itu. Yang Satria tahu Badar itu sudah punya istri 5 tetapi dia masih saja mencari kepuasan diluaran sana.


" Meskipun itu terjadi sebelum menikah, aku tidak pernah bisa terima dengan kelakuan kakak ipar mu itu Sayang. Dia pasti berniat menjualmu kepada pria hidung belang itu. !" Geram Satria sembari mengepalkan kedua tangannya.


" Iya sayang. Ya sudah sudah malam kita istirahat yuk." Ucap Satria dengan lembut.


Dinda mengangguk patuh dengan mengulaams senyum manisnya. Satria jadi semakin gemas melihat istrinya yang tersenyum manis.


Sementara itu saat ini di panti pijat, tempat usaha Sinta. Badar datang dan sedang marah - marah dengan Sinta karena telah gagal mengajak anak keluar dari rumah Satria. Meskipun Badar belum ingin melaksanakan pernikahannya dengan Hana, namun Badar hanya ingin bertemu dengan Hana terlebih dahulu. Badar ingin mengenal dan mendekati Hana, sehingga saat tiba waktunya dia menikah dengan Hana, Hana sudah bisa dia kendalikan.


" Dasar bodoh ! Aku cuma memintamu untuk menjemput Hana untuk bisa bertemu dengan ku ! Aku ingin dia dekat denganku sebelum aku menikah dengannya , sehingga saat menikah nanti dia sudah mudah aku kendalikan!. Kamu lupa, 1 bulan lagi aku ingin menikahi Hana. Seminggu sebelum pernikahan dia harus sudah ada ditanganku." Seru Badar dengan tegas.


Sinta hanya bisa menghela nafas dengan kasar, sebenarnya jika sesuai perjanjian Sinta masih punya waktu satu tahun lagi untuk membuat Hana bisa menikah dengan Badar. Namun siapa sangka ternyata tiba-tiba Badar menginginkan Hana dengan cepat. Dan itu membuat Sinta lebih pusing lagi, sebab sekarang Hana masih ada di kediaman Satria.


" Anak itu membantahku Badar, dia tadi tidak mau ikut dengan ku karena dia baru pulang sekolah dan dia lelah. Bagaimana kalau lusa aku datang lagi kesana, lusa kan hari minggu sehingga tidak ada alasannya lagi untuk bilang capek pernah sekolah." Ucap Sinta menyampaikan keinginannya.


" Pokoknya aku tidak mau tahu , besok lusa aku harus sudah bisa bertemu dengan Hana. Jika sampai kamu gagal, aku pastikan usaha kamu ini akan aku hancurkan !! Aku tidak pernah main-main dengan ancamanku Sinta. Bahkan aku menghabisimu sekarang juga aku bisa." Ucap Badar dengan menatap bengis ke arah Sinta.

__ADS_1


Sinta tercekat dan hanya bisa menelan salivanya sendiri setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Badar. Sinta tahu jika Badar orangnya memang tidak pernah main-main, siapapun yang melakukan kesalahan dan membuat dia marah pasti akan dia hancurkan tanpa pandang siapa orangnya.


" Iya aku janji besok hari minggu jam makan siang temui aku dan Hana di Cafe Bintang. Kamu bisa bertemu langsung dengan Hana, tapi ingat jangan kami buat dia takut. Jika dia sudah ketakutan sampai kapanpun dia tidak mau lagi aku ajak keluar." Seru Sinta mencoba memberi peringatan kepada Badar.


" Kamu tenang saja, aku tahu apa yang seharusnya aku lakukan. Kamu tidak perlu mengguruiku Sinta ! Sekarang cepat ikut aku ! Aku sedang membutuhkanmu saat ini juga." Seru Badar seenaknya memperlakukan Sinta.


Setelah marah-marah dengan Sinta, dan memaki Sinta. Ternyata dia masih mau menggunakan Sinta juga. Dan hal ini sudah sering terjadi sehingga Sinta menganggapnya hal sepele. Namun terkadang Sinta juga merasa lelah dengan kehidupannya, yang selama bertahun-tahun harus menjadi wanita pemuas Badar. Bahkan semua itu berlangsung saat dia masih menjadi istri sahnya Rudi.


" Dengan yang lain saja bagaimana ? Aku sangat lelah Badar!" Seru Sinta mencoba menolak ajakan Badar.


" Tidak mau. Aku mau kamu, kalau mereka siapa saja pernah masuk. Kalau kamu kan cuma mantan suamimu dan diriku saja sehingga kamu lebih terjaga dan terawat. Dan tidak terjamah oleh sembarang orang ." Ucap Badar dengan menyeringai licik.


* Kurangajar Badar ini , aku memang tidak pernah main dengan sembarangan orang. Karena aku tidak mau tertular penyakit, tapi apa dia itu bersih ? Terkadang aku takut saat main dengannya. * Gumam Sinta dalam batinnya.


" Tapi aku minta barang secara gratis . Aku butuh itu sekarang." Ucap Sinta.


" Tidak masalah, aku akan memberikan ini gratis tapi kamu harus memberikan pelayanan yang maksimal." Ucap Badar sambil menyerahkan sesuatu bungkusan kecil kepada Sinta.


Dengan mata berbinar sinta menerima barang itu, lalu mengajak Badar masuk kekamar pribadinya yang ada di panti pijat. Sintapun melakukan tugasnya dengan baik, sebelumnya dia sudah meminum terlebih dahulu barang yang tadi diberikan oleh badar. Sinta memang pemakai tetapi dia tidak sampai kecanduan, dia biasa memakai seminggu sekali. Dia berdalih itu untuk kesehatan dan staminanya saja, padahal itu semua bisa membuat rusak tubuhnya.


" Hemmm... Bagaimana kalau Ibu dan anaknya sekalian aku jadikan istri" Seru Badar sambil tertawa.


" Ogah ! Kamu itu sudah punya istri 5 masih saja kurang. Apalagi Hana juga mau kamu jadikan istri terus aku juga gitu, tidak mau !." Seru Sinta menolak dengan tegas.


Hahahahaaaaa


Badar hanya tertawa dengan lepas tanpa memperdulikan Sinta. Mana Badar perduli yang penting dia puas dan dia bisa menyalurkan keinginannya dengan tenang. Para istri yang ada dirumahnya masing - masing juga hanya dijadikan cadangannya saja.


* Hemm... Padahal Sinta ini juga tidak kalah cantik dan seksi . Sebenarnya aku ini ketagihan juga dengan tubuhnya, aku lebih sering bermain dengan dia daripada dengan para istriku. * Gumam Badar dalam batinnya.


***********

__ADS_1


__ADS_2